Video: Inilah iklan kampanye Mega-Prabowo yang dicekal di televisi

Posted on Updated on

4 Seri Iklan Mega-Prabowo Ditolak Stasiun TV, Intervensi?

Rabu, 17 Juni 2009 | 11:17 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Empat dari 7 seri iklan televisi pasangan capres-cawapres PDI Perjuangan dan Gerindra, Megawati-Prabowo, ditolak sejumlah stasiun televisi untuk menayangkannya. Empat seri tersebut bertitel “Bangkrut”, “Mencintai”, “Harga”, dan “Pekerjaan”.

Sekretaris II Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Hasto Kristianto, mengatakan, alasan yang diajukan adalah iklan tersebut dinilai berisi kritikan. “Memang ada iklan yang mengkritik. Tapi kritik itu juga bagian dari pendidikan politik, tapi 3 stasiun televisi menolak dengan berbagai alasan. Kami juga sadar, kalau mengkritik terlalu vulgar, rakyat tidak senang,” kata Hasto di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).

Berikut ini adalah cuplikan salah satu iklan milik pasangan Megawati-Prabowo berjudul “Harga” yang ditolak penayangannya tersebut. Cuplikan iklan tersebut saat ini dapat disaksikan di situs video YouTube.

Hasto mengungkapkan, ada kejanggalan atas penolakan tersebut. Setelah dilakukan pembicaraan, ada pula pengakuan bahwa stasiun televisi tersebut menerima telepon yang meminta agar menolak iklan Mega-Prabowo.

“Ada yang mengakui bahwa ada telepon kepada media elektronik tersebut sehingga iklan kami yang sudah lulus sensor ditolak. Padahal sudah diorder, dan tinggal pembayaran,” ungkap Hasto.

Ia mengakui, timnya menangkap indikasi intervensi dari tim kampanye pasangan tertentu terhadap pihak stasiun televisi yang bersangkutan. Mengenai apa yang akan dilakukan timnya atas hal ini, Hasto mengaku masih akan membahasnya di tim kampanye. “Tapi, itu merupakan risiko kami sebagai yang bukan incumbent,” ujarnya.

Aneh, Iklan Mega-Prabowo Dilarang Tayang di TV
sumber: Jakartapress.com
Selasa, 16/06/2009 | 19:01 WIB

Jakarta – Wah, gaya kepemimpinan orde baru muncul kembali. Iklan kampanye Mega-Prabowo dilarang tayang di TV dengan alasan karena mengkritisi pemerintah. Akibatnya, Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Mega-Prabowo melakukan protes keras karena hampir semua stasiun TV tidak berani menayangkan iklan kampanye Mega-Prabowo yang bertema ‘Harga’ meskipun telah lolos sensor dari badan sensor (LSF).

“Stasiun-stasiun TV dihambat untuk menayangkan iklan kami karena tidak berkenan dengan fakta-fakta ekonomi yang dikemukakan,” ungkap Sekretaris Umum Timkamnas Mega-Prabowo, Fadli Zon dalam jumpa pers di Mega-Prabowo Media Center (MPMC), Jalan Prapanca, Jakarta, Selasa (16/6) sore.

Padahal, menurutnya, iklan Mega-Prabowo itu hanya mengungkapkan kenyataan bahwa 100 juta lebih penduduk Indonesia harus hidup dengan kurang dari Rp 20.000 per hari, mengalami kemiskinan, pengangguran, harga-harga sembako yang semakin tinggi setiap hari. “Penolakan iklan-iklan Mega-Prabowo tak dapat ditolerir. Sensor semacam ini tak dapat diterima dalam alam demokrasi yang masih harus kita perjuangkan bersama. Pemilu ini tidak boleh dipraktekkan seperti di negara-negara otoritarian yang mengontrol apa yang boleh dilihat oleh masyarakat melalui televisi,” tegas Fadli.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini menaggap aneh, tindakan pelarangan terhadap iklan Mega-Prabowo yang bertema ‘Harga’ tersebut, hanya karena dianggap mengkritisi pemerintah. “Padahal, iklan ini berisi fakta-fakta dan berdasar angka-angka yang akurat termasuk harga-harga kebutuhan rumah tangga dan sembako yang meningkat sangat tajam sejak 2004,” bebernya.

Fadli Zon menilai, pelarangan terhadap iklan Mega-Prabowo tayang di TV ini adalah bentuk pemasungan kebebesan berpendapat dan berekspresi dari rezim sekarang. “Saya khawatir ini akibat ada intervenesi (dari penguasa) terhadap stasiun TV untuk tidak boleh menayangkan iklan-iklan Mega-Prabowo. Padahal, iklan ini tentang kenyataan yang sedang dihadapi masyarakat tentang harga-harga. Tidak ada fitnah dan kebohongan di iklan tersebut, tetapi fakta. Jadi, iklan ini bukan black campaign,” tuturnya.

“Ini pelarangan yang jauh dari semangat kampanye yang bersih, jujur dan adil. Apalagi, iklan ini secara resmi sudah lolos sensor dari lembaga sensor (LSF). Mungkin ada telepon dari pihak tertentu agar TV tidak boleh tayangkan iklan Mega-Prabowo ini,” tambahnya.

Namun, ia masih bersyukur masih ada satu stasiun TV yang berani meyangkan iklan Mega-Prabowo yang bertema ‘Harga’ yaitu Indosiar. “Mungkin dia tak takut intervensi. Sementara stasiun TV lainnya tak berani menayangkan. Kami menduga, stasiun TV ini mendapat tekanan dan jadi korban dari larangan tayang iklan Mega-Pravbowo,” beber Fadli Zon.

Yang aneh, ungkap dia, alasan dari stasiun TV yang menolak adalah karena tidak boleh mengkritisi pemerintah. “Mungkin bukan kehendak TV, tapi ada intervensi. Padahal, materi iklan semuanya hasil riset dan dengan identitas yang jelas serta data-data yang akurat. Jadi, bukan black campaign. Apalagi sudah lolos sensor,” tutur orang dekat Prabowo ini.

Melanggar UU Persaingan Usaha

Ketua Tim Advokasi Mega-Prabowo, Mahendradatta SH menilai, larangan tayang iklan Mega-Prabowo di TV yang diduga dari pihak penguasa tersebut adalah bentuk pelanggaran terhadap UU Persaingan Usaha. Selain itu, tegasnya, larangan tayang iklan di TV ini juga perlakuan diskriminatif dan pelecehan terhadap UU Penyiaran.

Padahal, lanjut Mahandradatta, yang memiliki kewenangan untuk menilai/sensor materi iklan adalah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “KPI juga berwenang mengawasi iklan kampanye dengan memakai UU Pemilu dan UU Pilpres. Tapi, larangan iklan Mega-Prabowo ini tidak datang dari KPI, melainkan dari invisible hand,” tandasnya.

Mengacu pada UU Persaingan Usaha, jelasnya, pelarangan ini adalah bentuk diskriminatif dalam persaingan usaha, yang berarti pelanggaran hukum. Definisi persaingan ialah memiliki kemampuan dan penawaran yang sama tetapi ditolak berdasar alasan tidak jelas dan tak berdasar hukum.

Apakah akan melakukan tuntutan? “Kami akan konsultasi dengan ibu MNega dan Pak Prabowo dulu. Kalau diminta melakukan gugatan, kami siap melaksanakannya. Paslanya, ini sudah persoalan yang melanggar UU Persaingan Usaha,” tandas Ketua Tim Advokasi Mega-Prabowo.

“Sejak seminggu lalu kami dapat info bahwa iklan ini tidak bisa ditayangkan. Dari salah satu stasiun TV beralasan bahwa ini ada internal sensor. Lha kok ada sensor dari mana lagi ini,” tambahnya.

Ia menilai, alasan sensor iklan Mega-Prabowo tersebut masih menjadi misteri. Padahal, iklan ‘Harga’ yang menunjukkan fakta. Sebuah realita yang semestinya menjadi masukan bagi pemerintah untuk menata langkah-langkah kebijakan perekonomian ke depan. “Namun, hal ini rupanya belum disadari. Hal ini tentunya, sangat disayangkan, karena secara tidak langsung telah membodohi rakyat,” ungkapnya.

Dalam beberapa hari terakhir, berita tentang ditolaknya iklan kampanye Mega-Prabowo oleh beberapa televisi nasional telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Pasalnya, secara mendadak beberapa televisi nasional yang sebelumnya tidak bermasalah dengan penayangan iklan tersebut tiba-tiba menolak. Alasannya bermacam-macam, dan hingga kini alasan sebenarnya masih belum diketahui.

Padahal, lanjutnya, bila ditelusuri isi naskah iklan Mega-Prabowo tersebut sebenarnya tidak harus dinilai dapat mencenderai pihak mana pun. Sebab, argumen yang dikemukakan semua berdasarkan fakta. Karena itu pula, alasan penolakan tayang dari beberapa media televisi tersebut masih menjadi misteri.

Apa yang ingin diungkapkan Mega-Prabowo lewat iklan kampanye mereka adalah kenyataan bahwa peningkatan harga telah terjadi dan ini tidak dapat dipungkiri berdampak langsung pada kesejahteraan dari ratusan juta rakyat Indonesia, khususnya bagi lebih dari 100 juta rakyat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan kurang dari Rp 20.000 per hari. (jpc)

Apa sebenarnya isi dari iklan tersebut? Dari naskah iklan yang kemudian banyak tersebar lewat internet, terungkap bahwa sebenarnya hanya fakta-fakta tentang peningkatan harga bahan makanan dan bahan bakar tersebut yang menjadi pemicu ditolaknya tayangan iklan oleh media televisi.

Isi naskah iklan yang bertema ‘Harga’ itu adalah berikut:

Tingginya harga sangat menyengsarakan kita semua. Setiap pagi, para pekerja tak mampu membeli BBM dan transportasi … Uang mereka terus menipis, setiap malam kekurangan pangan. Sementara pemerintah berkata bahwa ekonomi kita kuat. Bahan bakar dan pangan jauh lebih murah.

Kenyataan setelah 5 tahun, hanya janji kosong belaka, sembako hampir 50 persen lebih tinggi dari tahun 2004 dan ini berarti uang anda hanya bisa membeli sedikit saja.

Kita tak bisa hanya makan janji.

Saatnya perubahan. Mega-Prabowo. Ibu Negara yang di masa kepemimpinannya mampu membuat harga sembako dan minyak tanah murah, dibandingkan saat ini. Dan Prabowo mantan Jenderal yang juga HKTI. Pasangan pemimpin dengan 8 program unggulan yang siap dijalankan untuk membantu rakyat mampu membeli kebutuhan mereka dari petani dan pekerja Indonesia dengan Harga terjangkau.

Mega-Prabowo. Pro Keluarga. Pro Rakyat.

Iklan

190 thoughts on “Video: Inilah iklan kampanye Mega-Prabowo yang dicekal di televisi

    jack said:
    24 Juni 2009 pukul 13:10

    lho wong sama aja kok mo di pimpin sapa juga tetep jadi orang kecil, ga mungkin diangkat jadi mentri tho

    nyante aja prend

    iant gitu said:
    24 Juni 2009 pukul 18:21

    masih ingat iklan teh botol kan…
    sama ja deh

    SIAPAPUN PRESIDENNYA….YANG PENTING INDONESIA LEBIH BAIK DARI KEMARIN….
    HIDUP INDONESIA

    adiknia said:
    24 Juni 2009 pukul 21:00

    iklannya ga berpendidikan…smua mata uang itu ya pasti nilainya turun..bandingan aja waktu jaman suharto atau pada tahun 1990…waktu itu uang rp 50 rupiah masih bisa beli gorengan tapi sekarang uang segitu ga ada artinya…bahkan pda tahun 1980 uang rp 1 rupiah aja masih berlaku dan bernilai tinggi tapi sekarang ga ada hasilnya…ini disebabkan turunnya nilai uang…jika si pembuat iklan mengerti betul tentang ekonomi seharusnya dia mengerti ilmu ekonomi yg sangat dasar….saya pribadi lebih memilih hidup di jaman 1980 an coz mata uang begitu tinggi nilainya…

    DR.Ir.Irawati Sutandyo.MA said:
    25 Juni 2009 pukul 16:14

    YA INI ORDE BARU MAU TUMBUH LAGI, DENGAN CARA CEKAL MENCEKAL YANG TIDAK JELAS, INTERVENSINYA PEMERINTAH /PRESIDEN IN COMBN, HARUS MUTLAK DI TOLAK CARA-2 SEPERTI INI, KITA INI BICARA REALITA, 5 THN BELAKANG TDK TDK LEBIH BAIK. JUJUR SAJA , LIHAT KENYATAAN DI LAPANGAN. HAL INI MELALUI DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES SUDAH BANYAK DI SAMPAIKAN. SABAR YA BU MEGA DAN PAK PRABOWO, , NANTI PERMAINAN LICIK DAN KOTOR AKAN TER UNGKAP DAN JANGAN DIAM , TAPI BEREAKSILAH MASYARAKAT YANG HANYA DIBOHONGI DENGAN SYSTEM PEMILU YANG SEPERTINYA TUDAK BENAR.

    bambang supriyanto said:
    27 Juni 2009 pukul 13:48

    hidup bangsa ini bukan sinetron, tetap berjuang mega-prabowo apapun yang terjadi perjuangan kita tidak akan pernah berhenti.

      Ronald said:
      29 Juni 2009 pukul 23:08

      Saya sebenarnya merasakan keganjilan&tanda tanya yg besar terhadap pasangan Megapro dlm menggunakan kebebasan haknya utk kampanye pilpres 2009 ini.Kenapa?Disaat pasangan Capres yg lain setiap hari muncul di televisi dr pagi sampai malam utk promosi,tetapi kenapa hampir tdk ada iklan Megapro yg muncul di Televisi?Klo pun ada tetapi sangat jarang sekali tampil.Ada apakah sebenarnya?

      Ronald said:
      30 Juni 2009 pukul 22:10

      Yang Saya Lihat pemerintah saat ini telah Gagal melaksanakan amanat utk mensejahterakan rakyat.Pengangguran ada dimana-mana,Kemisikinan makin besar,daya beli masyarakat turun,tenaga kerja muda kita terjebak dgn sistem outsourcing yg merajalela,Harga BBM dipatok Rp.4500 padahal harga minyak dunia sudah turun drastis,kurs dolar tembus 10 rb,klo maling ayam dipukuli kadang sampe mati,tapi klo koruptor hanya cuma bs dipenjara,harusnya mah dipukuli juga biar adil dgn membuat sanksinya. Jd apakah masih layak pemerintah saat ini utk minta dilanjutkan?

    Dipo yudono said:
    30 Juni 2009 pukul 11:53

    Hal ini sudah lumrah , pihak – pihak yang sedang berkuasa akan takut kehilangan kekuasaannya oleh karenanya dengan segala cara akan mempersempit ruang gerak lawan politiknya, berbeda dengan rivalnya yang saat ini karena masih masuk dalam lingkungan pemerintahan jadi tidak terlalu menemui hambatan seperti MEGA PRABOWO memang berada diluar pemerintahan saat ini… Maju terus Mbak Mega dan Mas Prabowo …. karena rakyat pasti mendukung PERJUANGAN kalian….

    velischa angelic said:
    30 Juni 2009 pukul 19:52

    Ga perlu banyak komentar, dari debat Capres dan Cawapres kt bs mlihat setiap sosoknya dan sy yakin jika kt mlihat dengan tliti dan mau berkata jujur, ga ada capres or cawapres yg searif SBY & Budiono
    yg lain selalu menjatuhkan orang lain seakan mreka tiada cela. Untuk semua Capres dan Cawapres Mohon bersikap dan bertutur sperti seorang pemimpin sehingga bs di contoh oleh rakyat. Apapun hasilnya nanti smoga diberi ke-ikhlasan dan mngajak stiap pendukungnya untuk tetap DAMAI.

      alaydoank said:
      24 Juli 2009 pukul 20:21

      wah sepakat bgt….calon2 yg lain kerjaannya ngejelek2in mulu…itu yg bikin gw gak suka…

    Yopy Utomo said:
    1 Juli 2009 pukul 11:30

    Gak mudah mengatur negeri ini yang sudah terlanjur crowdit.! Disatu sisi pola pemerintahan yang tak tertat rapi, maunya Good Governence itu di Make-Upnya aja mikro praktiknya sama saja. Banyak lobang tikusnya. Sementara kita sebagai masyarakat juga kurang memiliki kesadaran akan berbangsa dan bernegara. Ada masalah sedikit berantem, tawuran. Sudah tahu trotoar buat pejalan kaki, masih juga di lewati motor + pedagang asongan. Punya rumah di gang/ jalan kecil pake beli mobil segala. Aturan lalu-lintas tidak pernah menyentuh angkutan umum, ngetem sembarangan, asap knalpot yang gak ke kontrol. Wahhh…mumet..masih banyak lagi dah sisa-sisa peninggalan devide et impera…

    Memang sebagai masyarakat kita tidak kurang-kurangnya juga membantu negara walau hannya dari segi finansial. Bayar Pajak sana-sini, itu-ini. Tapi pelayanan Nol Besar. Pemilihan aspal jalan yang seenaknya, jadi gampang bolong. Pengadaan tender yang cap-cip-cup (mainan anak2). Terlalu banyak negeri ini dibangun oleh pihak Asing. Gimana utang gak numpuk lah wong Makelar utangnya aja temen sendiri..pasti gak enakkan. Sepertinya negeri ini sudah tidak lagi menghargai sejarah (secara perilaku) tidak lagi menghargai apa itu proses menuju ke satu tujuan. Segalanya ingin instan, cepat. Makanya banyak dan lebih suka jadi Makelar.

    Negeri ini tidak lagi dibangun secara bersama-sama, lebih kepada kepentingan individu/ kelompok semata. Gengsian…maunya merk asing…sok Gaul…
    Terlalu banyak orang pintar di negeri ini yang bekerja dan dipimpin oleh orang bodoh dan licik. Soekarno (the strong principle Father) di Kudeta..Ali Sadikin (di cekal)…Habibie (Pionir teknokrator) di turunkan…Parabowo (jagoan strategi militer) di pensiunkan. Sejarah di putar balikkan, negeri ini jago main drama. Makanya sinetron laris, isinya jahat ama lick yang paling menonjol.

    Kesimpulannya adalah, SINSINGKAN LENGAN BAJU…JANGAN LIHAT SIAPA AKU-SIAPA KAMU, TAPI LIHAT APA YANG AKAN KITA TUJU BERSAMA…RAMBATE RATA HAYU..MAJULAH INDONESIAKU..MERDEKA DENGAN SEPENUHNYA…

    luki said:
    2 Juli 2009 pukul 09:18

    maju trus mba MEGA kami siap mendukung ibu. MERDEKA

    triping said:
    2 Juli 2009 pukul 10:16

    INI INDONESIA BUNG!!!!! SANGAT BERKARAKTER DAN BERBUDAYA LUHUR!!
    INDONESIA ADALAH MERAH DAN PUTIH! BUKAN BIRU BUKAN KUNING!!!
    BUKAN KEBARAT-BARATAN.. SADARKAH KITA BAHWA KITA SUDAH DIBAWA KEARAH YANG TIDAK JELAS???
    HIDUP MEGA-PRABOWO
    YANG BANGGA DAN BERANI BERKATA ” INI INDONESIA BUNG!!!!”

    wulan said:
    2 Juli 2009 pukul 17:09

    semoga ibu mega & pak prabowo menjadi presiden & wakil presiden karena kami menginginkan PERUBAHAN untuk INDONESIA yang lebih baik dari sekarang,semoga apa yang diucapkan bukanlah janji semata tetapi bukti yang nyata,jujur kami udah capek mendengar janji2 pada setiap pemilu,saya akan tetap dukung ibu Mega & bapak Prabowo MERDEKA !!!

    dayans said:
    3 Juli 2009 pukul 00:20

    Malas ah Coment kemarin kena spam, padahal biasa-biasa aja!

    SAY NO to Mallarangeng « M Shodiq Mustika said:
    3 Juli 2009 pukul 06:07

    […] Rizal Mallarangeng berkata, “Prabowo bohong kalau bicara ekonomi kerakyatan.” Let’s say: NO. (Lihat “Video: Inilah iklan kampanye Mega-Prabowo yang dicekal di televisi“.) […]

    heru said:
    3 Juli 2009 pukul 11:09

    bravo mega

    Achmadd said:
    3 Juli 2009 pukul 13:25

    SAYA HERAN , JAMAN BEGINI MASIH ADA TITIPAN DARI PEMERINTAH UNTUK CEKAL MENCEKAL, HAL INI HARUR DILAWAN, JANGAN DIAM SAJA, INI NAMANYA CURANG, JELAS REALITA DILAPANGAN RAKYAT INDONESIA MELARAT, MISKIN, HIDUP SERBA KEKURANGAN, INI 5 TAHUN TERAKHIR YANG TIDAK BISA DI PUNGKIRI, MASYARAKAT JANGAN HANYA MELIHAT SOSOK YANG SANTUN, PINTER BERBICARA, RAP BERPAKAIAN, TETAPI TIDAK BISA DAN TDK MAMPU MEMBUAT RAKYAT SEJAHTERA, BANGSA TDK PUNYA HARGA DIRI, JANGAN MENJADI FIGUR YANG HANYA BERPENAMPILAN ” BAK MANTAN PERAGAWAN ” TAPI JADILAH SEORANG PIMPINAN BANGSA YANG MAMPU MENGENTAS KEMISKINAN, KETENANGAN , KEADILAN, KOMITMENT DENGAN PANCASILA SEBAGAI SATU-2NYA DASAR NEGARA YANG MUTLAK TDK BOLEH DIGANTI, INILAH PEREKAT BANGSA, DAN PADA AKHIRNYA ” JUJUR DIDALAM PEMILU”
    JANGAN KECEWA DIKEMUDIAN HARI, PILIH SAJA MEGA PRABOWO, YANG JELAS DAN COCOK UNTUK KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA, INGAT ” MEGA – PRABOWO “

    ekojuli said:
    3 Juli 2009 pukul 16:33

    kampanye makin seru di tipi: Iklan DIKNAS VS Iklan MEGA-PRO

    lucu… lucu…. (sambil geleng2)

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/03/kampanye-makin-seru-iklan-dibalas-iklan/

    TRI JOKO YULIANTO said:
    4 Juli 2009 pukul 22:35

    MUMET MAS…., MIKIR DIRI SENDIRI SAJA MASIH BELUM BENER KOK MIKIR ORANANG LAIN.SING PENTING BAGI CAPRES DAN CAWAPRES YANG BESUK MENANG PEMILU TOLONG BENAHI CITRA POLISI. KARENA UNTUK SEKARANG INI MASIH BERLAKU BAHWA “POLISI ADALAH SEBAGAI MOMOK MASYARAKAT” BUKAN SEBAGAI PENEGAK HUKUM.SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN POLISI PASTI UJUNG-UJUNGNYA DUWIT.KAN KITA BUKAN SEBAGAI SAPI PERAH MEREKA KAN…..!

    Kembu said:
    5 Juli 2009 pukul 10:37

    MEGA-PRABOWO berkata : akan menghilangkan sistem kerja outsourcehing, padahal di jaman Mega dulu sistem itu berjalan, Mega yg memulai sistem itu, klo nanti dia terpilih,dia berjanji akan menghilangkan sistem itu, berarti itu adalah program gagal!
    Mega : kenapa selalu berkampanye membawa kesuksesan ayahnya (Soekarno), knp dia tidak membanggakan kesuksesan dia sendiri (apa ada??) di saat dulu dia memerintah.
    Yang ada hanya utang membengkak, dan kebijaksanaan2 nya di setir oleh asing (IMF).

    Gemis said:
    5 Juli 2009 pukul 14:40

    YAH..BENAR-BENAR ORBA JILID 2. KENYATAAN, KASAT MATA, BANYAK KLAIM TIDAK BENAR, GAK USAH ORANG POLITIKUS, APALAGI PAKAR EKONOMI, WONG AWAM SAJA BISA MELIHAT… TUH DI WEB-NYA PAJAK, AUDIT BPK MENCERMINKAN JELEKNYA PENGELOLAAN ANGGARAN…LHA 5 KALI BERTURUT2 TIDAK LAYAK DIKOMENTARI… RP.600 TRILIUN TIDAK JELAS… SILPANYA JUGA SELISIH JAUH… SIBUK DENGAN MEMOLES CITRA SIH…BUKAN MEMBANGUN RAKYAT..TETAPI MEMBANGUN CITRA SENDIRI…DAN WAH..LIHAT TUH PENDUKUNG SETIANYA..ORANG2 PELARIAN DARI PARTAI…GAGAL DI PAKAI DI PARTAI SEBELUMNYA… MENGKHIANATI RAKYATPUN SEMANGAT DEMI GENGSI PRIBADI…

    AYO LAWAN AROGANIS…LAWAN MANIPULASI…BOLEH SATU PUTARAN TETAPI JANGAN PILIH YANG SOMBONG DAN AROGAN DAN YG HANYA MEMIKIRKAN GINCU SENDIRI….!

    moch latief said:
    5 Juli 2009 pukul 18:23

    aQ tetap SBY..NO arogan,,no nyindir,,no korup

      decy said:
      6 Juli 2009 pukul 14:02

      apa iya tuh…???

    hari said:
    6 Juli 2009 pukul 14:00

    Menarik sekali mas…thxs.
    Salam dari http://kotasubang.com

    hari said:
    6 Juli 2009 pukul 14:01

    maaf mas kok saya ga bisa komen?

    frank said:
    6 Juli 2009 pukul 21:43

    saya dukung abiss ibu mega…
    hidup merah!!!!!!
    ibu mega saat debat pemilu kemarin agak kalah yah dalam adu debat dan berbicara..
    tapi yang penting bukan menang dalam perdebatan, yang penting hatinya buat INdonesia

      unamedplayer said:
      7 Juli 2009 pukul 13:30

      buat indonesia opo ??? buat IMF iyee,,,

    hacker comunity said:
    7 Juli 2009 pukul 03:12

    apa waktu megawati menjadi presiden dia menjadi dia bisa merubah negeri ini, jangan samakan megawati dengan ayahnya sendiri alias Bapak Ir.SOEKARNO, jelas buedo. Soekarno lebih mementingkan kepentingan rakyatnya di banding keluarganya, apa megawati bisa seperti itu.Soekarno adalah pengaruh besar dalam dunia, apa megawati bisa seperti itu.menurut saya, Bapak SBY juga menjadi orang paling berpengaruh di dunia. megawati-prabowo tolong koreksi diri anda dulu sebelum mencela orang lain. semoga Bapak SBY ditempatkan
    oleh rakyat dengan posisi seperti Bapak Ir.Soekarno. Thanks for all

      dimas said:
      7 Juli 2009 pukul 11:08

      kl pemerintahan sekarang ini yang di tonjolkan menurunkan bbm,pembagian BLT ” opo iku mau pemilu soalna “gawe sengsara rakyat cilik bensin munggah harga lainnya ikut naik but harga bensin turun harga laina ndak ikut turun gawe bingung kaum kecil spt kami
      sebagai sample dari kami harga pupuk tinggina bukan main (kl ada )tapi setelah panen hargane anjlok tidak cuma padi cabai ,dan lain lain
      ingat rakyat indonesia sebagian besar dari tani eeeee kok malah di permainkan ngaca donk sekelumit orang kecil)
      bisa bayar utang luar negeri gak
      lapindo gimana kok diam gak bisa atasi ya
      hukum di indonesia emang sengaja di permainkan ama orang berduit seperti kamu

    aswan said:
    7 Juli 2009 pukul 10:39

    yg jelas Hidup MEGA – PRO Yg gk suka terseraaaahhhhhhhhhhh

    dimas said:
    7 Juli 2009 pukul 10:55

    becik ketitik olo ketoro
    sopo salah bakal seleh
    ajining diri soko lathi

    kl aq sendiri sih milih mega yang lain ndak
    sebab saya punya balas budi terhadap keturunan Pak Soekarno
    kalau dak ada dia apa kita bisa merdeka spt ini mikir dong para pendukung selain mega tingkatkan kampanye yang lembah manah,tidak sombong,apa adanya rakyat pasti lebih senang

    Ahmad said:
    7 Juli 2009 pukul 23:33

    Saya tetap mendukung SBY, Lanjutkan!

    Sayuti Karim said:
    8 Juli 2009 pukul 00:10

    Komentar kawan lucu2 ya, harusnya kita merenung berpikir mana ketiga calon capres dan cawapres ini yang terbaik itu yang kita pilih dan diam n tdk usah diucapin bahwa aku pilih ini itu. Jangan juga setiap ada masalah mulai yang kecil sampai yang besar semuanya salahnya pemerintah, yang perlu dipertanyakan apakah kita masyarakat ini udah patuh dan taat pada ajaran agama kita dan taat pada norma2 hukum negeri kita ini yang kita cintai.

    Cara ngukurnya ketiga calon pemimpin kita ini, cukup kita evaluasi di masa mereka berkuasa apa yang terbaik yang mereka pernah lakukan untuk negeri ini dan masyarakat negeri ini, baru kita menentukan pilihan yang tepat dan diam kemudian di bawah ke TPS lalu terserah anda ok…………………………

    alfa aluna said:
    8 Juli 2009 pukul 21:52

    kita tidak bisa ukur bagaimana mereka waktu memimpin. berarti gak ada bedanya dengan SOEHATO dunk …….???? tapi yang kita lihat disini praktek2 politik dari tim kampanye/tim suksesnya yang saya nilai kurang bisa saya terima, seperti yang diungkap teman2 semua. udahlah jangan munafik,….kita perlu perubahan yang mutlak, yang memenuhi rasa keadilan bagi seluruh rakyat kecil, bukan untuk orang2 perkotaan saja. semoga teman2 semua yang memilih tadi dari hati yang paling dalam dan tulus. Amin….

    agata djati said:
    8 Juli 2009 pukul 23:26

    BETULLL kalo MEGAjadi presidennya lama 2 habis pulau di indonesia ini di jual sama dia
    ckckckckck.,.,.,

    ROBBY YA ROBBY said:
    12 Juli 2009 pukul 15:41

    ingat rakyat indonesia sebagian besar dari tani,kalau orang eliet yang dijual cuma omongan doang gak ada buktinya ,apakah orang orang yang ada dipedesaan disuruh makan omongan/0brolan seorang yang berkumis itu,suruh bekerja orang itu !…. kok malah ngecebret apa atasanya nggak bisa bicara sendiri, kok malah pakai burung bio suruh ngecebret permainan apaan itu? ngaca donk? masa sekelumit orang kecil) nggak tahu hutangnya kok disuruh bayar utang luar negeri,urus dong lapindo gimana kok diam aja,gak bisa diatasi ya? emang hukum di indonesia ini sengaja di permainkan sama orang yang berduit seperti orang tertentu.

    IYUS said:
    25 September 2009 pukul 14:44

    MITRA UTAMA GLOBAL ada di 4 Propinsi (JABODETABEK,SEMARAMG , SOLO & JOGJA) dengan 23 Cabang yang diantaranya cabang tersebut membutuhkan banyak tenaga ADM, HRD, GUDANG, KEU, SPV dan BRANCH MANAGER, dari kebutuhan tersebut diseleksi di JAKARTA khusus untuk Management Perusahaan.

    Syarat Pelamar :
    – SMU/K Semua Jurusan,D3,S1.S2.
    – Pengalaman/Non Pengalaman.
    – Usia 17 – 58 Tahun.
    – Pria / Wanita.

    DATANG LANGSUNG DENGAN MEMBAWA SURAT LAMARAN ke ;
    Perkantoran GEDUNG KENARI BARU LT.4 R.424 , JL.SALEMBA RAYA – JAKARTA PUSAT-INDONESIA,
    UP : Ibu. IYUS – HRD Personalia, Tlp. 021 – 3914429 , 3914310

    Jadwal Wawancara : Senin – Jumat Jam 08:00 s/d 14:00 Wib
    Sabtu Jam 08:00 s/d 11:00 Wib
    INFO LEBIH LANJUT :
    SMS DATA DIRI ANDA (#NAMA,#USIA,#PEND.TERAKHIR,#ALAMAT)
    Ke : Ibu. IYUS
    No. HP : 0813.10200762

    Web site kami : http://www.lowongankerjamug.blogspot.com

    Note : Lamaran tersebut di buka s/d akhir Desember 2010.

    formulablogger.com said:
    26 Desember 2009 pukul 06:15

    nice info thanks for sharing bos

    jabon said:
    17 Juli 2010 pukul 00:08

    lagi blog walking gak sengaja ketemu tulisan lama.. huehhe

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s