Pacaran… tetapi secara islami

Posted on Updated on

[0] saya kurang sependapat dengan pemaparan saudara mengenai pacaran, karna menurut pandangan saya pacaran itu banyak mudharatnya.
1. pacaran itu ikatan uang mengikat hubungan laki-laki dan perempuan tanpa ada hukum yang sah menurut islam seperti nikah.
2. nabi muhammad yang menurut saudara pernah pacaran , menurut saya itu bukanlah pacaran melainkan sebatas kontrak kerja dengan khatidjah, dan jika terdapat perasan suka itu tidak ada ikatan yang mengikat.
3. dan ikatan itu bila tidak terjalin dengan baik akan menimbulkan patah hati (istilah dalam pacaran), dan itu akan merusak hubungan persaudaraan sesama muslim, bahkan tak jarang ada seseorang yang bunuh diri gara-2 putus pacaran.

[4] mohon maaf jika pemaparan saya sebelumnya kurang tertata dengan baik, tapi yang perlu anda koreksi ialah pernyataan anda yang menyatakan nabi pernah pacaran. karna pendapat anda mengenai pacaran bisa menjadi sebuah alasan seseorang berpacaran yang secara tidak langsung mengarahkan kepada perbuatan zina… [5] iya kalo langsung nikah kalo masih main-2. he…he… kan kalo memang mau serius langsung nikah saja… [6] kan ALLA SWT sudah menjamin laki-2 baik akan mendapatkan wanita baik-2 (Al-Qur’an) [7] jadi pernyatan untuk mengenal itu hanyalh sebuah alasan saja.

Jawaban M Shodiq Mustika:

0) Kita boleh berbeda pendapat. Kalau bagimu “pacaran itu banyak mudharatnya”, aku mendukung sikapmu untuk tidak pacaran. Namun aku juga mendukung saudara-saudara kita lainnya yang berpendapat bahwa “tanpa pacaran, mudharatnya lebih banyak lagi”.

1) Masalah ikatan pranikah dalam Islam telah kubahas di “Diskusi: Janji Menikah Tapi Belum Khitbah” .

2) Definisi pacaran itu ada banyak, tergantung pada sudut pandangnya. Dalam sudut pandang tertentu, memang percintaan Khadijah r.a dan Muhammad saw. itu bisa saja tidak kita anggap sebagai pacaran. Namun dengan sudut pandang lain, hubungan mereka dapat kita pandang sebagai pacaran. Intinya, dengan menyadari bahwa definisi pacaran itu banyak, kita bedakan antara pacaran yang tidak islami dan pacaran yang islami. Karena itulah, aku tidak sekadar mengatakan bahwa “Nabi Muhammad saw. pernah pacaran”, melainkan juga menambahinya dengan penjelasan “tetapi secara islami“.

3) Putus cinta, patah hati, dan bahkan putus silaturrahim tidak hanya terjadi pada pacaran, tetapi juga pada pernikahan. Bahkan, putus cinta pada pernikahan itu lebih menyakitkan. Sungguhpun demikian, pernikahan tidaklah lantas menjadi haram hanya karena dapat mengakibatkan patah hati yang amat menyakitkan.

4) Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak sekadar mengatakan bahwa “Nabi Muhammad saw. pernah pacaran”, melainkan juga menambahinya dengan penjelasan “tetapi secara islami“. Dengan secara islami, kita TIDAK mengarah kepada perbuatan zina.

5) Dalam urusan yang bukan darurat, yang lebih serius bukanlah yang “langsung”, melainkan yang dengan persiapan lebih dulu sematang-matangnya, sehingga tidak main-main. Begitulah yang diajarkan dalam ilmu manajemen.

6) Jaminan Allah “laki-2 baik akan mendapatkan wanita baik-2″ itu benar. Supaya menjadi baik, tentunya kita perlu mengikuti petunjuk-Nya. Allah sudah memberi kita petunjuk untuk berikhtiar semaksimal mungkin, maka mestinya petunjuk-Nya ini kita ikuti.

7) Semua amal kita justru harus ada alasannya. Kita jangan beramal secara asal-asalan! Innamal a’maalu bin niyaat. (Sesungguhnya amal itu [bergantung] pada niatnya.)

Demikianlah jawabanku, semoga cukup jelas.

33 thoughts on “Pacaran… tetapi secara islami

    pitaxxx said:
    6 Juni 2009 pukul 06:08

    assalam…
    saya tidak begitu mengerti tentang pacaran islami..tpi alhamdulillah saya g pacaraan..:D
    salam kenal ^^
    kunjungan balik sangat diharapkan

      m.habibi said:
      11 Juni 2009 pukul 16:21

      salam persaudaraan,boleh knln g saya habibi dari lombok ,baru pertama coba bertmn lewt internet.mf sblmx lok g boleh

        nurie said:
        25 Juni 2009 pukul 09:47

        saya sangat setuju denga gaya pacara yang islami yang anda kemukakan…………..
        semoga menjadi contoh bagi para kaula muda.

      xxxerrrif said:
      28 Desember 2009 pukul 20:10

      iya sama gue jga ga pacaran tapiiiiiiiiiiii gue cuman manusia biasa yang pernah jatuh cinta dan harus menahannya hingga hati ini nyata cintanya kepada Allah…

    wahyu am said:
    6 Juni 2009 pukul 06:08

    hmm, pacaran islami.. boleh jugag🙂

    Blog jelek, Jangan DI KLIK !!

    Hend said:
    6 Juni 2009 pukul 10:48

    Mungkin maksud anda baik , mengarahkan org yg sedang pacaran ke arah islami, tapi istilah yg bapak pakai mengundang kontroversi, dan membuat org salah memahaminya.

    azrul said:
    7 Juni 2009 pukul 00:07

    “q sependapat dengan ms sodik, karena bagaimanapun juga qt g bisa munafik tentang pacaran”
    q jg dah brpa x pcran, tp maaf ( bukan scra islami )
    dan selama q melakukan itu smua, q selalu dihantui rasa slah, slah ma ortu trlbih slah pd Alloh SWT…..
    hingga suatu saat q ‘sadar’ akan prbwtanqu, dan q brusaha g msuk dlam dunia yg skrang in lg trend itu( pcran )
    q brusha dan brsha,,,tp ap daya q g bsa jg…hingga q mnmukan artikel ini…”pcran scra islami” q antusias skali dg artikel in…
    dan pngin ngedalaminya lg…
    mksih y mas sodiq…

    tya said:
    7 Juni 2009 pukul 11:04

    yach,, menarik juga sich kalau pacaran secara islami. berarti kita punya batas – batas tertentu yang harus kita jaga dalam menjalin hubungan dengan orang lain…. sebenarnya kalau menurut aku pacaran secara islami tu sama ja dengan berteman, cuma bedanya kita lebih dekat mengenal sifat seseorang… hehehe

    kai said:
    7 Juni 2009 pukul 23:19

    hm…mungkin istilah pacaran islami masih terdengar aneh he he

    kalo gitu ditambahi aja jadi “pacaran secara islami” he he he

    araralututu said:
    10 Juni 2009 pukul 13:34

    “Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”

    gusto said:
    12 Juni 2009 pukul 13:51

    hee,,heee,,,,,bener juga tuh commentnya,,,,kan klo dah terlanjur pnya pacar mask mau d puts gtu aza,,,,nanti malh bisa sakit hati,,,,

    makeurmove said:
    14 Juni 2009 pukul 11:12

    Apa tiap semua yg berembel2 secara Islami tu jadi baik dan boleh gitu ya??
    Judi secara Islami, zina secara Islami, mencuri secara Islami..
    Hmmmmm..aneh!!

    Yugo said:
    19 Juni 2009 pukul 07:02

    Bismillahrrahmanirrahim,

    Maaf, kalau boleh tau apa definisi “Pacaran” yang sesuai syariah itu?

    Maaf, bagaimana dengan ayat berikut?:

    “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q:S Al-Israa’:32)

    “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman (kaum mukminin): “Hendaklah mereka menundukkan sebagian dari pandangan mereka dan hendaklah mereka menjaga kemaluan mereka….” (Q:S An-Nur: 30)

    Mendekati saja sudah tidak boleh. Lalu apa itu “mendekati zina”? dalam hadits disebutkan:

    “Telah ditulis atas anak adam nasibnya (bagiannya) dari zina, maka dia pasti menemuinya, zina kedua matanya adalah memandang, zina kakinya adalah melangkah, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan dibenarkan yang demikian oleh farjinya atau didustakan.” (HR Bukhari & Muslim)

    “Tidaklah seorang lelaki berdua-duaan dengan wanita yang bukan mahramnya kecuali yang ketiga adalah setan.” (HR. Tirmidzi, disohihkan oleh Al-Albani)

    Maaf, lalu bagaimana melakukan “Pacaran Islami”? Apakah itu pacaran yang dilakukan dimana wanitanya tidak sendirian (ada muhrimnya) tapi dengan saling menunduk (antara sang pria dan wanita) dan tanpa berpegangan tangan?

    Wallahu’alam…

    fhebyo said:
    23 Juni 2009 pukul 09:09

    kalo intinya untuk menuju pernikahan..ganti aja kata2nya dengan Ta’aruf,jadi bukan pacaran.karna tidak ada pacaran di dalam islam,lebih baek bapak berhati2 sedikit,karna Allah Maha Menyaksikan

    nurie said:
    25 Juni 2009 pukul 09:57

    kalo saya lebih senang dengan perkenalan terlebih dahulu perkenalan, supaya kita mengenal karakter orang yang akan menjadi pendamping hidup kita kelak……
    tapi semoga tidak menjadi dosa dan kemudhorotan…..

    Jhon said:
    29 Juni 2009 pukul 11:23

    Semunya kmbali kpd niat kita masing2 apa tujuan kta pacaran? Klau tujuan nya pndkatan pranikah blh2 aja.tp klau tujuannya buat main2 mngkin kta akan mudah trjrumus kdalam hal2 yg tdak di inginkan.

    lestari said:
    30 Juni 2009 pukul 19:45

    Wah ini saya suka istilahnya.
    Pacaran secara islami.
    Ini lebih realistis untuk sekarang ini, sesuai konteks jaman tanpa meninggalkan jalan kebenaran.

    Salman El Farisi said:
    7 Juli 2009 pukul 20:52

    menurut saya,islam tidak mengenal kata pacaran…
    dan kita harus mengembalikan makna pernikahan itu bukan senang ngga senang,suka ngga suka,cinta ngga cinta…
    pernikahan itu adalah ibadah….kita menikah karena ALLAH bkn karena,sama seperti kita sholat,dzikir,sedekah,membesarkan anak,kerja,dll…suka ngga suka kita harus menjalankannya dg LILLAHI TA’ALA…apa kita boleh ngga sholat krn tempatnya ngga bagus,indah,atw ngaa suka menurut kita…senang,benci itu milik ALLAH…
    PERNIKAHAN adalah salah satu alat menuju jalan-NYA..termasuk pasangan kita…cocok tdknya,anggap dia sebagai sarana penguji iman kita…klo baik,jangan sampai mencintainya melebihi cinta kita kpd ALLAH SWT..begitu jg klo buruk,jadikanlah dia sbg sarana mendapat RIDHO ALLAH…krn klo kita terzholimi,dan masih bertahan iman kita utk tdk melakukan hal yg tdk disukai ALLAH,meskipun itu halal,insyaALLAH..ALLAH ngga akan diam…INGAT…kitab kita org muslim bukan “JAMAN” tapi AL-QUR’AN…!!!

    rere said:
    1 Agustus 2009 pukul 23:32

    asslm wr.wb…

    yah,,,mas,,,jadi dari pada kita ribet2 berdebat yang gak jelas,,,intinya gini pacaran sendiri itu klo menurut islam ( yang saya baca dr 30 judul buku, dan tanya ke beberapa ustad) itu gak ada,,,bhsa jawanya mboten enten

    trus,,kenapa ada pcran islami???ya karena yg ngelakukannya orang islam ( mungkin tameng aja yah,,tapi wallohualam) klo mw pacaran mah y pacaran aja,,cuma gk usah dikasih embel-embel islami (pliiiisss,,,jgn kambing hitamkan lagi islam) menurutku sih mendingan di ganti aja nama jd pacaran yang baik, krna ane pikir ( setelah melihat beberapa tulisan yg ente bwt) itu berlaku universal,,bukan islami,,ini bkn kritik,counter attack,apalagi counter teroris,,,hehehehe,,cuma masih bingung aja,,kok bisa pacaran disebut pacaran yang islami, apalagi sebelum nikah,,yang di maksud ikhtiar tuh kan berusaha, bkn berarti berusaha matian2 utk dekat dalam waktu yang lama, seperti pacaran skrg (klo gitu mah ntar balik lagi klo pacaran islami tuh ada) ikhtiar tuh jika kita sudah siap semuanya utk menikah..kan ada taaruf,,,nah klo udah nikah, okelah seperti yang kamu blg gk mungkin pacaran sesudah nikah,,,why??krn seperti manusia yang udah lahir jadi janin,,walaupu sebenarnya ada juga janin yang bisa lahir ( namanya prematur)jadi klo dilihat dari sana berati,,makin kuat aja dong, klo pacaran tuh aslinya gk ada,,lah wong manusia aja gk bisa jadi janin???klo janin kelamaan jadi manusia ( dimisal pcrn islami > 2thn= janin menjadi manusia) wahh kasian dong mas ibu2,,skali lagi,,ini bukan kritik, counter attack, ato apalah. saya juga gak pro/anti dgn pacaran..cuma yang bikin saya sedih tuh kenapa harus diksih embel2 nama islami??/padahal klo disebut pacaran yang baik secara universal itu lebih setuju,,masalah seseorang blh/tidaknya pcaran itu kembali kepada individu masing saja( maklum ilmu saya belum setinggi anda yang dgn gampangnya bilang pacaran islami itu ada) saya cuma mw bilang utk terakhir kali,,klo di islam tuh gk ada yang namanya Pacaran islami, Pacarannya sendiri gk ada.

    R A T N A said:
    6 Agustus 2009 pukul 21:22

    kasian banget, agama sendiri di dompleng buat sebuah kata yang norak..”pacaran” hih.. dan jelas2 mengandung arti yang lumayan negatif..

    gak pegangan tangan, namanya gak pacaran..

    achmad said:
    19 Agustus 2009 pukul 15:42

    aslamkm…
    menurut ana “antum harus berhati-hati dalam berpendapat, karena jika pendapat itu salah dihadapan ALLAH SWT maka antum akan mendapatkan dosa dan apabila pendapat itu diikuti oleh orang banyak maka antum akan mendapat dosa sebanyak orang yang mengikuti pendapat antum”
    tolong berikan ayat atau hadits yang memperbolehkan PACARAN.
    mohon maaf jika menyinggung hati antum…
    terima kasih sebelumnya dan harap dipertimbangkan

    wassalam

    dickeyh said:
    26 Agustus 2009 pukul 04:51

    klo menurut saia pacaran itu hanya jika kalian ingin serius menikah dengan pacar anda, butuh kesiapan juga dalam berpacaran ini,. misal anda sudah cukup mapan (bekerja). dan pacaran disini adalah untuk sebatas mengetahui karakteristik dan perkiraan sifat bagaimana sang pacar kelak menikah nanti. jaman sekarang ini kita udah ga tau mana orang yang baik mana yang buruk. kalo kita gag mengenalnya lebih dulu nanti malah cemburu buta pada saat menjalani pernikahan kan gag lucu..inget yaa pernikahan gag 100% kedua pasangan berkata jujur pada pasangan nya. pasti ada yg dirahasiakan juga. ya demi menjaga hati dari pasangan nya itu sendiri siyh…
    namun kalo terungkap sifat yg tidak disukai oleh pasangan nya gimana coba???
    ..nahhh..
    jadi pacaran itu hanya untuk sebatas mengenal bagaimana sifat dan karakteristik dari calon istri /suami saja..
    dan pikiran manusia itu bisa di manage looh…
    itulah hebatnya manusia.. Maha Suci Allah menciptakan manusia sedemikian rupa kompleksnya.
    dengan kita berdzikir dan berniat untuk menjalankan pacaran hanya sebagai perkenalan terhadap calon pasangan hidup saja…
    ingeett…segala sesuatu tergantung dari niat..
    naaahh.. kebanyakan orang itu berpacaran bukan untuk mengenal pasangan hidup namun hanya untuk senang2…
    itu yang salah dan harus nya gag boleh…

    wallahualambishawab..

    maav klu ada kata2 yg salah mohon dikoreksi..

    wass…

    Kawaii said:
    4 Oktober 2009 pukul 05:49

    Bismillah. . .
    Assalamu’alaikum wr.wb. . .

    Menurut saya,pacaran itu tidak boleh. Semua jenis pacaran selain sudah niKah. Bahkan dengan kata “pacaran secara islami” (dalam deFinisi sblm nikah) tetap tidak diboleh kan. Kalo memang ada seperti apa to? Pacaran gak pandangan,gak berduan,gak pengen saling miliki. Tapi nyatanya gak ada yang seperti itu. Walau perbuatan gak menunjukkan,tapi rata2 hati yang zina. Kalau definisi saya “pacaran secara islami” hanya setelah nikah. Coba dipikir ulang tentang kata pacaran secara islami?Saya kurang setuju bila pacaran dengan niat mengenal karakter sebelum nikah. Bagaimanapun kita manusia, apakah kita mampu menjaga kemaluan kita dan tidak mendekati zina selama pacaran tadi (untuk mengenal sblm nikah). Dalam pacaran, bisa saja pasangan kita menutupi watak aslinya. . .jadi jangan dikasiH alasan hanya untuk mengenal. Apabila pasangan tidak cocok terus, apakah kita pacaran terus buat mengenal karakter nya. Boro2 cepet nikah malahan nanti jadi zina. Sudahlah yang penting serahkan jodoh d’tangan-Nya, kalo sudah waktunya pasti dikaCiH dch. Lagian untuk mengenal bisa lewat ta’aruf. Biasanya tidak ada yang ditutupi. Kan “laki2 yang baik, akan mendapatkan wanita yang baik pula”and sebaliknya.

    ^^ afwan ya jika ada kata2 yang menyinggung secara langsung atau tidak langsung.

    SyukroN for Allah SWT, n’semua pengunjung blog ini.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    (kalau pengen diskusi apa z,kalo aku tau l0! Slhkn d’email saya kawaii.siwi@yahoo.co.id)

    syafa said:
    13 Oktober 2009 pukul 14:47

    alhamdulillah… dg adanya pemaparan diatas….mudah2n dapat mnjdi contih bagi klgan muda skrg….
    klw bisa ank muda skrg tu bnyk mbc mjlh islm….dan l bs smw pcran stlah mnkah……thanx

    Priprakoso said:
    22 Januari 2010 pukul 15:01

    Bang shodiq yg sdang atau bru belajar menulis, saya sarankan anda blajar d media private lbh dlu, tlisan anda penuh dgn muatan liberal, ada baiknya blajar islam dgn lurus sesuai quran n sunnah, bkn hanya dgn akal pikiran manusia yg sngt trbatas, trlbih bcara soal islam, mujizat, wahyu, dsb, itu dluar kmampuan mansia, Allah akn memblas kbaikan skcil biji zarah bgtu sbliknya, mumpung msh dberi waktu bertaubatlah, wallahu’alam

    eko said:
    24 Maret 2010 pukul 11:28

    aq akn menjaga agar diri ini tetap pada jlur agama yang suci ini……dan kan trusss brusaha untuk yang lbih baik dari hari ini

    tyas said:
    17 April 2010 pukul 10:22

    bgus bgt

    komunitas stop pacaran said:
    24 Maret 2011 pukul 12:32

    pernah gk kalian baca buku i kissed dating goodbye by joshua haris,.?? Di buku tersebut secara jelas ada beberapa alasan mengapa pacaran tdk dapat di jadikan sebagai jalan untuk menemukan jodoh,. Enn tau gk joshua haris itu seorang pendeta yg menyarankan agar kita berpikir kembali untuk berpacaran,.. Klw pendeta saja berkata begitu, bagaimana dgn kita sebagai orang islam,.??? Haruskah mereka ( orng nasrani ) yg mesti mengingatkan kita tentang bahaya pacaran,.??? Bukankah dlm Al-quran dan hadist secara gamblang menjelaskan bahwa janganlah kita mendekati zina,.??? berpikirlah sejenak,. Salam dariku,..
    Komunitas stop pacaran

    anonim said:
    30 Desember 2015 pukul 12:28

    Assalamu’alaykum wr. Wb
    Maaf saya tidak setuju mengenai pendapat anda dengan pacaran islami, mengapa kata islami digunakan untuk suatu perbuatan maksiat? Karena sudah jelas bahwa itu adalah perbuatan maksiat dengan segala mudaratnya.
    Terkadang saya heran apakan kata ‘islami’ seolah2 dijadikan sisipan kata agar terlihat menjadi suatu perbuatan yang baik?
    Karena disadari atau tidak telah kita ketahui sepertihalnya bank ‘syariah’ yang penggunaan katanya seakan menunjukkan telah mengikuti syariah islam namun kenyataannya hal itu tetaplah riba yg diharamkan oleh Allah SWT.
    Lantas saya harap jangan pernah menambahkan kata2 seperti diatas (ex. Islami) pada perbuatan yg memang diharamkan sehingga seolah2 terlihat halal.
    Maka jika ini terus dibiarkan bisa saja kata2 islami digunakkan utk perbuatan buruk lainnya contoh judi islami, ramalan islami… yang tentunya akan menjadi kesalahan yang sangat amat fatal.
    Terima kasih atas perhatiannya semoga bisa mengambil hikmahnya. Aamiin.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s