Pacaran Islami ala Dekan Syariah IAIN Banda Aceh

Posted on Updated on

Alhamdulillaah… Kini kita jumpai semakin banyak ulama Indonesia yang secara terbuka mengungkapkan ketidakharaman pacaran. Dengan kata lain, semakin banyak dukungan terang-terangan bahwa ada pacaran yang islami. Sesudah kita temui pacaran islami ala Dewan Asatidz PesantrenVirtual.com, pacaran islami ala M Quraish Shihab, pacaran islami ala tokoh-tokoh Muhammadiyah, sekarang kita saksikan adanya pacaran islami ala Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Berikut ini kutipan tanya-jawabnya di pkh-online-net:

Menghindar dari Pacaran?
Diposting pada 13/03/2008 08:16

[Pertanyaan:]

Assalamua’laikum………
Pak ustad yang saya muliakan, saya punya masalah yang bagi saya cukup berat. Sejak masih duduk di bangku SMA saya sudah berkomitmen untuk tidak bepacaran karena saya tau Islam tidak pernah menghalalkan yang namanya pacaran. Yang menjadi masalah saat ini adalah saya mempunyai seorang teman perempuan, kami merupakan teman dekat. Saya mulai menyukainya. Saya tidak sanggup mengelola perasaan saya kalau terus dekat dengan dia. Saya pernah mencoba untuk menghindar dari dia agar batin saya lebih tenang tapi dia tidak terima karena saya menghindar dari dia tanpa alasan. Apakah saya harus mengatakan ke dia bahwa saya menghindar, karena saya menyukainya?

Jawaban:

Wa’alaikum salam Wr.Wb

Kami menganggap bahwa sikap anda baik, tetapi lebih baik lagi bila anda dapat meyakinkan teman anda itu, bahwa menghindari diri dari pacar anda itu bukan dalam arti memutuskan hubungan. Proses pacaran, sepanjang tidak melanggar norma Agama, dapat ditolerir. Selama masa itu anda [dapat] saling meyakinkan diri bahwa pacar anda itu cocok untuk anda dan diterima sepenuhnya oleh keluarga besar anda. Kami menyarankan anda dapat menjaga norma-norma agama, adat-istiadat dan nilai masyarakat…

Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh
Drs. H. A. Hamid Sarong, SH. MH.

3 thoughts on “Pacaran Islami ala Dekan Syariah IAIN Banda Aceh

    Feny S.Alfasyajiddine said:
    10 Mei 2009 pukul 07:25

    Bismillah,,,
    mungkin posisi wanita tersebut kurang lebih sama dengan posisi saya sekarang ini.
    Saat hububgan kita semakin dekat, yang bersangkutan mulai menghindar, awalnya saya merasa penasaran banget “apa yang salah dengan saya?”.. tapi setelah saya berdiskusi dengan keluarga saya, saya mulai bisa memahami dan lebih bisa menerima.
    mungkin inilah bentuk dari sikap “Menjaga” dari seorang ikhwan yang kadang2 seorang akhwat yang kurang pemahamannya tentang pertemanan yang syar’i, sehingga mereka kurang bisa menerima dengan sikap ikhwan tersebut.
    Jazakillah

    Feby said:
    14 Mei 2009 pukul 22:39

    Iaa, inti na kl emg dr qta na ud niat insya allah smw yg qta lkuin d ridhain allah . Amin ! Cz qu jg gtu , prnh kmitmen gk akn pcrn tp skrg k mkan omgn ndri dh . Jd jlnin aj, aslkn jgn nglng9r ajrn agma qta aj !

    Faris said:
    8 April 2012 pukul 17:20

    Assalamu’alaikum Pak,
    kenapa harus ada pacaran islami?
    padahalkan ada ta’aruf–yg saya tahu–untuk saling mengenal.
    Trims. Wassalamu’alaikum.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s