Konsultasi: Putus cinta karena kurang apa?

Posted on Updated on

sya mau konsultasi tntng masalah cinta dn skr saya hbgn posisi sya sdah putus. ketika saya pacaran sma dia mulai long distance wktu itu dia masih kul di mesir dan skrg dia beradah di indonesia sudah lulus s1. saya kenal dia sjk kecil dlu, nah kita emang saudara dkat.
saya sdah pacaraan 4thn. dan dlu emg kita pngen untk siap lakukan niat rassulullah untk menikah, karna kmi br2 msih ada kak2 yg tertua blom nikah, kita hny bsa sabar dan pasrah untk mnghargain ka2 kmi.
skrg aku tgl jauh dari dia. dia d indonesia jadi hbg kmi long distances. pak ustadz, saya sayanggg bangt sma dia apa yg dia mau saya sllu berikan untk bikin dia senang dan bahagia. itu bukti sayang sya ke dia. aku terus yg hbgn dia sms,tlpn. krn aku tau dia ga pnya uang, krn blm ada kerjaan. itu yg saya hargain dan ngerti posi2 dia…skrg kmi br2 sudah pasrah dng berdah long distances.
knp ya ustadz klau kita br2 lg dkta kta akur2 ajah,.tpi klau jarak jauh sering ada keribuatan dan tak percaya satu2 sama lain.
skrg dia bedah dia bantuh org nya d toko, jdi ga prnah ada wktu untk ku. jdi dia minta untk sementar hbng kta cukup disini dlu? apa itu nama nya dia meputuskan aku ustadz??…aku kecewa dng dia, krn aku berikan ke dia kasih sayang lebih mensayangi diriku sendiri..
apa yg harus ku lakukan ustadz..aku mncoba melupakan dia..krn ini mungkin dia gak sayang lagi ma aku..aku bodoh ..mencintai orng yg hny bsa mensakitiin hati ku..kecewaain aku..apa salah ku ya allah…kurang baek apa aku ma dia…?? 😦 😦 hiks,,hiks..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Ya, aku mengerti pedihnya hubungan cinta diputus ketika kita sudah menaruh perhatian besar. Apalagi kalau hubungan itu sudah berlangsung lama. Sungguhpun demikian, kepedihan itu bisa berkurang bila kita lebih memahami apa yang telah terjadi.

“Kurang apa aku?” merupakan pertanyaan yang sering diajukan oleh kita ketika kita merasa kurang dihargai oleh pasangan kita. Pertanyaan itu kita ajukan karena kita merasa sudah mengerahkan segalanya untuk si dia, tetapi tanggapan/sikap si dia masih jauh dari harapan kita.

Masalahnya, pertanyaan “Kurang apa aku?” itu biasanya dilandasi oleh sudut pandang diri sendiri. Dari sudut pandang ini, memang kita telah melakukan banyak hal demi si dia. Padahal dari sudut pandang si dia, segala yang telah kita lakukan itu mungkin masih jauh dari harapannya. Kita masih kurang ini, kurang itu, kurang anu, dan masih banyak lagi yang lainnya. Toh kita manusia merupakan makhluk yang tak sempurna. Selalu ada banyak kekurangan pada diri kita. (Hanya Tuhanlah yang Mahasempurna.) Oleh karena itu, tidak perlulah kita memprotes “Kurang baik apa aku ama dirimu?” Lebih baik kita bertanya, “Aku mau tanya, apa saja yang sebaiknya kulakukan untuk membenahi kekuranganku pada dirimu?”

Pertanyaan seperti yang kusarankan itu bisa pula kau ajukan pula ketika dia mengemukakan pernyataan “Hubungan kita sampai di sini dulu.” Mungkin saja dia bermaksud memutus hubungan percintaan kalian, tetapi mungkin pula dia merasa letih berantem denganmu. Namun yang terpenting, cari tahulah akar permasalahan mengapa dia menyatakan begitu. Setelah mengetahui akar permasalahannya, kau akan lebih efektif dalam mengajukan pertanyaan “Aku mau tanya, apa saja yang sebaiknya kulakukan untuk memperbaiki hubungan kita?”

Hubungan melalui media (telepon, sms, email, dll.) itu efisien, bisa menjangkau jarak jauh dalam waktu singkat, tetapi kurang efektif. Sebab, dalam komunikasi bermedia itu, pesan-pesan nonverbal sulit dipahami, sehingga cenderung mudah menimbulkan kesalahpahaman. Itulah yang barangkali menjadi penyebab utama mengapa kalian akur ketika berdekatan, tetapi sering berantem ketika berjauhan. Jadi, ketika kita berkomunikasi lewat media, kita perlu ekstra hati-hati.

Intinya, berusahalah memahami lebih dulu sebelum mengharap dipahami. Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan simak “Supaya Si Dia Tidak Marah-Marah Lagi” dan “10 Kiat Menjadi Pendengar Yang Baik“.

Wallaahu a’lam.

Iklan

13 thoughts on “Konsultasi: Putus cinta karena kurang apa?

    Bambang Edi Winarso said:
    13 Mei 2009 pukul 07:23

    Assalamualaikum WR. WB

    Masalah seperti ini banyak dialami oleh orang, dan kebanyakan dari mereka sulit untuk melihat masalah sebenarnya, begitu ya Pak Shodiq?

    Karena ketika kita terlanjur terluka, kita menjadi sulit untuk menganalisa penyebab pasangan kita memutuskan hubungan. Sementara kita terus mengeluh atas apa yang telah kita lakukan untuk dia, apa salahku, apa dosaku dan sebagainya. Itu wajar-wajar saja, semua orang akan bereaksi sama jika mengalami hal seperti ini.

    Saya ingin mencoba menambahkan apa yang sudah dijabarkan oleh Pak Shodiq di atas, mungkin lebih ke step-step yang Anda lakukan selanjutnya dengan harapan Anda tetap bisa mempertahankan hubungan Anda dan dia. ini dia stepnya:

    1. Tanyakan pada pasangan Anda apakah dia benar-benar ingin untuk putus. Ada dua kemungkinan dari jawaban yang dia berikan. Pertama, dia benar-benar serius untuk putus, dan kedua dia setengah hati untuk putus. Apa indikasinya? Begini, kalau dia benar-benar ingin putus, itu dikarenakan dia menginginkan ‘space’ atau ruang untuk tenang dan bebas. Meskipun banyak lagi alasan yang mendorong dia untuk melakukan itu. So, berikan apa yang ia mau. Yakinlah dia akan menghargai jawaban yang Anda berikan dan mulai berpikir bahwa “anda dewasa.” Sedangkan indikasi dari kemungkinan kedua, dia hanya setengah hati memutuskan Anda, coba saja berikan apa yang dia mau, katakan saja ‘ya’ saat dia mengatakan putus, tapi jika dia terus berusaha untuk memperpanjang pembicaraan dan cenderung tanpa arah, indikasinya dia tidak benar-benar ingin putus. Bisa jadi dia hanya menguji keteguhan cinta anda-banyak pasangan yang memakai trik putus ini untuk menguji cinta pasangannya-dan biasanya mereka tidak ingin mendengar kata ‘ya’ karena dengan begitu dia menganggap Anda tidak mencintainya lagi dan beranggapan Anda terlalu mudah melepas dia. Akan semakin mudah terbaca jika kemudian dia berkata, “Semudah itu kamu lepaskan aku?!?”

    2. Step kedua setelah Anda memastikan poin pertama di atas dan ternyata dia benar-benar ingin putus adalah cobalah untuk tetap melakukan apapun aktivitas Anda baik di kantor, di kampus atau apa saja, yang penting Anda bisa melupakan dia. Tapi ingat, melupakan pada saat bekerja bukan berarti menghapusnya dari ingata. Karena bagaimanapun juga dia adalah kenangan terindah dalam hidup Anda. Biarkan hidup tapi jangan sampai merampas kehidupan normal Anda. Tetaplah beraktivitas.

    3. Jangan hubungi dia untuk beberapa waktu. Hindari telepon, sms atau email yang bertujuan untuk melakukan kontak dengan dia, dengan begitu dia akan berpikir bahwa Anda orang yang kuat dan tabah. Percayalah dia akan mulai berpikir bahwa ternyata dialah yang kalah untuk hidup tanpa Anda. Sugesti ‘kalah’ ini akan membuat dia yang akan menghubungi Anda. Tapi, sekali lagi saya tekankan ini hanya untuk beberapa waktu, bisa dua atau tiga bulan. Setelah itu Anda dapat melakukan kontak tapi seperlunya saja. Katakan bahwa Anda ingin tahu kabar dan keadaannya. Jangan bicarakan tentang ‘balikan’, katakan saja apa yang saya sarankan tadi jika dia bertanya mengapa menghubungi dia, yakinlah dia akan merasa tersentuh dengan sendirinya dan mulai berpikir bahwa Anda tetap bisa menghadirkan sensasi ‘berdebar’ yang hebat buat dia.

    4. Pada tahap ini saya berasumsi bahwa Anda sudah cukup tenang (Insya Allah) teruslah berdoa dan berdoa agar apa yang Anda lakukan di atas sanggup membuat dia berpikir bahwa Anda tidak pantas untuk diacuhkan begitu saja.

    5. Kemungkinan terburuk tetap ada. Dan jika ini terjadi, misalnya dia tidak mau menerima telpon Anda, atau dia tidak membalas SMS Anda (tahap 2), mungkin ini saatnya Anda harus berpaling dan terus berjalan di atas rel kenyataan. Cobalah untuk mencari seseorang yang tepat untuk mengobati luka Anda. Cara terjahat sekaligus terbaik adalah menggunakan seseorang untuk melupakan seseorang. Percaya atau tidak hampir semua orang melakukan ini.

    6. Lanjutkan hidup Anda dengan dia atau dengan orang lain yang lebih baik. Mudah-mudahan Anda diberi petunjuk untuk menjalani dua pilihan itu. Amin.

    Semoga membantu

      Juan said:
      22 Juni 2010 pukul 15:39

      aku akan cuba tips ini..tapi g mana perlu ku buat..sbb nya baru sehari tak sms or kol..hati ku da tak keruan..penasaran..ringkasnya aku tak sabar untuk hari2 esok..aku tak sabar menungguNya..tak boleh biarkan ia terlalu lama..harus bagaimanakah aku..aku tahu dia da ada org lain pada saat ini tapi aku masih sayang n nak hidup ngan dia selamanya seperti yg dia janjikan sebelum bertemu dengan org lain itu..

    […] cinta denganmu, saranku: “Manfaatkan Agen Cinta“. Untuk saranku lainnya, lihat “Konsultasi: Putus cinta karena kurang apa?” dan “Supaya Si Dia Tidak Marah-Marah Lagi“. Untuk penjelasan yang lebih rinci, […]

    hayati vera wardani said:
    26 Mei 2009 pukul 19:36

    cinta tak harus di miliki
    Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kamu.

      Juan said:
      22 Juni 2010 pukul 15:45

      apa yg kita impikan memg belum ada kepastiannya..g mana caranya aku untuk gapai impian itu untuk hidup ngan dia..jau di sudut hati ku..aku da takkan pena ingin cari org lain lagi setelah dia sakiti aku..sebelum kenal ngan dia pun aku perna di sakiti tapi aku tak sesakit sekarang setelah hidup 2 tahun ngan dia..aku tahu dia ada org lain tapi org lain itu dalam tempoh masa bertunang..org lain itu tak bahagia ngan tunangnya lalu berjumpa ngan kekasih aku dan akulah jadi mangsa nya..harus g mana ka aku..aku benar masih menyintai dan menyayangi nya sepenuh hatiku biar ku tahu dia da ada org lain..

    […] saran-saranku lainnya, ambillah pelajaran dari “Konsultasi: Putus cinta karena kurang apa?” dan “Supaya Si Dia Tidak Marah-Marah […]

    kid said:
    23 Juli 2009 pukul 10:39

    itulah tantangan dalam cinta …

    masalah cinta nya aja sudah penuh misteri…
    ditambah lagi klo long distance…

    tp,
    ya aku setuju aja sama ustadz nya…

    memang sih, laki2 tu pemimpin dari keluarga…
    tapi, pemimpin ga harus selalu benar kan…

    coba untuk mengalah, jangan menyalahkan orang lain dulu…
    mungkin ada sesuatu yang bagi kita itu membantu dia.. tp kenyataannya malah mengganggu dia….

    ‘n…

    terus berusaha aja…
    jgn mw di kalahkan cinta…

    okz…?

    Cara Belajar Gitar said:
    27 Agustus 2009 pukul 12:01

    Terima Kasih ya pak,,,

    […] Demikianlah tanggapanku atas kasusmu. Aku yakin, dari situ kamu bisa memetik pelajaran sendiri mengenai apa yang sebaiknya kau lakukan dalam menghadapi kasus ini. Sekarang, cukuplah kutambahkan satu saja saran: Silakan simak “Putus Cinta karena Kurang Apa“. […]

    […] cinta denganmu, saranku: “Manfaatkan Agen Cinta“. Untuk saranku lainnya, lihat “Konsultasi: Putus cinta karena kurang apa?” dan “Supaya Si Dia Tidak Marah-Marah Lagi“. Untuk penjelasan yang lebih rinci, […]

    Ilmi Aji said:
    16 Desember 2009 pukul 17:08

    terima kasih yg udah ngasih tips2 buat yg patah hati, saya jg sedang patah hati. saya coba melupakan dia dengan mencari2 kesibukan

      Juan said:
      22 Juni 2010 pukul 15:26

      aku ngan Dia dah dkt 2 tahun..aku balik sabah, baru 2 minggu kat sabah ku dapati dia dah ada org lain..dia yg ku cinta sepenuh hati ku tak ku sangka begini kesudahannya..masalahnya dia tak bg kata putus kat aku..sy kecewa.tp ku kira dia da tak perlukan aku lg..aku redha..hidup ku terasa kosong..harus g mana ka aku..jauh di sudut hati ku masih menyayangi Nya seperti dulu biar ku tahu dia ada orang lain..aku akan tetap setia menunggu peluang kedua darinya..tapi apakah semua itu patut bagi ku????

    rio said:
    30 Oktober 2011 pukul 08:27

    pak bisa e-mail k rioputroutomo@yahoo.com
    saya lagi depresi karena cinta,kalo tidak please hub saya 085356705581

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s