Lebih baik berjodoh dengan orang asing ataukah sahabat dekat?

Posted on Updated on

Saya mau minta pandangan ataupun pendapat dari bpk, meskipun saya sdh berdiskusi dengan sahabat dan keluarga tapi sampai saat ini saya masih bingung.
Saya berumur 25th, status saya masih menjadi mhs dan belum bekerja. Saat ini saya sedang menjalin hub (pacaran) dengan seorang pria berusia 27th sebut saja “A”. Saya belum pernah bertemu dengannya tapi sudah melihat fotonya melalui friendster dan juga foto yang ia kirim langsung ke alamat kost saya. Saya kenal dia melalui ayahnya waktu kita berkenalan di bandara akhir th 2008 kmrn. Ayahnya minta no hp saya n kemudian memberikan no hp saya ke anaknya. Dari situ komunikasi saya dimulai dengan “A” sampai sekarang.
Meskipun belum pernah bertemu namun sampai saat ini komunikasi kita lancar dan gak pernah bermasalah. “A” menyatakan niatnya bahwa yang ia inginkan dari hubungan kami ini adalah berakhir pada pernikahan.
Saya bingung karena dia belum kenal saya, belum tahu karakter saya, bahkan belum melihat wajah saya sudah merasa yakin dengan perasaannya untuk menikahi saya.
Karena merasa ragu, akhirnya saya kirimkan foto saya lewat friendster, dan alhamdulillah setelah melihat foto saya dia malah semakin tambah yakin.
Mendengar respon positifnya, saya menjadi yakin dan kami sepakat untuk menjalin hubungan yang serius. Namun saya mengatakan padanya bahwa saya ingin bertemu lebih dulu sebelum saya mengambil keputusan untuk menerima pinangannya.
Selain “A”, saat ini saya juga menjalin komunikasi dengan (sebut saja) “B”. “B” adalah teman sekolah saya sejak SD sampai SMU. Sebelum mengenal “A”, “B” pernah menyatakan perasaannya pada saya dan ingin menjalin hub yang serius dengan saya. “B” akan menunggu hingga kuliah saya selesai kemudian menikahi saya. Bagi saya “B” adalah sahabat baik saya. Ketika “B” menyatakan perasaannya ke saya, saya sempat bilang ke “B” bahwa saya suka “B” tapi untuk memberikan perasaan lebih (sayang dan cinta) kepadanya saya belum bisa dan itu sangat sulit. Mungkin karena hubungan kami sudah sangat dekat dan mungkin juga karena saya terlalu berpegang pada prinsip “bahwa saya sulit untuk bisa jatuh cinta dengan teman sendiri bagi saya teman lebih dari segalanya dan saya lebih tertarik untuk jatuh cinta pada orang asing yang baru saya kenal”. Keluarga saya dan keluarga “B” sudah saling kenal. Awalnya ortu lebih mendukung hub saya dengan “B” dengan alasan keluarga sdh sama-sama kenal dan keluarga saya kenal “B” dengan baik. Namun keluarga tidak memaksa saya, semua keputusan tetap ditangan saya. Tapi hati saya lebih condong ke “A” meskipun samapi saat ini kita belum pernah ketemu, mungkin karena selama komunikasi saya merasa nyaman dan saya merasa nyambung selama ngobrol dengan “A”.
Saya bingung, bagaimana menjelaskan hubungan saya dengan “A” kepada “B” agar “B” tidak merasa kecewa dan hubungan persahabatan kami tetap terjalin????? karena saya tidak ingin nantinya “B” tahu terlalu lama, saya pikir semakin cepat saya beri tahu maka akan lebih baik sehingga dia tidak menunggu.
Apakah benar pilihan saya ini???? memilih “A” orang yang belum saya kenal dari pada memilih “B” orang yang sudah saya kenal bahkan telah mengenal saya dengan baik.
Terima kasih untuk waktunya dan juga saya mengharapkan respon dari bapak.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Jika pertanyaanmu, manakah yang benar: memilih A ataukah B, maka jawabku: keduanya benar. Menikah dengan orang asing atau pun sahabat dekat itu sama-sama tidak tercela.

Jika pertanyaanmu, manakah jodoh yang lebih baik: orang asing ataukah sahabat dekat, maka jawabku: sahabat dekat lebih baik. Jadi, kusarankan dirimu untuk menjalin persahabatan yang seakrab-akrabnya lebih dulu dengan si A sebelum memutuskan dengan siapakah kau nantinya menikah. Jadi, ketika kelak kau menetapkan pilihan, entah itu si A ataukah si B (ataukah malah sahabatmu lainnya), maka yang kau pilih adalah orang yang telah menjadi sahabat dekatmu, bukan lagi orang asing.

Mengapa berjodoh dengan yang sudah akrab itu lebih baik daripada dengan yang masih asing? Ada banyak buku psikologi yang menerangkannya. Diantaranya, buku karya Ayala Malach Pines, Falling in Love: Buku yang menguak misteri bagaimana dan mengapa kita jatuh cinta (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005)

Di sini hendak aku tambahkan alasan dari sudut pandang agama (islam). Menurut sunnah Rasulullah, sebaiknya kita melakukan tanazhur (pengamatan) secermat-cermatnya sebelum memutuskan untuk menikah dengan seseorang. Semakin cermat, semakin baik.

Menurut ilmu komunikasi, pengamatan kita terhadap sahabat dekat itu cenderung lebih cermat daripada terhadap orang yang masih asing. Selain itu, pengamatan melalui interaksi tatapmuka pun jauh lebih cermat daripada pengamatan melalui media semisal internet. (Lihat “Konsultasi: Kenal Lewat Internet, Ingin Tahu Lebih Dalam“.)

Demikian tanggapanku. Dengan tanggapanku itu, kurasa tak perlu lagi aku jawab pertanyaan mengenai bagaimana menjelaskan hubunganmu dengan ‘A’ kepada ‘B’. Mudah-mudahan tanggapanku itu sudah cukup memadai untuk membantumu mengambil keputusan terbaik.

Wallaahu a’lam.

Iklan

8 thoughts on “Lebih baik berjodoh dengan orang asing ataukah sahabat dekat?

    Sawali Tuhusetya said:
    16 April 2009 pukul 23:40

    iya, pak shodiq. menikah itu kan memang sangat erat kaitannya dg jodoh. dan jodoh biasanya tak mengenal batasan2 geografis.

    Rafi said:
    19 April 2009 pukul 11:09

    Assalamualaiku,
    Sebaik-baik Jodoh adalah tetanggamu ( ya bisa tetangganya Teman-meja kantor-rumah-kerabat-saudara-mungkin negara kale yaa luaskan )…. intinya TANAdzur dulu yaaa—- > baru jatuhkan pilihan itu..
    Wasalam…

    zulkarnaini said:
    20 April 2009 pukul 14:25

    Assamu’alaikum.
    Saya mau minta pendapat dari bapak meski selama ini saya sudah sering curhat ama teman2 di kantor, tapi saya belum menemukan jawaban yang biasa saya pegang.

    Umr saya sudah mencapai 25 tahun, saya punya seorang pacar dan sudah belangsung selama 1,5 tahun. saya bingung dengan sikap pacar saya, saya sangat mencintai dia begitu juga sebaliknya. pacar saya orangnya terlalu egois, cepat marah tapi tidak terlalu cemburu, saya bingung bentar-bentar dia marah dan bentar-bentar putus habis itu baikan lagi, ketika lagi baik-baik dia begitu mesra dan penuh perhatian tapi saya bingung ketika dia marah-marah. dia orangnya juga suka canda tapi kadang-kadang perkataan dia menyakiti perasaan saya tapi saya tidak menanggapinya, dan sekarang kami lagi punya masalah yang sama. Apa yang harus saya lakukan dengan sikap pacar saya itu pak…?

    […] siapa diantara teman-temanmu yang cocok untuk menjadi bakal calon suamimu. (Lihat postingan “Lebih baik berjodoh dengan orang asing ataukah sahabat dekat?” dan “Akrabilah keluarga si dia sedini […]

    tris said:
    30 Juni 2009 pukul 04:08

    Assalamu alaikum,
    Saya perempuan, usia hampir 34 tahun, berjilbab dan belum menikah. Saya sebenarnya sangat ingin menikah, tapi sampai saat ini belum ketemu jodoh.
    Saya merasa bahwa saya (perempuan) berhak menikah dgn org yang menyenangkan buat hati saya, bukan hanya laki-laki yg berhak demikian. Saya tidak pernah pacaran, namun pernah beberapa kali “diseriusi” teman, yaitu ketika saya berusia 21 tahun dan sekitar 23 tahun. Masalahnya saat itu saya merasa masih sangat muda untuk menikah.
    Sampai di usia ini, hati saya pernah beberapa kali condong pada laki-laki (2 atau 3 kali), tapi sepertinya si dia tidak memiliki respon yg cukup kuat; atau sebaliknya, si dia nampak super perhatian tapi saya sama sekali tidak ada rasa.
    Mungkin saya selama beberapa waktu ini sangat ‘santai’, karena saya memiliki pekerjaan tetap (meskipun gajinya biasa aja) dan kesibukan2 meskipun secara sosial tidak cukup dinamis (Saya cukup workhaholic). Tuntutan sosial dan juga keinginan untuk memiliki anak membuat saya memutuskan harus menikah. Sebenarnya, seandainya ‘menerima donor sperma’ dihalalkan dalam Islam, mungkin lebih memberikan cara pandang lain bagi saya untuk memiliki anak (dalam artian tanpa intercourse lho,.. hanya terima donor dari bank sperma). Tapi kan gak boleh,..
    Saya minta sarannya ya,.. Bagaimana caranya biar dapat ketemu dengan soulmate..
    Terimakasih sarannya (mohon jangan yang normatif tapi tidak aplikatif. Saya butuh yang konkrit / usefull ). hatur nuhun sekali lagi, mudah-mudahan Allah menolong ustadz.
    Wassalam

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s