Sikap Jitu Supaya Kritikan Tidak Menyakiti Anda

Posted on Updated on

Dua tahun lalu, aku sudah memposting “Kritik Tajam Yang Tidak Lukai Hati“. Kini saatnya aku memposting bagaimana supaya kita tidak merasa sakit oleh kritikan yang menghujani kita. Untuk itu, berikut ini aku sampaikan kutipan selektif dari buku Dale Carnegie, Mengatasi Rasa Cemas & Depresi (Jogjakarta: Think, 2007), “Lakukan Ini–dan Kritikan Tidak Akan Menyakiti Anda”, hlm. 264-266):

… kebanyakan dari kita menerima mata panah kecil yang dilemparkan kepada kita dengan terlalu serius. Saya ingat saat, bertahun-tahun lalu, ketika seorang wartawan dari New York Sun menghadiri sebuah peragaan kelas pelatihan orang dewasa saya serta menyindir diri [saya] dan hasil kerja saya. Apakah saya marah? Saya menganggap hal itu sebagai sebuah penghinaan pribadi. Saya menelepon Gil Hodges, ketua Komite Eksekutif koran Sun, dan langsung menuntut kepadanya untuk mencetak sebuah artikel yang menyatakan fakta–dan bukannya sebuah hal yang bukan-bukan. Saya menginginkannya membayar hukuman sesuai dengan kejahatannya.

Saya merasa malu sekarang dengan cara saya bertindak pada saat itu. Saya menyadari sekarang bahwa separuh dari orang yang membeli koran itu tidak pernah membaca artikel itu. Separuh dari mereka yang membacanya menganggap hal itu sebagai sesuatu yang tidak berarti apa-apa. Separuh dari mereka yang memandang tajam kepadanya akan melupakan segala sesuatu tentangnya dalam beberapa minggu.

Saya menyadari sekarang bahwa orang-orang tidak berfikir tentang anda dan saya atau merasa peduli dengan apa yang dikatakan orang tentang kita. Mereka hanya berpikir tentang diri mereka sendiri–sebelum sarapan, setelah sarapan, dan sampai sepuluh menit lewat tengah malam. Mereka akan ribuan kali lebih peduli tentang sakit kepala kecil yang mereka alami daripada saat mendengar berita kematian anda atau saya.

Bahkan seandainya anda dan saya dibohongi, dicemooh, dikhianati, ditusuk dari belakang, dan ditipu oleh satu dari enam teman akrab anda–mari jangan tenggelam dalam sikap mengasihani diri sendiri….

Saya pernah bertanya kepada Eleanor Roosevelt bagaimana ia menangani kritik yang tidak berdasar–dan Tuhan tahu ia banyak mengalami hal itu. Ia mungkin memiliki banyak teman yang mengasihi dan lebih banyak musuh yang mengasarinya daripada semua wanita lain yang pernah tinggal di Gedung Putih.

Ia menceritakan kepada saya bahwa sebagai seorang gadis rema ia benar-benar seorang yang pemalu, takut dengan apa yang akan dikatakan orang tentang dirinya. Ia merasa begitu takut dengan kritik sehingga pada suatu hari ia bertanya kepada bibinya, kakak perempuan Theodore Roosevelt, dan meminta nasihatnya. Ia berkata, “Bibi Bye, saya ingin melakukan hal ini dan itu. Tapi saya takut akan dikritik.”

Kakak perempuan Teddy Roosevelt melihat ke matanya dan berkata: “Jangan pernah terganggu dengan apa yang akan dikatakan orang, selama kamu tahu di dalam hati kamu bahwa kamu benar.” Eleanor Roosevelt mengatakan kepada saya bahwa nasihat kecil itu terbukti menjadi “Karang Gibraltar”-nya bertahun-tahun kemudian, ketika ia berada di Gedung Putih. Ia mengatakan kepada saya bahwa satu-satunya cara kita bisa menghindari semua kritikan adalah dengan menjadi seperti sebuah pajangan Dresden-China yang tetap diam di rak. “Lakukanlah apa yang kamu rasa di dalam hatimu sebagai sebuah kebenaran–karena walau bagaimanapun anda akan dikritik juga. Anda akan dikutuk jika melakukannya, dan akan dikutuk pula jika tidak melakukannya.”

Iklan

6 thoughts on “Sikap Jitu Supaya Kritikan Tidak Menyakiti Anda

    ierone said:
    13 Mei 2009 pukul 14:13

    artikelnya berat mas cuman bisa mengernyitkan hati selama membaca ini.

    request!
    bikin blog yang ringan aja mas.

    blog itu beda ama buku

      M Shodiq Mustika responded:
      13 Mei 2009 pukul 15:02

      @ ierone
      Ya, yang di atas itu memang kutipan dari buku.

    Nani Juhairani said:
    13 Mei 2009 pukul 19:47

    Cuekin adza,
    Kalo nggak pusing dech mikirin omongan orang melulu
    Mending yang ngomongin lebih baik dari kita……….

    nusantaraku said:
    13 Mei 2009 pukul 21:57

    Benar, kadang kala saya juga membalas suatu kritikan orang dengan bahasa yang kritik juga dan pada akhirnya tidak akan berhenti, sampai salah satu diantara kita menurunkan “frekuensi”.
    Dan setelah beberapa lama, kemudian saya baca kembali, ternyata saya merasa diri saya lucu, “kok,bisa membalas komentarnya seperti itu yah..”.
    Btw, ada banyak cara menyikapi marah, dan ada salah satu ceritera/kisah yang menarik dan saya ulas mengenai kemarahan.
    Pada Dasarnya Dia Mungkin Orang Baik

    kweklina said:
    13 Mei 2009 pukul 23:51

    kritik sepedas apapun..anggaplah penyedap rasa sebuah karya.

    sehebat apapun penulis, ia juga berasal dari tak bisa.

    dan siapa saja bisa mengkritik namun belum tentu bisa membuat 🙂

    dan tak semua jenis tulisan kita berjodoh dgn orang tersebut.

    percaya tetap ada orang yang tercerahkan oleh tulisan kita.

    salam …

    […] dalam Pemilu“. Adapun bahwa kritik itu tidak terlalu mengkhawatirkan, silakan simak “Sikap Jitu Supaya Kritikan Tidak Menyakiti Anda“.) Jadi, kalau sekarang kubu nomor 2 itu terlalu banyak bicara mengkritik kubu lain, […]

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s