Nikah siri eh, Dakwah siri, yuk!!

Posted on Updated on

Sirri = rahasia, diam-diam, tidak memberitahukan, tidak mengumumkan. Pada mulanya, nikah sirri bermakna “pernikahan yang memenuhi unsur-unsur atau rukun-rukun perkawinan dan syaratnya menurut syari’at, …, hanya saja si saksi diminta untuk merahasiakan atau tidak memberitahukan terjadinya pernikahan tersebut kepada khalayak ramai.” Kini, masyarakat memaknai nikah siri sebagai “pernikahan yang dilakukan oleh wali atau wakil wali dan disaksikan oleh para saksi, tetapi tidak dilakukan di hadapan Petugas Pencatat Nikah sebagai aparat resmi pemerintah”.

Menurut hukum negara, nikah siri itu kriminal. Menurut hukum Islam, nikah sirri itu haram. Karena itu, daripada nikah siri, kita dakwah sirri aja, yuk!

Berbeda dengan nikah sirri, dakwah sirri tidaklah selalu haram, tetapi bergantung pada apa yang kita maksud dengan “dakwah sirri”. Bila yang dimaksud dengan dakwah sirri itu merahasiakan siapa saja ustadz kita, merahasiakan kitab apa saja yang menjadi rujukan kita, melakukan gerakan “bawah-tanah” ketika di masyarakat terdapat kebebasan berpendapat, maka dakwah sirri dalam pengertian seperti itu bisa menjadi haram. (Lihat “Dakwah Sirriyah“.)

Hanya saja, bila yang dimaksudkan dengan dakwah siri ini agak mirip dengan pengertian nikah siri di masyarakat pada zaman sekarang, yakni tidak melaporkannya ke aparat pemerintah, maka dakwah siri dalam pengertian ini tidaklah haram.

Secara demikian, walaupun kita tidak tercatat sebagai mubalig/ustadz oleh pemerintah, kita tetap dapat berdakwah. Bahkan, walaupun masyarakat tidak menganggap kita sebagai mubalig/ustadz, kita pun tetap bisa berdakwah! Pengertian inilah yang aku maksudkan ketika mengajakmu, “Nikah siri Dakwah siri, yuk!!”

Mengapa dakwah siri? Salah satu sebabnya, seorang ustadz menerangkan:

… hilangkan dan jauhkan anggapan bahwa dakwah itu hanya patut disampaikan oleh orang – orang yang berprofesi sebagai juru dakwah seperti yang kita sebut ustadz / ustadzah, atau yang kita sebut da’i atau kiyai, guru agama Islam, atau siapa saja yang pernah mondok dipesantren, atau seorang yang kita sebut mubaligh dari sarjana-sarjana Agama Islam, atau lulusan perguruan tinggi Islam baik luar maupun dalam Negri. …

Padahal Allah SWT berfirman dalam Al – Qur’an Surat Luqman [31] : 17-19

“Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”.

… Jadi wahai saudaraku berdasarkan firman Alloh tersebut diatas, Dakwah merupakan kewajiban setiap orang yang disebut Muslim atau Muslimah, apapun profesi dan keahliannya kita memiliki kewajiban yang sama sebagai juru dan menjadi juru dakwah atau menyeru kepada kebaikan, dan mencegah terjadinya kehancuran.

Sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Rasulullah SAW, “Sampaikanlah dariku, walaupun hanya satu ayat.”

10 thoughts on “Nikah siri eh, Dakwah siri, yuk!!

    Mang Ajid said:
    22 April 2009 pukul 12:27

    Setuju Mas…

    Hot DVD Movie said:
    22 April 2009 pukul 12:47

    masalahnya,

    apa siri yang dimaksud oleh masyarakat umumnya itu sama dengan siri yang dimaksud ulama, wartawan infotainment dan aktivis perempuan.

    kalo dakwah siri mah sepakat ajah:)

    islamarket.net said:
    22 April 2009 pukul 13:32

    lha koq dakwah sirri knapa? kan terang-terangan juga gak ada yang melarang?

      M Shodiq Mustika responded:
      22 April 2009 pukul 13:37

      @ islamarket.net
      Harap baca lebih dulu isi postingan di atas sebelum berkomentar. Kami capek bila harus selalu menanggapi “Apa kau belum membaca isi potingan di atas?”
      Kali ini, komentar seperti itu masih kami tampilkan. Lain kali, nggak jaji deh.

    Bahtiar Baihaqi said:
    23 April 2009 pukul 07:22
    hadagomes said:
    28 April 2009 pukul 11:13

    Wah kenapa nikah sirri kok menjadi kriminal, pada filisofinya nikah sirri perbuatan yang dibenarkan dan baik, ada ulama yang memperbolehkan nikah sirri asalkan itu tidak mudorat. Nikah sirri ini kan dilakukan di depan seorang kiahi/ustadz kemudian disaksikan oleh orangtua/wali/atau teman-saudar dll. Kalau menurut gue nikah sirri boleh2 aja asalkan tidak disalah gunakan.

    senyum-ku said:
    4 Mei 2009 pukul 08:55

    gerak gerik dan langkah hidup kita pada dasarnya bisa dijadikan sarana dakwah. orang insya allah akan lebih tersentuh dengan perilaku kita yang sopan santun menghargai orang, dari pada mendengar ceramah agama tanpa ada contoh rill.

    […] tanpa dipenuhi dengan simbol-simbol seperti itu pun kita masih dapat berdakwah. (Lihat “Nikah siri eh, Dakwah siri, yuk!!“.) Salah satu buktinya adalah film “Bukan Cinta Biasa” yang dibintangi oleh […]

    […] Padahal, tanpa dipenuhi dengan simbol-simbol seperti itu pun kita masih dapat berdakwah. (Lihat “ eh, Dakwah siri, yuk!!“.) Salah satu buktinya adalah film “Bukan Cinta Biasa” yang dibintangi oleh Olivia Lubis […]

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s