Malaysia juga protes karena TNI pun pernah melanggar perbatasan

Posted on

Malaysia memahami protes Pemerintah dan rakyat Indonesia mengenai pelanggaran kapal perang Malaysia terhadap wilayah Indonesia. Tetapi, Malaysia juga menyampaikan nota protes kepada Pemerintah RI karena Tentara Nasional Indonesia (TNI) pernah melakukan pelanggaran perbatasan sebanyak 13 kali. Ini dia berita selengkapnya:

07 Juni 2009 | 16:31 wib | Nasional

Malaysia Tidak Akan Berperang Dengan Indonesia

Jakarta, CyberNews. Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, di Kompleks Pusat Pemerintahan Ibukota Malaysia, ‘Putrajaya’, menyatakan kepada delegasi Parlemen Indonesia, pihaknya tidak akan berperang dengan Republik Indonesia.

“Kita tidak akan berperang dengan Indonesia. Ya, pakaian tentara Diraja Malaysia itu (pakai) produk ‘Sritex” Indonesia. Bagaimana kita perang,” kata anggota Komisi I DPR RI, Effendy Choirie, Minggu pagi, mengutip pernyataan langsung Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia itu.

Kutipan pernyataan itu disampaikan pentolan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR RI melalui hubungan telefon internasional, langsung dari Kualalumpur, Malaysia.

Effendy Choirie menambahkan, pernyataan itu lahir spontan dari Menhan Malaysia, ketika dia bersama rekannya sesama anggota Komisi I DPR RI, Ali Mocthar Ngabalin (Fraksi Gabungan Bintang Pelopor Demokrasi) dan mantan anggota Komisi I DPR RI, Ade Daud Nasution, datang langsung menyampaikan dua hal penting kepada Pemerintah Malaysia, Sabtu tadi malam (6/6).

Menhan Keturunan Jogya
Melalui Menhan Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, Effendy Choirie dkk menyampaikan protes keras atas sikap Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang bertindak provokatif di wilayah perairan Republik Indonesia, khususnya di Blok Ambalat.

“Jadi yang pertama, kami menyampaikan protes kepada Pemerintah Malaysia melalui Menhan Malaysia itu, agar tidak melakukan provokasi di perbatasan perairan Blok Ambalat dengan mengoperasikan patroli-patroli militer yang melewati garis batas kedaulatan wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Kedua, lanjutnya, secara khususnya Effency Choirie meminta kepada Menhan Malaysia yang juga sahabat lamanya itu, untuk menjadikan jabatannya sebagai sarana mempercepat penyelesaian sengketa antara dua negara serumpun ini, khususnya soal Blok Ambalat.

“Sebagai orang penting nomor tiga di Malaysia, Menhan yang keturunan Jogya ini yang baru tiga bulan menjabat posisi tersebut, kami mengajaknya untuk mari menjalin persahabatan yang lebih erat lagi. Semua masalah diselesaikan secepatnyalah,” kata Effency Choirie yang berjuluk Gus Choi ini.

Malaysia Balik Protes

Menanggapi protes dan beberapa permintaan dua anggota DPR RI itu, demikian Gus Choi, Menhan Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi segera memberikan tanggapan positif.

“Pertama, pihak Malaysia memahami protes Pemerintah dan rakyat Indonesia. Tetapi, dia juga menyampaikan nota protes kepada Pemerintah RI karena Tentara Nasional Indonesia (TNI) pernah melakukan pelanggaran perbatasan sebanyak 13 kali,” ungkap Gus Choi mengutip Menhan Malaysia.

Kedua, lanjutnya, Menhan Datuk Seri Ahmad Zaid Hamidi juga berjanji, selama menduduki jabatannya sekarang, akan berusaha mempercepat proses penyelesaian sengketa RI-Malaysia tersebut.

“Beliau berujar, agar ‘ukhuwah wathaniyah’ Indonesia-Malaysia harus makin dieratkan dan saling menguntungkan,” kutip Gus Choi.

Terkait Masalah Ekonomi

Menhan Datuk Seri Ahmad Zaid Hamidi melalui Gus Choi dan Ali Mocthar Ngabalin juga mengungkapkan, sesungguhnya sengketa Blok Ambalat bukan hanya soal perbatasan, tetapi masalah ekonomi.

“Inilah persoalannya. Kalau hanya perbatasan, mungkin sudah lama rampung. Tapi karena ada potensi ekonomi, maka kami harus serius, teliti dan hati-hati. Tetapi pada prinsipnya, kita harus bertetangga yang baik,” kata Menhan Malaysia lagi sebagaimana disampaikan Gus Choi lebih lanjut.

Datuk Seri Ahmad Zaid Hamidi kemudian berkelekar, demikian Gus Choi, “kita tidak akan berperang dengan Indonesia. Ya, pakaian Tentara Diraja Malaysia saja itu pakai produk ‘Sritex’ Indonesia. Bagaimana kita perang?.”

( Ant / CN13 )

Mengapa sama-sama saling melanggar? Penyebabnya antara lain sebagai berikut:

Selasa, 26/05/2009 19:05 WIB

KSAL: Kapal Malaysia Masuk Ambalat Karena Perbedaan Penafsiran

M. Rizal Maslan – detikNews

Jakarta – Kapal Malaysia kerap masuk ke kawasan Indonesia. Peristiwa ini bisa terjadi karena adanya perbedaan penafsiran mengenai peta wilayah.

“Masih terjadi perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Malaysia di Ambalat. Peta yang digunakan berbeda,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno usai menandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Lahan dan Bangunan Pertamina di Pangkalan Berandan, di Gedung Pertamina, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2009).

Oleh sebab itu,Tedjo mendorong agar Departemen Luar Negeri sebagai penjuru perundingan perbatasan untuk mengintensifkan pembahasan masalah tersebut.

“Masalah harus segara diselesaikan, karena aparat di lapangan yang sering bergesekan. Masing-masing militer mendapat tugas untuk mengamankan wilayah. Padahal, secara personal antar petinggi Angkatan Laut berhubungan baik,” jelasnya.

Tedjo pun mengatakan, di Ambalat sendiri pihaknya telah menurunkan enam buah kapal perang secara bergiliran. Kapal ini berpatroli dengan kerjasama dengan Kesatuan Patroli Laut dan Pantai, Departemen Kelautan dan Perikanan, serta Polri ikut membantu mengawasi gerak-gerik armada Malaysia.

“Belum ada bentrokan. Mereka selalu mau saat diusir keluar,” ungkapnya.

(zal/ndr)

Iklan

4 thoughts on “Malaysia juga protes karena TNI pun pernah melanggar perbatasan

    […] Kami juga memberitakan bantahan dari pihak Malaysia. Diantaranya: “Blogger Malaysia Tuduh Manohara Fitnah Fakhry” dan “Malaysia juga protes karena TNI pun pernah melanggar perbatasan“ […]

    alifian said:
    10 Oktober 2009 pukul 09:44

    kalaumisal nya indonesia menang bagai manaperasaan kalian

    alifian said:
    10 Oktober 2009 pukul 09:45

    bagai mana kalau ambalat direbut oleh malaysia

    Rio Pambudi said:
    17 April 2016 pukul 10:52

    Sebagai bangsa nomor 1 Di Asean, Pemerintah Indonesia & TNI Khususnya. Jangan sampai kita bertindak Gegabah. Karna Sekecil apapun. Tindakan Yang kita lakukan. Pasti akan Menjadi Sorotan Dunia

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s