Dalam keadaan semacam ini, pacaran menjadi HARAM

Posted on Updated on

Saya mau kosultasi masalah yang amat sangat pribadi, sudah hampir 3 thn saya menjalin hubungan [pacaran] dengan seorang pria, dia setahun lebih muda dibawah saya,berasal dari keluarga terpandang. kami satu angkatan saat kuliah. dia sudah wisuda, sedangkan saya sudah lulus dan sudah bekerja. hubungan kami sudah cukup jauh, sudah 2 kali saya menggugurkan kandungan saya, dengan alasan saya tidak mau menghambat karirnya, karena dia merupakan anak laki2 satu2nya di keluarganya yang merupakan tulang punggung keluarga. Jujur saja, saya sendiri tidak keberatan sama sekali klo harus mengandung anaknya, karena dari awal saya sudah bisa menerima konsekuensinya dan saya tidak mau menambah dosa lagi. tapi krn pacar saya takut mempermalukan nama baik keluarga dan akan menghambat karirnya maka saya memutuskan untuk menggugurkannya. Masalahnya saat ini orang tuanya tidak mau merestui hubungan kami, terutama ibunya beliau seorang kepala sekolah. padahal tadinya kami sudah mempersiapkan hubungan kami sampai ke jenjang pernikahan. tapi karena Ibunya tidak suka dengan saya, akhirnya pacar saya pesimis dengan alasan takut durhaka dengan Ibunya. awalnya hubungan saya dengan Ibunya baik2 saja, tanpa alasan yang jelas tiba2 Ibunya tidak suka dengan saya. saya sudah berulang kali meminta maaf kepada Ibunya, atas kesalahan yang sebenarnya saya sendiri tidak tau.tapi Ibunya tetap saja tidak mau mendengarkan permohonan saya, selama ini saya baru bisa meminta maaf lewat tlp, krn keadaannya tidak memungkinkan, kami tinggal dikota yang berbeda..tiap kali saya menlp Ibunya, pasti Ibunya tidak mau angkat, sampai saya harus menggunakan nomor lain, agar Ibunya mau mengangkatnya.sampai saat ini saya bingung apa salah saya, disatu sisi sikap pacar saya berubah menjadi dingin, dengan alasan dia merasa takut dengan saya, krn takut saya membuka aibnya didepan keluarganya. Apa yang harus saya lakukan saat ini? mana mungkin saya bisa melupakan Laki2 yg hampir memberikan 2 anak kepada saya? bagaimana cara saya meminta tanggung jawabnya atas apa yang kami lakukan selama ini? haruskah saya mengatakan kepada orang tuanya tentang kebenarannya? dan selama ini saya tidak berani cerita apa2 ke orang tua saya, mereka hanya tau hubungan kami baik2 saja. Apa yang harus saya lakukan untuk bisa merebut hati Ibunya, sementara Ibunya sangat keras, klo sekali tidak suka,tetap tdk suka.? Apakah Durhaka jika pacar saya menikahi saya?sementara watak Ibunya sangat keras,sampai2 pacar saya berkata Klo Saya dan dia dipaksakan untuk menikah, kami baru bisa bahagia kalau Ibunya meninggal. Sudah berkali2 tanpa putus asa saya menjalani istikharoh dan tahajud, tapi semakin lama perasaan saya terhadap pacar saya semakin kuat, hingga saya tidak bisa melupakannya. Mohon diberikan solusinya Mas, tentunya sesuai dengan ketentuan2 Islam.

Kasus semacam ini tak jarang kutemui. Saranku kepadamu adalah seperti yang kusampaikan di “Konsultasi: Sudah Terlanjur Menyerahkan Segalanya

Sebelumnya terimakasih atas solusinya, tapi ada pertanyaan yang masih mengganjal, bagaimana bila pacar saya berniat menikahi saya, maksudnya bagaimana cara menyikapi orang tuanya agar dia tidak menjadi anak yang durhaka? bila orang tuanya tetap keras, tanpa mengetahui yang sebenarnya.haruskah kami mengatakan yang sebenarnya atau kami mundur dan tidak jadi menikah?

Dalam kasusmu ini, karena dikhawatirkan terjadi zina yang berulang kali, maka hukum pacaran bagi kalian bisa menjadi haram. Dengan kata lain, bagi pasangan yang tidak mampu mencegah diri dari perbuatan zina, pacaran itu HARAM.

Karena itu, kalian tidak boleh pacaran lagi. Aku sendiri SANGAT menganjurkan dirimu untuk meninggalkan dirinya. Tapi kalau kau tetap bertekad hendak menikah dengannya, tentu aku tak bisa melarang. Toh kamu sendirilah yang akan merasakan suka-dukanya. Hanya saja, si dia seharusnya melamarmu “sekarang juga”. Sekadar “berniat” akan menikah itu belum memadai. Yang diperlukan adalah tindakan melamar! (Mengenai “aib” kalian, kalian tidak perlu membukanya. Lihat “Curhat: Mau nikah… pernah diperkosa“.)

3 thoughts on “Dalam keadaan semacam ini, pacaran menjadi HARAM

    idaelmunjir said:
    9 Juni 2009 pukul 14:42

    Allah selalu menjamin kehidupan hambahnya di dunia selagi mereka masi taat kepada Allah.

    Widhya said:
    9 Juni 2009 pukul 15:34

    Saya turut prihatin dengan kondisi yang mba alami saat ini…saya hanya bisa memberikan doa semoga 4JJ1 memberikan pilihan yang terbaik untuk kehidupan mba ke depannya…amin.Cuma ingin memberi saran sedikit..cobalah perbaiki ibadah mba, shalat istikharah tiap malam, n jadilah wanita yang lebih baik lagi dengan tidak melakuakn hal-hal yang dilarang agama,dan janganlah jera untuk selalu memohon ampunanya. Tenang aja Allah akan mengampuni setiap hambanya yang bertaubat dg sungguh2. Dan jangan khawatir dengan jodoh… apabila memang lelaki yang mba sayangi selama ini bukan jodoh mba… mungkin ada lelaki yang lebih baik yang sedang dipersiapkan Allah untuk mba…yang pastinya lebih baik dari pada lelaki yang tidak bertanggung jawab itu.Jangan terus memaksakan dia..memangnya mba menjamin apabila menikah dg dia hidup mba akan menjadi lebih baik? padahal ibunya tidak pernah merestui hubungan kalian?oh ya…belum tentu apa yang mba nilai baik di mata mba baik menurut Allah, begitu juga sebaliknya… So…dah deh mba jangan menyakiti diri mba sendiri..hidup ini cuma 1 kali.. yuks kita bersama-sama saling mendoakan semoga di sisa umur kita ini kita bisa menjadi akhwat yang lebih baik lagi, menjadi akhwat yang shalihah, amin.Maaf bukan nya saya ingin menggurui karena saya pun masih sedang proses untuk memperbaiki diri n mencari jati diri di hadapan Illahi.. semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Jefry Rianderu said:
    10 Juni 2009 pukul 13:09

    Mba …. ybk,
    Mungkin sebelum memutuskan untuk melanjutkan ataupun tidak melanjutkan hubungan, mba perlu sedikit melihat kembali ke belakang untuk mengingat hal yang mendasari hubungan pada awalnya. Kalau hubungan yang pertama kali diawali dengan rasa saling suka saya kira pasti ada jalan keluarnya. Hal-hal di bawah ini mungkin dapat dijadikan pertimbangan :
    1.Jika yang lebih dahulu menyatakan rasa suka adalah pacar anda saya kira dia pasti masih punya rasa tanggung jawab, tinggal mbak jangan sampai putus asa untuk mengkomunikasikan ini dengan dia. Jika ada kesempatan untuk mengobrol panjang lebar dengannya ceritakan semua hal-hal yang indah selama kalian bersama, kalau boleh hingga dia sadar kalau keputusan untuk melakukan hubungan badan adalah tindakan yang dilakukannya secara sadar, bukan di dasari napsu.
    2. Jika yang menyukai lebih dulu adalah mbak memang agak sulit karena dia merasa di sukai. Biasanya dalam kasus seperti ini, lelaki cenderung lepas tangan dan merasa tidak bertanggung jawab. Jadi sebaiknya jangan di paksakan karena akan lebih banyak merugikan mbak sendiri suatu saat nanti.
    3. Mungkin sebaiknya anda tetap datang ke rumah pacar anda dan jangan berusaha menentang sikap ibunya,kalau perlu tunjukan sikap positif terhadap ibunya. Mungkin ketidaksetujuan ibunya lebih karena belum mengenal mbak secara dekat. Kalaupun pernah berkenalan sebelumnya, cobalah merubah sikap dan berusaha merebut simpatinya. Dengan begitu mungkin persepsi ibunya tentang anda akan berubah.
    4. Persoalan lainya adalah pacar anda kesulitan (takut) menjelaskan ke orang tuanya yang terpandang itu tentang hubungan kalian. Jadi mungkin kalau kasusnya seperti ini, kehadiran mba di rumahnya yang dengan tabah mendengar celotehan ibunya bisa menimbulkan pertanyaan bagi orang tua pacar anda. Mungkin dengan itu orangtuanya mau menanyai anaknya, sehingga tidak perlu memutuskan hubungan.
    5. Tentu usulan saya ini dapat bermanfaat jika kita dalam menyelesaikan masalah meninggalkan EGO kita masing-masing dan lebih fokus pada persoalan “mengapa hubungan ini harus di pertahankan”

    Semoga bermanfaat !🙂

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s