Curhat: Putus Cinta Saat Menjelang Nikah

Posted on Updated on

Seorang pembaca postingan “Dapatkah mengembalikan rasa cintanya …” menyampaikan sebuah curhat. Kisahnya begitu mengesankan, sehingga kuputuskan untuk menayangkannya di sini:

Setelah saya membaca pengalaman mba,, jadi teringat dengan diri saya sendiri… kondisi saya malah mungkin lebih menyakitkan daripada mba…. Saya putus dengan kekasih saya 3 bulan menjelang pernikahan kami,,, saat gedung sudah di-booking, catering dan cincin kawin sudah dipesan, dan barang seserahan pun sudah dibeli, bahkan kami sempat melihat2 rumah yang akan kami beli untuk tempat tinggal kami nanti setelah menikah… Ya saat kedua keluarga kami sudah sangat setuju dengan hubungan kami,, kami malah berpisah hanya karena kesalahan yang tidak sengaja saya lakukan ketika saya sedang emosi dan khilaf,,, ya sama seperti mba yang sedang emosi, saat itupun saya juga khilaf dan mengeluarkan kata2 berisi kekecewaan saya pada dia… hingga kemudian dia sangat sakit hati dan meminta putus,, saya sangat menyesal dan meminta maaf dan berharap agar dia kembali pada saya, saya pun meminta kesempatan yang terakhir, namun dia tidak mau memberikannya…. Dia bilang bahwa sejak peristiwa kemarin ada banyak rasa cintanya yang mati,, rasa sayangnya juga sudah terlanjur hilang… yah intinya dia bilang bahwa rasa cintanya pada saya sudah hilang…. Pada saat itu saya masih sangat mencintainya dan berharap dia kembali pada saya,,, mungkin sama persis seperti perasaan mba saat ini,, saya juga berkali2 sholat tahajud, sholat hajat dan sholat istikharah disertai dengan dzikir yang saya panjatkan pada Allah setiap malam agar perasaannya pada saya kembali seperti dulu,, saya pun tak henti2 memohon petunjuk dari Allah…. Namun, hubungan kami berdua malah semakin memburuk.. hingga pada akhirnya dia tetap ingin memutuskan hubungan dengan saya.. saya sudah pasrah dan menyerahkan segalanya pada Allah…. hingga detik ini, dia sudah tidak pernah mengkontak saya samasekali….
Intinya, walopun sedih, sakit hati dan kecewa, namun saya sudah menyerahkan semua rasa cinta ini hanya pd pemilliknya yang sah, yaitu Allah… karena cinta Allah kepada ummat-Nya adalah cinta sejati,,, sedangkan cinta antar sesama manusia adalah hanya sebagian kecil dari bukti2 kecintaan Allah kepada ummat-Nya… Pengalaman saya dan pengalaman mba membuktikan bahwa ternyata cinta manusia itu tidak abadi… mungkin kejadian ini juga teguran bagi saya agar saya tidak mencintai manusia melebihi rasa cinta saya pada Allah… Cukup Allah sebagai penghibur hati,, karena Allah tak pernah pergi, dan Allah selalu peduli…
Pada saat ini sudah ada pria lain yang mencoba mendekati saya,, insyaAllah lebih shalih dari yang sebelumnya… dan yang terpenting, dia menerima saya apa adanya… Dia bilang akan memperbaiki kekurangan saya sedikit demi sedikit dan dengan penuh kesabaran..
insyaAllah mba,, ikhlas adalah kuncinya, berdoa dan berusaha memang sudah seharusnya,, lalu hasil akhirnya biarlah Allah yang menentukan yang terbaik dalam hidup kita,, karena Allah lah pemilik cinta sejati itu..
Wallahu’alam bishowab

Iklan

15 thoughts on “Curhat: Putus Cinta Saat Menjelang Nikah

    fendynunug said:
    13 Juni 2009 pukul 19:25

    wow, fantastic bgt pengalamanya!!!!!!!!! jadi terharu

    Mr.o2n said:
    15 Juni 2009 pukul 11:02

    Kisahnya nyatanya benar2 pilu,tapi mungking itu sebuah cobaan darinya,tinggal memetik makna dari ke jadian pilu di atas.dan salam kenal m.shodiq mustika.

    trisna said:
    17 Juni 2009 pukul 11:49

    jangn menyerah.aitu ujian hidup.Allah swt tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan kita.syukuri nikmat yang ada jalani hidup ini dengan ikhlas

    Gerry Reynaldi said:
    22 Juni 2009 pukul 20:27

    Kisah cinta yg tragis juga pernah saya alami..

    Tapi itu menyadarkan saya, bahwa di saat orang2 yg kita sayangi pergi menjauh meninggalkan kita,tp Allah SWT TIDAK akan pernah meninggalkan kita,karena itu kita harus sadar, bahwa Allah SWT Maha Mencintai dan Menyayangi Makhluk-Nya..

    Maka Cintailah Allah, yg kadarnya melebihi kecintaan kita terhadap apapun di Dunia ini.

    MAHA SUCI ALLAH
    MAHA SUCI ALLAH
    MAHA SUCI ALLAH

    Ridha said:
    18 Juli 2009 pukul 08:53

    Terimakasih sudah menayangkan curhat saya…. semoga bisa bermanfaat dan menjadi hikmah bagi yang lain…. Terimakasih banyak juga atas doa dan dukungannya…..
    Oiya, insyaAllah sekitar 2 bulan lagi,, “pria yang mendekati” saya td insyaAllah akan membawa keluarganya kerumah untuk segera meminang saya….. Subhanallah….!! saya sendiri tidak percaya bisa secepat itu,, insyaAllah dia adalah pria sholih yang taat menjalani ibadahnya, itu sudah cukup bagi saya….mungkin dialah pria yang menjadi jawaban dari dzikir dan istikharah saya selama ini…. sementara sampai saat ini pria yang pertama sudah tidak pernah mengkontak saya samasekali………. wallahu’alam….
    Akhirnya hanya doa memohon keberkahan dan ridho dari Allah yang saya panjatkan setiap malam…… Bila dia adalah pria yang bisa menuntun saya kedalam surga, semoga rencana pernikahan saya bisa tetap terlaksana, meskipun bukan dengan pria impian saya melainkan dengan seorang pria terbaik yang sudah Allah pilihkan untuk saya….. mohon doanya… semoga Allah menunjukkan jalan terbaiknya…
    wallahu ‘alam bishowab.

    edrizal said:
    30 Agustus 2009 pukul 08:09

    saya sangat setuju sekali dengan tulisan ridha. Allah adalah perencana terbaik, maka dengan kejadian ini Allah pasti merencanakan yang terbaik buat kita,,,,,,, maka dari itu sabar dan ikhlas adalah penolong utama kita, semoga Allah tetap memberikan yang terbaik buat kita………….Allah memberikan sesuatu sesuai kebutuhan kita dan bukan harapan atau keinginan kita……………..

    Nurchaem said:
    5 Oktober 2009 pukul 23:02

    Semoga kita semua segera mendapa cinta sejati. Amin

    anne said:
    6 November 2009 pukul 19:21

    mmm.. boleh sy bercerita jg?

    mencintai karena Alloh.. dr dlu itu terpikirkan oleh sy.. bagaimana cara mencintai seseorang karena Alloh?? bagaimana? karena sy takut, berlebihan dlm mencintai..

    awalnya, ketika masuk perkuliahan.. sy melihat dy,, rasa pertama.. hampir biasa sja, karena bila dilihat scr fisik memang bkn tipe sy.. dan lg ana sama skali tdk ska sma org yg penampilannya alim (menurut pengalaman wkt sma, penampilannya alim tp kelakuan sama spt pd umumnya) tp skrng sy sadar, jgn sama skali menilai seseorng dr penampilannya.. jgn sama skli..

    nah, pertama kali melihat dy,,rasanya ga sukaaaaa bgt.. pgn jauh2 darinya,, tp lama kelamaan, melihat kelembutan hatinya, baiknya, sgl perilakunya..membuat hati sy luluh,,

    dan sampai 3 tahun berjalan ini, sy msh menyimpan perasaan.. 3 tahun lebih.. dlm 3 th lebih ini, dy byk skali memberi sy ilmu terutama agama.. sy jd smakin mengenal islam.. makin lama, sy jd ingin menjadi istrinya.. yg dpt membuatnya bahagia..
    dan sampai saat ini sy msh ingin dekatnya,,

    nah, yg kutakutkan..apakah sy mencintainya melebihi cinta sy drpd Alloh dan RosulNya??? jd, saat ini sy berjuang keras utk tdk memikirkannya.. menjauh darinya.. dll.. tp malah semakin jelas keberadaannya dihati sy..

    sy sptnya memang hrs menikah.. atau byk2 berpuasa,,

    Ya Alloh.. jagalah hati ini agar tdk melewati batas2 Mu.. aamiin..

    eka febbysetiani said:
    29 Desember 2009 pukul 17:22

    mb nie qu eka.perasaan mb saat tu sama banget dengat perasaan sya.tp qt masih pacaran blom sampe kesitu.intinya kmi udah mo saling terikat dengan membeli cincin.tpi semuanya berubah begitu saja.yg pasti emang betul kita haruz pasrah,sabar & ikhlas dlm menghadapi semuanya.

    jelita aubry said:
    19 Januari 2010 pukul 13:41

    Sedih itu pasti ya,,,tp yang kita jalani tanpa dia hari ini esok dan seterusnya hanya cm dng sabar dan ikhlas. Semoga pengalaman tetap jadi guru yang berharga dikemudian hari.

    ur sevgilim said:
    27 Januari 2010 pukul 11:52

    doa untuk cinta….
    Aku rindu padamu
    Mahmut kahriman

    Aku ingin tahu kabarmu
    Kekecewaanku padamu dan salah faham diantara kita sudah ada di pundak Allah
    Tetapi kisah kita sebagai anak adam dan hawa akan selalu menjadi agenda Allah dan mengingatkan kepada kita suatu kisah cinta yang tiada habis karena rasa penasaran kita

    Biarpun jarak kita amat jauh, sangat jauh terpisah perbedaan Negara sejauh jauhnya tapi aku adalah wanita yang pernah mendengarkan janji takdirmu
    Janji kita berdua, doa kita berdua, harapan kita berdua
    Namun hanya di tangan allah nasib kita berdiri
    Meskipun kita dipisahkan secara paksa
    Aku yakin adilnya Allah belum menjawab kisah yang ada diantara kita,
    Aku yakin kita masih memiliki takdir, kita masih memiliki satu nafas, kita masih memiliki sisa waktu untuk berdiri bersama, duduk bersma, makan bersma, tidur lagi bersama, tertawa bersama lagi.

    Takdir kita dipisah secara paksa dan dengan kerautan masalah di punggung kita membuat kita jauh dan lupa bahwa kita memiliki cinta kuat.

    Mahmut Kahriman tersayang, sedang apa sekarang?
    Aku merindukan
    Aku ingin berjumpa

    Allah yang adil lindungan Mahmut Kahrimanku
    Allah yang penyayang maafkanlah dosa kami antara aku dan Mahmut Kahriman
    Dekatkanlah kesalah fahaman yang menjadi rasa rindu yang sungguh kuat
    Sungguh allah, engkau maha suci yang telah menjadikan kami terpisah dan kemudian kami sedang menanti takdir kami masing-masing.

    Allah dengar kan doaku untuk Mahmut Kahriman
    Aku ingin dia selalu sehat, panjang umur, kuat rezeki, dan segala hal yang baik berada di dalam dada Mahmut Kahriman ku

    Sembunyikan rasa rinduku pada mahmut kahriman di dalam badai tsunami dan gempa
    Hilangkan kesepianku diantara bencana yang kualami
    Kuatkan imanku dan rasa sayangku untuk Mahmut Kahriman meskipun penghianat cinta datang di tengah kami

    Dikala ku berjalan sendiri menantang badai angin, di hatiku menyebut nama Mahmut kahriman, sedang penghalang kami adalah takdir yang saat ini bukan milik kami.

    Oh Allah sungguh aku tidak mencintai Mahmut kahriman, akan tetapi aku mencintai hal-hal yang baik atas takdir yang berjalan di depanku adan atas Mahmut Kahriman aku tanyakan semua kesalah fahaman dan kenapa harus ada wanita lain.
    Tapi Allah aku percaya ini keadilan-Mu

    Allah…….sampaikan rinduku pada Mahmut Kahriman lewat badai angin di Indonesia, dan badai salju di Istanbul …….mereka akan menerima lalu menyampaikan –nya pada Mahmut kahriman

    Kang & Neng FOREVER

      GiPe said:
      1 Februari 2010 pukul 11:02

      kadang cinta itu bisa membutakan segalanya, apalagi jika cinta kita kepada pasangan sekalipun melebihi cinta kita kepada Allah dan Rasulullah…

      Saat kita merasa mencintai sesorang, cobalah untuk membisikkan selalu di hati kita… “Ya Allah, sungguh cintaku kepada-Mu teramat besar dan utama dan tiada yang menggantikan, dan puji syukur pada-Mu yang telah menitipkan kekasih yang baik bagi-Mu untukku di dunia ini…”

      Sekedar sharing….
      Saya berpacaran dengan istri saya saat ini, sekitar 2 tahun, dan kami telah 1 tahun lebih menikah, namun belum dikaruniai anak…
      Dalam kondisi saya pra-nikah (bahkan hingga saat ini), yg secara finansial duniawi belum mencukupi, saya memberanikan diri menikahi istri saya…
      Dengan harapan, jika saya bekerja keras, insyaAllah kebutuhan hidup kami akan terpenuhi dengan baik…
      Saya melakukan segalanya dengan keras, dengan tujuan hanya satu.. membahagiakan istri saya yang sangat saya cintai dibandingkan segala2nya…
      Tapi saya lalai akan Allah… saya melupakan-Nya… terlalu fokus pada dunia…
      Hingga rasa cinta saya yang berlebih kepada sang istri pun akhirnya menjerumuskan saya, membuat saya melupakan kebutuhan hatinya…
      Akhirnya, setelah sekitar satu tahun, istri saya menyatakan ketidak bahagiaannya, dan saat ini, dia terus menerus menuntut perpisahan dengan saya, tanpa melihat kondisi saya yang masih berusaha keras untuk bangkit dari keterpurukan…
      Alasan dia hanya satu, karena rasa cintanya yang sudah hilang kepada saya…
      Sebuah pukulan yang sangat berat dalam hidup saya, dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena bagi saya, pernikahan hanya sekali seumur hidup, dengan orang yang sangat saya cintai…
      Saat ini, dengan dikuatkan oleh nasihat beberapa ulama yang saya temui, saya hanya dapat berusaha terus menjalin kembali yang telah hilang di hati istri saya, dan dengan ikhlas menyerahkan papun yang akan terjadi nanti kepada dzat yang seharusnya paling saya cintai diatas segalanya, Allah, sang pemilik cinta sejati…

      Moral dari kisah hidup saya mungkin adalah:
      cintailah Allah melebihi segalanya, dan InsyaAllah akan selalu terjaga cinta dan hidup yang kita jalin di dunia ini dengan pasangan kita…

    Dewi Angrum said:
    27 Maret 2010 pukul 08:15

    Afwan sebelumnya numpang curhat…

    Sy gadis yg pernah melakukan kesalahan dg pacar sy dulu. Alhamdulillah, keperawanan sy masih terjaga. Karena sy keburu sadar sebelum terjerumus terlalu dalam dg dia.

    Sy diputusin dia karena sy tidak mau lagi bercumbu dg dia.

    Sy tak pernah bertemu dan memikirkannya lagi. Perasaan sy sudah hilang buat dia. Karena sy sekarang mencintai orang lain.
    Seorang teman saya yg insya Allah lebih sholih dari mantan pacar sy.

    Teman sy ini tidak setuju pacaran. Kami berencana menikah secepatnya. Kami bahkan sekarang sudah bertunangan.

    Awalnya dia bilang mau terima masa lalu saya dan mau membuat saya lebih baik. Namun, akhir-akhir ini kami sering bertengkar. Sebab utamanya karena calon suami saya selalu bermimpi saya dengan mantan pacar saya berbuat zina.

    Setelah bermimpi itu biasanya dia menangis terisak-isak dan seolah memusuhi saya. Hati saya sakit sekali. Dia bilang sangat mencintai saya karena Allah. Tetapi mengapa dia tak mau menerima saya yg sudah bertobat?

    Saya bingung dengan sikapnya yg perlahan-lahan berubah. Saya tidak tahu harus bagaimana.

    Setiap kali saya shalat istikhoroh, ketika bermimpi, saya selalu bermimpi indah dengan dia.

    Apa yg harus saya lakukan? Apalagi dia menganggap saya tak suci lagi. Setiap marah dia mengatakannya. Dia memang belum pernah menyentuh saya. Bahkan bersentuhan tangan pun belum pernah.

    Bagaimana sikap yg harus saya lakukan untuk menghadapinya? Dua bukan lagi kami akan menikah… Apakah setelah menikah dia akan lebih menerima saya??

    Saya mohon bagi yg membacanya untuk memberi saya nasihat…

    arief said:
    6 Mei 2010 pukul 12:43

    Assalamualaikum,Wr,Wb. sebelumnya saya minta maaf kepada calon istri saya,saya cm ingin sharing masalah pribadi saya.sekarang dibulan2 ini saya lagi sibuk2nya mo ngadain pernikahan,tetapi mengapa di hati kecil saya masih ada yang mengganjal.akhir2 ini saya sering berantem,entah masalah apa?saya mohon maaf sebelumnya,mngkin calon istri saya terlau cemburu dan over protektif kepada saya,slama yang saya kerjakan,saya lakuin slalu salah di mata dia,saya dah berusaha menjalani hubungan dengan serius.memang saya akui dulu pengalaman pribadi saya dengan perempuan terlalu,tetapi mngkin sekarang disaat saya mualai sadar dan ingin menjalani hubungan lebih serius,tetapi mengapa yang saya dapat ga sesuai dengan keinginan saya.saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan petunjukNya,saya berusaha menjalankan Shalat Istiharah,tetapi mengapa sampai sekarang saya masih ragu dan ada kejanggalan di hati saya.apali pernikahan kami tinggal beberapa bulan lagi, yatu bulan juli sekarang, apakah mungkin cerita saya akan sama yang dialami tentang cerita yang diatas?hanya Allah yang tau segalanya.Saya hanya pasrah dan dikembalikan lagi kepada yang menciptakan saya,yaitu Allah SWT.saya meminta masukan dari semauanya,sekiranya dapat meringankan beban saya,dan akan ada jalan keluarnya.terima kasih sebelumnya.Wassalam

    ur sevgilim said:
    16 Juli 2010 pukul 14:53

    doa untuk cinta….
    Aku rindu padamu
    Mahmut kahriman

    Aku ingin tahu kabarmu
    Kekecewaanku padamu dan salah faham diantara kita sudah ada di pundak Allah
    Tetapi kisah kita sebagai anak adam dan hawa akan selalu menjadi agenda Allah dan mengingatkan kepada kita suatu kisah cinta yang tiada habis karena rasa penasaran kita

    Biarpun jarak kita amat jauh, sangat jauh terpisah perbedaan Negara sejauh jauhnya tapi aku adalah wanita yang pernah mendengarkan janji takdirmu
    Janji kita berdua, doa kita berdua, harapan kita berdua
    Namun hanya di tangan allah nasib kita berdiri
    Meskipun kita dipisahkan secara paksa
    Aku yakin adilnya Allah belum menjawab kisah yang ada diantara kita,
    Aku yakin kita masih memiliki takdir, kita masih memiliki satu nafas, kita masih memiliki sisa waktu untuk berdiri bersama, duduk bersma, makan bersma, tidur lagi bersama, tertawa bersama lagi.

    Takdir kita dipisah secara paksa dan dengan kerautan masalah di punggung kita membuat kita jauh dan lupa bahwa kita memiliki cinta kuat.

    Mahmut Kahriman tersayang, sedang apa sekarang?
    Aku merindukan
    Aku ingin berjumpa

    Allah yang adil lindungan Mahmut Kahrimanku
    Allah yang penyayang maafkanlah dosa kami antara aku dan Mahmut Kahriman
    Dekatkanlah kesalah fahaman yang menjadi rasa rindu yang sungguh kuat
    Sungguh allah, engkau maha suci yang telah menjadikan kami terpisah dan kemudian kami sedang menanti takdir kami masing-masing.

    Allah dengar kan doaku untuk Mahmut Kahriman
    Aku ingin dia selalu sehat, panjang umur, kuat rezeki, dan segala hal yang baik berada di dalam dada Mahmut Kahriman ku

    Sembunyikan rasa rinduku pada mahmut kahriman di dalam badai tsunami dan gempa
    Hilangkan kesepianku diantara bencana yang kualami
    Kuatkan imanku dan rasa sayangku untuk Mahmut Kahriman meskipun penghianat cinta datang di tengah kami

    Dikala ku berjalan sendiri menantang badai angin, di hatiku menyebut nama Mahmut kahriman, sedang penghalang kami adalah takdir yang saat ini bukan milik kami.

    Oh Allah sungguh aku tidak mencintai Mahmut kahriman, akan tetapi aku mencintai hal-hal yang baik atas takdir yang berjalan di depanku adan atas Mahmut Kahriman aku tanyakan semua kesalah fahaman dan kenapa harus ada wanita lain.
    Tapi Allah aku percaya ini keadilan-Mu

    Allah…….sampaikan rinduku pada Mahmut Kahriman lewat badai angin di Indonesia, dan badai salju di Istanbul …….mereka akan menerima lalu menyampaikan –nya pada Mahmut kahriman

    Kang & Neng FOREVER

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s