Heboh! Dangdut Erotis di Depan Masjid Diizinkan Pemerintah Kota Serang, Banten

Posted on Updated on

Ya Ampun, Dangdut Erotis Depan Masjid
Minggu, 14 Juni 2009 | 01:11 WIB

SERANG, (ANTARA News) – Pentas musik dangdut yang mempertontonkan penyanyi berpenampilan seronok berlangsung di depan sebuah masjid di Serang, Banten, nyaris dibubarkan namun karena pembubaran tidak mempunyai dasar hukum maka polisi hanya memberikan imbauan.

“Apa dasar hukumnya acara itu dibubarkan?” kata Kepala Satuan Intelijen (Kasat Intel) Polres Serang, Edi Gultom disela acara pentas dangdut di Desa Lebak Gempol Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Minggu (13/6) dini hari.

Polisi mengaku tidak membubarkan acara dangdutan yang menampilkan biduan berpenampilan seronok di pesta pernikahan anak seorang Ketua RW di Desa Lebak Gempol karena tidak ada peraturan daerah yang melarang pentas dangdut depan Masjid. “Kami bertindak selalu berpedoman pada hukum yang berlaku. Kalau kami dibubarkan dan pemilik hajat protes lalu menuntut kami, kami harus jawab apa?” tanyanya.

Kasat Intel Polres Serang mengungkapkan, penyelenggara hajat sudah mengantongi izin mengadakan pentas dangdut dari aparat kepolisian Polsek Cipocok, dan meski di depan masjid tidak ada satupun warga berkeberatan dengan acara itu. “Kalau Pemerintah Kota Serang sudah punya perdanya, kami akan menertibkan, jangan undang-undang lah, perda aja dulu,” kata Edi.

Dari pantauan ANTARA, pentas dangdut itu tepat diselenggarakan depan Mesjid Desa Lebak Gempol, sebelum aparat kepolisian menegur penyanyi agar sopan berpenampilan, termasuk dalam berpakaian.

Para biduan dangdut tersebut mengganti pakaiannya dengan yang lebih sopan dengan memakai celana panjang dan tarian mereka pun tidak sensual lagi. “Maaf para penonton, saya goyangannya sedikit saja, tadi tidak boleh bergoyang panas panas,” kata seorang biduan dari atas panggung kepada para penonton yang umumnya anak-anak dan remaja.

Namun setelah polisi dan Satpol PP meninggalkan pesta itu, para biduan itu memakai lagi pakaian yang memamerkan auratnya, sementara anak-anak yang semula menjauhi panggung kembali merapat ke panggung berukuran 6X8 meter itu.

Iklan

27 thoughts on “Heboh! Dangdut Erotis di Depan Masjid Diizinkan Pemerintah Kota Serang, Banten

    pitaxxx said:
    14 Juni 2009 pukul 05:49

    Astaghfirrullah…
    didepan mesjid melakukan maksiat ??
    benar2 keterlaluan sekali…
    ya allah..
    dimana rasa malu mereka…
    kunjungan balik sangat diharapkan

    MOHAS said:
    14 Juni 2009 pukul 08:44

    Hanya Iblis yang mau berbuat maksiat di depan masjid.

    othman said:
    14 Juni 2009 pukul 18:24

    jangan lupa trajidi di ACHEH!!!!

    tari said:
    14 Juni 2009 pukul 22:38

    ciri ketika Allah benci pada hambaNya: dicabutnya rasa malu

    reja said:
    15 Juni 2009 pukul 00:08

    ini nih yg cari penyakit,,,

    kebebasan tak tau aturan,,,

    fikrihidayat said:
    15 Juni 2009 pukul 07:54

    Seharusnya yang punya hajat tau diri dong, kalau dia tetangga masjid, selain itu negara ini selalu menomor satukan hukum manusia, bukan hukum yang membuat manusia, (Pelacuran, Khamar, Perjudian jadi halal padahal Allah SWT mengharamkannya) makanya Allah SWT Murka… banyak musibah di negeri ini… mari kembali kejalan Allah SWT…

    Syarief said:
    15 Juni 2009 pukul 10:47

    Emang sekarang sudah zamanya zaman edan (menurut hadits nabi yg ada di

    mang jaya said:
    15 Juni 2009 pukul 21:55

    dasar lo joget dpn mesjid klo mau depan gereja

      devon said:
      16 Juni 2009 pukul 22:21

      beware of your tounge…
      jerk

      devin72 said:
      19 Juni 2009 pukul 05:22

      mas, jangan bicara seperti itu, kamu liat dulu dasar hukum dan sosialnya. Bisa nggak mencoba untuk lebih arif mensikapi. Jangan konyol dan kampungan seperti itu. Kalau ga terima, kamu bisa hubungi saya di profil. Paham…!!!

      adam aldo said:
      4 Desember 2009 pukul 08:54

      ini dia ciri2 provokator…klo nulis pake otak dikit.

    wawan said:
    15 Juni 2009 pukul 22:17

    hukum negara kita bukan lagi berdasarkan benar atau salah. tapi sah atau tidak.

    yang benar tapi tidak sah maka dianggap salah, tapi yang salah tapi sah maka dianggap benar

    alwi said:
    16 Juni 2009 pukul 01:26

    bertaubatlah wahai pemuda yang ngadakn acara itu dan yang menontonya sebelum tangan alloh yang turun tangan

    Bisnis pulsa said:
    16 Juni 2009 pukul 07:23

    Prihatin…! Sebagai warga jawa barat yg kenal betul dgn karakter banten yg religius menyesalkan hal ini. Mudah2an ini hanya khilaf semata,bukan “mulai luntur-nya nilai2 agama”

    fadlullah said:
    16 Juni 2009 pukul 11:29

    Astahgfirlloh…. menurut anne….itu emang perlu ada pernyataan sikap tegas tuch dari perda setempat. jangan sampai syunami ke dua terjadi lagi……. istigfar lah…… bumi kita ini sudah tua loh…?

    Rizal said:
    16 Juni 2009 pukul 13:34

    Itulah yg akan mengundang mala petaka!

    apem said:
    17 Juni 2009 pukul 07:45

    ajibbbbbbbb

    eka sujatnika said:
    18 Juni 2009 pukul 13:42

    tunggu aja…. ntar juga dilempar ke laut ma Alloh jadi santapan hiu…. hehe..

    Yasmin Jauza said:
    18 Juni 2009 pukul 14:22

    So…tinggal tunggu bencana datang (Bukan mau nyumpahin)…tapi kalu maksiat sudah di biarkan terang2an, maka siap2lah Allah turunkan Azab (pun mengenai orang2 baik)…kalau Allah sudah Murka,….manusia mana yg bisa mengelak dari bencanaNYA ????? —– berkaca & belajarlah dari kejadian yg sudah2. Lihat ACEH dengan Tragedi TSUNAMI, lihat BENCANA SITUGINTUNG….mau bencana apa lagi yg d turunkan klu manusia hobinya PAMER MAKSIAT tanpa malu ?????

    Yasmin Jauza said:
    18 Juni 2009 pukul 14:29

    tambahan lagi….jangan mentang2 punya uang, trus bisa bikin acara seronok seperti itu, apalagi di depan Masjid yang notabene RUMAH ALLAH.itu namanya sudah melecehkan agama secara tidak langsung. klu ingin bikin acara pernikahan, buatlah acara yg mengundang keberkahan, baik bagi penyelenggara acara, & buat tamu yg datang ke acara tersebut. Amat SULIT mencari KEBERKAHAN jaman sekarang, apalagi kalau UANG yg sudah bicaara…semua nampaknya bisa dengan mudah di bungkam dengan UANG ciptaan manusia.

    gayatri said:
    18 Juni 2009 pukul 14:47

    Fenomena tersebut merupakan hal yang sepele, alhamdulillah banyak saudara-saudara muslim yang mengecam perbuatan tersebut. Izin telah dikantongi, walau acara dangdut dilakukan di depan masjid. Inilah tanda bahwa kesadaran terhadap agama yang telah diyakini sangat kurang, baik bagi penonton, penyelenggara, dan pengisi acara. agar hal tersebut tidak terulang lagi semua pihak harus segera bertobat dan mengkaji islam lebih dalam. Karena Islam adalah solusi. Menurut gue.

    grundal said:
    26 Juni 2009 pukul 02:53

    Tangkap semua yang terlibat Pak Gultom! Termasuk RW-nya tuan rumah yang pasti tahu acara yang digelar menyambut pesta pernikahan anaknya. Kalau RW bilang tidak tahu, berarti membohongi keluarga dan besannya sendiri. Harapan warga segara mencari pengurus RW baru sekaligus membersihkan nama kampung yang berada di provinsi Banten yang penduduknya terkenal amat agamis itu. Jaman ini warga Banten umumnya memerlukan pemimpin berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia, tidak hanya sebab disegani karena jawara. Saya merasa prihatin dan geram karena sebagai pemimpin RW telah menodai agama yang karomah dan suci.

    ahmad qomaruddin said:
    15 Juli 2009 pukul 10:16

    Gak perlu perda pak polisi, tapi etika pake! maka oleh karenanya etika moral bukan negara yg ngurus! urusan negara adalah memanfa’atkan kekaya’an utk memberi kemudahan kepada rakyat….dan terutama menjaga persatuan. etika dan moral sudah mundur jauh kebelakang akibat daripada keindahan teknologi dan kecanggihan budaya barat akhirnya lupa pada sopansantun dan adab pada sesama trutama haqulloh..

    Zaldy said:
    20 November 2009 pukul 08:49

    Itu baru tanda-tanda kiamat sudah dekat.

    Denso said:
    4 Desember 2009 pukul 20:17

    Ya allah semoga yang menjalankan dan yang ada dibelakanya mendapat cobaan dan siksa yang berat dari allah swt. amin.

    irsan said:
    27 Januari 2010 pukul 14:09

    jika berbicara dasar hukum. kita harus melihat di dalam UUD 45 & Pancasila dijelaskan Bahwa negara RI berdasarkan Ketuhanan YME, dan jika polisi mau berbuat adil seperti pada Sila ke-5 Pancasila, maka aparat harus membubarkan acara tersebut karena sesuai juga dengan KUHP Pasal 284 s/d 286 dan lihat juga UU Pornografi. apalagi jika di Depan Masjid. berarti sohibul hajat/aparat polisi tidak mengerti itu. buset dah!? jaman sekarang gak tahu UU.

    fakhruroji said:
    4 Mei 2010 pukul 06:08

    orang kelakuanya kaya setannnnnnnnnnnnnnnnnn

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s