MUI Lebak Melarang Warga Kunjungi Qur`an Palsu

Posted on Updated on

MUI Lebak Larang Warga Kunjungi Qur`an Palsu
By Republika Newsroom
Kamis, 30 April 2009 pukul 19:47:00

LEBAK — Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, secara resmi melarang warga mengunjungi Al-Quran raksasa palsu yang ditemukan secara gaib sebulan lalu di Masjid Dua Kalimat Sahadat di Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. “Setelah kami teliti bersama pakar tafsir, ahli kitab, dan kyai ternyata banyak tulisan dan isi kandungan Al-Quran tidak sesuai dengan musshaf Al-Quran pada umumnya,” kata Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Satibi Hambali, Kamis.

Hambali mengatakan, saat ini secara resmi penemuan AL-Quran raksasa yang sempat menggegerkan masyarakat luas, bahkan warga dari daerah luar Kabupaten Lebak juga banyak mendatangi mesjid tersebut. Penemuan itu, kata dia, selain Al-Quran raksasa juga ditemukan sebilah pedang besar.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pengurus masjid Dua Kalimat Sahadat untuk menutup kunjungan warga karena bisa menimbulkan musyrik bagi umat Islam.Selain itu, pihaknya juga meminta kepada kepolisian agar memusnahkan Qur-an palsu itu, karena bisa menimbulkan gejolak umat muslim.

Sejauh ini, pengurus masjid tidak mau menyerahkan Al-Quran kepada MUI setempat maupun kepolisian.”Kami berharap pengurus mesjid rela memberikan Quran palsu untuk disita dan dimusnahkan,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pengurus masjid di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan, pihaknya mendesak aparat kepolisian bertindak tegas untuk menyita dan memusnahkan Al-Quran palsu itu.”Saya khawatir Quran raksasa palsu itu dijadikan dewa atau diagungkan oleh masyarakat,” kata Basri (55) pengurus mesjid Al-Hasanah Rangkasbitung. ant/kpo

5 thoughts on “MUI Lebak Melarang Warga Kunjungi Qur`an Palsu

    suaradunia said:
    1 Mei 2009 pukul 06:21

    permasalahan umat islam indonesia masih belum bisa lepas dari kejahiliyahan alias TBC (tahayul, bid’ah, churafat)

    Quran palsu sangat menghebohkan, bahkan bisa terjebak kemusyrikan. Semoga bisa terselesaikan dengan tuntas

    salam

    achmad qomaruddin said:
    1 Mei 2009 pukul 13:40

    Yang benar akan terlihat benar yang salah lambat atau cepat akan terungkap……..itulah keputusan yang terbaik.

    Fitri said:
    3 Mei 2009 pukul 04:06
    ahdi muhtadin said:
    19 Mei 2009 pukul 01:47

    kalau memang sudah di teliti oleh pakarnya (tafsir, ahli kitab, dan kyai ) ….sepkat..takut dijadikan musrik…
    dan kepada pengurus Masjid Dua Kalimat Sahadat sebaiknya menyerahkan al-quran (palsu) tersebut…
    harusnya pengurus mesjid sadar akan hal ini…(maaf; kan pengurus mesjid itu hafal isi al-quran, mana yang palsu dan benar)….

    duiker said:
    21 Oktober 2009 pukul 12:05

    materi dgn kualitas terbaik atau cukup mahal dlam pembuatannya apabila dinyatakan plasu…….. akan jatuh nilainya menjadi nol besar sekali…… ( mangkanya bro kalo mo buat replica tuh musti pake azas high-ketelitian …) jngan semrawut kyk saya ini… hikhikhik…ketauan dech…(maapin yak sebelonnya…

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s