Heboh! Jumlah Caleg Stres Mungkin 186 Ribu!!

Posted on Updated on

Gawat! 186.000 Caleg Kemungkinan Kena Gangguan Jiwa
Senin, 20 April 2009 | 19:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Diperkirakan ada sekitar 186.000 caleg yang mesti mendapatkan bantuan psikolog karena gangguan jiwa lazim, 4.800 caleg yang memerlukan rawat jalan dan pengobatan karena gangguan jiwa berat, dan 480 caleg yang perlu mendapat perawatan di rumah sakit jiwa.

Perkiraan di atas disampaikan oleh psikiater dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Hervita Diatri dalam Forum Temu Media FKUI, Jakarta, Senin (20/4).

“Ini dihitung berdasarkan prevalensi riset kesehatan dasar tahun 2007, pusat penelitian dan pengembangan Depkes yang dikalikan dengan jumlah kegagalan para caleg. Jumlah tersebut didasarkan dari rasio kemungkinan jumlah caleg dengan kursi yang diperebutkan,” kata Hervita.

Lebih lanjut ia menjelaskan, gangguan jiwa lazim itu seperti depresi, kecemasan, sulit tidur, gangguan makan, keluhan fisik tanpa dasar. Sedangkan gangguan jiwa berat meliputi gangguan perilaku, pikiran bunuh diri, penyalahgunaan zat dan alkohol.

“Setidaknya ada 4 faktor yang membuat hal itu bisa terjadi pada para caleg,” ungkap Hervita. Pertama adalah faktor individu. Mereka yang masuk di sini adalah yang pada dasarnya memiliki kecenderungan mekanisme adaptasi dan cara penyelesaian masalah yang kurang matang.

Kedua, faktor sosial-ekonomi. Para caleg memiliki motivasi yang kuat tetapi kurang mendukung untuk persiapan kegagalan. Para caleg menganggap pencalonan dirinya sebagai tindakan penyelamatan untuk perbaikan ekonomi, status sosial; merupakan tindakan investasi maupun dianggap sebagai lapangan pekerjaan.

Ketiga, faktor sistem. Kurangnya pemahaman mereka tentang sistem demokrasi dan pemilu, partai, termasuk posisi yang akan diperebutkan sehingga risiko kegagalan kurang diprediksi.

Terakhir, terkait dengan faktor strategi. Mereka kurang memperhitungkan untung-rugi. Tindakan yang mereka lakukan, seperti menjual begitu saja harta benda mereka seperti rumah dan tanah dan juga berutang dalam jumlah yang besar, bisa memicu stres.

Untuk itu, Hervita mengingatkan bahwa kemungkinan jumlah caleg yang stres bisa terus bertambah mengingat proses penghitungan suara masih berlanjut. Oleh karenanya, ia mengingatkan beberapa hal.

Pertama, keluarga caleg perlu menjaga komunikasi dan saling memberikan dukungan untuk lebih mampu melihat semua ini sebagai proses yang perlu dihadapi bersama secara positif.

Kedua, bila para caleg maupun anggota keluarga caleg melihat ada perubahan secara psikologis maupun fisik seperti yang tersebut di atas, maka sangat disarankan untuk konsultasi dengan tenaga kesehatan jiwa.

“Ketidakberhasilan yang terjadi saat ini adalah milik saat ini. Kehidupan memiliki masa lalu, saat ini dan masa depan. Mari belajar bersama dari masa lalu dan saat ini, untuk merangkai masa depan,” kata Hervita.

15 thoughts on “Heboh! Jumlah Caleg Stres Mungkin 186 Ribu!!

    Rindu said:
    20 April 2009 pukul 22:00

    Begini kalo jadi caleg bukan niat ibadah kali yah … untung saya gak jadi caleg kemarin, gak ada yang milih juga🙂

      Tendin said:
      21 April 2009 pukul 19:58

      Mbak mw nanya….

      itu fotonya atw bukan?

      saya yakin klo mbak usul jadi caleg ada kemungkinan mbak menang

      coz faktor fisik mbak salah satunya yaitu cantik heheee.ee……

      aan said:
      22 April 2009 pukul 13:57

      mba minta no hp nya??he5

      dannief said:
      27 April 2009 pukul 11:38

      lha….up to you…….

      eka said:
      28 Mei 2009 pukul 17:32

      Benar banget tuh bu…jadi caleg cuma untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan rakyat. kalo pikiranya jadi caleg untuk memperjuangkan rakyat pasti walaupun keluar duit banyak untuk kampaye pasti tidak bakalan stressssssss….

    ahmad qomaruddin said:
    20 April 2009 pukul 23:09

    dengan kejadian ini semoga menjadi pelajaran yang bisa menjadi cermin bagi caleg-2 yang sudah punya rencana utk ikut berjudi di pemilihan berikutnya….

    prabu said:
    21 April 2009 pukul 09:54

    Kalau caleg stress itu bisa diakibatkan karena mereka tidak ikhlas memperjuangkan kepentingan umat (cuma mencari harta dan kedudukan) di parlemen.

    team warnadunia.com

    budi said:
    21 April 2009 pukul 10:58

    Itulah salah satu teguran dari Allah…dan beruntunglah ga GOL duduk d kursi empuk..
    Bayangkan kl “mereka2” ini berhasil jadi anggota legislatif???
    APE KATE DUNIE……

    imam ibnu said:
    22 April 2009 pukul 07:10

    sungguh
    terlalu…
    indonesia penuh
    dgn orang2 stres.
    mari kita mulai menata diri UNTUK membangun indonesia lebih harum…

    eko fiat prihandi said:
    22 April 2009 pukul 09:20

    bisa disimpulkan juga caleg indonesia rentan penyakit jiwa

    bukan mudah said:
    22 April 2009 pukul 10:25

    KLO INGIN BERBAKTI UNTUK RAKYAT,

    MASIH BANYAK CARA LAIN, GA USAH JADI CALEG

    HARUSNYA UKUR KEMAMPUAN DIRI MASING2, DARI KOMPETENSI SAMPE FINANSIAL BUKANNYA ASAL NYALON,

    KPU JUGA PARAH!! STANDAR KUALIFIKASI UNTUK JADI CALEG JUGA KURANG, MINIMAL ADA PSIKOTES LAH BUAT JADI CALEG…
    BIAR GA SEMBARANG ORANG YANG BISA JADI CALEG….

    Mang Ajid said:
    22 April 2009 pukul 12:35

    Setuju dengan mas Budi.
    Untuk jadi wakil rakyat tentunya harus orang yang ” kuat lahir dan batin “.

    sutan said:
    26 April 2009 pukul 15:58

    caleg stress????????????????
    itu wajar karena pada umumnya org yg mau mimpin di Negara ini hanya melihat limpahan materinya saja,bukan untuk memperjuangkan nasib rkyat.(itu pd umumnya )
    satu lagi, klo mnrut saya sistem pemilihan skrang sdah tidak seprti tuntunan islam, dimana klo dalam islam seorang pemimpin itu dipilih oleh rakyatnya , bukan mengajukan diri untuk dipilh , dan saya rasa siapapun akan tkut mnjadi pemimpin krna hal itu merupakan amanah, dimana jika kita menyianyiakan amanah ????????????

    Na’uzubillahhiminzalik………

    dimas prabu said:
    28 April 2009 pukul 11:15

    saya jadi curiga caleg2 sekarang yang dapet kursi juga bermental sama dengan yang gagal

    cool starlight said:
    9 Mei 2009 pukul 00:43

    abis, udah habis-habisan sih. Ada yang sampai jual rumah segala buat kampanye. Sebenarnya tujuannya apa sih? paling-paling kalau udah duduk manis di DPR, udah lupa sama janjinya.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s