Blogger Malaysia Tuduh Blogger Indonesia Lancarkan Propaganda Kebencian kepada Malaysia

Posted on Updated on

Siang ini aku agak dikejutkan dengan sebuah postingan yang judulnya sama dengan postinganku kemarin, “Manohara Perlihatkan Payudaranya Tersayat Berbentuk Zig-Zag“. Biasanya, postingan berjudul sama itu merupakan copy-paste secara menyeluruh atau hampir menyeluruh. Namun rupanya, postingan tersebut hanya meniru judulnya. Yang memposting ialah seorang Malaysia. Dalam versi Malaysia ini, dikatakan bahwa media dan blogger Indonesia melancarkan propaganda kebencian kepada Malaysia.

Pada akhir postingan tersebut, sebenarnya sang blogger Malaysia mengajukan saran yang bagus sekali:

Seperti kata Ketua Pemuda Pas, Ust Nasaruddin Tantawi, isu ini perlu segera diselesaikan agar tidak menjadi panjang seperti kes Altantuya hingga burukkan imej negara keseluruhannya.

Kami sangat mendukung saran tersebut. Hanya saja, aku merasa kurang sreg dengan paragraf pertama dari sang blogger Malaysia tersebut:

Tajuk diatas bukan ciptaan saya, tapi ianya diambil terus dari blogger Indonesia, M Shodiq. Mungkin isu ini dianggap remeh di Malaysia, tetapi ianya jadi bahan propaganda dikalangan Media dan blogger Indonesia bagi menunjukkan kebencian kepada Malaysia.

Aku tidak tahu apakah ada banyak media & blogger Indonesia yang berpropaganda “menunjukkan kebencian kepada Malaysia”. Aku hanya berharap bahwa sebelum menuduh blog shodiq.com seperti itu, sang penuduh hendaklah memperhatikan fakta-fakta seperti berikut ini:

Iklan

59 thoughts on “Blogger Malaysia Tuduh Blogger Indonesia Lancarkan Propaganda Kebencian kepada Malaysia

    wahyu am said:
    10 Juni 2009 pukul 13:03

    wehehehe, tulisannya pak ustad sampai di telinga arek malaysia rupanya 😆

      starlight21 said:
      12 Juni 2009 pukul 11:16

      Ya ya… hebat, blog ini laris banget
      Laris manis…

    HermanSamsudeen said:
    10 Juni 2009 pukul 13:06

    Maaf Shodiq, tapi posting kamu itu mengundang reaksi yang ekstrim kalangan pembaca…antara komen yang dibaca dlm posting itu..;

    “2009 Juni 9 Ridwanox permalink
    betul pemerintahan kita hanya bersabar sajah sudah beberapa cara ditempuh blum kena dipikiran malay tuh…perlu suatu tindakan yang lebih keras…..meskipun perang…kita selalu diinjak-injak mari bangkit…..sekarang Indonesia sudah lebih atau sangat lebih baik dari negara malay itu…”

    Ya! itu juga bisa dikatakan hasilan propaganda. Walaupun kamu tiada niat. Walaubagaimana pun suka saya mengajak kamu supaya menyeru pihak disana bekerjasama dengan Polis Malaysia agar isu ini tidak diperpanjangkan.

    Kalau betul Tengku Temenggung bersalah, silakan hadap dia ke pengadilan. Kami tak kisah, yang penting keadilan dan kebenaran itu. Asal saja isu ini tidak bikin gaduh antara kedua negara kerana itu hal peribadi mereka.

    Terima kasih kerana bertamu diblog saya-Herman

      M Shodiq Mustika responded:
      10 Juni 2009 pukul 13:32

      @ Herman Samsudeen
      Terima kasih atas komentarnya. Perkenankanlah saya bertanya: Mengapa kita menilai suatu tulisan berdasarkan “hasilannya” dan bukan isinya? Apakah ketika “hasilan” dari membaca Al-Qur’an, seseorang meledakkan WTC, Amerika Serikat, maka dapat kita artikan bahwa Al-Qur’an itu melancarkan propaganda kebencian kepada Amerika Serikat?

        yesi said:
        11 Juni 2009 pukul 15:08

        semangat terus pak shodiq..katakan apa yg mau anda katakan..selama itu benar..
        agar org-org malaysia itu tahu..bahwa kita tidak tinggal diam untuk semua tindakan semena-mena mereka

      bagong said:
      14 Juni 2009 pukul 23:28

      @HermanSamsudeen………………..
      bagaimana dengan ambalat, para TKI, sepertinya sdh bukan mslh pribadi perseorangan tp sdh mencakup harga diri bangsa.

    Kombor said:
    10 Juni 2009 pukul 14:01

    Ah… saya kira bukan propaganda kebencian. Kita nulisnya biasa-biasa saja kok 🙂

    wonganyar said:
    11 Juni 2009 pukul 05:08

    Kurasa Pak Shodiq sudah melakukan yang benar, ini bukan membela, tapi kenyataan, blog ini bukan untuk kepentingan2 propaganda terhadap Malaysia tapi untuk menimba Ilmu pengetahuan, berita dan agama, dan para komentator (diharapkan) memberi tanggapan yang sopan, bijak dan saling melengkapi, kata2 komentator yang kasar aku saksikan memang di hapus oleh pak Shodiq, aku sebagai pengamat blog ini memantau juga, sedangkan komentar Ridwanox ini sama sekali tidak ada unsur menjelekkan, tapi menunjukkan semangat nasionalisme, yang mana hak setiap warga negara untuk melakukan pembelaan terhadap negaranya. Saya mohon agar para bloger Malaysia bisa menyikapi dengan lebih cermat dan diperhitungkan masak masak sebelum menuding segala sesuatunya (terutama menyangkut blog M Shodiq Mustika ini).

    Euy ! said:
    11 Juni 2009 pukul 07:54

    Tiada api yang langsung menjadi besar. Jika ingin meredam suatu masalah sebaiknya dimulai dahulu dari yang kecil-kecil atau sepele tapi sangat mengusik martabat, rasa kemanusiaan dan kebangsaan. Ingat persahabatan selalu dimulai dari rasa saling menghargai.

    yesi said:
    11 Juni 2009 pukul 15:04

    Itulah Malaysia klaw kita ingin tahu..
    mana mau mereka dikritik dan disalahkan..
    Klaw boleh saya ingat kan,,ketika awal kasus manohara meledak di media..
    malaysia membuat blog,,saya lupa namanya..tapi mungkin sebagian dari kalian pernah melihat..
    di blog itu diperlihatkan foto manohara bahagia dibelikan mobil, dia berada di acara2 kerajaan dll..
    di bawah foto2 itu jg diperlihatkan satu video tentang ibu yang menyiksa anaknya dan diberi judul oleh mereka ” kekerasan yang dilakukan orang indon”
    Sekarang saya tanya kepada orang2 malay itu..apakah blog itu bkn blog prvokator??????????????????????????????
    saya hanya berdoa semoga tahun ini kita memiliki PEMIMPIN bangsa seperti SOEKARNO dulu atau setidaknya berani mengambil tindakan seperti Soekarno dulu..agar malaysia bisa merasakan kembali bagaimana BESAR nya INDONESIA itu..

    Capt*** said:
    11 Juni 2009 pukul 15:29

    emg kelakuan tuh negara (malaysia)!!!!
    mulai dari TKI-Manohara-Ambalat
    udahlah kayaknya diplomasi RI emang dah ga dihargain lagi….
    daripada harga diri bangsa dinjak2….mgkin memang udah waktunya Untuk PERANG!!!!!!!!!!
    Satu Nusa Satu Bangsa -Semua Untuk Satu Satu Untuk Semua (Indoensiakoe…..)

    dhieeewhe said:
    11 Juni 2009 pukul 17:10

    duhh .. duhh .. kok bawa nama seseorang dan sampai menuduh seperti itu ya ??
    mmmm … sepertinya masih perlu belajar lagi tu paling nggak mengetahui secara utuh tentang web pak Shodiq ^_^
    jadi nggak asbun gitu

    reja said:
    12 Juni 2009 pukul 01:38

    maju trus pak shodiq,,klo dubes kita agak lemah diplomasi nya…
    jgn blogger nya donk,,

      tanti said:
      30 Juli 2009 pukul 03:15

      Register free webhosting+Domain Company promotion
      syfonic.com/customer/aff.php?aff=026
      eukhost.com/whmcs/aff.php?aff=11148

    Gedubrak said:
    12 Juni 2009 pukul 09:46

    ha ha ha… itu lah malaysia
    kebakaran jenggot bila kita mengkritik mereka lewat blog, berita atau media yang lain.
    tapi mereka sama sekali tidak keberatan ketika mereka menyebut kita indon, menghina derajat kita, dan kapal perang mereka lalu lalang memasuki perairan NKRI yang kita cintai.
    saran saya kepada orang malaysia cuma satu.
    hormati bangsa lain bila ingin di hormati oleh bangsa lain.

      indonesia raya said:
      14 Juni 2009 pukul 23:31

      atau perang……………….

      NGO said:
      28 Februari 2010 pukul 23:15

      mau perang ya..
      dah kuat sangat ke tentera kamu tu?kapal perang ada berapa banyak?jet pejuang?kih3
      nak perang guna buluh ke?ke guna black magic?haha
      dasar kurang ajar!bawak lari anak gadis orang.guna black magic pulak ye?kih3.
      tak beradab!!
      laugh2
      lepas perang jangan harap kerajaan Malaysia bagi TKI kerja kat sini.
      ha miskin melarat la korang semua..haha
      takpa tiada TKI byk lagi negara yang nak provide rakyat diorang.haha
      fikir dulu sebelum cakap wahai indonesian2..
      majukan bangsa Indonesia,basmikan kemiskinan, baru perang ngan Malaysia..
      ok orang2 Indonesia sekalian..hoho
      bye2 good night
      ^_^

    kai said:
    12 Juni 2009 pukul 14:54

    yo..ngunu iku malaysia,, sak karepe dw,, wis reog ponorogo diakui jadi kebudayaan sana lah, yang lagu daerah itu katanya lagu daerah malaysia lah,, susah juga mentang-mentang mereka termasuk anggota negara “pakta lima” yang kalo salah satu anggota nya diserang negara lain maka yang lain membantu, meraka jadi seenaknya sendiri, katanya pake hukum Islam n mereka bangga akan itu tapi TKI disiksa, diperkosa, tidak digaji dan diperlakukan buruk, mana ada di Islam kayak gitu, omong nya aja yang baik kalo di depan tapi kalo di belakang bertolak belakang,,

    buat orang malaysia yang baca blog itu ditelaah dulu kata-katanya kan makna bahasa indonesia dan bahasa melayu itu berbeda, jadi jangan asal wae,, kalo masalah provokasi saya masih ingat ketika Pak SBY berkunjung ke ambalat dan melihat perbatasan ada kapal perang malaysia yang melakukan manuver di perbatasan , apa itu bukan provokasi yang keterlaluan..

    kalo menurut saya se, ganyang wae malaysia iku secepat mungkin, tapi sayang ga boleh memerangi saudara seiman sich,,
    harusnya malaysia sadar n intropeksi diri kalo awal-awal mereka jadi negara itu banyak insinyur dan guru-guru yang berasal dari Indonesia, mereka bisa berkembang karena awalnya yang ndidik itu dari Indonesia!!!!

    saya yakin Indonesia masih lebih kuat dari malaysia, kalopun toh akhirnya perang jarak malaysia indonesia-malaysia itu dekat jadi diganyang sampe habis sebelum negara lain sempat membantu,, he he he..(sayangnya ga boleh memerangi kecuali mereka memerangi kita dulu) 😦
    diplomasi itu berguna kepada mereka yang paham kalo buat mereka yang arogan n semena-mena yang percuma,, ujung-ujungnya pasti melanggar lagi,,

    mentang-mentang kita sabar mereka semena-mena,,
    paling ga suka lihat orang kayak gini, lek wong daerah q ngomong “mayak ancene malaysia iku”
    peace..he he….^_^

    raditya angga said:
    12 Juni 2009 pukul 15:04

    mungkin itu karena takut aja pak,,sebenernya bukan propaganda kan,kalau dibilang sah-sah saja toh banyak juga blogger2 malaysia yang menjatuh kan indonesia,,bukan hanya mempropagandakan saja,,tetapi sudah menghina bangsa indonesia,mengapa meributkan hal seperti itu??

    othman said:
    12 Juni 2009 pukul 16:12

    blogger2 tidak bisa menajtuhkan bangsa!cuma bangsa yang malas berusaha akan menjadi bangsa yang merempat dan mengemis,

    daricinta said:
    13 Juni 2009 pukul 11:44

    sebenarnya agak aneh ya, saat kita blogger mengkritisi dengan tujuan membawa kepada yang lebih baik, malah dicari cara untuk membungkam kita, terus terang ampe hari ini saya ragu kalo mau nulis, cemas aja kalo nanti malah dapat “undangan”

    tjappLien said:
    14 Juni 2009 pukul 12:16

    itu Lah maLaysia…
    yg tak ada habisnya membuat perkara…
    kaya tapi miskin hati,
    negara isLam tp “muLut” tak seperti orang isLam kebanyakan,
    -___-

    othman said:
    15 Juni 2009 pukul 14:30

    @tjappi_ien!!itu lah malaysia!!yang kaya hati !!mengikut lunas2 islam !dengan membantu saudara2 seagama semasa di dalam kesusahan!!takperlu di ceritakan satu persatu!terlalu banyak bantuan yang MALAYSIA bagi!!NANTI DI KATAKAN RIAK PULA!!3 jUTA orang TKI BERKERJA MENCARI REZEKI DI malaysia!!itu adalah ajaran islam membantu saudara seagama!!kenapakah kalian maseh pandang serong Dengan MALAYSIA!!DENGAN EMAPT,LIMA KASUS YANG TERPENCIL,SELURUH RAAYAT MALAYSIA KALIAN HENTAM!SEHINGGA TERLUPA KEBAIKAN YANG DI BERI!!

      indonesia raya said:
      16 Juni 2009 pukul 20:49

      @othman ..
      coba keramas dulu pakai shampo buatan indonesia…..
      empat, lima kasus itu yang terpublikasi.
      ‘terlalu banyak bantuan yang MALAYSIA bagi’, apa itu bukan RIAK namanya.
      trus….apa yg m’sia bagi tuk indonesia……kebobrokan perilaku.

      indonesia_koe said:
      3 Juli 2009 pukul 01:09

      “penjahat bicara kebenaran” itulah kalian….!!!!!!!!!!!!!!!

    wonganyar said:
    15 Juni 2009 pukul 17:23

    @othman
    saya hanya bisa mengatakan bahwa anda itu “seperti seekor ikan yang kehausan di dalam air” itu saja komentarku untukmu.

    w#one said:
    16 Juni 2009 pukul 20:33

    Dear,,,
    saling instroveksi diri saja..Dukung kebenaran
    jangan “Nila setitik rusak susu sekuali” meski sudah rusak mari kita saring kembali. Pease

    othman said:
    17 Juni 2009 pukul 00:52

    @wonganyar
    @indonesia raya

    terima kasih saudara M SHODIQ MUSTIKA!!!segala yang saudara katakan ada
    ada kebenaran nya!!TUNDUK BUKAN ERTI NYA KALAH!!!

    Semua komentar akan tertayang dan tidak kami hapus, kecuali yang (1) kurang beradab, (2) memancing debat-kusir, (3) mempertanyakan atau mengkritik sesuatu apabila jawabannya sudah tersedia di postingan yang dikomentari itu. Kami mohon dengan sangat, simaklah lebih dulu isi postingan sebelum mengomentarinya. Jangan berkomentar hanya berdasarkan judul saja!

    waluyo said:
    19 Juni 2009 pukul 03:45

    asslamlikum,
    kami sebagai tki merasa trimakasih atas kebijakan pm.malaysia atas bolehnya warga indonesia yg miskin dpt kerja menjadi PRT dll. tapi kami minta kpd oknum malaysian yg berbuat salah AKUILAH ANDA SALAH, PERBAIKI WATAK YG MERASA DERAJAT ANDA LEBIH TINGGI DARI INDONESIAN. MAJU TERUS KBENARAN…..

    othman said:
    19 Juni 2009 pukul 21:11

    @waluyo!!miskin atau kaya sama saja di sisi ALLAH!!KITA HARUS SALING BANTU MEMBANTU SESAMA UMAH!!YANG SALAH TETAP SALAH TANPA KIRA DARJAT NYA!!
    salam hormat untuk NEGARA AGUNG INDONESIA!!
    TEMPAT JATUH LAGI DI KENANG INI KAN PULA TEMPAT DI LAHIRKAN!!

    Arie said:
    20 Juni 2009 pukul 12:31

    Assalamualaikum

    Alangkah indahnya apabila perdamaian itu terjadi.
    Alangkah ruginya apabila perpecahan itu terjadi.
    Kalau kita liat di media2 masa, memang banyak sekali kejadian yg menimpa TKI / warga negara Indonesia yg bekerja disana dan yg paling heboh adalah kasus Manohara. Tapi mgkin kita bisa ambil pembalajaran bahwa “diantara orang baik, ada orang yg jahat dan diantara orang yg jahat, ada org yg baik”. Mgkin sama halnya dengan dinegara tetangga kita ini bahwa tidak semua org malaysia spt demikian moralnya. mgkin msh ada sikap dan perlakuan yg manusiawi terhadap TKI disana yg tidak terpublikasi….
    Indonesia mendapatkan keuntungan dari devisa TKI yg bekerja d luar negeri (malaysia), begitu juga malaysia mendapatkan keuntungan dengan dipenuhinya tenaga kerja untuk membangun infrastruktur disana, artinya ada hubungan simbiosis mutualisme…
    Semoga persahabatan kedua negara yg dulu pernah tercipta dgn baik, bisa terjalin kembali…

    Wassalam…

    nurdjaedi Soemarno said:
    23 Juni 2009 pukul 08:35

    Yth.Mas Shodiq.
    Malaysia dan Indonesia, adalah bersaudara.
    Sesama muslim kita juga bersaudara.
    Bedanya Malaysia dijajah oleh Inggris dengan Persemakmurannya,
    sedangkan Indonesia dijajah oleh Belanda.
    Secara kultur dan nuansa lain kita sama.
    Goresan dengan tinta hitam, memang pernah dibuat waktu jaman BUNG KARNO dengan Ganyang Malaysia. Malaysia Utara Akan diambil RI.
    Dan itu membuat truma negeri jiran, sehingga mereka sangat waspada
    dan hati2 terhadap bangsa Indonesia.
    Secara Geografis Indonesia sudah hebat di ASEAN, apalagi di Jaman SOEHARTO, tak ada bangsa di Asia Tenggara yang berani menghina dan menginjak-injak bumi pertiwi, karena Indonesia sangat disegani.
    Mahathir Muhammad, Lee Kuan Yu sangat bersahabat dengan Soeharto.
    Mengapa sekarang Malaysia dan Singapura jadi kurang ajar, ini suatu tanda tanya besar???????????????? yang patut kita renungan. Setelah reformasi th 1998, dan lengsernya Soeharto, Negara Tetangga senang sekali mencari gara-gara, dari TKI yang dianiaya, TKI yang diusir dengan alasan klasik (ilegal), Provokasi di Sipadan dan ligitan yang akhirnya di menangkan oleh Malaysia di Mahakamah Internasional. Jelas2 itu milik Indonesia, kok bisa lepas. Ini tidak masuk akal (Kebetulan Ibu saya asli Dayak Kalimantan Timur) dan keluarga kami tahu sejarah kerajaan MElayu di Perbatasan antara Nunukan, Tarakan, Ambalat, Sipadan, Ligitan yang secara historis masih berada Dlm wilayah NKRI. Tapi nasi sudah jadi bubur, jangan lagi kita (RI) terprovokasi di perbatasan (wilayah Ambalat, termasuk Tawau) adalah wilayah NKRI dan bangsa ini siap dengan resiko pahit (PERANG) apabila Ambalat mau dicaplok Malaysia. BUNG KARNO sangat tegas dalam hal ini, karena Beliau tahu, Malaysia masih dibawah kendali Commanweal Inggris Raya. Berperang melawan Malaysia untung ruginya adalah : INDONESIA akan diserang oleh COMMANWEAL persemakmuran Inggris Raya termasuk Amerika. Ingat peristiwa NAZI dipimpin HITLER (Jerman), yang akan menguasi Eropa, dan akan masuk ke negara Inggris, Rusia, akhirnya Amerika Serikat turun tangan membantu Inggris menyerang Jerman, yang akhirnya kalah dibombardir SEKUTU mereka. Sejarah membuktikan bahwa Inggris, Amerika Serikat dan sekutu akan menyerang bersama apabila sekutu mereka disakiti oleh negara lain. INDONESIA harusnya dapat mengambil hikmah sejarah dengan kekalahan Jerman di EROPA oleh INGGRIS dan AS.
    Indonesia, adalah negara besar, Begitu BUNG KARNO, selalu mengatakan dalam setiap pidatonya, dan saat ini memang Indonesia merintis menjadi negara yang DEMOKRATIS, pembelajaran menjadi negara yang demokrasi. Saat ini income perkapita memang dibawah Malaysia dan Singapura, namun jangan sekali-sekali menghina Bangsa Indonesia, kita masih punya harga diri yang tinggi. SEMUT aja KALAU DIINJAK AKAN MARAH, apalagi kita negara yang beradab, yang setiap hari bangsa dan rakyatnya dipertontonkan dengan kepongahan bangsa Malaysia kapal perangnya memasuki wilayah AMBALAT, sama saja ngajak perang itu namanya. Bulan Oktober Th 2008 saya mengunjungi NUNUKAN, TAWAU, dan melihat secara langsung kehidupan EKONOMI, alhamdulilah banyak Pengusaha keturunan BUGIS sukses disana, apalagi BUPATI NUNUKAN keturunan BUGIS. Apalagi PM Malaysia yang baru Tuan RAZAK juga masih keturunan RAJA BONE Sulawesi, mudah-mudahan dapat meredam ketegangan kedua negara. JAGA NKRI sampai titik darah penghabisan, namun persahabatan lebih berharga dan bermakna untuk melangkah kepada jaman Globalisasi th 2009 keatas, MALAYSIA harus menghargai Bangsa Indonesia, tolong menolong, jangan menghina bangsa Indonesia. Terlapas dari MANOHARA yang diekpos habis- habisan oleh Pers Indonesia, bahkan dibuat SINETRON juga di RCTI. Kita tidak mengharapkan kedua bangsa menjadi bermusuhan, kita bertetangga, sesama tetangga banyaklah saling bantu membantu, tolong menolong, Harga TKI dan para pekerja di Negara Malaysia. Bloggers Indonesia bukan bermaksud memprovokasi rakyatnya, namun sekedar mengingatkan bahwa sesungguhnya semenjak lepasnya SIPADAN LIGITAN, rakyat INDONESIA sudah trauma akan terulang kepada AMBALAT. Semoga Kita tetap bersahabat, jadilah Teman sejati MALAYSIA,………………….. MERDEKA ………………….
    B.NURDJAEDI SOEMARNO,SE (Sekjen PARTAI NATA NEGARA) JAKARTA.
    Penerus Ideologi BUNG KARNO.
    Jakarta, 23 Juni 2009

      POLIS MALAYSIA said:
      13 Juli 2009 pukul 17:00

      saya sebenarnya bingung jg baca puisi kamu ini…sekejap seperti saudara mahu damai, sekejap seperti musuh pulak mahu perang..

      Kami di Malaysia seperti ini aja lah : ” KALAU KAMU DATANG DENGAN CARA BAIK, KAMI SAMBUT DENGAN BAIK…TAPI KALAU KAMU DATANG UNTUK BERPERANG, MAKA BANGSA KAMI JUGA BERSEDIA UNTUK BERPERANG…!!

      “ALLAHUAKBAR!! ALLAHUAKBAR!! ALLAHUAKBAR!!”

        Bang Van's Net said:
        13 Juli 2009 pukul 22:31

        Jangan sombong dan arogan dlm menulis suatu kalimat yg dpt dibaca oleh khalayak ramai,itu provokasi namanya,intropeksi diri lah kita masing-masing insan manusia.ALLAH tidak suka dengan orang sombong.
        Memang nya apa hebatnya polis malaysia? (atau yang ngaku-ngaku aja?) hanya jago kandang belaka? sama-sama pernah dijajah,kok sombong pula.Apa kodok dlm tempurung bisa up date dunia? Kecian deh loee! cuma anak-anak yg termakan hasutan dan provokasi.Kami di Indonesia,bisa merdeka krn berjuang,bukan anugerah atau hadiah.Kami punya byk pahlawan,yg rela gugur dgn senang hati demi membela Ibu Pertiwi.Kalian punya?
        Apa Upeti bagi kemerdekaan dan kekuatan kalian? dgn kata lain,apa imbalan yg kalian berikan supaya bisa merdeka? malu lah dikit dan punya harga diri lah dikit.Makanya kalian jadi bangsa pencaplok hak bangsa lain…..Karena merasa ada backing negara lain di belakang.
        Ada minat mau jadi “QARUN ke dua” ?

        dzubyan said:
        1 September 2009 pukul 00:30

        Hi malaysia Ga usah bawa nama allah.malaysia udah jelas ga tau malu dari awal lagu kebangsaan kalian nyontek lagu terang bulan.bisa apa kalian.negara ga punya budaya negara yang dulu sekolah d indonesia.sadarlah kalian.perang dgn indonesia pun kalian ga akan menang tanpa campur tangan inggris.indonesia negara besar bung putra putri kami selalu menang olimpiade science.malu lah kau malaysia

          ara said:
          12 November 2009 pukul 14:59

          knpa semua yg beri komen bercakap tetapi tidak mempuyai isi yg betul2 sohih? knp kes ambalat, tki,lagu trang bulan diutarakan seolah2 semua benda itu indo sahaja yg betul? tidak puas hati? atau tidak mahu berpuas hati?.. saudara perlu byk buat kajian terlebih dahulu sebelum memberi komen.. malu lah kalau bercakap tapi.. tidak bcakap bdasarkn fakta. kamu juga sendiri ckp.. “malu” tetapi kata2mu itu sudah cukup menerangkan bahawa kamu tidak pernah mengkaji benar2 apa disebalik isu2 yang menimpa kedua negara ini.

          apapun.. kpd semua, kalu bcakap atas dasar agama, musuh memusuhi tidak akan berlaku kerana islam semua bersaudara.. Rasulullah sendri pun tdak menyuruh umatnya ada sifat asobiah or berpuak-puak kerana itu memecah belahkan umat islam. berpeganglah pd tali Allah.

          well.. tdak pyh refer pada tajuk pun, disni mmg byk yg dah lancarkan kebencian yg tidak sudah2.

        dzubyan said:
        1 September 2009 pukul 00:33

        PERANG HAJAR MUSNAHKAN MALAYSIA BUMI HANGUSKAN DENGAN RAKYAT&MILITER INDONESIA.KAMI SIAP PERANG !!

        adi bontet said:
        18 September 2009 pukul 05:27

        perang ….!!! kami orang indonesia ngga perlu kirim tentara utk meng ganyang alien sesat malingsia…daripada buat kotor sepatu prajurit TNI., lebih baik kami kirim ,anjing kampung buat kalian sodomi…..!!! biar hoby encik n puan malaysia tersalurkan , jd kalian
        nda pelu ngaku2…budaya kami yg luhur dan agung…! cukuplah malingsia bangga dgn budaya kalian sendiri…budaya mencuri…budaya tuyul…budaya SODOMI…!!!!!!! jaya indonesia!!

    rendy said:
    26 Juni 2009 pukul 01:31

    SO.GANYANG MALAYSIA

    indonesia_koe said:
    3 Juli 2009 pukul 01:06

    akuilah kesalahan kalian>>>>>
    jujur… kami muak dengan tingkah kalian yg dikasih ati minta jantung..!!!!
    semua fakta n’ realita… kalianlah yg merebut semuax dari kami..!!!

    JS said:
    7 Juli 2009 pukul 10:45

    Slogan apapun yang dimunculkan kepermukaan yang tujuannya untuk propaganda agar terjadi perselisihan antara Indonesia dan Malaysia jangan terlau dtanggapi. Kemungkinan ini adalah pekerjaan orang Indonesia yang mengambil keuntungan pribadi atau golongan dari kejadian tersebut. Sekarang yang perlu kita pikirkan bagaimana agar negara kita ini tidak makin bobrok oleh oknum oknum yang dengan sengaja menghancurkan negara ini.

      jun3th said:
      7 Juli 2009 pukul 16:56

      betul, bagaimana memperbaiki mental para pejabat yg korup dan tingkatkan kesejahteraan rakyat itu yang penting, dari pada menghabiskan uang negara untuk tujuan tertentu.

      POLIS MALAYSIA said:
      13 Juli 2009 pukul 11:09

      saya tidak menyangka ada juga orang Indonesia yg berfikiran matang dan sangat bagus seperti kamu. Salam perkenalan dari saya – POLIS MALAYSIA.

        kepolsian negara republik indonesia said:
        25 Agustus 2009 pukul 22:21

        ooooo baru liat segelintir orang indonesia yg cerdas n jenius udah kalang kabut gimana kalo udah liat yang nulis nih….ampun…ampun pastinya …….

        dzubyan said:
        1 September 2009 pukul 00:41

        Ga usah banyak omong anjing malaysia

    Muhammad Saifan Sofyan(putra Aceh Pidie,bijeh Titeu Keumala) said:
    8 Juli 2009 pukul 16:36

    Assalamualaikum WW.
    Wahai insan manusia,carilah cara damai dalam segala macam persoalan.Jangan kekerasan jadi pilihan.Pakai pikiran dengan kepala dingin.ingat untung rugi.Coba kita sama-sama membuka halaman dalam Al-Qur’an,baca ,resapi dan ambil maknanya.
    Tahap 1,Kami sudah merasakan perang di aceh,pahit,sedih,pilu,yang diakibatkan oleh biadab nya oknum manusia.Anggota tubuh hancur-putus berserakan,mayat bergelimpangan di mana-mana seperti bangkai binatang.
    Tahap 2,Tsunami.Tdk perlu diceritakan lagi.
    Tiada perlu oknum-oknum dipersalahkan lagi,kedua kubu silahkan ambil hikmahnya.Mari sama-sama kita kembali ke Al-Qur’an dan Hadis Nabi.KITA SAMA_SAMA ORANG ISLAM,bukan ? Tiada satu manusia pun tahu,akan rahasia ALLAH…………..
    Maju terus Mas Shodiq, Wassalam

    POLIS MALAYSIA said:
    13 Juli 2009 pukul 08:35

    to : Imam

    maaf ya mas, aku tau ga sepandan antara “PENCURI” SAMA “ANJING”…

    tapi siapa yg memulakan dulu memberi erti yg tidak baik. Sbb itu kl kamu mau memanggil org dgn maksud tidak baik, kamu jg harus menerima kl org memanggil kamu dgn maksud yg tidak baik jg…

    aku jg sbnr ny ga tega panggil org Anjing (INDOG) tapi kl km terus2an panggil aku pencuri (Malingsia)kenapa tidak aku teruskan jg panggil km Anjing (kerana sebutan INDON yg paling jelik hampir2 ny adalah INDOG).

    iya udeh, km jg kecil hati, krn kamu jg sudah membuat org kecil hati…(mas, bhs jawa ny halus bgt, tapi aku ngerti kk baca ny)..hehehe

    Skrg km ga usah panggil aku pencuri lagi..aku ga akan panggil km anjing lg.

    (KEPADA SEMUA BLOGGER MALAYSIA – “INDOG” HANYA DIGUNAKAN KEPADA MEREKA YG MEMANGGIL KITA DGN PANGGILAN “MALINGSIA” – SILA AMBIL PERHATIAN”

      dzubyan said:
      1 September 2009 pukul 00:45

      Kalian tau ga kalau kalian tuh pencuri?sadar ga?negara bodoh sudah tahu mencuri tapi ga sadar&malu.

    fosterra said:
    13 Juli 2009 pukul 13:12

    Saya Cinta Damai…..PEACE

    darmo said:
    14 Juli 2009 pukul 12:18

    kenapa saling mencaci maki antar sesama manusia… seharusnya kita memikirkan kebahagiaan dunia dan akhirat. saya pernah tugas disebatik dan saya juga pernah bersama PASKAL yang dibilang pasukan khususnya laut malaysia sewaktu di singkawang 2006. kita sama2 manusia saya juga liat dari TUDM yang jatuh tersungkur dan berdarah sewaktu terjun bebas.. saya menolongnya.. mengapa kita sama2 manusia harus saling mencaci. kita saling menghargai kedaulatan negara,saling bekerja sama dalam menjalankan sunnATULLAH..Saya juga tidak rela apabila Indonesia slalu direbut wilayahnya oleh Malaysia walau harus saya pertaruhkan jiwa raga saya. saya juga mengenal police marine di tawau bahkan saya masuk ke tawau.. tapi tiada niat saya memiliki yang bukan menjadi milik saya.. makanya saya sarankan pada police marine,dan diraja malaysia janganlah terlalu kita memperturutkan nafsu untuk memiliki yang bukan miliknya.. ingat kita mati hanya membawa kain kafan dan tidak lebih dari 2 x 1 meter yang kita tempati.. salam dari saya di indonesia bumi pertiwi tempat tumpah darahku dilahirkan.

    nurdjaedi Soemarno said:
    23 Juli 2009 pukul 11:26

    REOG PONOROGO
    SIPADAN
    LIGITAN
    LAGU AMBON
    AMBALAT…………………..
    ????????????????????
    ????????????????????
    I LOVE INDONESIA
    MERAH DARAHKU, PUTIH TULANGKU
    INDONESIA RAYA.
    ……………………..
    ……………………..

    nurdjaedi Soemarno said:
    27 Agustus 2009 pukul 09:26

    so, malaysia……… apalagi yg akan kalian akui setelah tari pendet dari bali dijadikan komoditi pariwisata Malaysia.
    atau jangan2 Noordin M Top bagian dari skenario besar Malaysia dalam dunia intelegen sambil menyelam minum air tujuannya untuk menghacurkan ekonomi dan pariwisata di Indonesia.
    Atau sekalian aja Kerajaan Pagaruung Padang, Kerajaan Pasai Aceh, Kerajaan Kutai Kalimantan Timur, Kerajaan Bone Sulawesi , Kerajaaan Sriwijaya Palembang, Kerajaan Padjadjaran Jawa Barat, Kerajaan Majapahit di Jawa Timur, Kerajaan Karangasem Bali diklaim sama MALAYSIA.
    Mulai detik ini kita harus siaga 1 dengan Malaysia (Musuh dalam selimut), jangan sampai Bahasa Indonesia. BATIK, KERIS dan pusaka lain diklaim Malaysia.
    AYO RAPATKAN BARISAN Generasi muda. Jaga NKRI, Nasionalisme perlu dijunjung tinggi. Tanamkan kecintaan pada Merah Putih. Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Kita Indonesia.

    Putra Nusantara said:
    28 Agustus 2009 pukul 06:23

    menurut saya itu cukup mudah disimpulkan. modus bisa berbeda – beda, tapi pola besarnya selalu sama. Habis membom lalu mencuri.

    Semua tahu Malaysia anggota Negara Persemakmuran Inggris dan inggris sekutu US. Penduduknya boleh muslim, tapi dibelenggu kapitalis.

    Jadi pasti banyak tangan terlibat dalam tindakan Malaysia terhadap Indonesia.

    (Buat lo yang ngebom – ngebom, gua jadi ragu ideologi Lo. Bule Kapitalis gak kurang apa di Petronas? Buat orang Indonesia yang mau ikut – ikut ngebom, sadarlah! Lo pada diperalat. Mending kita jihad dengan bangun negara ini. Gua dan orang – orang Bali lainnya pasti ikut Jihad itu)

    Sayang, kalau Soekarno dulu sudah pasti diperkuat dulu kemampuan pertahanan negara, supaya wibawa terjaga.

    Bos SBY, masak diam?

    yulian yudha putra said:
    30 Agustus 2009 pukul 09:22

    Setuju dengan putra nusantara..mungkin syariat dan hukum sangat Islami. tapi kelakuan sangatlah KAPITALIS…

    MasyaAllah….

    Sadar lah…..

    lpkbii said:
    10 September 2009 pukul 06:39
    temon said:
    18 September 2009 pukul 05:07

    bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa para pahlawanya……!!! gue sangsi pada “malingsia sodomi”
    ,mang ada putra putri bangsa lo yg berani ngusir penjajah…///??????? dasar budak………….

    abi composer said:
    12 November 2009 pukul 18:29

    Malaysia……oh….malaysia…..malaysia…..oh….malaysia…..oalahh…malaysia….hmmmm…..malaysia…cape dech….!! Jendral Sudirman… susun strategi gerilya lg…..strategi ht,strategi Diponegoro …biar sm yg dikatakan malaysia semuanya tidak BENAR….!

    hamba allah said:
    4 September 2010 pukul 04:21

    salam.. kenapa sih indonesia sma malaysia ngak saling memahami? apa sih salah malaysia pada indonesia? malaysia menerima warga indonesia utk bekerja di sini, mncari nafkah, dgn syarat kok.. apa malaysia itu maling? apa kok yang malaysia curi dari indonesia? erm.. bkn mo ngomong kosong, tp warga indonesia itu sndiri harus kukuhkan perpaduan antara mereka.. jgn la ada persengketaan antara kita, indonesia mahupun malaysia.. yg harus kita perangi ialah kaum yahudi.. bkn sesama Islam.. Allah itu maha berkuasa lagi maha mengasihani.. Sedangkan nabi ampunkan umatnya, inikan kita sekadar hamba Allah di muka bumi.. ( saya sayang kedua2 negara, kerana walau saya berada di malaysia, tp asal usul keturunan saya, Indonesia)… WALLAHUALAM…

    rey'zloveIndonesia said:
    20 November 2011 pukul 00:59

    hmm. .
    mungkin emang iya malaysia baek mau nerima pekerja RI
    tapi bkan berarti jadi bisa ngambil kebudayaan bangsa lain n merampas tanahnya jga
    apalagi pas menlu malay bilang
    “bersiaplah menghadapi kemarahan warga malaysia”
    emang penduduk malaysia brp sih?
    25 jt org malaysia ngelawan 237 jta org Indonesia
    dan angkatan tentara RI terkuat ke 14 di dunia??
    hendaknya kita semua ambil titik tengah dan buat temen2 dari Indonesia, sebaeknya jangan terlalu kasar tutur katanya
    dgn kta2 yg sopan jadi bisa menunjukkn kalo kita adalah bangsa yang bermartabat
    thank’s
    sekian. . .

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s