Atasan Luar Biasa: Tak segan meminta maaf atas kesalahan anak-buahnya

Posted on Updated on

Seringkali terjadi, bawahan atau anak buah dijadikan sasaran tuding kesalahan. Sedangkan ketika bawahan berprestasi, sang atasan atau pemimpinlah yang mengklaim keberhasilannya. Juga, jarang kita jumpai pejabat yang meminta maaf atas kesalahan aparatnya.

Coba bandingkan dengan kasus Pemilu 2009. Walau hampir semua pengamat politik menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu 2009 adalah Pemilu terburuk sepanjang sejarah Indonesia, belum ada pejabat yang minta maaf dengan sepenuhnya. Memang, Ketua KPU minta maaf, tetapi sebatas kasus DPT; itu pun disertai dengan melempar kesalahan ke arah pembuat Undang-Undang (yakni Pemerintah dan DPR). Jadilah pemerintah, KPU, DPR, dan lembaga-lembaga politik lainnya saling melempar kesalahan.

Mungkinkah penyebab mendasar dari keengganan untuk meminta maaf itu adalah tabiat lelaki yang tak suka minta maaf? Lihat postingan “Luar biasa!! Seorang lelaki muda mengakui kesalahannya dan minta maaf kepadaku.” Kalau begitu, sikap seorang lelaki berikut ini layak pula kita hargai.

Panglima Minta Maaf Kasus Tentara Mengamuk
Kamis, 30 April 2009 | 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso meminta maaf kepada masyarakat dan media massa yang terganggu akibat mengamuknya sejumlah prajurit anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 751/Berdiri Sendiri, Sentani Papua, Rabu (29/4).

“Kondisi di sana sudah terkendali. Saya menyesalkan kejadian itu dan meminta maaf kepada masyarakat di Sentani yang terganggu kenyamanannya dan rekan-rekan media massa yang terusik keamanannya,” kata Panglima seusai menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Kamis (30/4).

Menurut Panglima, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo sudah berada di markas Yonif tersebut untuk menyelesaikan peristiwa itu sekaligus untuk melakukan investigasi sebelum memberikan sanksi kepada yang terlibat. “Tentu akan ada sanksinya. Semua akan diproses dan diadili,” kata Panglima.

Dijelaskan Panglima, kasus itu bermula dari meninggalnya salah seorang prajurit Yonif 751, Joko, yang meninggal karena sakit. Teman-teman prajurit Joko menginginkan Joko dimakamkan di Nabire sesuai pesan almarhum dalam surat wasiatnya. Namun, Komandan Yonif 751 Letkol TNI Lambok Sihotang hanya bisa memberikan bantuan biaya pengiriman separuh dari total biaya sebesar Rp 90 juta dan meminta sisanya dikumpulkan oleh para prajurit.

Kesal karena perlakuan komandannya, sektiar 100 prajurit Yonif 751 mengamuk dan menghancurkan ruangan markas serta menutup jalan di depan markas tersebut sambil menembakkan peluru ke udara. “Batalyon tidak punya kemampuan menanggung biaya sekitar Rp 90 juta, dan sisanya ditanggung secara gotong royong,” kata Panglima.

Untuk mencegah hal seperti ini terulang kembali, Panglima mengatakan harus dilakukan pembinaan dan peningkatan disiplin untuk mencegah tidak dilakukannya tindakan anarkis oleh pasukan TNI. Panglima juga mengatakan, para perwira di Yonif itu yang dianggap terlibat dalam peristiwa itu juga akan dikenakan sanksi. “Kita tunggu dulu laporan Kasad. Tentunya kita akan menjatuhkan sanksi seadil-adilnya,” katanya.

Presiden, dalam pertemuan dengan Panglima, juga berpesan agar masalah ini diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

ONO
Sumber : Ant

Iklan

3 thoughts on “Atasan Luar Biasa: Tak segan meminta maaf atas kesalahan anak-buahnya

    JS said:
    30 April 2009 pukul 18:48

    Apa yang dilakukan prajurit TNI menunjukkan mulai rapuhnya kesolidan TNI, hal ini perlu mendapat perhatian penuh, apabila hal ini berkelanjutan sangat berbahaya bagi NKRI. Pelajari penyebabnya secara detail. Saya yakin penyebab yang muncul kepermukaan bukanlah penyebab yang sebenarnya.

    masjaliteng said:
    2 Mei 2009 pukul 20:34

    hanya orang yang berjiwa besar yang mau meminta maaf, soal TNI yang biasanya satu komando kenapa mulai berubah, apakah mungkin karena tekanan tugas ya?

    faza said:
    28 Mei 2009 pukul 07:24

    mengerti kesalahan diri, mengakui sepenuh hati, meminta maaf setulus hati, mencoba memperbaiki apa yang terjadi dan berjanji tidak akan mengulang lagi ===> kalo ada orang seperti ini, Mo cari yang seperti apa lagi??? Lam kenal bapak, mohon kunjungan baliknya dan masukkannya Tq pak

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s