Umat Kristiani Diminta Memahami Pencabutan Izin Gereja HKBP di Depok

Posted on

Umat Kristiani Diminta Memahami Pencabutan Izin Gereja HKBP
Rabu, 29 April 2009 | 20:45 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meminta umat kristiani dapat memahami pencabutan izin mendirikan bangunan (IMB) pembangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jalan Pesanggrahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

“Saya harap jemaat HKBP bisa memahami pencabutan izin tersebut untuk menjaga situasi agar tetap kondusif,” kata Nur Mahmudi kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/4).

Sebelumnya, Persekutuan Gereja-gereja Setempat (PGIS) Kota Depok menolak pencabutan IMB Tempat Ibadah dan Gedung Serbaguna atas nama Jemaat HKBP.

Pada 27 Maret 2009, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail melalui keputusannya Nomor 645.8/144/Kpts/Sos/Huk/2009 menyatakan mencabut IMB Tempat Ibadah dan Gedung Serbaguna atas nama HKBP Pangakalan Jati Gandul yang beralamat di Jalan Puri Pesanggarahan IV Kav NT-24 Kelurahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

HKBP telah mendapatkan IMB yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Nomor 453.2/229/TKB/1998 tanggal 13 Juni 1998.

“Saya mensinyalir izin tersebut bermasalah dan tidak valid,” jalas Nur Mahmudi tentang IMB tersebut. Menurut mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang juga mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan di era Presiden Abdurahman Wahid itu, pencabutan izin tersebut sangat hati-hati. “Apalagi saya Muslim dan dari PKS. Jangan diartikan tidak berlaku adil kepada umat beragama lainnya,” jelasnya.

Sebelum mengeluarkan pencabutan izin tersebut, kata Nur, dia telah melakukan konsultasi dengan para muspida setempat, dan terakhir dengan Bupati Bogor Rahmat Yasin mengenai bagaimana sikap yang harus diambil terhadap Gereja HKBP di Cinere tersebut.

“Bahkan, Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) setempat telah merekomendasikan agar mencabut izin pembangunan gereja tersebut sejak tahun 2008 lalu,” katanya.

Dengan pencabutan izin tersebut, Nur meminta HKBP jangan menganggap Pemkot Depok tidak berlaku adil karena banyak IMB rumah ibadah non-muslim yang disetujuinya, seperti Hindu, Khong Hu Chu, dan Kristen.

“Tidak sedikit yang telah saya beri izin karena telah memenuhi syarat bahwa pembangunan rumah ibadah tersebut tidak menuai konflik. Jadi, semua agama di Depok selalu mendapat perlindungan,” katanya.

Mengenai adanya tuntutan dari pihak HKBP untuk menempuh jalur hukum, yaitu melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Barat, Nur Mahmudin mempersilakannya.

MSH
Sumber : Ant

30 respons untuk ‘Umat Kristiani Diminta Memahami Pencabutan Izin Gereja HKBP di Depok

    rahgans said:
    30 April 2009 pukul 07:49

    napa ditutup ya? mang tu agama sesat ato apa? gw bingung ,,,,,

      triyanto said:
      17 Oktober 2010 pukul 23:57

      pastilah sesat. kristen kan hanya adsa satu ?????!!!!!

        dave said:
        22 Oktober 2010 pukul 19:30

        jangan pernah mengadili suatu agama secara sembarangan….
        ingat itu !!!!!!!

    nita said:
    30 April 2009 pukul 21:24

    justru yang cabut izin kaya gini yang bikin masalah, agama lain aja mudah banget bikin tempat ibadah kenapa cuma gedung serba guna aja, trus sudah dapat izin malah di cabut lagi, toh bukan sesat kan, tidak akan berpengaruh apa2 dan jangan takut sama yang namanya kristenisasi, kaya gituan gak ada sekarang yang paling hebat itu tentang aliran sesat yang tumbuh di agama masing2…apa perlu dunia internasional tau kondisi kaya gini

    Ahmad Badrun said:
    1 Mei 2009 pukul 03:46

    Ass. Wr.Wb Sesungguhnya Allah Yang Maha Rahim dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Sebagai pemeluk agama Islam saya menentang di bangun tempat Ibadah.( menentang kalau di bangunnya di tanah milik orang belum di beli ) Sebagai umat Islam tepuk tangan untuk bpk Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Tetapi sebagai mahluk yang mempunyai hak dan kebebasan yang sama. Saya menyayangkan sikap semena-mena. Apabila memang akhirnya tempat beribadah tersebut Allah tidak suka. Akan dengan sendirinya hilang. Kenapa kita takut ? Toh sekarang masjid juga banyak di buat tetapi? tidak ada umatnya. Bahkan seperti jaman jahiliyah, banyak tempat ibadah tetapi cuma sebagai mercu suar ke egoismean. Inilah kita umat Islam punya banyak masjid! tetapi iman kita sudah hilang….

      gresia said:
      17 Oktober 2010 pukul 18:34

      alah.,.,.,.

      bilang ajha xan mau nguasai indonesia ???

    Denny said:
    1 Mei 2009 pukul 11:21

    Nurmahmudi Ismail Digugat PGI Depok ke PTUN
    Media Indonesia, Kamis, 30 April 2009 23:06 WIB

    DEPOK–MI: Walikota Depok Nurmahmudi Ismail digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Bandung karena secara sepihak dan semena-mena telah mencabut izin mendirikan bangunan (IMB) gereja dan gedung serbaguna Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang terletak di ujung Jalan Bandung, Kelurahan Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok.

    Selain itu, pengurus gereja-gereja se-Kota Depok yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Kota Depok juga melaporkan kasus tersebut kepada Ephorus sebagai pucuk pimpinan HKBP di Tarutung, Sumatera Utara.

    “Gugatan ke PTUN sudah dilayangkan ke Bandung, setelah Ephorus menunjuk Junimart Girsang SH sebagai kuasa hukum HKBP. Ephorus juga menugaskan Pdt Moris Sihombing, M.Th, Preses HKBP distrik Jawa Kalimantan, untuk mendampingi kuasa hukum Junimart dalam persidangan,” kata Ranap Sinaga, anggota panitia pembangunan gereja HKBP Kelurahan Cinere, Kamis (30/4).

    “Kami tidak main-main dalam hal ini. Biarlah kasus ini diselesaikan secara hukum sehingga diperoleh keputusan yang obyektif,” katanya. PGI Kota Depok juga telah menunjuk Dr Louderik Gultom SH untuk turut mendampingi kuasa hukum HKBP dalam proses persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara. Louderik Gultom merupakan Rektor Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta.

    Sejauh ini, tuturnya, Walikota Depok Nurmahmudi Ismail belum membuka komunikasi dengan pengurus HKBP. Yang terjadi justru pengurus menerima teror melalui telepon yang mengaku dari pihak Walikota Depok.

    “Kamis (30/4) pagi, kami menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Ade. Dia mengatakan bahwa dirinya ajudan Nurmahmudi Ismail. Ade memberikan nomor telepon selular, yang menurut dia adalah nomor HP Walikota. Ketika nomor pemberian Ade dihubungi, dijawab oleh seseorang yang mengaku Nurmahmudi Ismail,” katanya.

    Dalam pembicaraan via selular itu, orang tersebut minta sejumlah uang untuk keperluan mencabut kembali keputusan pencabutan IMB gereja dan gedung serbaguna HKBP. Permintaan tersebut tidak ditanggapi oleh pengurus gereja HKBP Kelurahan Cinere. “Kami tidak yakin yang berbicara itu adalah Walikota Nurmahmudi Ismail,” ujarnya.

    Ketua Lembaga Cornelis Chastelein (LCC) yang merupakan komunitas kristen di Depok, Valentino Jonathans, telah mengontak pengurus HKBP Kelurahan Cinere. Dia mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Walikota Depok Nurmahmudi Ismail.

    Dalam pertemuan itu, Walikota menyatakan keinginannya bertemu dengan pengurus HKBP Kelurahan Cinere. “Kata Valentino, pertemuan itu diagendakan pada hari Jumat (1/5) di kantor Walikota. Namun, jamnya belum dipastikan,” kata Sinaga mengutip penjelasan Ketua LCC itu.

    Keinginan Walikota tersebut tidak terlalu ditanggapi serius. Sebab, setiap kali permohonan untuk bertemu tidak pernah mendapat tanggapan. “Syukurlah kalau memang ini betul,” ujarnya.
    (KG/OL-04)

    igo said:
    7 Mei 2009 pukul 03:08

    Pemimpinnya dari Partai Islam (non NAsionalis), udah pasti menolak keras keberadaan Gereja….
    pake alesan IMB, emang semua masjid2 di Depok pake IMB???
    Saya sebagai orang Islam, malu dengan kawan2 saya yang non Muslim…
    untung cuma Gereja HKBP yg di tutup, ga sampe Gereja Katedral. kalo Katedral di tutup juga sama “mereka”, wah, kayanya PANCASILA akan di rubah nihh, jadi Syariat yang ga jelas gitu deh

      dave said:
      22 Oktober 2010 pukul 19:35

      saya setuju dengan pendapat anda….
      nice…

    Kuasa sinaga said:
    20 Mei 2009 pukul 23:55

    Biarlah masalah HKBP Cinere dan Walikota Depok diselesaikan secara hukum, biar jelas. Kalau memang tidak layak keberadaan gereja HKBP di tempat tersebut, maka HKBP harus menerimanya, tapi harus berdasarkan keputusan PTUN atau pihak pengadilan.
    Saran dan komentar saya sebagai mahluk ciptaan Tuhan, sebaiknya kita berdamai saja, karena setiap konflik tidak akan pernah membuat manusia menjadi lebih baik. Kita lihat saja daerah-daerah konflik gimana jadinya.
    Dan kenapa ya.. untuk memuji / memuliakan Sang Pencipta aja .. koq susah alias mengalami banyak tantangan. Pada hal kita sependapat bahwa kita semua adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan kita wajib bersyukur dan memuliakannya.
    Mungkin kita perlu belajar ke Daerah Sumut, misalnya di Medan, Pematang Siantar, Tarutung, Pangururan, tidak pernah ada penutupan gereja maupun masjid, bahkan kedua tempat ibadah tersebut banyak yang berdampingan. Di Bali misalnya, tempat ibadah Hindu/Budha, Islam dan Kristen terlihat berdampingan.
    Tapi Pengurus Gereja juga tidak baik memaksakan untuk mendirikan tempat ibadah di tempat tertentu, sebaiknya kita minta saja ke Pemda setempat di daerah mana yang diijinkan.
    Jadi kalo masalah ini biarlah PTUN yang menyelesaikan dan Tuhan yang turut campur tangan dan biarlah kehendak Tuhan yang terjadi, bukan kehendak manusia.
    -Pak Kuasa Sinaga-

      triyanto said:
      17 Oktober 2010 pukul 23:55

      saudara ini tinggal di mana ??? setahu saya banyak sudah mosholla yang ditutup oleh masyarakat bali karena tidak ada jamaahnya, atau karena tata cara peribadatannya mengganggu masyarakat setempat atau karena jumlah umat di daerah tersebut terlalu sedikit. Jadi kalau mau komentar tolong dikroscek dulu dengan kenyataan yang sebenarnya. Saya sudah 10tahun tinggal di bali dan alhamdulillah banyak kenalan yang asli orang bali bahkan pendetanya.

    Arthur said:
    29 Mei 2009 pukul 18:15

    Pertama kita harus sepakat bahwa beribadah dan menjalankan ajaran agama yang dianut oleh setiap orang atau individu adalah satu hak yang paling dasar. Kedua Bpk Nur Mahmudi apakah tau Founding Father Negeri ini bagaimana mereka telah bersepakat dan bermupakat dalam mendirikan negara kesatuan NKRI mereka mengalah demi NKRI bukan hanya demi agama, mereka adalah mayoritas Muslim semua hanya satu orang kalau tidak salah yang non Muslim, saya sangat tidak puas dengan statemen pak Nur Mahmudi ini “Saya mensinyalir izin tersebut bermasalah dan tidak valid,” jelas Nur Mahmudi tentang IMB tersebut, ini sangatlah bermuatan politis dengan bukti dia juga mengatakan sangat hati hati mengambil keputusan itu. Siapa tidak ingat proses pemilihan Walikota Depok dan apa yang terjadi sekarang.
    Kesannya ini balas dendam yang tidak beralasan. Memang mencabut ijin suatu tempat ibadah haruslah hati-hati dan memang tidak boleh. Ok kelah ada segelintir orang tidak suka kehadiran suatu tempat ibada agama tertentu di suatu tempat lalu segelintir orang tersebut menjadi alasan untuk mencabut ijin yang sudah diberikan, bagaimana kalau kami mencabut ijin-ijin mesjid di kampung kami, maaf ini bukan saya tidak hormat sama orang-orang yang Muslim, di kampung saya orang Muslim hanya beberapa keluarga saja tapi bisa punya Mesjid dengan Corong pengeras suaranya yang mengemah keseluruh penjuru kampung-kampung kami yang tidak ada Muslim, ok lah tidak merata pengetahuan masyarakat Indonesia tetapi seorang pemimpin di negeri ini harus lah menjadi pengayom bagi siapa saja, jangan seperti Nur Mahmudi yang tidak bisa membedakan mana partai mana negara. Nur Mahmudi harus tau ditempat lain belum tentu ada ijin Masjid, dan bahka bias lebih banya Masjid yang tidak memiliki ijin. Jadi saya bias menduga dulu waktu pilkada dia (Nur Mahmudi) naik kendaraan Mobil namanya PKS, tetapi setelah dia sampai di tujuannya-kan harus turun dari kendaraan Mobil yang dia tumpangi itu, sehingga dia bisa bercengkerama dengan keluarga-keluarga dan masyarakat yang dia temui sekarang, itulah rakyat Indonesia yang terdiri dari beratus-ratus suku dan dengan Agama yang berbeda-beda. Nah kalau tidak begitu saya kira kapan kita bisa menjadi satu bangsa dan menjadi bangsa yang besar. Saya kira kalau ini tidak di perbaiki oleh Nur Mahmudi saya yakin suatu saat NKRI akan menjadi suku bangsa yang terpecah-pecah. Kenapa?, saya pun setuju kalau tidak ada jalan dialog yang lebih intensip dan lebih baik tentang PERSOALAN INI, saya sangat setuju jika memang jalan termudah dan terbaik Pisah Negara, kenapa? kita tidak perlu berpolemik, SEPERTI Nur Mahmudi, tidak suka dan tidak setuju kehadiran Gereja di tempatnnya (Nur Mahmudi) sama saja tidak setuju juga suku lain (Batak, Papua, Bali, Manado Ambon, Flores dan Thionghoa) datang di tempai dia bertuga, sehingga kalau itu Nur Mahmudi lakukan benar saya kira beliau dan kelompoknya juga tidak boleh datang ke tempat lain, atau dibuat lagi aturan kalau datang kesuatu daerah mayoritas agama tertentu harus pindah agama mayoritas tersebut. Satu hal yang pelu kita tau Negeri ini sudah berapa puluh tahun dipimpin oleh presiden Islam dan sukunya Jawa apakah secara agama Nur Mahmudi juga tidak merasa turut bertanggung jawab atas kesalahan dan kekurangan yang mereka lakukan?, apakah Islam tidak bertanggung jawab? apapun kekurangan masa lalu kata orang bijak tugas kita masa sekaranglah memperbaikinya semua bukan tanggung jawab orang-orang yang beragama Islam semata, tetapi semua orang Indonesia apapun agamanya dan kepercayaannya, oleh karena itu jangan perna kita mempolitisasi agama. Agama harus ditempatkan pada kedudukan paling tinggi sebagai pengawal dan pengawas individu-individu dalam bertindak dan berbuat. Artinya moral, ahlak, etika, sopan-santu oran-orang yang menyatakan diri beragama harus lebih tinggi dan lebih baik (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Penganut Pekercayaan, Konghucu) dan memang itu saya yaki suda menjadi ajaran setiap agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia ini.
    Sebenarnya kalau mau terbuka, apasih yang kira-kira ditakutkan antara kita yang beragama ini, dengan kehadiran orang yang beragama lain disamping kita atau menjadi tetangga kita? yang pasti orang bisa beranggapan: jumlah pemeluk agama kita bisa berkurang, kepentingan ekonomi kita jadi terganggu, menjadi tidak bebas bertindak dilingkungan kita, balas dendam akibat terpengaruh berita diluar negeri dan lain sebagainya. Sedikit coba saya berikan semacam informasi dimana pun Gereja HKBP berdiri tidak perna ada namanya program mengajak atau mempengaruhi orang lain disekitarnya untuk menganut ajaran agama Kristen dan sangat terproteksi akibat Gereja yang menggunakan Bahasa yang hanya digunakan oleh HKBP saja, sehingga dari sisi Kristenisasi HKBP tidak perlu di takuti oleh Islam karena setiap kegiatan Gereja bahkan Khotbah-Khotbah pun tida ada yang berisi mengajak orang Islam menjadi Kristen, dari sisi kepentingan ekonomi juga tidak ada alas, karena pengurus-pengurus pemerintahan Republik ini mayoritas berinisial agama Islam, salah sendiri dong kalau kalah besaing dalam hal ekonomi dengan pendatang, harusnya mereka-mereka (pemimpin) harus bias memberdayakan rakyatnya secara umum dan khusus, menjadi tidak bebas bertindak di lingkungan kita bias saja kala kita merasa tersaingi, berarti salah sendiri, ada yang terpengaruh oleh berita-berita di luar negeri boleh-boleh saja sepanjang itu positif, misalnya kita beri bantuan untuk meringankan beban mereka yang mengalami penderitaan akibat perang dan bencana alam, sehingga tidak ada alasan sehingga kita di dalam negeri kigta sendiri akibat ulah orang-orang yang tidak memiliki perikemanusiaan di luar sana, apalagi kita berbeda Negara, bahasa dan budaya. Marilah coba kita bertindak yang lebih popular dan bermanfaat, kalau dengan tindakan Nur Mahmudi mencabut ijin Gereja yang suda ada sejak dulu itu mah tidak popular penurunan bukan kemajuan berbangsa itu dan tidak ada yang bias memahami dan menerima itu secara iklas, emang gereja tempat maksiat atau tempat judi, atau tempat peternakan babi, atau tempat maker, GEREJA HANYA TEMPAT MEMUJI TUHAN YANG AGUNG YESUS KRISTUS tempat memuja yang kalau Islam bilang ISA ALMASI.
    GEREJA umumnya HKBP memang perlu dikritisi supaya mau berbagi ilmu bagaimana cara bertahan dan survive karena dimanapun gereja HKBP pasti berhasil utamanya secara ekonomi, untuk hal ini kita (KAMI) harus mau mengembangkan dialog-dialog yang dapat membangun ketahanan saling mempercayai tidak saling mencurigai diantara kita pemeluk agama yang berbeda-beda. Agar bias berjalan dengan baik itulah Tugasnya Nur Mahmudi jadi bujan Mencabut ijin gereja tugasnya Nur Mahmudi, Hati-hati lah Bapak Nur Mahmudi terhadap Pemilik Gereja itu, karena Pemilik Gereja itu Bukan Kami orang Kristen tetapi DIALAH RAJA DIATAS SEGALA RAJA namaNya YESUS, kalau terhadap NYA anda berhati hati itu anda baru benar sebagai Pemimpin. Saya tidak bermaksud mengancam dan ini bukanlah ancaman kenapa saya bilang begitu kalau sembarangan seorang pemimpin melakukan hal yang tidak benar terhadap suatu tempat ibadah berarti itukan sama saja penghinaan terhadap yang dipercayai kan begitu? Sehingga oleh karena itu jika seorang bertindak haruslah jelas solusinya kalau memang lokasi gereja itu harus dipakai untuk pasilitas umum untuk yang lebih luas saya kira tidak ada masalah di relokasi itu bias sah-sah saja, tetapi kalau dengan cara bapak Nur Mahmudi ini saya sangat-sangat tidak bias terima untuk itu Nur Mahmudi tidak bias memaksa orang lain menerima keputusannya yang salah, tinggal kalau ada yang mau dilanjutkan saja pecah Negara ini selesai kenapa tidak Nur Mahmudi kan bilang sudah mendengar pendapat beberapa pihak, lalu kalau tindakan Nur Mahmudi suda sepengetahuan dan seijin kelompoknya Nur Mahmudi saya kira tinggal nunggu kesempatan saja lah kita berpisa pelan-pelan pada saatnya kita akan kita buat Negara sendiri. Sebenarnya bukan rahasia lagi orang-orang Kristen sulit masuk pegawai negeri, dan itu tidak menjadi soal Alaskan prosedur untuk masuk pegawai negeri itu memang sulit makin baik dan makin transparan, sah-sah saja, tetapi kalau kalau hanya alasan sentiment itu adalah tindakan pembusukan.
    Ada banyak memang hal yang perlu kita saling mencontoh antara umat beragama, seperti Ketekunan dan ketulusan Umat Muslim menjalankan ibadahnya dan dari Umat Kristen Cinta Kasih, Solidaritas dan Persatuanya, saya kira kita tidak ada yang salah andai kata ini kita contoh masing-masing. Percayalah jika hal yang dilakukan Nur Mahmudi tidak dihentikan yang pertama negeri ini akan sulit maju dan besar, kedua lama-lama akan hancur terpecah belah, lihat ambalat dan sekitarnya, apa yang terjadi nanti semaki asik kita berebut siapa yang paling berkuasa dan superior terhadap yang lain, bisa-bisa yang lain memili reperendum kecilkecilan, lihat saja pulau ligitan dan sipadan dimana negara tetangga mengklaim itu daerahnya, indonesia bilang bukan, ditanya penduduknya disana malah lebih memilih negaranya Malasya, ya kenapa dimalasya saja yang negara Islam, mendirikan rumah ibadah dipasilitasi Negara, saya belum pernah mendengan diMalasya ada ijin gereja di cabut. Kalau di Indonesia saya kira hampir setiap bulan kali ada pencabutan ijin gereja. Akhirnya kepada Bapak Nur Mahmudi saya menghimbau anda harus tau bahwa himbauan anda bukan hanya di diketehui oleh orang-orang Depok tetapi seluruh Nusantara bahkan Dunia, bagaimana yang didaerah lain yang Islamnya minoritas anda harus menghormati mereka sekalipun hanya segelintir orang Islam, kembali saya tegaskan anda bukan hanya milik PKS sekalipun anda berasal dari parta PKS, NKRI bukan miliki PKS semata, katanya PKS semua warna bisa dimana bisanya PKS, apa racun kali yee, jangan dong…, jadi obatlah ditengah keterpurukan bangsa ini, untuk itu lah anda dipangging, siapapun akan menaruh rasa hormat kepada anda dan PKS apa bila persoalan ini dapat anda selesaikan dengan Adil seperti nama Parta Anda dan slogan partai anda. Dengan demikian kita kembali dapat membangun NKRI yang bermartabat bagaimana anda menekan Negara-Negara lain untuk menghormati Islam di dalam Negeri sendiri anda tidak menghormati minoritas.

    pak ruben said:
    30 Mei 2009 pukul 16:03

    kok agama membuat manusia bermusuhan?? sesama agama pun bisa saling membunuh [ cek syiah dan sunni yg serangannya sampai ke masjid ] terus buat apa ada agama??
    coba tanyakan ke tempat kita sembahyang, apakah imb-nya ada?? sy rasa tidak ada

    kusnadi said:
    16 Juni 2009 pukul 00:08

    Tuhan Maha Besar. Itu aja.

    Roy said:
    27 Juni 2009 pukul 20:06

    Walah… ituaja kok repot, Gereja itukan fisik yang penting lakunya. sekarang ini banyak pura-pura religius namun hatinya duit……aja. Sebenarnya takperlu cabut IMB lihat aja Jakarta kalau IMB sudah terbit tak akan pernah dicabut, berarti apa yang terjadi sama Nurmahmudi? pikirkan baik-baik jika di daerah mana tidak menginginkan Gereja akan terjadi sesuatu ini fakta. jadi jangan bermain-main dengan Tuhan . Berikan tempat untuk memuliakannya. Ingat UUD 1945 pasal 29. makasih ngantuk ah.

    HAMBA TUHAN said:
    30 Juni 2009 pukul 15:22

    Kepada Yth : Seluruh Hamba Tuhan yang mengetahui Hal ini,
    CC : Bpk. Nur Mahmudi

    Dari : Soeyono.

    Mari kita berdoa semoga Yang Maha Kuasa dan Maha Adil mendengar doa kita semua. Kita Mohon agar Dia memberi pertolongan buat kita umat Kristen. Dan Pak Nur dapat berubah pikiran ke hal yang baik. Yakin dan percaya Tuhan Sanggup Menolong. Mari kita doa kan bersama…… Dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

    Saya ikut perihatin dan merasa tentang HKBP DEPOK. Biarlah Kehendak Bapa di Surga yang terjadi bukan kehendak manusia.

    Salam buat kita Hamba Tuhan yang percaya, Syallom…

    Dari Hamba Tuhan..

    ian medan said:
    12 Juli 2009 pukul 23:37

    kita hanya bisa berdoa kepada TUHAN KITA YESUS KRISTUS krn dia peduli dan kasih tak akan membiarkan anak2nya menderita DIA adil
    TUHAN berfirman “datang kepadaku haii orang lemah letih lesu aku akan memberikan kelegaan kepadamu” jadi saran aku biarkan orang itu berbuat apa di caci makai dan apa pun itu tapi kita jgn takut krn dia beserta kita meski maut jemput kita.

    GBU ALL

    frida said:
    27 Agustus 2009 pukul 13:52

    mari kita tingkatkan kesatuan diantara kita umat kristiani sehingga kita semakin dikuatkan Tuhan unutk segala cobaan-cobaanNya.
    Aku yakin dan percaya dibalik semua ini Tuhan telah membuat rancangan yang terindah untuk HKBP depok nantinya.
    Semoga para jemaat dan pangula huria HKBP depok semakin dikuatkan dan semoga para pemimpin yang ada diberikan Tuhan pengetahuan dan kebijaksanaan sehingga mereka mengerti apa yang mereka perbuat.
    Tuhan memberkati

    berlin simanjuntak said:
    19 Oktober 2009 pukul 18:11

    kawan2 ku yang se-iman kepada allah bapa dan puteranya yesus kristus. ada ayat dalam al kitab, kurang lebih seperti ini bunyinya :
    berbahagialah wahai engkau yang disiksa atau dicela atau di usir dari tanah kelahiranmu karena AKU ( Allah Bapa ),. karena memang seperti itulah yang sudah tersurat dalam kitab taurat.
    intinya, hal seperti itu emang sudah ditakdirkan kepada semua umat yang percaya kepada yesus kristus sebagai anak Allah..

    abdul said:
    10 Desember 2009 pukul 16:23
    deny said:
    26 Desember 2009 pukul 21:14

    he,he,he,he saya sangat heran lihat aparat pemerintah di negeri ini, punya agama tapi tdk punya kasih dan toleransi, apa yg diajarkan dan apa yg diterima dlm pendidikan agama, pakah permusuhan atau pembodohan justru sy bertannya apakah Gereja HKBP itu tidak layak didirikan di indonesia ini????????atau apakah agama mereka itu ajaran setan???? seharusnya Pemimpin seperti seorang Nur Mahmudi memberi perlindungan & sosok pemimpin bukan menjadi pemimpin yg tidak punya akal sehat. kasihan kenapa yg minoritas ini dijadikan kls 2, tau2 kita sama-sama Warga Negara Indonesia mempunyai latar belakang yg sama dasar bodohhhhhh,,,tks pemerhati

    Tunggul H said:
    29 Desember 2009 pukul 17:17

    bukan hanya hkbp depok tetapi hampir semua rumah ibadah yang akan dipakai memuliakan Tuhan Yang Maha Suci itu, Maha Agung itu, menyembah Tuhan Maha Pencipta Alam Semesta itu yang FirmanNya mengajarkan Damai, di Bumi untuk saling mengasihi semua ciptaanNya harus ditutup, dirusak , bahkan dibakar, sehebat-hebatnya aku sampai ketika Bapak ku meninggal saja aku tidak bisa menangis tetapi jika kulihat rumah ibadah itu dirusak , dibakar aku hanya bisa menangiss di tempat tersembunyi.

    togi tamba said:
    8 Januari 2010 pukul 10:10

    Seharusnya Pemerintah mampu memberi suatu situasi yang kondusif,laginya masalah agama,sebenarnya sebagai bangsa kita harus sadar,bahwa agama menjamin supaya jangan kacau ,punya agama malah kacau oh dunia ,dunia,dunia, mengapa kita saling sikut-sikutan,dalamilah agama masing-masing,artikan khayati dan amalkan.Indonesia tanah air beta,agama itu datang dari luar negeri.Aslinya kepercayaan di bumi Indonesia ini adalah animisme dan dinamisme(cintailah produk dalam negeri) .Seharusnya seluruh agama yang ada di Indonesia ini harus minta ijin sama mereka,bukan sama walikota…hahaa lucu bah ! diskriminasi yang kental ini kapan cair !

    Robert Siagian said:
    18 Januari 2010 pukul 09:48

    Sayang…! Gus Dur hanya satu tahun menjabat presiden.

    caren nathalie said:
    29 Januari 2010 pukul 02:34

    Ada-ada saja Manusia yang mungkin berfikir, bahwa hidupnya hanya di dunia ini saja,,! Oleh sebab itu,,segala perbuatannya selalu di pertimbangkan dari persfektif dunia ini saja.
    Saya sangat senang mendengar lagu dari Bang H Rhoma Irama : Jangan sampai TUHAN marah; miskin lagi kita,.!
    artinya : TUHAN itu adil,,dan ia akan mengadili segala perkara yang dilakukan oleh manusia,,! Bila manusia berdosa itu merasa selamat di dunia ini,,,tp jangan pernah berharap tuk meraih kehidupan di akhirat,,!
    Diberkatilah orang-orang yang mencintai perdamaian,,! Amin.

    RUSLI said:
    25 Februari 2010 pukul 10:58

    UUD 1945 RI MENJAMIN KEBEBASAN BERAGAMA. MENGAPA GEREJA HKBP DEPOK DITUTUP ? YANG MENUTUP HKBP DEPOK ADALAH PEJABAT YANG TIDAK BERMORAL DAN AMINISME.

    langsang said:
    28 Februari 2010 pukul 18:39

    yang benaraja

    dedi reva said:
    16 Juni 2010 pukul 00:41

    Nggak perlu terlalu di dramatisir. toh di Eropa izin pembangunan Masjid selalu sulit dan bahkan di Swiss sebuah masjid bahkan dilarang bunyikan suara adzan. Padahal di dunia Islam tidak mengenal istilah Islamisasi, sedangkan vatikan selalu mendorong kristenisasi dibalik pembangunan gereja nya.

    gresia said:
    17 Oktober 2010 pukul 18:28

    pokok_a agama kRISTEN is the BEST.,.,.,

    gd KOmentar

    lw soal th xan blg.,.,..,.,

    napa agama islam selalu meleceh kn agama kristen ???
    pdhal agama kristen tdk adha gngu agama xan.,..,.,.,

    bilang ajha agama islam tag suka ma org KRISTEN ???

    gresia said:
    17 Oktober 2010 pukul 18:31

    lhat d aceh itu.,.,.,.,.,.,

    agama islam merajalela.,.,
    membakar gereja.,.,..

    bahkan 1 org KRISTEN pn tidak di berri hidup di aceh..,.,.,

    th lah perbuatan agama islam xan th.,.,

    terakkir apha yang trjd ?????

    sunami kn ????

    TUHAN th adil.,.,

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s