Konsultasi: Ingin Jalani Hubungan Yang PASTI

Posted on Updated on

Salam kenal pak.. Nama saya Dita. Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat, karena postingan yang ada di web bapak, cukup membuka pikiran saya tentang Pacaran secara Islam. Saya kagum, karena apa yang bapak sampaikan cukup bisa dimengerti dan dipahami oleh saya..

Baik pak, kali ini saya ingin sedikit bercurhat tentang perasaan saya dengan seorang pria yang saat ini sedang dekat dengan saya.
Awalnya, kita memang teman satu kampus. Pertama kali saya melihat dia, saya kurang tertarik, karena saya melihat dia itu tipe pria yang suka “Tebar Pesona”. Saya anggap dia biasa-biasa saja. Setelah berapa lama, kami kenal hanya sebatas teman saja.
Kedekatan kami pun itu diluar perkiraan saya sebelumnya.. Pada waktu itu kampus saya sedang mengadakan acara yang bertemakan “Malam Keakraban”. Pada acara itu, ternyata Dia dan saya sama-2 ikut.
Bisa dibilang, ini awal mula saya dan dia bisa sama-2 dekat sampai sekarang. Ketika itu, saya dan dia tidak sengaja keluar untuk jalan-2. Selama perjalanan kami sharing tentang apa saja. Sampai pada akhirnya, ketika kami tiba di kampus.. Dia menunjukkan perhatiannya kpd saya. Memang kita sempat tuker2an nomor telpon, dari situlah kami bisa saling dekat.
Sampai pada akhirnya, setelah acara itu, saya dan dia menjadi dekat. Dan, beberapa bulan kemudian dia bilang suka sama saya. Jujur saja saya senang, karena saya berpikir bahwa untuk saat ini memang saya sedang “sendiri alias jomblo”. Saya cukup senang. Tapi, saya heran, ketika dia bilang suka sama saya, dan tinggal memutuskan untuk “Jadian” dia bilang dia takut untuk menyakiti saya.
Saya memang cukup tahu sejarah dia dgn para wanita cukup banyak. Tapi, saya merasa yakin dengannya.. karena saya melihat dia dari segi agama. Saya akui dia punya kelebihan di sisi itu.
Saya cukup sedih, karena dia hanya menyatakan suka pada saya tanpa berani memutuskan status yang pasti kepada saya.
Tapi, dimata dia, dia menilai saya berbeda dgn wanita-2 yg pernah dia kenal..
Dia, bilang saya perempuan yang tdk banyak tingkah, kalem dan penurut.
Langsung saja, sampai dengan hari ini, saya masih menyimpan rasa untuk minta kepastian hubungan darinya.. karena teman2 di kampus saya sudah menyangka kalo saya dgn dia sudah “Jadian”. PAdahal sejauh ini, kita berdua hanya sebatas pernyataan saling suka saja..

Yang saya mau tanyakan adalah :

1. Apa yang harus saya lakukan,ketika saat ini saya ingin hubungan ini manjadi PAsti untuk saya jalani..? Saya hanya tidak ingin waktu saya terbuang untuk berharap yang tdk pasti?

2. Tetapi, disatu sisi saya masih takut untuk minta kepastian darinya tentang hubungan ini. Saya takut kalo saya minta status dia malah akan menjauh dari saya..?

3. Selama ini,saya baru mengenal tipe pria seperti ini,saat ini saya dan dia sedang manjalani Tadarus Online. Jujur saya semakin simpatik dengannya. Karena dia benar2 mengajarkan saya untuk benar-2 mendalami Islam.. Menurut bapak, bagaimana supaya ini bisa bertahan dan berjalan lebih baik lagi..?

Atas, perhatian dan saran nya saya ucapkan banyak terima kasih..
SAlam kenal..

Jawaban M Shodiq Mustika:

Salam kenal kembali, Dita. Terima kasih atas pujiannya. Mudah-mudahan pujianmu itu tidak membuatmu terlalu banyak berharap kepada diriku. Sebab, aku hanya akan mengemukakan jawaban atas pertanyaanmu sebatas kemampuanku saja.

Sebelum kujawab pertanyaan Dita, perkenankanlah aku sampaikan dulu rasa salutku kepada dirimu yang telah disukai oleh si dia yang penuh pesona dan begitu baik. Begitu baiknya dirinya, sehingga dia tidak berani mengumbar janji. (Bandingkan dengan kasus “Ketika ikhwan tercinta mengingkari janjinya kepada akhwat“)

Berikut ini jawabanku:

1) Yang paling penting bagi dirimu dalam kasus ini adalah bahwa kamu perlu lebih bersyukur. Bersyukurlah bahwa kamu berkuliah di kampusmu itu, bahwa di situ telah diadakan “Malam Keakraban”, bahwa di malam itu kalian menjadi saling mengenal, bahwa sesudah itu kalian saling menaruh perhatian dan saling suka, menjadi dekat, dan sebagainya.

Hubungan dan kepastian itu tidak selalu seiring. Supaya tidak bingung, tetapkanlah mana yang lebih kau prioritaskan. Jika kau mengutamakan hubungan, maka ketahuilah bahwa tidak ada hubungan yang pasti. Hubungan pernikahan pun tidak pasti. Sebab, Islam menghalalkan perceraian. Dengan demikian, ketika merawat hubungan kalian, kamu tidak perlu terlalu banyak memikirkan apakah hubungan tersebut pasti ataukah tidak.

Untuk itu, kamu perlu lebih ikhlas dalam mencintai. Daripada membayangkan bahwa waktumu akan terbuang seandainya harapanmu takkan terpenuhi, lebih baik kamu mengisi kedekatan kalian ini dengan melakukan kebaikan-kebaikan demi Allah ta’ala. Carilah keridahaan-Nya. Entah hubungan kalian akan berlanjut sampai jenjang pernikahan ataukah tidak, tetaplah berbuat kebaikan dalam menjalani kedekatan kalian ini.

2) Daripada takut lantaran tidak siap menerima jawaban yang tidak memenui harapanmu bila meminta kepastian kepadanya, lebih baik kamu berusaha supaya dia sendirilah yang menawarkan status “jadian” kepada dirimu. Caranya adalah membuat dia merasa sepenuhnya aman dengan kedekatan kalian.

Supaya dia merasa sepenuhnya aman, tunjukkanlah penghargaanmu kepadanya. Apa pun sikap dan perilakunya terhadap dirimu, hargailah! Tegarlah! Jangan menjadi sedih!

Untuk contoh, mari kita simak salah satu kalimat yang kau sampaikan kepada diriku dalam konsultasi ini. Karena kau menyampaikannya secara terbuka di rubrik “Konsultasi Cinta“, dia mungkin membaca kata-katamu, “Saya cukup sedih, karena dia hanya menyatakan suka pada saya tanpa berani memutuskan status yang pasti kepada saya.”

Kata “sedih” seperti itu mungkin membuat dirinya menganggap dirimu gampang terluka. Sedangkan kata “hanya” dan “tanpa berani” di dalam kalimat itu menyiratkan bahwa kamu kurang menghargai dirinya. Dengan sikap-sikapmu seperti ini, aku maklum mengapa dia masih enggan untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan dirimu.

3) Kalau mau hubungan kalian lebih dekat lagi, bukan hanya secara lahiriah, melainkan terutama secara batiniah, maka kamu perlu berubah sesuai dengan saran-saranku tadi. Adapun supaya kamu tidak terlalu takut dalam menjalani ketidakpastian hubungan ini, silakan tempuh saran-saran yang kusampaikan di “Takut Kehilangan Si Dia? Begini Solusinya!” dan “Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan?

Demikianlah jawabanku. Wallaahu a’lam.

Iklan

4 thoughts on “Konsultasi: Ingin Jalani Hubungan Yang PASTI

    pipi.. said:
    1 Juli 2009 pukul 15:22

    =) aku mengalami hal yang sama mb Dita, tapi alhamdulillah beberapa hari belakangan ini, aku bisa lebih sabar dalam menyikapinya.

    aku memilih untuk memperbaiki ibadahku. kebetulan jg ada masalah lain datang kepadaku, aku lalu memasrahkan diri pada Allah, berusaha keras untuk yakin bahwa semua yang sudah, telah dan akan terjadi adalah atas kuasa-Nya, dan itulah yang terbaik. alhamdulillah, aku diberikan tambahan kesabaran. dengan lebih sabar ini aku jg merasakan hubunganku dengannya (cowo itu) menjadi lebih membahagiakan. mungkin karena rasa takut kehilangan udah ga ada.

    bener kata pak Shodiq soal sikap kita yang kurang menghargainya dengan mengatakan “hanya”, “tanpa berani”, dsb… hehehe..beberapa saat yg lalu aku jg mengatakan hal serupa. semoga ke depan bs lebih baik. amien.
    semangat mb Dita! =)

    ayu wardani said:
    6 November 2009 pukul 13:05

    Asswb, Pak
    Mg2 kegelisahan sy terbati dg wejangan Anda.
    saya Ayu 23 th. saya mengalami sakit hati yg amt sangat 2 thn yg lalu, sebut sj S. sejak itu, sy pacaran dengan beberapa laki2 tp tidak ada crush seperti yg saya rasakan dengan S. ada seperti trauma. lalu sebulan yang lalu sy bertemu dg mas A. dy begitu sempurna di mataku. selisih umur 9 th. sy memang mendambakan pria yg jauh lebih tua, karena sy pikir jauh lebih dewasa dr saya. dia sudah mapan jg, muslim yg mukmin jg. dalam sbulan itu, dia benar2 membuat sy jatuh cinta. merasakan lagi indahny cinta yg selama 2 thn ini gk sy alami. pertemuan kami begitu kebetulan(mengurus pendaftran PNS), padahal kantornya hanya berjarak 500meter dr rumah sy, dan dia berkantor disitu sudah 9 thn. dan sy bru bertemu dgnya sebulan yg lalu. begitu kebetulannya hingga sy berpikir mungkin dy jodoh sy. dia yg selama ini sy cari.
    dia baik, ramah, perhatian, ngemong, humoris. saya benar2 dibuat jatuh cinta. bahkan keluarga sy pun suka padanya. sebulan itu kami seperti pacaran sja, meski tidka ada kata2 untuk menegaskan tentang itu. tp sy pkir, yah namany juga baru kenal. lalu sy nikmati sj hub ini. saling membri perhatian, memberi semangant, bercanda, jika ada waktu, dia sempatkan datang ke rumah. aku sangaaaat bahagia saat itu. terasa menemukan sesuatu yg 2 th ini hilang.perasaan seperti ini menjdi esmangat yg ampuh utk bekerja.dari dekatny hub kami, keluargaku, terutama ibuku mengaggap kami benra2 pacaran.
    sebenarnya aku sangat berharap deikian. tapi aku jg takut unutk berharap lebih. takut kecewa. seperti dua tahun yg lalu itu. tapi semakin aku mengeendalikan perasaan ini, harapanku akan dia semakin besar. hingga akhirya aku terlalu jatuh cinta padanya. saat2 seperti inilah dia malah mulai menjauh dariku. sms tak sehangat dan seintens dulu, bahkan dia tak pernah lg mampir kerumah. semua terjadi saat aku bear2 jatuh cinta padanya.
    pernah ku ungkapkan kemarahanku, tapi dy tak menanggapi, malah mengalihkan perhatian. dari situ sy tahu, dia sdh berubah.
    tp sy coba bersabar, mungkin ini hany perasaanku sj, atau dy sedang sibuk…
    aku terus bersabar, memberi dy waktu… sambil tetap memberi perhatian secukupny…
    tapi lama2 mlh mkn hati, dy tetap tak berubah.
    aku jadi merasa, aku dianggapnya apa? selingan sementara?
    aku bear2 terpuruk, down, tak bersemgangt unutk bekerja. tiap hr merenung, muram menagis, tak bergairah.apalagi keluargaku tanya2 terus ttg dia. aku malu.
    jatuh cinta membuatku lemah, sebelumya aku dikenal perempuan yg tegar, cuek, mandiri, tapi gara masalh ini, aku jd cengeng sekali.
    aku terlanjur berharap padaya…. saat harapanku sdh terangkat tinggi, dy menjatuhkanku begitu sj. sakiiiittt.
    kelemahanku adl, jika sudah mencintai seseorag, aku akan mencintai dia semampu aku bisa, tapi jika sudah sakit hati, aku tidak bisa melupakanny begitu saja, bperlu waktu lama unutk menyembuhkan luka (yg terkhir 2 th baru lupa).
    aku tak ingin peristiwa dg S terulang lg. tapi memang sudah terulang. saat ini aku sedang merasakan sakit yg miriiiiiiiisss di hati. aku berusaha unutk tegar dan focus kerja, tapi tak bisa. jauh di lubuk hati masih kurasakn kepedihan dan kekecewaan itu.
    pak tolong, beri saran pd sy, sy hrs terus berharap pd dy atau sy hrs berhenti smpe disinsi. awalny sy anggap ini sbg ujian, jd sy hrs bersabar dan terus berharap. krn memang kebahagiaan perlu perjuangan n pengorbanan.
    tapi kesabaran sy ada btsny, sy tak mampu lg. rasa kesal n kecewa di hati membuat sy untuk behenti berharap. tp masalah hati gk bs selese 1 ato 2 hari. sy mash sj teringat padanya. hingga pekerjaan sy jd terganggu.
    mohon beri sy saran agar bisa semgnat lagi melakonoi hidup.
    tahnks. wasalam wr wb

    gio said:
    21 Desember 2009 pukul 11:26

    aq mau nanyak neh……………
    aq pnya cwk yg cntk sih,tp dia jutek bagt.
    gmn y utk membuat dia gak jutek ge?????????
    SFt_a pembosan,jd gmn solusi_a??????????????

    TOLONG BERI SARANNYA

    Anymous said:
    2 Juni 2015 pukul 10:17

    Anrtikel ini sesat dan menyesatkan. Ternyata setan sangat lihay memanipulasi agama sebagai bentuk legalitas rasa cinta dan syahwat yang belum di ikat pernikahan…
    Semoga yg menulis ini mendapat petunjuk dan hidayah..

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s