Perlukah berdesak-desakan untuk melihat Manohara dari dekat?

Posted on Updated on

Ini fenomena apa, ya? Kok mau-maunya para pengunjung rumah sakit berdesak-desakan hanya supaya dapat dari dekat melihat Manohara sehabis visum? Apakah karena mereka merasa bosan dengan pemandangan rumah sakit sehari-hari yang “tanpa warna”? Apakah karena mereka kurang hiburan? Atau apa?

Silakan sampaikan apa pendapat dirimu. UNtuk bahan pertimbangan, ini dia berita yang mengabarkan bagaimana para pengunjung RSCM heboh ketika Manohara lakukan visum:

Selasa, 09/06/2009 16:16 WIB

Manohara Divisum, Pengunjung RSCM Heboh, Kaca Pecah

Laurencius Simanjuntak – detikNews

Jakarta – Manohara menjalani visum di RSCM. Sejumlah pengunjung di rumah sakit milik pemerintah itu heboh ingin melihat kecantikan si model blesteran ini. Kaca rumah sakit pun sampai pecah.

Mano yang ditemani ibunya, Daisy Fajarina serta kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea dan Farhad Abas tiba di RSCM, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2009) sekitar pukul 15.00 WIB.

Manohara divisum oleh Dr Mun’im Idris di ruang visum, Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, RSCM.

Belasan petugas rumah sakit dan pengunjung tampak menunggu Mano di depan ruang visum. Demikian pula dengan puluhan wartawan.

Saat hendak keluar ruangan, Mano dicegat oleh wartawan dan pengunjung lainnya. “Mano…Mano,” kata pengunjung yang ingin berjabat tangan. Mano yang terbalut blazer warna biru itu pun akhirnya masuk lagi ke dalam ruangan.

“Saya mau lihat Manohara habis cantik, pintar bisa bahasa Inggris. Saya mau salaman,” kata seorang petugas pembawa makanan di RSCM yang enggan disebutkan namanya.

Akibat puluhan orang yang saling berdesakan, kaca papan pengumuman pecah, terbagi dua. Untungnya, kaca itu tidak pecah berserakan di lantai.

“Masih akan ada lanjutan untuk darah, urine, dan psikologis. Kalau tidak hari ini, mungkin besok pagi,” kata Hotman.

Hotman membenarkan ada luka penganiayaan di sekujur tubuh Mano pada bagian sensitif, terkait dengan hubungan seksual.

“Bahwa benar ada luka sayatan dan suntikan. Ini akan menjadi bukti untuk dibawa ke Mabes Polri,” kata Hotman.

(aan/asy)

Iklan

18 thoughts on “Perlukah berdesak-desakan untuk melihat Manohara dari dekat?

    Abdul Cholik said:
    9 Juni 2009 pukul 17:04

    -biasa mas namanya gratisan he..he..he,lihat pembagian sembako gratis,pembagian zakat gratis,dll. Lha ini pembagian senyum,bau parfum,dan lihat wajah gratis.
    -salam

    orang awam said:
    9 Juni 2009 pukul 17:11

    dari awal gak respect jadi sorry sekarang no comment.

    ZonS said:
    9 Juni 2009 pukul 21:22

    Fenomena biasa buat orang ‘biasa’ 😀
    *saya jg orang biasa, tapi biasa aja liat mano*

    Matsanni said:
    9 Juni 2009 pukul 21:24

    Apapun motivasinya yang jelas dia (Manohara)sekarang sedang kena musibah, lebih baik jangan berprasangka dulu, dan gimana kalau itu terjadi pada kita….baru lu ngerasain

    gagahput3ra said:
    9 Juni 2009 pukul 22:57

    Bentuk ketidakpercayaan dan rasa kurang percaya diri? Karena rata-rata kalimat yang muncul setelah publik melihat figur selebriti secara langsung adalah “ternyata si x kurang/lebih cantik dari di TV ya”.

    Untuk Manohara, saya yakin kalimat yang muncul “kok gak keliatan luka sayatannya ya, padahal bajunya terbuka”.

    Dan dimulailah sesi gosip hari itu. 😀

    didi said:
    9 Juni 2009 pukul 23:28

    aq koq msh bingung……hhh…………………

    Hend said:
    9 Juni 2009 pukul 23:37

    Masyarakat skrang lebih ska berita yg berbau kontroversi. Mngkin krna penasaran aja.

    oklek33 said:
    10 Juni 2009 pukul 08:33

    Yang pasti masyarakat penasaran gimana sih aslinya,kok bikin heboh media dan bnyk kalangan? dan wartawan adalah sebuah nilai plus dari provesinya kenapa ? Saya melihat dari background kasus ini yaitu :dua background yg amat menarik satu selibritis yg satu keluarga krajaan yg memiliki kedudukan tinggi dimalaysia.TAPI KALAU DICERMATI BETUL BETUL masalah yg ada adalah KDRT . Lalu mari kita perhatikan berita yg diangkat radar tulungagung SULISTYOWATI seorang tki asal SALATIGA disetrika keduatangan dan pipinya yg kesasar di tulungagung BAGAIMANA ? PADAHAL KRIMINAL MURNI tapi yg ngalami rakyat biasa,dan background mucikari. Mari mencermatinya anda dpt melakukan googleing hera sulistyowat ,anda dpt melihat bekas luka pada pipinya atau keblog aku

    wonganyar said:
    10 Juni 2009 pukul 08:42

    kalo jaman aku kecil kejadian macam ini sering disebut “budaya kamso” artinya kebiasaan rebutan/berdesakan kalau ada sesuatu yang baru dan menarik ataw kontroversi. Seiring dengan itu guruku pernah berkata : ” Hay anak anak walau kamu itu orang kampung, mbok ya jangan kampungan” kurasa mental dan budaya2 yang sudah ada kerap kali diwariskan dan turun temurun. Walau tidak semua orang itu demikian, tapi kerapkali begitu. sama halnya jika ada tontonan entah dangdut, entah sepak bola penonton mesti ricuh dan rusuh. gitulah gambaran menurutku (kamso=kampungndeso) 🙂

      tea said:
      10 Juni 2009 pukul 10:21

      manohara emang cantik ueuyy….

      oklek33 said:
      11 Juni 2009 pukul 06:56

      Anda jangan membawa sebuah etnis atau unsur tertentu,anda mengatakan apa yang ada adalah budaya “kampung ndeso” sebaiknya sebelum melakukan koment dimengerti dulu teks atau makna yg terkandung .kejadiannya dijakarta kok “BUDAYA KAMPUNG NDESO” 😛 ternyata budaya nya sama ya WONGANYAR KOTA sama NDESO wuakakakakaka sok gaul jadinya gaul gaul

        wonganyar said:
        11 Juni 2009 pukul 07:43

        kan uda kukatakan tidak semua orang demikian, ketahuilah penduduk jkt mayoritas pendatang bahkan lebih dari 60% thx

    tea said:
    10 Juni 2009 pukul 10:12

    emang manohara cantik habis euuuy….

    hening said:
    10 Juni 2009 pukul 10:44

    semoga manohara tabah ya………. dan harus yakin bahwa dibalik musibah pasti hikmahnya & dibalik kesusahan Allah bukakan kebahagiaan, itu pasti krn janji Allah demikian. Ujian datang krn Allah sayang & spy derajat mano naik setingkat lebih baik dlm pandangan Allah, krn sdh belajar dr pengalaman. pesan buat ibu mano…… jg matre dong kasihan anak tuh jd menderita begitu. Masa msh menjalani visum & rangkaian hukum utk menuntut fahri cs koq sdh ngebet terima tawaran sinetron. dikelarin aja dl urusan yg satu baru kerjakan urusan yg lain. Apa mgk bu deasy sdh kehabisan duit utk byr kontrakan rumah jd ngebet ambil peluang gak mikir apa anak msh depresi…….. ck ck ckkkkkkkk

    Kombor said:
    10 Juni 2009 pukul 14:03

    Mungkin ingin melihat sendiri yang disilet zig-zag itu, Pak Shodiq. Hihihi…

    Tatang said:
    10 Juni 2009 pukul 23:26

    Saya pikir2 ini kasus KDRT seperti sering terjadi ,,, ga perlu terlalu negributin yang menimpa Mano saja,,,

    Masih banyak perempuan lain yang miskin, buta hukum, pendidikan rendah, kurang cantik, sudah ada anak, orang tua pas-pasan, rumah gubuk, diusir , terpaksa harus kerja keras, jadi PSK, dan mereka mengalami KDRT. Kemana selama ini perhatian kita kepada mereka,,,,

    Aku saranin aja yaa,, kepada Ibunda Mano,, jangan blow up penderitaan Mano di media terlalu, kasian Mano,, kan malu!!!!! utamakan penyelesaian hukum secara signifikan,,,

    Jangan ada kesan “menjual” Mano ke publik,,,,, sebagaimana kesan saya bahwa Ibunda Mano melakukan pembiaran ketika Mano dipaksa kawin.

    Titah said:
    11 Juni 2009 pukul 15:09

    mmmmhhh…..!!!! No comment…!!! abis ga penting sih!

    othman said:
    12 Juni 2009 pukul 02:56

    @tatang!wa percaya sama lu!

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s