Gila! Balita Bertingkah Seperti Anjing karena Diasuh Anjing-anjing Peliharaan Ayah

Posted on Updated on

Hari-hari belakangan ini, berita mengenai sikap sosok ayah tampaknya memprihatinkan. Kemarin, di sini diberitakan “Biadab! Ayah memperkosa 3 putrinya selama 32 tahun!” Hari ini, diberitakan bahwa seorang ayah menelantarkan anak balitanya dengan cara menyerahkan pengasuhannya kepada anjing-anjing peliharaannya. Ini dia beritanya dari Jawa Pos:

[ Sabtu, 30 Mei 2009 ]

Bocah Mowgli Rusia Bertingkah Laku bak Anjing

Ditelantarkan Orang Tua, Diasuh si Gukguk

MOSKOW – Usianya lima tahun. Tapi, Natasha Mikhailova belum bisa berbicara dan berjalan seperti kanak-kanak sebayanya. Dia malah berjalan dengan dua kaki dan dua tangannya, menjilat makanan dan minumannya, serta menggonggong layaknya gukguk. Ya, perilaku itu dia adaptasi dari anjing-anjing yang menjadi pengasuhnya selama ini.

Kemarin (29/5), foto Natasha dirilis untuk kali pertama. Dia diambil dari perlindungan para “pengasuhnya” awal pekan ini, setelah polisi menerima laporan dari salah satu tetangga yang mengintai flatnya. Rabu (27/5), bocah perempuan yang oleh media Rusia dijuluki Mowgli Girl itu dibawa ke Pusat Rehabilitasi Anak Nadezhda (Harapan). Bersamaan dengan itu, polisi menangkap orang tua Natasha yang tinggal terpisah.

“Kami harus berjuang keras mengeluarkan anak ini dari tempat tinggalnya,” kata Kepala Polisi Larisa Popova kepada Daily Mail kemarin (29/5). Menurut dia, Natasha tinggal bersama sang ayah, Viktor Lozhkin, dan kakek-neneknya di flat yang terletak di Kota Chita, Siberia, tersebut. Tapi, alih-alih menjaga dan merawat Natasha, Lozhkin malah mempercayakan sang putri diasuh anjing-anjing peliharaannya.

Sementara, ibu Natasha, Yana Mikhailova, sudah berpisah dengan Lozhkin dan tinggal di tempat lain bersama tiga anaknya. Sekitar dua tahun lalu, Natasha pernah dilaporkan sebagai korban penculikan oleh ibunya sendiri. Saat itu, Mikhailova menuding Lozhkin sebagai penculiknya. Sayang, laporan itu tidak ditindaklanjuti. Mikhailova juga tidak pernah berusaha mengambil sang anak dari tangan suaminya.

“Anak itu tinggal dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Flat yang ditempatinya sangat bau dan penuh hewan peliharaan,” lanjut Popova yang mengaku hampir pingsan mencium bau flat tersebut. Saat ditemukan, kata dia, Natasha mengenakan pakaian yang sudah usang dan robek. Dia juga terkesan takut pada orang serta bunyi-bunyi asing di sekitarnya.

Selama sedikitnya dua tahun terakhir, sejak dilaporkan diculik, Natasha “disekap” di dalam kamar bersama sejumlah anjing dan kucing. Pakar anak di Panti Nadezhda mengatakan bahwa keluarga Lozhkin memperlakukan Natasha layaknya hewan peliharaan. “Saat saya meninggalkan kamar, dia melompat ke arah pintu dan menggonggong. Bukan mengeong, tapi benar-benar menggonggong,” ujar Nina Yemelchugova, kepala panti.

Kini, Natasha mendapatkan pengawasan ketat paramedis di panti tersebut. Karena tidak pernah diperhatikan, apalagi mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pertumbuhan badan Natasha terhambat. Meski usianya lima tahun, dia tampak seperti balita dua tahun. “Nafsu makannya baik, tapi dia tidak bisa makan dengan layak. Dia melemparkan sendok yang disediakan dan langsung menjilat makanan dari piring,” kata Yemelgucha prihatin.

Yemelgucha berharap, Natasha bisa kembali normal dengan terapi pendidikan yang intensif. “Dia menunjukkan ekspresi senang saat seorang guru kesenian menggambar setangkai bunga,” ujarnya. Tapi, dia masih minder berada diantara teman-teman sebayanya. Dia cenderung menarik diri. Tapi, menurut pakar anak Panti Nadezhda, gejala itu wajar mengingat Natasha tidak pernah punya teman manusia.

Yekaterina Novikova, tetangga dekat Lozhkin, mengaku tidak pernah mengetahui keberadaan Natasha. Demikian juga dengan tetangga yang lain. Setahu mereka, hanya ada tiga orang dan tiga anjing di flat yang ditempati Lozhkin. Tiga anjing yang menurut para tetangga sangat galak itu sering diajak keluar untuk jalan-jalan. “Tapi, anak ini belum pernah kami lihat sebelumnya,” ujar tetangga Lozhkin.

Menurut Novikova, Lozhkin dan orang tuanya termasuk tetangga yang aneh. “Mereka sangat asosial. Sengaja hanya keluar di waktu malam atau dini hari supaya tidak bertemu orang lain. Setahu saya, mereka juga tidak pernah membuka pintu flat,” terangnya. Karena itu, wajar jika keberadaan Natasha tidak pernah terdeteksi para tetangga di kawasan pinggiran tersebut.

Psikolog menyebut kejadian itu Mowgli Syndrome (Sindrom Mowgli), mengacu pada karakter Mowgli dalam fiksi Jungle Book karya Rudyard Kipling. Dalam kisah fiksi tersebut, Mowgli diasuh dan dibesarkan oleh sekawanan serigala di hutan. (hep/ami)

Iklan

18 thoughts on “Gila! Balita Bertingkah Seperti Anjing karena Diasuh Anjing-anjing Peliharaan Ayah

    starlight21 said:
    30 Mei 2009 pukul 14:29

    kok ada ya kejadian seperti ini. Kalau nggak sanggup mengasuh anak, dibalikin aja lah sama ibuknya. Kalau beginikan sama aja menghancurkan masa depan anak sendiri.
    Terus terang aku agak bingung saat membaca postingan ini. Namanya mirip-mirip, jadi harus beberapa kali membacanya baru bisa mengerti isinya.
    Kasihan banget Natasha ini. Kalau makan, makanannya apa ya? apa sepiring sama gukguk?

    bundadontworry said:
    30 Mei 2009 pukul 17:49

    masya Allah, dizaman super maju seperti sekarang, kok ternyata masih ada ortu yg biadab, kenapa natasha gak diserahkan kepanti asuhan atau panti sosial ya ? benar seperti pepatah yg mengatakan kalau binatang sekalipun buas tdk akan mencelakakan anaknya, tetapi manusia kok…..?

    Mutiara said:
    31 Mei 2009 pukul 20:35

    Apakah kejadian demi kejadian seperti ditulis di atas
    mengisyaratkan bahwa bumi sebentar lagi akan kiamat 🙂

      bangun said:
      1 Juni 2009 pukul 10:23

      heh!..kamu!..jangan selalu mengaitkan segala sesuatunya dengan kiamat. itu urusan Tuhan. komentar dari sudut pandang yang lain aja.

        neilhoja said:
        3 Juni 2009 pukul 14:26

        emang kenapa? bukankah kiamat itu harus juga senantiasa kita ingatkan?

        ini kan biar kita ingat.. bahwa kiamat itu dah semakin dekat…

        Maman said:
        10 Juni 2009 pukul 12:42

        Saya hanya mau mengatakan, bukan memihak salah satu dari anda.

        Salah satu tanda kiamat adalah dimana Orang Tua lebih menyayangi BINATANG PELIHARAANNYA daripada keturunannya sendiri.

        Sang Pencipta tidak mengatakan kapan berakhirnya semua ini, tapi biar hambanya gak nerka2 Beliau memberikan penjelasan dan tanda2nya.

        Silahkan disikapi masing2

    hendry said:
    31 Mei 2009 pukul 21:58

    harus sayang dong sama anak tuh….itu ortu musti digebukin abis-abisan…

    Linda Musdalifah said:
    1 Juni 2009 pukul 09:29

    astagfirullah……..saya sangat prihatin kenapa kejadian seperti itu harus dialami oleh seorang anak yang tidak berdosa…….mudah2an hanya ada satu natasha yang diperlakukan seperti itu dan tidak ada natasha-natasha lain…..

    dhieeewhe said:
    4 Juni 2009 pukul 15:30

    kok tega ya ???
    naluri seorang ayahnya kemana to ??
    mungkin keluarganya udah agak2
    kasihan bgt 😦

    sari said:
    5 Juni 2009 pukul 15:32

    wawwwwwWWw…

    aNeH jUgA YaW,???

    KnP TeGa BaNgEt OrTu yA saMa kAkEk NeNeK yA,???

    PDhAL iTu cUcU yA sEnDiRi..

    jgN gItU DoNk,!!
    DiA KaN MaSIh KeCiL BgT

    Red Gear said:
    6 Juni 2009 pukul 02:23

    Aneh-aneh aja…

    Leli van regar said:
    8 Juni 2009 pukul 09:24

    Nauzubillah min dzalik.Kenapa tega ya,seorang ayah berbuat begitu,mendidik anak seperti itu.Anak adalah amanah dari Allah Swt,yang harus di didik dgn baik,dan akan dipertanggung jawabkan di kemudian hari kelak.Apa enggak takut tuh.

    chicha said:
    9 Juni 2009 pukul 13:22

    Masya Allah, tega bnr sih ayahnya !!!!

    lia said:
    9 Juni 2009 pukul 14:28

    dasar orang tua ngak ada perasaaaan!!!!!!!!!!!
    anak sendri di telantarkan..sampai binatang yg merawatnya..kasian sekali anaknya, gmana nanti besarnya kalau ditelatarkan bgtu..
    kalu ngak mau ngarawat anakny knp tdk diksih aza ama ibunya.. dasar laki2 emang tidak pecus ngurus anakkk

    Julax laraw said:
    26 Juni 2009 pukul 00:25

    Mkanya jgn suka pelihara anjng, untng mash ketularan karakternya, kalo ketularan rabiesnya gimana? Mending pelihara MANOHARA teruz serahin anaknya kedia biar ketularan cantiknya

    nuriati said:
    23 Juli 2009 pukul 11:02

    ko jahat kali seh bapak ya,tega kali melantar kan anak kandung ya sendiri.lebih baik ayah ya di penjara n dihukum setimpal sm perbuatan ya.ayah yang tidak punya otak n ayah yang tidak bertanggung jawab!!!!!!!!!!!!! itu tandaya hanya menghancur kan masa depam anak ya sendiri.lebih baik tidak usa buat anak ketimbang di telantarkn seperti itu.

    neni said:
    18 Agustus 2009 pukul 13:42

    aduh… sedih banget membaca artikel diatas, kok tega yah… seorang ayah memperlakukan anak kandungnya seperti itu. sebagai seorang ibu aku berdoa semoga tidak ada natasha2 lain yang diperlakukan seperti itu di belahan bumi manapun., semoga natasha bisa cepat pulih dalam masa teraphinya, dan tidak minder lagi sama temen2 sebayanya.

    jifer said:
    18 Februari 2010 pukul 12:06

    bagai mana cara munyusui balita tersebut…??

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s