Konsultasi: Saat Si Dia Kurang Romantis & Kurang Serius Menjalin Hubungan

Posted on Updated on

Pak ustad. Saya punya pacar yang 8 tahun lebih tua daripada saya. Dia 26, saya 19. Hubungan kami baru berjalan sekitar 5 bulan. Pokok masalahnya. Semalam, saya menanyakan seberapa seriuskah dia sama saya. Dia menjawab, ”Ga. Gak coba2. Tapi terlalu serius juga gak. Baru agak serius.”
Gak tahu kenapa ya pak, saya kok jadi ngerasa agak kecewa sama jawbannya dia itu. Saya juga gak ngerti apa maksudnya. Lagian dia juga kurang romantis dan terkesan agak cuek. Apa sayanya yang terlalu berprasangka ato gimana, saya juga gak tahu. Mungkin di sini, saya yang lebih menyayangi dia. Saya harus bagaimana, pak, menyikapi dan bertindak supaya jika suatu saat hal tersebut terjadi, saya tidak trlalu hancur dan sakit?? Mohon bantuannya. Terima kasih.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Ya, menurutku, kau terlalu berprasangka. Perbedaan jenis kelamin dan perbedaan usia dapat menyebabkan perbedaan dalam menggunakan kata-kata, disamping juga perbedaan sikap dalam menjalin hubungan cinta.

Bagi wanita pada umumnya, kebersamaan atau jalinan hubungan sangatlah penting. Banyak wanita mendambakan keromantisan dalam hubungan cinta. Namun bagi pria pada umumnya, kemandirian lebih penting daripada kebersamaan. Karena itu, “kurang seriusnya” dia dalam berhubungan cinta denganmu dapat dimaklumi. Mengenai perbedaan pria-wanita semacam itu, simaklah postingan “Menaruh perhatian tanpa memaksakan kehendak“.

Adapun mengenai maksud kata-katanya itu, tentunya yang mengerti adalah dia sendiri. Kalau belum ngerti, ya tanya dong! Untuk ini, silakan ambil pelajaran dari “Cara Ngobrol Pria-Wanita Yang Mengasyikkan“.

Kalau dalam dugaanku sih, makna “baru agak serius” itu adalah “belum siap nikah dalam waktu dekat”. Namun apa pun makna dari kata-katanya itu, perlu kau pahami bahwa cinta adalah proses. Apakah cinta itu akan berkembang ataukah layu, itu akan tergantung pada bagaimana perawatannya. Untuk itu, silakan ambil pelajaran dari “Tiga Syarat Utama Tumbuhnya Cinta Romantis“.

Jadi, daripada mencemaskan berbagai kemungkinan buruk, lebih baik berusahalah sedemikian rupa supaya kemungkinan “buruk” itu tidak terjadi. Caranya, diantaranya, lihat “Cara jitu supaya si dia ingin segera menikah denganmu“.

Kalau pun masih cemas, penuhilah saran-saran yang kusampaikan di “Takut Kehilangan Si Dia? Begini Solusinya!

Demikianlah jawaban-jawabanku. Mudah-mudahan Tuhan senantiasa menyertai kalian di jalan cinta ini. Aaamiin.

5 thoughts on “Konsultasi: Saat Si Dia Kurang Romantis & Kurang Serius Menjalin Hubungan

    v2love said:
    11 Mei 2009 pukul 11:55

    Emh saya setuju dengan pendapat ustadz shodiq karena semakin bertambah umur seseorang semakin berbeda juga cara pandang dan nanggapin sesuatu ya seperti percintaan dan sebagainya.Kbiasaan nya umur lbih tua banyak sabar nya dan ego pun berkurang.Kalo seumuran kita kita ini ego masih tinggi jadi terkadang salah prasangka.

      maya said:
      12 Mei 2009 pukul 08:17

      Hu uh sih. Jd susah gni yah ^_^”

    Bambang edi winarso said:
    12 Mei 2009 pukul 16:11

    Assalamualaikum…
    Perkenalkan saya Bambang Edi Winarso ingin menambahkan Jawaban Pak M. Shodiq Mustika.

    Anda kan baru berhubungan selama 5 bulan, menurut saya hubungan selama itu masih dibilang muda dan masih belum saling mengerti satu sama lain.

    Cara memahami seseorang memang dengan cara berbicara dan berkomunikasi. Tapi terkadang kita dibingungkan dengan sebuah kata-kata yang kemungkinan “asal” keluar dari mulut. Berdasarkan penjelasan anda di atas, saya berasumsi pasangan Anda asal saja menjawab pertanyaan yang anda berikan. Artinya anda juga tidak harus menanggapinya dengan berprasangka. Kalau saja saat itu Anda langsung bertanya apa maksudnya, barangkali Anda bisa mengerti arti ucapannya.

    Saya sangat setuju dengan Pak Shodiq, ada baiknya Anda tanyakan langsung kepada pasangan Anda maksud dari ucapannya, meskipun ada kemungkinan dia menganggap masih terlalu muda untuk terlalu serius menanyakan tentang “komitmen.”

    Ada dua kemungkinan dibalik kata-kata pasangan Anda.
    Pertama, Pasangan Anda memang masih menjajaki hubungannya dengan Anda mengingat usia Anda yang masih terbilang muda. Disadari atau tidak, seorang wanita cenderung menuntut sebuah “kemapanan” dari seorang pria untuk menjadi pasangan hidupnya nanti (red.suami)

    Kemungkinan kedua, Dia serius dengan anda tapi masih ragu dengan keseriusannya sendiri. Tentu Anda juga pernah merasa tiba-tiba ragu dengan keputusan Anda sendiri, bukan?
    Nah, kondisi serupa mungkin saja tengah dirasakan oleh pasangan Anda. Apalagi jalan Anda sebagai seorang pemuda masih panjang, Anda masih harus meniti kehidupan yang saya sebut sebagai kehidupan sebenarnya yaitu kehidupan seorang pria dewasa yang mapan, ‘mature’, memiliki masa depan dan bisa membahagiakan dia. Saya yakin Anda bisa, tapi suka atau tidak, Anda masih harus berjuang untuk menjadi seperti itu.

    Saran saya untuk Anda:
    – Jangan paksakan dia untuk berbicara mengenai komitmen. Jalani saja dulu sampai Anda dan Si dia merasa sudah saling memahami satu sama lain.
    – Berusahalah untuk menjadi orang yang lebih baik, lebih dewasa dan lebih berpandangan luas. Maksud saya, meskipun dia lebih tua bukan berarti lebih dewasa.
    – Perbaiki hidup Anda, saya yakin dengan sendirinya dia akan merasa yakin dengan pilihannya. Saya tidak mengatakan bahwa pasangan Anda matre, tapi ada satu pepatah yang mengatakan bahwa ‘uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.’
    – Hati-hati menafsirkan ucapan orang yang lebih tua dari kita. Alasannya karena orang yang lebih tua cenderung lebih filosof dan misterius. Kalau kita salah tafsir akibatnya ya ribut..:-)
    – Berbicara adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah apapun, tapi ada kalanya kita harus diam untuk menghindari masalah kecil sekalipun. Artinya, berbicaralah ketika Anda dan Dia siap untuk membicarakannya tanpa emosi, sebaliknya diamlah ketika Anda dan dia semakin tenggelam dalam perang argument tak berujung pangkal.
    – Berdoa.

    Saya bisa berkata seperti ini karena Pacar saya juga lebih tua dari saya..🙂
    Kalo masih takut kehilangan dia, Pak Shodiq sudah siapkan tipsnya untuk kita, lihat Takut Kehilangan Si Dia Begini Solusinya

    Syukran Pak Shodiq..
    Wassalam

      lusi said:
      12 Mei 2009 pukul 23:08

      hubungan yang baru terjalin 5 bulan yang pasti masih tahap saling mengenal jadi wajar kalau ditanya serius atau belum jawabnyapun ragu2 yg pasti dengan berjalannya waktu akan menjawab keraguan yang ada, dan ini akan banyak manfaatnyan untuk menentukan langkah selanjutnya sehingga keputusan yg diambil akan lebih baik.

    maya said:
    20 Mei 2009 pukul 08:55

    iyah mas bambang n mba lusi. Makasi buat komennyah.
    Iya . Bkal brusaha bt nglakuin yg trbaeg n lbh mature lg dlm brpkir dan brtindak. Trma kasih sekali lg atas perhatiannya🙂

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s