Berjilbab = shalihah?

Posted on Updated on

Hari-hari belakangan ini, sebagian ibu-ibu pengajian diramaikan dengan perbincangan mengenai penampilan istri-istri capres-cawapres. (Lihat “PKS Tidak Memihak Capres-Cawapres Yang Istrinya Pakai Jilbab“.) Kebanyakan mendukung istri-istri itu berjilbab, sebagian lainnya tidak mempersoalkannya. Kini, isu yang tidak lagi samar-samar ini dimanfaatkan betul oleh para pendukung pasangan JK-Wiranto, antara lain dengan cara seperti yang diberitakan di bawah ini.

Buku Saku Istri Shalihah Beredar di Mangunsarkoro
Jumat, 29 Mei 2009 | 08:48 WIB
Laporan wartawan Persda Network Ade Mayasanto

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketakutan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) perihal daya pikat jilbab yang melekat pada istri-istri pasangan JK-Wiranto menjadi modal kemenangan tersendiri bagi duet JK-Wiranto pada pemilihan presiden 2009.

Modal yang tidak dimiliki pasangan lainnya ini dimanfaatkan sebagai bahan kampanye untuk mendongkrak perolehan suara pada pasangan JK-Wiranto. Sebuah buku saku bertajuk Istri Shalihah Pasangan Pemimpin Bangsa, menampilkan foto bersama Mufidah Jusuf Kalla dan Uga Wiranto di sampul depan, kini beredar di Slipi II, Jalan Ki Mangunsarkoro, Jakarta, Kamis (28/5).

Buku yang hanya memuat delapan halaman ini menampilkan Mufidah Jusuf Kalla dan Uga Wiranto yang tampak mesra dengan gaun muslim berwarna putih yang dipadu jilbab dan selendang berwarna merah.

Tidak hanya itu, buku saku juga mencatat beberapa kalam Allah SWT dan sejumlah hadis perihal wanita berjilbab.

Sumber : Persda Network

Ada kesan, jilbab itu diidentikkan dengan keshalihahan wanita. Yang berjilbab dianggap shalihah, yang tidak berjilbab dianggap tidak shalihah. Apakah benar demikian? Jawabku, “Bisa iya, tapi bisa pula tidak.” Maksudku, jilbab bisa diidentikkan dengan keshalihahan apabila jilbab itu wajib, tetapi tidak demikian apabila tidak wajib.

Mengenai hukum jilbab itu, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mewajibkannya. Namun, ada pula yang tidak mewajibkannya (tetapi mensunnahkannya). (Lihat “Hargailah perbedaan pendapat masalah aurat!“)

Bagaimanapun, apa pun hukum jilbab itu, jilbab bukanlah perkara yang perlu lebih diprioritaskan daripada perkara-perkara lain yang lebih penting. (Lihat “Benarkah penggunaan jilbab harus ditekankan?“) Karena itu, aku bisa memahami mengapa partai-partai Islam justru mendukung pasangan capres-cawapres yang istrinya tidak berjilbab. (Lihat “PKS Tidak Memihak Capres-Cawapres Yang Istrinya Pakai Jilbab“) Namun aku pun juga memaklumi bila massa Islam lebih mendukung pasangan capres-cawapres yang istrinya berjilbab.

Aku sendiri akan memilih pasangan capres-cawapres berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh Muhammadiyah. (Lihat “Capres-Cawapres Pilihan Muhammadiyah“)

22 thoughts on “Berjilbab = shalihah?

    kweklina said:
    29 Mei 2009 pukul 11:44

    semoga jilbab tak hanya menjadi salah satu trend pemanis busana.

    jadi bingung ada yg beljilbab…namun pakai celana yg nampak nakorba (nampak kolor bawah) atau bajunya nampak pusar …ini sih biasanya anak muda…

    Bukan hanya perlu mengenakan jilbab untuk menutup aurat namun berjilbablah menutup hati dan pikiran dari hal yang tak baik seperti korupsi, menghina agama/ orang lain dll

    Apa kabar Bang Shodiq ?

    salam hangat selalu buatmu sekeluarga…

    astuti said:
    29 Mei 2009 pukul 12:16

    sekarang ini… pake jilbab kaya trend aja…
    ya semoga aja yang pake jilbab bukan hanya karena ikut-ikutan ibu-ibu pejabat ya…
    oo ya salam kenal buat mas Shodiq..

      mazzmardli said:
      2 Juli 2009 pukul 14:37

      Mbak, kita justru mestinya bangga dan bersyukur ketika beri kebaikan menjadi trend/ budaya. Jika masih ada yang kurang-kurang, itulah ladang kita beramar ma’ruf nahi munkar. Yuk ah, kita apresiasi saudara-saudara perempuan kita yang mau memulai kebaikan.

    SufiMuda said:
    29 Mei 2009 pukul 12:31

    Seorang memakai jilbab tentu atas pilihan hatinya.
    Jilbab tidak ada hubungannya dengan shalih atau tidak seseorang. Orang yang memakai jilbab menunjukkan jati dirinya sebagai seorang Muslimah.
    Tapi sekarang kan jilbab sudah mulai di kaitkan dengan politik
    spt anjuran salah satu partai agar Ibu Ani Yudhoyono memakai jilbab supaya anggota partainya 100% memilih SBY dalam pilpres mendatang…

    kai said:
    29 Mei 2009 pukul 14:07

    hm..masalah jilbab di Al Qur’an sudah disebutkan bahwa seharusnya wanita itu memakai jilbab.
    jilbab disini adalah kain panjang yang menutupi dari atas hingga batas auratnya,,
    kalo pake jilbab tapi pakaian ketat, dandanan menor itu menurut saya bukan jilbab tapi kerudung,,
    karena konotasi jilbab adalah tertutup..yang berarti kalo pake jilbab menutup aurat nya,, tapi kalo masih memamerkan bentuk tubuhnya dapat dipastikan itu bukan jilbab

    ..semoga bermanfaat..

    affandizn said:
    29 Mei 2009 pukul 16:34

    betul juga kata saudara/i kai. jilbab itu mencerminkan wanita yang mampu menjaga auratnya. kalo kerudung untuk nutupin kepala aja jika panas, dan sebagainya.

    Mr.Mata-Mata HAMAS_TALIBAN said:
    29 Mei 2009 pukul 19:48

    Assalamualaikum,…..
    Bagaimanakah Jilbab / Hijab Muslimah yang benar? Jilbab yang menutup dada!

    Al Quran (33) Al Ahzab : Ayat 59
    “,Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)

    Al Quran (7) Al A’raaf : Ayat 26
    “,Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. 7:26).

    Doa’kan terus para mujahidin-Mujahidin kita Di Timur-Tengah untuk memenangi peperangan trhadap pasukan zionis/org2 kafir. Amin…ya rabbal alamin…..
    Wassalam.

    Mr.Mata-Mata HAMAS_TALIBAN said:
    29 Mei 2009 pukul 19:50

    * Orang Islam yang Beriman Harus Memelihara Hukum Allah.

    Al Quran : (9) At Taubah : Ayat 112
    “,Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. (QS. 9:112)

    Mr.Mata-Mata HAMAS_TALIBAN said:
    29 Mei 2009 pukul 19:51

    Orang-orang Yahudi Berpaling dari Hukum Allah.;

    Al Quran : (3) Ali ‘Imraan : Ayat 23
    “,Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). (QS. 3:23)

    Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 43
    “,Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman. (QS. 5:43)

    Mutiara said:
    29 Mei 2009 pukul 23:44

    Memakai jilbab atau tidak memakai
    adalah masalah keyakinan dan keikhlasan hati.
    Kalo belum ikhlas untuk apa dipaksakan🙂

    […] dalam acara-acara keislaman seperti terlihat dalam gambar di sebelah kanan. (Lihat postingan “Berjilbab = shalihah?” dan “PKS Tidak Memihak Capres-Cawapres Yang Istrinya Pakai […]

    sendit said:
    30 Mei 2009 pukul 11:19

    @Mutiara
    Bukan masalah keyakinan atau keihklasan hati mbak…klo menurut saya ya ikuti dulu apa yang sudah menjadi petunjuk Allah di dalam Al Qur’an dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya (memakai jilbab yang benar, menutup dada, dan longgar), baru deh menata hati…gitu menurut saya…

    http://sendit.wordpress.com

    may said:
    30 Mei 2009 pukul 16:39

    jilbab memang ciri atau identitas seorang muslimah, insya Allah muslimah yang sudah memutuskan untuk mengenakan jilbab, adalah benar-benar karena mentaati perintah Allah, bukan karena ikut2an mode apalagi hanya untuk sebuah kepentingan politik………….kalaupun akhirnya ibu Ani SBY memutuskan mengenakan jilbab, ya alhamdulillah………….ga usah dipolitisir deh !!!

    Abdillah said:
    31 Mei 2009 pukul 08:57

    Secara aqidah udah, gmn klo kt maen logika.
    Seenggak-enggakny wanita yg berjilbab telah menghargai dirinya sendiri dgn tidak mempertontonkn sesuatu yg paling indah yg dberikn Tuhan thd kaum cwo, trmasuk gw. Ehe.. Sungguh beruntung seorang suami yg memiliki istri berjilbab. Krn smua yg dmiliki istriny hanya special untuk suami. Buat cewe., apa rela bagian2 indah dlm dirinya cmn digratisin aja buat cwo2 (kya gw :oD ), lbh baek pke jilbab & lg kasihanilah kmi kaum adam yg harus terus-mnerus mnanggung dosa gara liat aurat kalian..hik2..🙂

    Abdillah said:
    31 Mei 2009 pukul 08:58

    Secara aqidah udah, gmn klo kt maen logika.
    Seenggak-enggakny wanita yg berjilbab, telah menghargai dirinya sendiri dgn tidak mempertontonkn sesuatu yg paling indah yg dberikn Tuhan thd kaum cwo, trmasuk gw. Ehe.. Sungguh beruntung seorang suami yg memiliki istri berjilbab. Krn smua yg dmiliki istriny hanya special untuk suami. Buat cewe., apa rela bagian2 indah dlm dirinya cmn digratisin aja buat cwo2 (kya gw :oD ), lbh baek pke jilbab & lg kasihanilah kmi kaum adam yg harus terus-mnerus mnanggung dosa gara liat aurat kalian..hik2..🙂

    erna said:
    31 Mei 2009 pukul 17:39

    berjilbab dari luar itu wajib…dari hati itu perlu

    karena jilbabmu harus mencerminkan hatimu

    zenal said:
    31 Mei 2009 pukul 22:30

    bagi yang berjilbab kita doakan semoga bertambah baik agama dan akhlaknya

    trie said:
    1 Juni 2009 pukul 05:30

    Kepada Bapak/Ibu/Sdr.i. pendukung Megawati-Prabowo,
    Jangan terjerumus dalam konflik/menjelekkan A atau B. silahkan bapak dan ibu datang/menghubungi Pusat informasi GEBRAKAN (Gerakan Bangkit Rakyat Nusantara)di Ruko Salemba Mas Jalan Salemba Raya No. 34-36. Jakarta Pusat. Di Sekretariat GEBRAKAN Bapak/Ibu/Sdr.i bisa mendapatkan informasi yang bapak/ibu/sdr.i inginkan. atau bisa menghubungi humas Gebrakan telp. 021 3212 9226. Gebrakan adalah pusat informasi dan dukungan relawan yang pro pada Mega-Prabowo. Mari bersama kita berjuang bersama untuk menghantarkan beliau menuju kursi RI satu dan RI dua. demi terwujudnya program ekonomi pro rakyat yang kita dambakan . Amin. Humas

    kai said:
    3 Juni 2009 pukul 00:36

    yup..setuju sama abdillah,,

    lagian klo make yang ketat dan terbuka kan menimbulkan pikiran yang tidak-tidak dari kaum pria yang melihat,, n dapat dipastikan mereka membayangkan yang lebih dari yang tampak,, nah kalo udah gitu kan repot masak se mau dijadikan sebab keburukan yang dilakukan orang lain (dalam hal ini kaum pria)??nggak kan,,
    jadi mending pake jilbab yang sebenar-benarnya…

    aurat itu kan termasuk suatu rahasia kita (apalagi kaum wanita) jadi sudah sewajarnya yang rahasia itu tertutup iya kan??masak sih kita mau rahasia orang lain mengetahui rahasia kita??ga kan..

    bukan berarti yg tdk berjilbab itu tdk shalihah,,hny saja kurang shalihah,, alangkah lebih baik dan mulia nya dan cantik kalo memakai jilbab,,^_^

    oiya ne sedikit dari saya
    bagi pria (termasuk saya):
    1.jaga lah baik2 saudara perempuan , anak perempuan, istri, ibu
    karena mereka begitu berharga dan tak ternilai oleh materi.
    2.janganlah kalian sakiti mereka, karena mereka lebih mulia dan lebih utama daripada pria

    bagi wanita :
    1.berbahagialah karena segala kelebihan dan keutamaan derajat kalian dibanding pria.
    2.jagalah slalu kelebihan dan keutamaan derajat kalian agar tak ternoda dunia..
    karena eh karena wanita itu “permata” dunia yang tidak ternilai harganya ^_^

    semoga bermanfaat….

    Nani Utarida said:
    6 Juni 2009 pukul 21:49

    Perintah memakai jilbab sudah jelas di Al Quran (33) Al Ahzab : Ayat 59 dan Al Quran (7) Al A’raaf : Ayat 26.
    Tinggal pakai aja gitu lho…. apa sih susahnya? Mau menunggu hatinya baik dulu? Insya Allah kalau sudah pakai jilbab, bisa mengekang tindak tanduk yang kurang baik, tidak ada ruginya kok. Ada lho… seorang ibu yang sudah cukup umur bilang “saya gak berani pakai jilbab karena saya masih galak, kurang sabar” galaknya bagaimana? “kalau di tempat umum, saya suka marah-marahin orang yang seharusnya ngantri tapi gak mau ngantri” akhirnya saya bilang “kalau gitu ibu salahnya 2x, sudah galak gak berjilbab lagi, cobalah pakai jilbabnya, kalau masih galak salahnya kan hanya 1x, galaknya saja, tapi ada 1 kebaikan, mau mengikuti perintah Allah”
    Benar gak ya??????

    edirosadie said:
    8 Juni 2009 pukul 16:04

    hm…sepertinya harus dibedakan pengertian antara sekedar mengenakan penutup kepala/kerudung dengan jilbab….

    lala said:
    1 Agustus 2009 pukul 13:26

    Kita memang masih sebatas mempertentangkan fisik, bukan hakikatnya.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s