Banyak Mahasiswa Belum Tahu Dampak Seks PraNikah

Posted on Updated on

Kata “mahasiswa” berasal dari gabungan kata “maha” (besar, hebat, dsb.) dan “siswa” (pelajar). Dengan demikian, mahasiswa itu mestinya sudah hebat perihal pengetahuannya. Namun ternyata, banyak mahasiswa tidak lebih pintar daripada siswa SMP mengenai dampak seks pranikah. Ini dia beritanya:

Duh… Mahasiswa Belum Banyak Tahu Dampak Seks Pra Nikah
Selasa, 26 Mei 2009 | 20:27 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Amanda Putri Nugrahanti

SEMARANG, KOMPAS.com — Banyak mahasiswa melakukan seks di luar nikah karena belum tahu dampak perilaku seks di luar nikah dan seks tidak aman. Penyebabnya, mahasiswa belum menjadi sasaran program kesehatan reproduksi remaja, baik oleh pemerintah, maupun kalangan perguruan tinggi.

Kalangan remaja sudah masuk dalam sosialisasi kesehatan reproduksi dari BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional), tetapi belum menjangkau lingkungan perguruan tinggi. “Padahal, potensi terjadinya perilaku seksual di kalangan mahasiswa lebih besar,” ungkap Ketua Jaringan Epidemologi Nasional (JEN) Siti Pariani dalam Temu Nasional Kesehatan Seksual Mahasiswa di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Selasa (26/5).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 38 universitas dari 14 kota di Indonesia itu Pariani mengatakan, pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi penting untuk membuat generasi muda yang melakukan seks pra nikah bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Jika melakukan hubungan seks pra nikah adalah pilihan, maka mereka juga harus mengetahui konsekuensinya.

Perilaku seksual remaja yang bermasalah dan harus disoroti adalah seks di luar nikah, seks tidak aman, dan seks berganti-ganti pasangan. Perilaku tersebut dapat berakibat fatal bagi remaja karena berisiko tinggi terhadap timbulnya kehamilan di luar nikah, tertular penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, aborsi yang tidak aman, hingga kematian.

Konsekuensi-konsekuensi itu yang selama ini tidak diketahui oleh mahasiswa yang melakukan kegiatan seksual. Nugroho Widyatmono, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang yang tergabung dalam Tim Peneliti Perilaku Seksual Mahasiswa Undip, menyebutkan, kebanyakan mahasiswa yang melakukan hubungan seksual beralasan karena tidak dapat menahan hasrat mereka.

“Banyak juga yang tidak mengetahui dampak dari intercourse yang dilakukan dengan pasangannya. Kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual tidak banyak disadari,” ujar Nugroho.

About these ads

11 pemikiran pada “Banyak Mahasiswa Belum Tahu Dampak Seks PraNikah

    v2love berkata:
    27 Mei 2009 pukul 19:44

    Setau aku knapa bnyk nya mahasiswa yg jadi sasaran sex bebas karena banyaknya tempat tempat kost atau kontrakan yg tak aman atau liar..alasanya cinta ama pasangan,karena uang,dll.

    starlight21 berkata:
    29 Mei 2009 pukul 12:54

    Aku rasa gak mungkin lah mahasiswa Indonesia ini bodoh-bodoh gitu. Sebenarnya mereka sudah pasti tahu lah konsekuensinya. Cuman, mungkin mereka masa bodoh aja.
    Kura-kura dalam perahu.
    Pura-pura tidak tahu.

    Mr.Mata-Mata HAMAS_TALIBAN berkata:
    29 Mei 2009 pukul 20:24

    Assalamualaikum,…
    Mengapa umurmu, engkau habiskan hanya berbuat sia-sia yang tak berharga, dan tak bernilai, sehingga engkau meninggalkan kemuliaan, yang sudah dijanjikan oleh oleh Allah Ta’ala. Kembalilah. Dan, tinggalkan dunia ini, dan gapailah kemuliaan di akhirat, yang pasti akan datang. Wallahu’alam.

    Al Quran (25) Al Furqaan : Ayat 68
    “,Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (QS. 25:68)

    Al Quran (17) Al Israa’ : Ayat 32
    “,Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. 25:32)

    Al Quran (24) An Nuur : Ayat 2

    Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (QS. 24:2)

    Mutiara berkata:
    29 Mei 2009 pukul 23:49

    Dampak seks pranikah yang akan dirugikan
    adalah pihak perempuan. Makanya bagi kaum perempuan
    jangan terlalu terbuai dengan rayuan maut pria :)

    baninawawi berkata:
    1 Juni 2009 pukul 23:28

    saya rasa mereka (mahasiswa) faham betul konsekuensi hubungan sex pranikah, cuman mereka kalah dengan dorongan syahwatnya mungkin karena iman mereka tipis. inilah keberhasilan neoliberalisme barat dari segi budaya.

      toro berkata:
      2 Juni 2009 pukul 10:06

      Assalamualaikum..
      bapak benar…mungkin iman kami yang lemah dan tipis..tapi bagi yang sudah pernah terlanjur melakukannya..masihkah ada kesempatan bagi kami untuk kembali ke jalan yang di hadirat ALLAH SWT.. bukanlah barang siapa yang berzina,maka tidak d terima amal ibadahnya selama 70 tahun.. mohon balasannya ke email saya..alv_toro@yahoo.com
      wassalamualaikum wr.wb.

    koto kudry berkata:
    2 Juni 2009 pukul 12:21

    Sekali melakukan kesalahan sex pranikah…seumur hidup anda akan menyesali… kalo tidak mampu menahan syahwat lebih baik puasa… kalo ndak bisa juga..olah raga biar anda keringatan dan bisa ngelupain piktor yang jelas berasal dari setan atawa iblis… ingat bung… dosa tau.

    debo berkata:
    24 Juni 2009 pukul 11:41

    tu disebabkan karna da kebanyakan banget film2porno hingga pd saat nonyon bareng ma temen cwo wah mau ga mau nafsunya bangkit sapapun di depan belakang ga peduli.tanpa di sadari mereka nikmatin dengan tutup mata uda iut hancur deh pa bole buat nasi da jd bubur iag/

    agus berkata:
    30 Juni 2009 pukul 01:42

    Bahwa Nabi saw bersabda: Sesungguhnya Alloh telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata ialah memandang, zina lisan dengan mengucapkan, zina kemaluanlah yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu (Al-bukhari no,5774-Muslim no,4808)(klasifikasi hadis-marfuuuu) => conto sesat pikir,hehehe…(tidak u/ ditiru!!)

    Cinta berkata:
    8 Juli 2009 pukul 16:16

    Sya seorg mhssw n sy prnh mlkkn itu.Sbg wnt sy sgt mnysl krn blm tw pa dy jdh sy nnt ato ga.Tp yg jls slm sy seks,cm sm dy.Y mdh2an sm dy.N mga kmi d bri hdyh unt brtbt k jln yg lrus.Krn kmi jg sdr ini bkn hny dsa kmi tp jg ortu kmi.

      dewi purnamasari berkata:
      9 Juli 2009 pukul 15:17

      -> cinta, semoga Allah senantiasa membukakan pintu rahmatNya kepada semua umatNya yang khilaf. saya rasa, jika Cinta ada kemauan untuk tetap bertaubat, pasti Allah akan mengampuni kesalahan umatNya. cinta, kesuksesan kita yaitu tergantung sejauh mana kita dekat dengan Allah SWT dan usaha keras. yang penting bertaubat Cint…, tentang jodoh dia atau bukan… pasti Allah memberikan yang terbaik bagi umatNya.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s