Konsultasi: Pacar nonmuslim bagaimana?

Posted on Updated on

saya sedang menjalani hubungn dengan seorang pria….pada awalnya saya menerima dia karena kasihan saja..tetapi pada akhirnya saya sayang dengan dia…akan tetapi masalahnya adalah dia non muslim…awalnya saya menerimanya juga karena dy begitu tertarik dengan islam, dan ketika kami menjalin hubungan ini dy ingin menikahi ku dan akan masuk islam, saya belum membicartakn hal ini pada orang tua saya, tetapi kakak saya sudah tau..dan ia marah besar,, kami sempat putus karena diriku masih mempermasalahkan perbedaan agama itu, tetapi sekali lagi dia meyakinkan saya kalau dia akan masuk islam…saya harus bagaimana ustadz…dia berkata tolong dukung dia dan membimbingnya dalam islam….setiap saya berdoa saya berdoa tolong berikan yang terbaik buat saya apakah ini jodoh yang terbaik..kenapa saya tidak bisa jauh dari dia….apa yang harus saya lakukan??

Jawaban M Shodiq Mustika:

Menurutku, kamu perlu mempertegas posisimu: selaku calon istrinya ataukah selaku da’i yang membimbing dia untuk masuk Islam. Untuk membimbing dia menuju Islam, kamu tidak membutuhkan status “pacar” (atau calon istri). Kalau berstatus pacar, akan sulit bagi kita untuk menilai apakah dia itu nantinya masuk Islam lantaran kesadaran sendiri ataukah berpamrih untuk bisa menikah dengan dirimu.

Mungkin melepas status pacar itu agak berat bagi dirimu. Namun Allah SWT telah menyampaikan kabar gembira bagi hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya dengan mengorbankan segalanya: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. … Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9]: 111)

Seberapa besar kemenangan itu? Minimal sebesar yang disabdakan Rasulullah saw: “Barang siapa yang menunjukkan kebaikan, maka ia memperoleh pahala [pula] sebesar pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Akan tetapi, kalau kau menghendaki status sebagai pacarnya, aku sarankan jadilah pacarnya hanya apabila dia masuk Islam. Pernyataan dia “akan masuk Islam” belum cukup memadai. Selama dia beragama lain, perlakukanlah dia sebagai teman biasa saja.

Jika dia masuk Islam, maka dia bisa menjadi jodoh terbaikmu. Tapi selama dia beragama lain, dia bukanlah jodoh yang disediakan Tuhan untuk dirimu. Allah SWT berfirman: “…. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS al-Baqarah [2]: 221)

Demikian jawabanku, wallaahu a’lam. Semoga Dia senantiasa memberi petunjuk kepada dirimu pada khususnya dan kepada kita semua pada umumnya. (Aamiin.)

68 thoughts on “Konsultasi: Pacar nonmuslim bagaimana?

    Jhon said:
    12 Juni 2009 pukul 11:10

    Klau cwok muslim dan cewek non muslim, bleh gak nikah?

      ratna said:
      11 Oktober 2009 pukul 14:48

      blh2 saja asalkan si cew tersebut mau diajak masuk islam

      pentatouch follower said:
      25 Juni 2015 pukul 18:23

      hehheheeheheh, muslim itu petaka dunia

    ratna_ulan said:
    12 Juni 2009 pukul 13:56

    saya setuju dengan saran dari ustad………..
    lebih qt menjauhi org2 kfir krn menurut saya kbyakan org2 non muslim itu cm hanya memanfaatkan org2 muslim akn sesuatu hal………..

    nisa said:
    12 Juni 2009 pukul 14:09

    saya juga mengalami hal yang sama, pacar saya nonmuslim,saya dalam proses menjauhi si dia, tapi sulit sekali bagi saya menjauhinya, dia selalu menghubungi saya dan mencari saya,dan dia sangat tau bahwa saya masih mencintainya, berkali kali bertengkar tetap saja saya luluh juga,sebenernya dia pernah memanas manasi saya dengan pdkt sama cewe lain dan saya marah besar padahal statusnya sudah putus,makanya dia tau bahwa saya masih mencintaiinya,saya harus gimana untuk menghindarinya karena saya tinggal jauh dari rumah/bekerja sehingga saya jauh kasih sayang ortu dan merindukan perhatian.dia tahu saya kesepian dan dia selalu menelpon saya setiap hari untuk memperhatikan saya.padahal saya dengan dia juga jarak jauh semarang jakarta tetapi sulit untuk menghndari komunikasi dengannya, mohon solusinya ya pak

      GANDA said:
      25 Juni 2009 pukul 10:09

      Kalau sampai anda menikah dengannya anda diibaratkan mereka domba yang tersesat, (emang mau disamakan dengan domba, neng kita ini manusia punya akal, dipake dong, jangan nurutin kata hati terus, ingat jangka panjang, inget calon anak – anak mu, ingat ibu bapakmu, yang utama ingat apa keyakinan dan agamamu……

      Mr Edan said:
      18 Agustus 2009 pukul 07:19

      Udah aja, mbanya dengan saya saja buat melupakan si dia…oke mba…

      Aku Lulusan S1 ITB loh, jadi ga akan kalah dari dia.

      >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

      Hasan Umar said:
      19 September 2009 pukul 11:37

      Afwan mba nisa… rasulullah bersabda “belum beriman seseorang sebelum hawa nafsunya tunduk tehadap apa yang aku bawa (HR. Bukhari)”… dalam Islam tegas PACARAN tidak pernah dicontohkan Rasulullah SAW,..
      Bentuk-bentuk hawa nafsu itu macam-macam seperti yang Allah sampaikan pada surah Ali ‘Imron ayat 14 : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.
      Lalu bagaimana cara mengendalikan hawa nafsu? Jawabannya adalah dengan meyakini imbalan besar yang akan Allah berikan kepada orang-orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya. “Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu (memperturuti hawa nafsu)?.” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya” (QS. Ali ‘Imron yat 15).
      Kuatkan keyakinan tersebut dengan banyak berzikir (mengingat Allah) dan beribadah kepadanya. Jangan hanya mengandalkan ibadah wajib saja untuk mengendalikan nafsu, tambah juga dengan ibadah sunnah, seperti shaum senin-kamis, sholat tahajjud, tilawah Al Qur’an, sholat dhuha, dan lain-lain.

      Hasan Umar said:
      19 September 2009 pukul 11:40

      solusi buat mba adalah nikah…
      “Ada 3 golongan manusia yang berhak ditolong oleh Allah, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
      http://biotis.co.id/felix/2009/07/14/unreasonable-fear/

    anton said:
    12 Juni 2009 pukul 14:36

    Jika jodoh, insya Allah akan dibukakan jalan menuju ke pernikahan oleh Allah SWT..amin!

    hpijogja said:
    13 Juni 2009 pukul 04:11

    Trik-trik mengajak anda masuk ke murtadan, minimal memasukkan ide ke kepala anda untuk mengakui ajarannya, pertama OK masuk islam tapi kemudian berbalik lagi dengan alasan suara hatinya berkata tidak, atau KTP saja, kalau tidak nanti anak-anak anda yang pindah agama, terbujuk keluarganya, dengan memperlihatkan bahwa ajarannya lebih simpel tidak perlu shoolat 5 waktu atau 29 berpuasa. Tidak tahukan bahwa dalam garis besar jangka panjang untuk dakwahnya segala cara dilakukan untuk menjadikan anda digembalakan, nanti jangka panjangnya kita akan dijadikan Anda sebaiknya mempertimbangkan kehidupan akherat yang kekal dengan mencintai Allah SWT atau kehidupan dunia yang sebentar dengan mencintai sesama manusia?

    vebby puspitasari said:
    13 Juni 2009 pukul 23:39

    Menanggapi konsultasi ini:

    Terus terang rekan… saya juga mengalami hal serupa.
    Saya berpacaran dengan sahabat saya , sudah saya tempuh selama 5 tahunan krn janji dia bahwa dia masuk islam.
    Bahkan masyaallah saya smpai menentang ibu saya dan beranggapana bahwa dengan keyakinan saya .. klo dia akan masuk islam. Setiap hari dan waktu saya berdo’a.. memoon petunjuk kepada Allah SWT…

    Dia pun sama … meyakinkan saya didalam kelrg dia dan saya klo dia bersungguh2, dengan janjian Bahwa dia masuk islam dan mengharapkan saya membimbing dia.

    Perlu diketahui, hubungan kami ditentang keluarga dia(kakak dan papinya) dan juga keluarga saya (mama).

    Kemudian, suatu hri… Allah memberikan suatu petunjuk atas do’a yg saya panjatkan selama ini.
    Dia berkata , bahwa dia tdk dapat menjadi muslim dan hanya ajaran katholik-ah yg mampu membuatnya Tenang, Saat mendengar itu… seperti petir disiang bolong.

    Tetapi, inilah suatu petunjuk… walaupun dengan bimbingan saya dengannya selama ini , walaupun tak mampu melunakkan keyakinannya.. saya percaya bahwa Allah akan memberikan rahmatnya dan kelak saya yakin akan mendapat yg terbaik… walaupun jihad saya ini gagal.. tetapi saya yakin inilah yg terbaik.

    Ini hanya pengalaman yg ingin saya sharingkan kepada rekan2.
    Cintailah seseorang krn agamanya… dan jgn terlalu mempercayai akan manisnya lidah kata2 ‘saya akan menjadi muslim’, dan semua kata ustadz benar.. ‘akan menjadi muslim ,bukan berarti menjadi muslim’.

    Dan syukurlah sekarang ini , telah sadar memohon mapun kepada ke2 ortu saya , dan saya telah sadar bahwa hal yg kita anggap baik, belum tentu itu yg terbaik bagi kita..

    Walaupun hati saya masih sakit smpia skrgn dan ada sedikit rasa trauma, saya yakin bahwa suatu hari akan ada jodoh yg lebih baik yg akan datang…

    Dalam kesendirian saya sekrg ini.. syukurlah saya isi dengan kebahagiaan dengan keluarga , saya isi dengan bekerja dan selalu berdo’a pada Allah.

    Untuk rekan yg mengalami… , lebih baik sakit sekrg , dripada dikemudian hari.
    Ingat, wanita muslim jika menikah dengan pria nonmuslim >> Hukumya Haram/sama dengan Zina.

    Terimakash…

    Vebby

      GANDA said:
      25 Juni 2009 pukul 10:12

      itu baru muslim sejati, ALLAH SWT masih sayang sama kamu, kamu diselamatkan dari siksa neraka, maha besar ALLAH….

      Mr Edan said:
      18 Agustus 2009 pukul 07:20

      JIHAD????NAFSU KALEEEEE.

      dygta said:
      31 Agustus 2011 pukul 13:26

      wuih,,makasih bgt atas sharenya,,berharga bgt,,,ni skg gw lg jalanin hub.beda agama,,tp untungnya baru 3 minggu,,tp gw cinta
      skg sy tw pa yg harus q lakuin

      Cumicumi Enis said:
      25 Juni 2012 pukul 12:24

      terima kasih ya atas sharenya, sangat berharga buat aku.

      fauzy said:
      8 Juni 2015 pukul 15:17

      kisah yang mba vebby share sangat menyentuh saya, sebab itu yang saya rasakan saat ini & bahkan sampe detik ini saya belum bisa lepas dari belenggu cinta yang menurut saya salah, saya sayang pacar saya kita udah jalan 5 tahun, kadang saya optimis saya bisa bawa dia & bimbing dia untuk jadi seorang muslim yang baik, kadang juga saya pesimis sebab hubungan saya di tentang semua pihak kecuali sahabat sahabat dekat saya yang selalu suport, saya masih bingung harus menentukan sikap seperti apa untuk permasalahan ini, permasalahan yang selalu mebayang bayangi hidup saya, membuat saya tidak tenang !!

      adityallen said:
      28 November 2016 pukul 09:54

      sama ka, tapi kalo saya masih memperjuangkan dan terus berdoa sma Allah, semoga di bukakan pintu hati nya, di berikan hidayah. karna semua nya atas ijin Allah, dan yg bisa saya lakukan cuma berusaha dan berdoa.

    tjappLien said:
    14 Juni 2009 pukul 12:23

    gmn y_?
    saya pun jg masih remaja, tp boleh kan buat ikut kasih saran…
    sbenernya pernikahan beda agama itu cukup berat jg,
    entah karena memang cinta…
    memang cinta itu tak trbatas buat siapa aja,
    tp jg mesti siap² dg konsekuensinya,
    salah satu teman saya jg mengalaminya,
    walaupun masih bruntung karena si keluarga dari cowo’ny membolehkan,
    tp jg masih memerlukan waktu yg panjang…

    waLLahuaLam…

    sugeng asmoro said:
    14 Juni 2009 pukul 18:05

    kok bisa menyimpulkan org lain “musyrik”, apakah kita sdh jd mukmin yg benar ato malah diri kita yg musyrik. Buka pikiran & wawasan.

    trims..

    Asyiro said:
    18 Juni 2009 pukul 10:19

    mas sugeng asmoro, saya sependapat dengan anda, sebelum bicara hendaknya lihatlah diri sendiri….. (sucikah?)

    salam kenal mas sugeng asmoro!

    egomaniac said:
    18 Juni 2009 pukul 20:25

    apakah umat Islam menganggap orang yang non-muslim (tapi beragama, Kristen, Katolik, Hindu, Budha) itu kafir & tidak beriman?

      DoeX"03RbA" said:
      26 Juni 2009 pukul 21:51

      emmmmmmm,.,.,bEtuL Jg,Masz,.,.

    calista said:
    24 Juni 2009 pukul 09:37

    saya seorang muslim dan telah menjalani pacaran dengan orang yg berbeda agama (non muslim) namun kini dia telah menjadi suami yg terbaik bagi keluarga dan menjadi seorang muslim yg soleh.Sekarang kami juga telah dikaruniai seorang anak wanita yg sangat cantik. jaganlah kita selalu berpendapat bawahwa semua orang non muslim tidak mempunyai iman yg kuat untuk menjadi seorang muslim. Karena sebaliknya jikalau kita bisa menuntun mereka dan meberikan pengertian kepada mereka tentang islam insyaallah
    mereka bisa menjadi yg terbaik bagi kita dan keluarga nantinya.Ini bukan hanya terjadi untuk saya saja tp terjadi jg pada sahabat karib saya yg sekarang jg talah mempunyai seorang putra yg sangat lucu dan jg keluarga yg harmonis. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan buat kamu2 yg mempunyai pacar yg non muslim.

      GANDA said:
      25 Juni 2009 pukul 10:18

      Kita hidupkan bukan cuma untuk didunia mba, diakhirat ada kehidupan lain kehidupan yang kekal, maka carilah bekal sebanyak mungkin untuk di kehidupan akhirat nanti, smoga ALLAH SWT selalu memberikan petunjuk yang baik untuk keluarga mba…

      Yuli Nurmala said:
      30 Juni 2009 pukul 12:08

      Assalamualaikum Mbak Calista..

      Bagaimana ceritanya sampai suami mbak bisa menjadi muslim yg taat??dan apa saja usaha yg mbak lakukan??
      terima kasih..

      Wassalamualaikum

      Mr Edan said:
      18 Agustus 2009 pukul 07:24

      MaSA sich mba…. YAkin????? Beran bersumpah ? apa yang mba katakan kebenaran???????????

      Mr Edan said:
      18 Agustus 2009 pukul 07:24

      MaSA sich mba…. YAkin????? Berani bersumpah ? apa yang mba katakan kebenaran???????????

      elita020691 said:
      2 April 2014 pukul 03:39

      Mbak calista, bs minta kontak mbak? Saya mw sharing dgn mbak. Tlg email saya ke elita020691@gmail.com.

      Buat teman2 yg pcrn beda agama, lelaki yg non muslim dn akhirnya menikah dlm islam bs tlg email saya yaa thanks. Assalamu’alaikum…

      dyah wahyu said:
      19 Juni 2016 pukul 23:23

      Mbak calista boleh minta kontak emailnya?? Pengen minta solusi. Apa yg saya alami sama ky mbak.

      enjelika said:
      25 September 2016 pukul 16:24

      mbak saya minta saran dari mbak calista dong,saya punya pacar yang beda agama dengan saya,saya islam sedangkan dia katholik,gimana caranya agar dia mau ikut agama saya?mohon sarannya mbak

    GANDA said:
    25 Juni 2009 pukul 10:14

    JANGAN SEKALI – KALI KAMU MENUKAR KEYAKINAN DAN AGAMAMU DENGAN CINTA

    yani said:
    4 Juli 2009 pukul 16:21

    memang betul apa yang di bilang temen2..
    jika kita mengaku sebagai seorang mu’min (ikuti apa yang diperintahakn-Nya, jauhkan apa yang dilarang-Nya). insya allah qt akan merasakan manisnya iman..

    yani said:
    4 Juli 2009 pukul 16:52

    kalo kisah temen perempuan saya (anggaplah temen saya itu si A, pacarnya itu si B). keluarga si B ni yg berbeda agama, status si B disini adalah anak laki-laki hasil dari keluarga yg berbeda agama, tapi si B beragama islam yang taat. sedangkan si A menjalin hubungan serius dengan si B. si A dan B beragama islam.

    tapi kendalanya disini adalah bagaimana meyakinkan keluarga si A ini sama orang tuanya, jika si B benar- benar muslim sejati sedangkan keluarga si B ini berbeda agama ?. sedangkan si B merasa khawatir dan ragu bahkan mundur dan minder dengan keluarganya si B?, apakah si B nanti diterima di keluarganya si A jika kelak mereka menikah nanti. apa yang harus dilakukan si A dan si B agar bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan untuk medapatkan restu dari kedua belah pihak keluarga? apakah posisi si B itu kuat dalam pandangan islam ? mohon ditanggapi segera…

    bambang edi winarso said:
    24 Juli 2009 pukul 16:30

    Assalamualaikum Wr. Wb

    Menambahkan apa yang telah dijelaskan oleh Pak Shodiq.

    Ada satu riwayat dari Salamah bin Sa’id, suatu hari seseorang berkata kepada Hasan al-Bashri, “aku memiliki anak perempuan dan dia banyak yang melamarnya, lalu kepada siapakah aku harus menikahkan?” Hasan al-Bashri mengatakan, “Nikahkanlah dengan laki-laki yang takut kepada Allah, karena jika dia mencintainya dia akan memuliakannya dan jika dia memebencinya dia tidak akan menzaliminya. [Khabar Hasan, HR Ibnu Abi Dunya, dikutip dari Majdi Fathi, al-muasyarah az-Zaujiyah.

    Ada baiknya kamu untuk mengambil sikap dan meyakinkan dirinnya bahwa Islam adalah satu-satunya jalan untuk kalian bersatu.

    Semoga membantu

    Wassalam

    jalandakwahbersama said:
    27 Juli 2009 pukul 16:06

    Assalamu’alaikum…
    Mencintai orang beda agama, memang benar kita tidak akan langsung menikah dengan orang tersebut, hanya saja kalau nantinya perasaan kita sudah makin dalam kepadanya, yang dikhawatirkan, kita akan berusaha mengadakan pembenaran-pembenaran terhadap yang kita rasakan.
    Memang sangat bagus, kalau kita bisa mengajak orang lain masuk agama islam, tapi kita juga harus perhatikan terlebih dahulu keseriusannya tentang hal ini, karena pindah agama, bukan hal kecil yang mudah dilakukan.

    Yang dicemaskan adalah perasaan kita terhadapnya, takutnya kalau kita sudah semakin merasa nyaman dengannya, semakin mencintainya, bisa berkembang jadi cinta sejati yang bisa saja membuat kita akan mudah memaklumi dan membenarkan orang tersebut, apabila pada kenyataannya, dia tidak menunda-nunda, masuk agama islam (ini seandainya, dia sudah bilang mau masuk agama kita, tapi tidak/belum ter-realisasi).

    Para ulama sepakat mengatakan haram hukumnya seorang muslimah menikah dengan seorang lelaki non muslim. Hukum ini didasarkan kepada dalil-dalil antara lain:
    1. Ayat surah al-Baqarah : 221 : “Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.”
    2. Ayat Al Quran surah al-Mumtahanah : 10 :” Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkanNya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Perhatikan juga hadits Rasululah SAW berikut ini: Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “perempuan itu dinikahi karena empat perkara; hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah oleh kamu atas dasar agamanya, niscaya akan membawa keuntungan padamu (kebahagiaan)”. (HR Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ibnu Majah).

    Dari hadist tersebut sudah sangat jelas bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menikah dengan orang yang seiman dengan kita dan agar selamat agama dan dunianya serta untuk peningkatan ketakwaannya.

    Wa’alaikum salam,
    Dewi Yana

      dygta said:
      31 Agustus 2011 pukul 13:32

      siipp mantap

    aldi said:
    7 Agustus 2009 pukul 13:35

    saya orang awam,maaf kl ada slah kta..
    kl mnurut aku,,
    haram hukumnya menikah dengan NON MUSLIM,,
    so..suruh cwok km ngucap 2 klimt syahadat dl,,
    iman Sseorang tdk bs d lihat dr berapa lama dia memeluk agama islam,,tp Sberapa besar rasa takut dia dia kpda Allah,,
    INGAT,,,IBLIS TAKKAN MATI HINGGA KIAMAT,,
    TUGAS IBLIS MENGGODA MANUSIA AGAR KLUAR DR TUNTUNAN ISLAM
    DENGAN BERBAGAI CARA…

    wahyu said:
    9 September 2009 pukul 14:28

    bagaimana caranya agar dia mau masuk islam dan mencintai saya dan membanggakan al quran bukan al kitab

    aditiyo umara wijayanto said:
    10 September 2009 pukul 12:28

    q jg mengalami kawan…

    q ma ce q sama2 muslim. beberapa minggu llu dy di ajak merid mantanya yg kristen n mreka uda jlan 2 minggu di blkg sya. Saya kasih dy kebebasan untuk memilih dn sya kecewa dy memilih mantannya itu.

    2 hri lalu q cr dalil tentag pnkhn beda agama seperti surat Al Baqoroh 221. Apakah hubugan mereka sebelum nikah bisa dikatakan sah????
    hri ni sy berencana ketemu dgn mrka untuk jelasn ini mua. tp mantanya sewot kl bicra mslh agm.

    q pgn beri tw kbnrn islam bwt mntan q tu dan jg pcrnya skg.Q g ign dy terjerumus ke kafiran….
    Smoga Allah beri jalan yg bnar bagi Q supaya q bkn pengganggu hubungan org.

    dicky said:
    30 November 2009 pukul 15:42

    ass…wr/wb

    bagaimana untuk menetapkan hati dia supaya dia bnr2 mau masuk muslim ???

    yani said:
    6 September 2010 pukul 09:42

    asss,wr,,wbk sya juga begitu,,,tpi sya gak tau hrus berbuat apa,,klo saya dkat dngan dia rsanya nyaman sekali,,,tpi kmi slalu mempermasalahkan agama,,ktanya dia akan janji masuk islam,,yang saya tkutkan dia msuk islam bkan karena allah tpi agar sya makin perhatian dngannya,,dia juga slalu belajar tentang agama,,pas sya ajak ke ustad dia mau si,,tpi syaanya belum yakin dia benar benar mau masuk islam,,tolong solusinya,,,wsss

    tasha said:
    7 Desember 2010 pukul 12:39

    sama sya juga mengalami…4thn lamanya,sempat dia berkata ingin memeluk islam dan memikirkannya,saat itu sya percaya karena melihat ibu nya seorang mualaf.semakin lama muncul persoalan2 yg ujung2nya mengarah ke agama,ternyata dia mulai tidak yakin akan memeluk islam,tp dia bingung.akhirnya saya memutuskan mundur dan menjauh dari nya setelah sebelumnya saya solat istiqarah dzikir dan istiqfar tiada henti,akhirnya saya lebih kuat menjalaninya,maha besar ALLAH hanya dengan mengingatNya sya merasa lebih tenang. tidak saya pungkiri kesedihan pun kadang2 melanda,apa lagi saya dlu berencana ingin menikah dgnnya,sya ms terus menjalankan solat istoqarah,hajat,tahajud dan cara2 lain yg mendekatkan sy dgn ALLAH, di malah hari sya selalu berdoa agar kelak mantan kekasih sya itu diberikan hidayah dan petunjuk Allah agar berada dijalannya,sya mencoba ikhlas dan pasrah menerimanya walau kadang sya ms teringat dgn mantan kekasih sy,sya yakin Allah akan memberikan yg terbaik untuk kita jika percaya pdnya…

    ita said:
    3 Maret 2011 pukul 16:07

    Hal yg dialami mba nisa hampir sama persis dengan yang aqu alami…,, qu mencoba melupakan menjauh tetep belum bisa bisa juga?? apa yg harus qu perbuat…

    irma suryani syair said:
    23 Agustus 2012 pukul 22:36

    jadi memang benar ya klo perempuan muslim menikah dengan lelaki non muslim itu zina hukumnya???

    rudi said:
    2 Desember 2012 pukul 22:56

    nah kalo laki laki muslim menikah dengan wanita non muslim apa hukumnya

    syarifah ayu said:
    17 Januari 2013 pukul 11:29

    saya juga mengalami hal yang sama.. jujur, awalnya saya tidak mencintainya… saya hanya iseng, karna kami hub jarak jauh. tp kesini-sini dia telah menunjukkan betapa dia sangat mencintai saya.. dan dia bersedia untuk masuk islam. hati saya mulai tergugah.. saya mulai mencintainya dan sekarang saya masih menjalani hub kami.. dan dia akan masuk islam sebelum kami menikah nanti… dan dia bilang dia ingin mati dalam keadaan islam dan khusnul khotimah… saya tidak pernah mengajarinya tentang islam secara langsung,, tp kalau sedang bicara dengan nya saya suka menyelipkan kata-kata, subhanallah, allah, alhamdlh.. dsb. dan dia juga sudah mulai tertarik mempelajari agama islam.. saya selalu berdoa semoga allah menggerakkan hatinya dan mau menjadi mualaf sejati… amiiinnnn

      yanic said:
      28 Februari 2013 pukul 10:18

      saya juga mengalami hal yg sama seperti syarifah ayu n sama persis….saya buth nasehat dan masukan bapak ustadz…terima kasih

    rahimah said:
    29 Januari 2013 pukul 11:26

    salam.. saya dalam keadaan bingung kerana saya berkenalan dngan seorang lelaki dan kami saling menyukai tetapi sudah saya beritahu padanya,masuk lah islam kerana ilmu di mana2 shja.. dia ingin tetapi dia juga bingung..

    coco said:
    3 Maret 2013 pukul 20:52

    saya kira semua agama baik, tinggal manusiannya yang menjalankan. bukan maksud menggurui tetapi tolong lihat kenyataan yg ada

    Indar PR said:
    8 April 2013 pukul 17:13

    Pacar sy seorang yg non muslim , sy menjalani hubungn lebih dr 1thn ..
    Saya erasa sgt nyaman dgn dy , dy rela berkorban demi saya , dy rela melakukan apapun demi sy , dan dy rela mempermalukan dirinya demi saya , namun permasalahannya pacar saya ini seorang yg non islam , ia memeluk agama lain , dy bejanji akan pindah(masuk islam) . Sy melanjutkan hubungan sy , karna ia juga membuktikan sesuatu yg mmbuat sy percaya kalo ia akan pindah , apakah sy bedosa telah mengajak u/ pndah ke agama sy ini ? Apakah sy berdosa pacaran dgn dy ? Mohon jwbnnya

    Mytha said:
    22 September 2013 pukul 10:26

    saya jg mengalami hal yg sma,saya pnya pcr non muslim . .kami pcran sdh 1 thun,saya benar-benar tdk bisa meninggalkn dia karena saya terlanjur sayang😦

    ela said:
    5 Januari 2014 pukul 05:35

    kalau sy malah sudah 11 thn mnunggu. mslh pengetahuan agama islam dy lbh mndalam,mgkn soal ibdh sj dy kalah dg sy.kami sm2 mrantau n 1 kntr.sjk sma smpe skrg s2 sllu sm2.dy sdg mmbicarakannya dg ortunya dg hrpn mrka mau mengerti,tp pd saat itu ibunya lgsg skt.dy prnh blg bhwa sbnrnya ibunya bgtu bkn mslh keimann tp takut nnti apa kata org n kluarga bsrnya.skrg kami sm2 mnunggu n mnunggu mukzizat mdh2-an ibunya kasihan pd anknya.tp ntah smpai kpn,dada sy sesak mmikirkannya.aplgi ibu sy sgt ingin sy scptnya mnikah,scara kponkn sy udh 2 yg mnikah.bbrpa x sy ingin pndh krja agr bs mlupakannya tp yg ada hati sy malah trsiksa.ya Allah…rahasia apa sbnrnya dibalik ini smua?trima lah zikir n doa2 hmba mu ini.Aamiin.

    Rika triana said:
    6 Januari 2014 pukul 22:37

    Assalamuallaikum.
    Awalnya rika juga bngung knp bsa pcrn sma dy yg rika tw dy non muslim tp rika syg sma dy. Smpai saat nie rika blm mengusik ttg agma karena hub kmi msh bru. Tp rika pngen dy bisa bljr ttg islam n Allah memberikan hdyah utk dy. Amin

      edo syahputra said:
      16 Februari 2014 pukul 03:16

      Saya punya pacar muslim,tapi suatu hari kakak saya masuk rumah sakit,terus sewaktu di rumah sakit saya mendapat seorng kenalan suster dia non muslim,terus awalnya saya pikir biasa2 aja perasaan saya dengannya tapi setelah saya jalani,dan hati saya mengatakan saya memilih untuk memutuskan pacar saya yg muslim agar saya dapat menarik pacar saya yg non muslim agar mau masuk agama saya,dia bilang dia sayang sama saya,dan dia bilng apakah saya bisa yakini dia bahwa muslim adalah agama yg benar untuk di anut,tolong beri pendapat terbaiknya agar saya bisa buktikan kepadanya bahwa islam adalah agama yg baik dan benar
      Beri pendapat berdasarkan pemikiran ilmiah dan rasional agar penyampain saya dapat di terima dengan baik

    icha aisyah said:
    7 Januari 2014 pukul 16:26

    sy juga mengalami hal yang sama, sy berpacaran dgn seorang laki-laki yg beda agama apakah sy berdosa berpacaran dengan dia? tapi hub kita bisa di katakan cukup lama . keluarga sy menentang hubungan sy ini tapi mama dia tidak menentangan karna keluarga mamanya islam tapi, papanya yg non muslim dia berjanji bakal masuk islam tapi, dia belum sepenuhnya yakin dengan keputusannya itu. . sy selalu berdoa kepada ALLOH SWT biar dia di beri hidayahnya. . dan yg terbaik buat hubungan kita berdua. . .

    terus apa yg harus sy lakukan??

    trojan.smiley said:
    20 Januari 2014 pukul 17:05

    ane muslim dan cewe ane christian. udah 2 tahun kita jalan bareng . lalu harus pisah gara2 inter-faith😦😦
    *menurut saya hanya 2 jalan keluar :
    – 1. pasangan anda mengucap syahadat (masuk islam dengan ikhlas) atau
    – 2. anda putuskan pasangan anda.
    tidak ada pilihan yang mudah😦

    Tiara Anisa Putri said:
    24 Januari 2014 pukul 18:59

    assalamualaikum .. boleh saya ikut bercerita?

    Dela Wijaya said:
    24 Januari 2014 pukul 19:18

    Ass
    Saya Dela, sy ingin bercerita, bukan tentang pacar non muslim sebenarnya, tp saya berharap disini sy mendapat jawaban dari kegundahan hati sy, mengenai pacaran. Ustadz, sy pernah pacaran, sekali, tp putus karna pacar sy agresif. dia menuntut sy berpacaran ala2 di sinetron. sejak itu, sy tdk ingin pacaran lg. sy ingin langsung menikah sja. tp saat ini sy masih kuliah, sy ingin menyelesaikan study sy dulu, low ketemu yg pas, baru nikah. cuman, jujur berat bertahan utk ga pacaran di zaman ky gni. terkdang, temen2 justru nyuruh pacaran, lalu bilang, “kalo cwo km minta “itu”, kasih aja, kasihan, itu artinya km sayang m dia”. sy ga pernah mau dengerin omongan itu. sy tetap bertahan dgn prinsip sy, “segala yg aku punya hanya utk suamiku”. tp susah ustad, sy pernah dii gosipin penyuka sesama jenis, gara2 cwo yg ngejar2 sy tp ga sy respon. ada yg bilang sy kuno, ga laku, ga normal, itu mempengaruhi orang tua sy, khawatir sy beneran penyuka sesama jenis. jd malah terus di suruh pacaran. sy harus apa? menjelaskan sudah tp gosip makin aneh aja yg ortu dengar dan akhirnya nyuruh pacaran jg

    Ika said:
    4 September 2014 pukul 17:42

    halo Pak Ustadz…Saya Ika , Awalnya Saya memiki Tunangan dan kami akan menikah di bulan Agustus 2014 dari rencana awal Desember 2013…Akan Tetapi Kami konflik dan memilih untuk Rehat..akan tetapi dalam masa itu saya Jatuh Cinta dengan Pria Non Muslim..dan Sudah melakukan Hubungan Intim sampai Saya Hamil dan keguguran…Pria ini saat ini Dia Sudah masuk Islam Pak Ustadz..Sholatnya nya saya lihat dan dengar dari teman temannya bilang rajin..Sempat Heboh karena para kawannya tahunya Non Muslim…Dia Gak malu untuk bilang Sudah mualaf dan rajin Sholat…Pada Awalnya Saya yang melarangnya Masuk Islam Karena Saya Tidak mau Dia Masuk Islam karena dia Mencintai saya..dan saya tidak pernah mengajarinya Sholat dan Lain Lain..Dia Belajar dan cari Sendiri Gurunya ..Pak Ustadz…Lalu Seiring Waktu Saya masih mencintai Tunangan saya…Saya kembali merajut Kasih ..Karena Tunanganga saya Jauh di luar kota sana maka kami hanya berhubungan lewat BBM dimana saya tidak ada Link BBM dengan Dia…sementara itu saya di Jakarta selalu bersama, dan saya melihat seluruh keseharian dia Saya Bingung Pak Ustadz…Banyak yang bilang saya harusnya bersyukur karena menemukan Pria yang memiliki Cinta yang Besar baik terhadap Kekasihnya dan Allah…tapi saya gak mau ribet karena memiiki saudara dari Suami yang berbeda agama ( Jika saya memiki suami yang mualaf )..Hati saya Terbagi akan tetapi juga aku akan mendapatkan pahala yang besar karena sudah membuat dia menjadi Mualaf…tapi saya tidak merasa menyuruh dia menjadi Mualaf…bahkan ada juga yang bilang kalau aku juga bersyukur dimana Jika Wanita sudah berbungan intim , wanita lah yang akan menuntut Komitment ini malah Prianya..
    Pertanyaaanya adalah Benarkah Jika saya Tidak menikah dengan Dia maka yang seharusnya saya dapat Pahala menjadi Petaka atau Kutuk ? Saya mendengar Kalau saya dan dia belum berhubungan Intim dengan saya maka saya bisa saja tetap mendapat Pahala karena Kami hanya Teman tanpa Hubungan Intim..Akan tetapi saya akan mendapat Kutuk karena ada Pria yang mau menebus kesalahannya saya tolak …Adakah ayat Quran nya ?
    Makasih..Mohon Bimbingannya

    Dewi said:
    4 November 2014 pukul 07:00

    Ternyata banyak yg mengalami hal yg sama. Berhub dg pasangan non muslim, saya menjalaninya sdh 1 th. Awalnya dia menyatakan akan menunjukkan nikah beda ga adahalangan, awalnya sy diam saja krn tdk mau berdebat, semakin lama saya semakin nyaman dg dia, mulai dia mengajukan ide untuk menikah di gereja, saya diam, semakin hari semakin dia mendesak sy menuntutjawaban, keluarlah kata “iya” dari saya.
    Mulailah kami susun kehidupan kedepan, tidak ada hujan tidak ada petir, 3 bulan menjelang pernikahan, dia mengatakan dia tidak bs menikah dg pasangan beda agama, dia mencintai saya tetapi dia tidak tenang jika saya tidak bisa menemaninya di gereja.
    Dia memutuskan hubungan dg saya secara sepihak, dan menjalin hub dg cewek lain seagama dg dia. Disaat yang lain dia masih berhubungan dg saya dan mengatakan masih sangat mencintai saya dan takut kehilangan saya.
    Saya berharap dia bs mendapat hidayah, menurut saya dia hanya tau Islam hanya sepotong informasi dan dia selama ini menutup diri tidak mau mendengar bagaimana Islam scr lebih dalam, hanya dg doa dan berpikir positif, mungkin ini jalan terbaik yg Allah atur untuk saya.

    Semoga kita yang menjalani hub beda agama, bisa mendapat jalan keluar yg terbaik. Dan menerima dengan iklash semua ketentuan yg diberikan oleh Allah. Aamiin

    Hikari said:
    11 Februari 2015 pukul 10:00

    Sy saat ini sedang mengalami hal yang sama. Sy memiliki perasaan yg mendalam pada seorang protestan, awalnya kami hanya berteman, namun tanpa kami sadari kami saling sayang dan akhirnya kami mulai berhubungan. Dari awal kami tidak pernah membahas pindah agama, namun pernah sekali dy berkata, dy tidak masalah menjadi muslim, tapi dy tidak bisa meninggalkan keluarganya, dan menjadi muslim artinya ia meninggalkan keluarganya. Sy mengerti namun tetap belum bisa melepaskannya, dan dy mulai mengajak sy masuk agamanya. Sy tidak pernah berniat pindah agama,namun sy menerima pendapat semua orang mengenai agamanya masing2, jadi sy mendengarkan kata2nya. Semakin dalam sy mempelajari agamanya, semakin yakin saya bahwa agama sy adalah benar. Namun ketika sy menyampaikan hal itu padanya, km bertengkar, akhirnya sy stop mengungkit2. Dalam hati sy masih berkeyakinan agama sy yg paling benar. Karna berpacaran dgn non muslim, sy semakin rajin baca tafsiran Al Qur’an, mungkin bisa dibilang mencari pembenaran. Namun malah banyak hal yg sy pertanyakan, semoga sodara2 disini bisa membantu dan tidak menghakimi sy.
    1. Kenapa seorang bayi bisa dilahirkan sebagai seorang muslim ataupun bukan seorang muslim? Apa salah bayi tersebut sehingga sejak ia lahir dy dinyatakan seorang kafir? Apakah salah pacar sy jika dy dilahirkan di keluarga batak protestan yg notabene sangat kuat kekeluargaannya? Hal ini jg sy tanyakan pada pacar ketika kami ribut dn dy mulai membahas perbedaan kami, di agamanya, mereka adalah anak cahaya yg telah diampuni dosanya. Sy berkata, “apakah salah saya bahwa sy seorang muslim?”. dy hanya diam.
    2.Manusia semuanya satu spesies, sama2 memiliki akal dan perasaan, tp kenapa masih dibatasi dengan agama? Kenapa manusia tidak dijadikan satu agama sampai kiamat? kenapa kejadian Nabi Nuh tidak terjadi lagi sehingga tidak ada lagi perbedaan antara kafir dan muslim? Kenapa seorang kafir dibiarkan berkembang dan hidup didunia ini dan membuat dunia penuh pertikaian?
    3.Di Alqur’an ada kata2 mengenai yahudi dan nasrani yang bukan kafir. Mereka dikatakan kafir karna telah mengubah isi kitab dan menjadikannya sumber uang. Lalu apakah salah keturunannya jika mereka mendapatkan kitab yang telah diubah? mereka bahkan tidak tau itu sudah diubah apa belum? Mereka hanya tau kitab itu diturunkan oleh orang-orang terdahulu, oleh “yesus”. *maaf mengenai kutipan Al Qur’an yg saya lupa ayat apa no berapa. SIlahkan dibaca sendiri Al Qur’an masing2.

    Ketika sy menanyakan hal ini ke k2 orang tua sy, mereka berkata bahwa agama kadang tidak bisa dipikirkan dengan logika dan hanya cukup diterima saja. Tp itu malah membuat sy makin bertanya, kenapa manusia diberikan akal sehat jika kita tidak boleh mempertanyakan? Kenapa qt membiarkan semua orang ribut mengatasnamakan agama? Agama tidak salah, yg salah orang-orang yg membedakannya.
    Sy mempunyai banyak teman dan sahabat non muslim yg sangat baik dan mengajarkan kasih ke orang lain. Sy juga memiliki banyak sahabat muslim yg pikirannya kotor dan baik jika ada maunya saja. Sy yakin sebaliknya pun banyak.
    Sy rasa bukan agama yg membedakan baik buruknya seseorang, tp orang itu sendiri.

    Mohon bimbingannya. Sy harap saudara2 muslim disini tidak ada yg menggunakan cara setan dengan menghujat dan menghakimi seseorang yg saudara2 belum kenal. Sy hanya manusia biasa yg msh banyak belajar agama sehingga banyak bertanya.

    Maaf dan Terima kasih.

      cinta said:
      5 April 2015 pukul 10:45

      Hai hikari, cerita km sama persis dengan saya, boleh minta alamat emailnya. Karena saya ingin share

    Tama said:
    11 Juni 2015 pukul 13:56

    Asalamualaikum pak ustad. Sy punya pacar ini orang kristen. Sya sudah putusin dia, tapi dia minta balikan terus. Alhasil sy kasih syarat kalo mau balikan dan serius mka km harus jadi ialam. Dan rencananya sekarang dia mau jadi islam. Cuma gmn dengan orang tuanya? Apa yg harus saya jelaskan kepada orang tuanya? Mohon bimbingannya pak ustad.

    ardiansyah said:
    22 Juni 2015 pukul 20:14

    uztad,saya mau tanya jika saya menikahi seorang prempuan non muslim tp dia mau masuk islam…tp orang tua dia ga merestui..halal bagi saya ga jika saya menikahi dia secara islam tp tanpa restu orang tua dia.terima kasih

    karina said:
    25 Juli 2015 pukul 11:53

    saya karina . umur saya masih 18 tahun. saya mempunyai problem dengan masalah cinta beda agama. saya tau saya masih sangat belia tapi entah kenapa saya begitu berat dengan seorang pria non muslim yang saya kenal ini. saya gatau banyak tentang keluarganya tapi saya dengar dia adalah anak hasil pernikahan beda agama juga. dia sangat tertarik pada islam. bahkan dia mengaku pada saya bahwa dia sudah masuk islam. saya suka melihat dia sholat. tapi yang saya tau dia masuk islam secara sembunyi sembunyi dari keluarganya jadi saya beranggapan dia belum resmi masuk islam.
    dia ikut puasa saat ramadhan, ikut sholat jika sedang berada di luar rumah tapi dia ga berani sholat dirumahnya karna gaada kelurga nya yang tau dia masuk islam.
    bulan ramadhan kemarin dia bilang sama saya dia serius masuk islam. saya hanya mendoakan yang terbaik buat dia tanpa melakukan apapun karna status saya sudah menjadi mantannya. tapi saya gapernah bisa lepas dari dia \. saya ingin membantu mengajarinya tapi saya bingung bagaimana caranya. saya takut dia tersinggung jika saya tanya lebih jauh tapi kita masih sangat dekat, bisa tolong kasih saya solusi. ini id line saya (karinarputri20) saya butuh sekali solusi

    Saskia Nyla said:
    14 Juni 2016 pukul 17:02

    Saya juga sedang menjalani hubungan beda agama..
    Saya begitu mencintainya dan amat sangat mencintainya..
    Namun keluarga sama sama menentang.. Awalnya aku pikir akan ada jalan untuk kita tapi ternyata enggak..
    Dan semua brakhir demi Tuhan kita..
    Demi ALLAH SWT dan demi agamaku aku rela berkorban dan melepas dia yang sangat amat kucintai..
    Meskipun ini berat.. Meskipun sulit buat lupain dia.. Aku ikhlas demi Tuhan dan agama megahku…

    enjelika said:
    25 September 2016 pukul 16:42

    saya juga sedang menjalani hubungan beda agama,saya islam dan pacar saya kristen kami sering putus nyambung,saya terima dia karna awalnya saya cuma iseng tapi makin kesininya saya makin sayang sama dia dan dari sekian banyak pacar saya cuma dia yang gak bisa untuk saya lupain dan hanya dia yang mau berjuang dengan saya tapi saya masih bingung.buat yang ingin kasih solusi atau bimbingan saya sangat berterima kasih

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s