Aneh! PKS melarang presiden/wapres menyerahkan gaji ke fakir-miskin

Posted on Updated on

Lagi-lagi PKS bersikap aneh. Sebelumnya, PKS melarang Bu Ani berjilbab. (Lihat “Aneh, PKS Melarang Istri SBY Pakai Jilbab“.) Kini, PKS pun menentang rencana Megawati-Prabowo yang bila terpilih hendak menyerahkan seluruh gaji dan tunjangan mereka selaku presiden & wakil presiden kepada fakir-miskin. Alasan yang dikemukakan oleh PKS kali ini pun sejenis dengan alasan terdahulu, yaitu menganggapnya sebagai riya’ (pamer). (Lihat “PKS: Rp 100 juta kalau dibagikan kepada fakir miskin tidak ada apa-apanya“.)

Sebenarnya, khususnya berkenaan dengan isu-isu religius, aku biasanya sangat sepakat dengan sikap PKS. Namun dalam soal sedekah (dan jilbab) ini, aku kurang sependapat. Alasanku antara lain:

1. Kalau mengkampanyekan kebaikan dipandang riya’, bagaimana mungkin kita bisa berkampanye? Apakah kampanyenya harus selalu seperti PKS saat ini yang mengkiritik capres-cawapres yang tidak didukung oleh PKS? Bukankah PKS sendiri dalam kampanye-kampanyenya yang lalu pun juga mengkampanyekan kebaikan? (Lihat, misalnya, “Video PKS Berwajah Baru (Bagai Remaja ABG)“.) Apakah kalau yang mengkampanyekan kebaikan itu PKS maka disebut dakwah, sedangkan bila dilakukan oleh orang lain maka disebut riya’?

2. Betapa pun kecilnya nilainya, memberi uang kepada fakir miskin dari kekayaan pribadi lebih bagus daripada memberinya dari hasil utang luar negeri pemerintah yang pelunasannya masih lama. Utang tersebut bisa membebani rakyat dan pemerintahan mendatang. (Lihat “SBY-JK Bohongi Rakyat Mengenai BLT (menurut penelitian INFID)“.) Bila pemberian itu berasal dari kekayaan pribadi, tidak ada yang dirugikan, bukan?

3. Tidak ada orang yang tahu pasti apakah orang lain bersikap riya’ ataukah tidak. Isi hati orang itu hanya diketahui oleh Sang Mahatahu. (Perhatikan mengapa Nabi saw. mengecam Usamah dalam sebuah hadits populer sebagaimana terpapar dalam “Ciri-Ciri Islam Ekstrim (2): Buruk Sangka dan Menuduh“.) Jadi, praduga atau prasangka riya’ bukanlah alasan yang memadai untuk mencegah orang lain berbuat baik (ma’ruf).

Demikianlah beberapa alasanku dalam menanggapi sikap PKS tersebut. Selanjutnya, selaku simpatisan PKS, aku berharap PKS lebih kental dalam bersikap amar ma’ruf (mendorong kebaikan), bukannya malah nahi ma’ruf (mencegah kebaikan)!

57 thoughts on “Aneh! PKS melarang presiden/wapres menyerahkan gaji ke fakir-miskin

    rahmanberau said:
    18 Juni 2009 pukul 17:56

    ya itu haknya dia, kok dilarang sich! Aneh2 aja!

    leli said:
    18 Juni 2009 pukul 20:09

    tenang PKS sll punya alasan walaupun kadang hny to kalangan internal mrk sj..

    riya kpd Alloh gpp kan…

    faza said:
    18 Juni 2009 pukul 22:00

    ass…. ikut curhat ttg PKS neh…
    Memang PKS sekarang memang makin aneh aja mas, sy tidak tau ,apa org2 yg dulu begitu luar biasa membangun PKS itu pada kemana? berubah or terpinggirkan?

      ikhwanfunky said:
      2 September 2009 pukul 00:26

      antum sudah liqa???
      antum mengerti tentang persepsi tarbiyyah??
      antum ngerti bahasa politik??

    Herman S.Y said:
    18 Juni 2009 pukul 22:18

    Assalammu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh…

    Ehm… binun eh bingung juga neg mau komentar apa…
    Ehm… bukankah bersedekah itu untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT, bukan mengharapkan simpati atau pujian dari orang lain…😉

    Ginanjar WS said:
    18 Juni 2009 pukul 23:42

    perbedaan antara riya dan ikhlas itu sangat tipis, jadi tergantung dari niat kita, terutama niat untuk ibadah terhadapNya.

    prafangga said:
    19 Juni 2009 pukul 00:55

    wah kacau nich orang mau beramal kok dilarang,

    upik said:
    19 Juni 2009 pukul 02:05

    kalau mau beraamal( infaq, zakat, ataupun yang lainnya ) yang terbaik adalah melalui badan tertentu bukannya langsung ke orangnya. Untuk gajih emang yang terbaik adalah dikumpulkan dan dibuat untuk membangun fasilitas2 yang bermanfaat buat orang miskin ex, rumah sakit gratis, sekolah gratis,dsb bukannya untuk makan doank.

      Mie said:
      20 Juni 2009 pukul 15:14

      nah justru kan ud bnyk conto nya uang yang dianggarkan bwt pembangunan banyak yang dikorupsi… hhihi… kalo uang nya dikasiin langsung tanpa campur tangan pihak lain kan lebih bagus… dana nya bisa langsung sampai ke tangan orang yang berhak bwt nerima itu… lagi pula kalo gaji capres cawapres dikasiin ke fakir miskin kan sama ja dengan uang dari rakyat untuk rakyat.. bukan uang dari rakyat untuk presiden…😛

    fachri said:
    19 Juni 2009 pukul 07:06

    ya itulah, politik, demokrasi mana ada yg beres. Sesama muslim aja saling menjatuhkan. Kok bisa? ya pasti, karna semua itu bukan di bangun atas dasar Islam yg bener-bener syar’i. Mana ada dalam Islam demokrasi.. Selama semua yg dikerjakan oleh umat manusia itu bukanlah hal yg datangnya dari agama, berarti tidak ada celah untuk bisa baik sampai kapan pun.. Logikanya, bagaimana kita mau berbuat baik, sementara kita menginjak-injak kebaikan yg lain. Wallahu a’lam

    kai said:
    19 Juni 2009 pukul 13:20

    wah,,aneh kuwi..
    hm..apa bener kang di tulisan Kang Shodiq yang satu lagi yang bunyi nya mega-pro menolak gaji pres dan wappres??

    wah..kalo gitu gaijnya dipake anak-anak yang tidak mampu buat sekolah aja ^_^

    saleh said:
    19 Juni 2009 pukul 15:27

    orang beramal aja dikomentari, repot amet. apa kampanyenya pks tidak riya apa?

    NTMAKSIAT said:
    20 Juni 2009 pukul 14:56

    Anda memang benar2 PKS lover pak Shodiq

    darisahabat said:
    20 Juni 2009 pukul 19:22

    saya juga simpatisan PKS mas, tapi sungguh sepak terjang PKS sekarang agak aneh bagi saya kayak loss control gitu, bukan meragukan PKS tapi mempertanyakan ke arah mana dakwah ini kan dibawa, moga aja tim papan atas PKS bisa menjelaskan untuk saya yang tidak paham politik, dan kurang tahu tentang jalan dakwah

    Putra said:
    20 Juni 2009 pukul 23:31

    semakin kemari semakin tidak yakin ma PKS…
    nyesal juga berikan suara pada pemilu legislatif kemaren ma PKS…

    sendit said:
    21 Juni 2009 pukul 00:38

    elite PKS suka gitu…beda banget ama yang di akar rumput…
    Saya bukan anggota atau simpatisan PKS, tapi saya kagum dengan sepak terjang mereka di daerah2…makanya kemarin pileg milih PKS..
    Sayangnya…besok pilpres saya gak minat sama SBY…he3…
    PKS partaiku…SBY BUKAN pilihanku….

    http://pramuditaaulia.web.id

    ayoe said:
    21 Juni 2009 pukul 17:33

    PKS bneer kok,,
    knpa kalian smua nganggepnya slh..
    klo mo bersedekah g ush lah d’umbar2..
    klo pd akhir hanya omong kosong belaka..
    Qt sebagai masyarakat kecil ga butuh janji..
    tp pembuktian..ok..

      rdwi pudji susilo said:
      28 Juni 2009 pukul 20:35

      iya..PKS sudah berubah…tidak kaya diawal dakwahnya…sudah tercampuri berbagai macam kepentingan…saya malu…sebaiknya memang jika kita ingin menegakkan islam tapi alat yang kita pakai bukan kerangka islam yabegini jadinya…demokrasi..dll..sebaiknya dikembalikan pada Al quran dan sunnah saja…jika memulai berjilbab lha itu suatu hidayah..jika mau sedekah ke fakir miskin ya Alhamdulilah..

      rian said:
      3 Juli 2009 pukul 14:12

      gmana mo mbuktiin lok mo berbuat aj d larang.
      saya sih dari dlu krangpercya ma pks coz knpa skrang ndukung SBY padahal dri dlu da k’bukti SBY ga ndukung umat islam contoh nih knapa Ahmadiyah g d bubarin padahal kan SBY punya haktuk mbubarin…..!!!!

    arif said:
    21 Juni 2009 pukul 22:57

    Tetep aja ayoe,, perjalanan PKS dari mulai pemilu lgislatif ampe skr aneh. kayanya mentingin tujuan besarnya (meraih kekuasaan dulu), baru membenahi kemudian. tapi kan kalo caranya salah, hasilnya jadi g baik..

    Oia, kalo menurut dosen agama saya sih, kalo nazar memang harus disebutkan kan? kalo beliau (megapro) nazar buat fakir miskin, ya harus dikasih tau fakir miskinnya, coz sapa yang doain tujuannya berhasil nanti…?? maap kalo salah

    arif_PKS Lover Juga_(ago)

    choirul hudda said:
    22 Juni 2009 pukul 10:23

    Beramal, bersedekah, berinfak dan berzakat… atau apa namanya, kadang perlu ditampakkan agar ditiru oleh orang lain, dan kapan perbuatan itu tidak ditampakkan sebagaimana apabila tangan kanan memberi tangan kiri tidak tahu, bagaimana dengan anjuran dalam Al Quran untuk berlomba-lomba dalam beramal(fastabichul choirot/maaf jika salah tulis), memang tidak perlu banyak omong, tetapi actionnya

      ays said:
      27 Juni 2009 pukul 19:43

      Beramal, bersedekah, berinfak dan berzakat… atau apa namanya( ibadah) seluruh amal manusia sia sia kecuali diiringin keikhlasan ( semata-mata karena ALLAH)

        PKS abis said:
        28 Juni 2009 pukul 11:25

        Wah kebetulan nih, anda memang PKS tulen. Tolongin dong kita sudah terpojok dan kalah argumen nih menghadapi para pendukung JK disini :

        http://eramuslim.com/dialog/comment/sby-boediono-antara-utang-dan-rakyat-miskin

          astasuhara said:
          1 Juli 2009 pukul 00:08

          kenapa mesti merasa terpojok, emangnya pertandingan tinju apa? dewasalah dalam berpikir. kalau merasa terpojok berarti anda tidak punya argumen, ujungnya otot sama melotot. itu kebanyakan orang kita yang ahirnya dendam yang ada. argumen lawan argumen lah pasti hasilnya bisa diterima orang banyak. katanya demokrasi…………

    yasin doang said:
    22 Juni 2009 pukul 11:14

    beramal itu baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, kenapa mesti di larang, masalah riya atau ndak itu tergantung niat masing-masing, jangan sok suci lah. masih banyak persoalan bangsa yang butuh perhatian dari kita semua dan jangan menganggap diri lebih baik.aneh-aneh jak PKS tuh.

    akma said:
    22 Juni 2009 pukul 20:40

    meski PKS tuh…

    aneh,

    tapi tetep aja partai yang paling layak dipilih kan…
    tapi partainya loh..bukan capresnya…=P

    mari berlomba-lomba dalam kebaikan bukan dalam perdebatan…

    celotehanakbangsa said:
    22 Juni 2009 pukul 21:08

    sungguh aneh tapi nyata…

    mengapa di negeri ini niat baik malah selalu saja dipergunjungkan..

    sedangkan yang selama ini dikumandangkan sebagai keberhasilan dan kesantunan hanyalah sekedar omong kosong dan kamuflase saja..

    Tobat… Tobat… Tobat..

    Salam Anak Bangsa.. https://celotehanakbangsa.wordpress.com

    Bisnis pulsa said:
    23 Juni 2009 pukul 07:46

    Istiqomah………………………………………………………………?

    inayah said:
    23 Juni 2009 pukul 08:23

    emang, makin kesini PKS makin plin plan, gimana nih.

    iqbal said:
    23 Juni 2009 pukul 10:34

    maaf semuanya..sepengetahuan saya dari saya dengar dan baca kalo begitu termasuk kategori riya….

    karena tak perlu di bilang-bilang apalagi orang lagi kampanye…kira2 apa motivasinya kalo bukan untuk suara…

    ikhlas itu ada 3 tahapan :
    1. ikhlas di awal (niat)
    2. ikhlas dalam perbuatan (proses)
    3. ikhlas setelah berbuat (ga’ perlu bilang2)
    terakhir allah itu maha pencemburu jadi belajr ikhlas yuk ga usah bilang2 biar allah yang balas

    rizkicssi said:
    23 Juni 2009 pukul 14:18

    tapi 100jt di bagi jg percuma kl warga yg di bagi tuh 100jt jg…msg2 dpt 1 Rp

    dedi said:
    23 Juni 2009 pukul 14:24

    Jagan berburuk sangka terlebih dahulu, marilah bertabayyun (minta klarifikasi)kepada PKS, jagalah ukhuwwah kita…..terima kasih wahai saudaraku

    yesi said:
    24 Juni 2009 pukul 16:08

    ass…
    seharusnya ketika kampanye begini masyarakat harus lebih realistis dan logic,,saat kampanye jangankan hanya gaji,,,seluruh hartanya saja bisa DIJANJIKAN untuk rakyat..tapi ingat itu JANJI…Satu al lagi PKS itu partai yang SDM nya paling tulus dan jujur,,banyak orang yang ingin menghancurkan reputasi itu,….dan saya sangat mendukung PKS ketika berkoalisi dengan SBY…SBY Presidennya..PKS Partainya….LANJUTKAN !!!!

    rotigedang said:
    24 Juni 2009 pukul 16:47

    ya begitulah pks

    gonosutrisno said:
    25 Juni 2009 pukul 07:25

    Petinggi PKS hanya berpikir pragmatis..BERKOALISI UNTUK JABATAN …..lebih baik.BUBARKAB SAJA PKS…partai identitas islam..tapi perilaku tidak islami…itu namanya munafik…

      penamedan said:
      29 Juni 2009 pukul 15:48

      jangan asal fitnah saudara seiman tanpa bukti, Mas..bahaya tuh, mending tabayyun dulu.. ^_^

    Al_akhuna_depok said:
    27 Juni 2009 pukul 02:33

    setiap partai pasti berlomba-lomba mendapatkan kursi, ter masuk PKS, sepintas memang tidak ada beda dengan parpol lain, namun kita lihat, kursi itu digunakan untuk apa? apa untuk sekedar nongkrong kemudian santai-santai hingga tertidur? atau untuk terlihat lebih tinggi? atau untuk berbuat? selain itu, coba kita lihat, nasib orang tua yang melihat anak2 nya bergaul bebas yang kemudian terjerat nakoba dan sejenisnya, partai-partai (jg PKS) berlomba-lomba menegakkan hukum pidana untu orang2 seperti itu, tp hanya PKS (juga kawan-kawan dari harokah lain) yang memikirkan bagaimana agar anak menjadi generasi yang Robbani, tp memang harus di akui, jalan itu amat berat, tp setiap yang berat jika di angkat bersama-sama akan terasa ringan. yuk… Semangat,,,

    ays said:
    27 Juni 2009 pukul 19:37

    yang gwe pahami setiap amalan akan di balas yang maha kuasa sesuai dengan niatnya, jadi biarlah mereka beramal
    namun gwe sedih dengan para calon pemimpin negeri , yang begitu saja ngumbar janji dan ketika sudah terpilih mereka lupa ( bukan kah itu tanda orang munafik”bila berjanji mengingkari”)
    rakyat kecil kasihan di bodohin mulu, giliran ada pemilu/pilpres, rakyat kecil di deketi, giliran dah jadi pemimpin bertemennya ama orang yang gede2 ( konglomerat)
    uang 100juta bukanlah nilai yang besar bagi orang yg punya kekayaan milyaran/trilyunan . tapi kalo janjinya cuman gaji di bagi2 , kelihatannya kurang cerdas , maslahnya gaji presiden /wakil presiden berapa? apa cukup buat ngasih makan rakyat indonesia satu kali makan saja dengan lauk yang pantas,
    dari sisi ini kelihatan kwalitas pimpinan yang semacam ini
    apakah kita mau dipimpin orang yang pendek pandangannya. dimana rakyat jadi alat bagi kepuasan diri ( kita mencari pemimpin bukan bos )
    salam reformasi

      zion said:
      28 Juni 2009 pukul 11:20

      Lebih baik anda segera beramal & bersedekah secara nyata dari pada hanya mengomentari orang lain yang melakukan sedekah.
      Orang2 yang lapar (miskin) itu tak akan menjadi kenyang perutnya hanya dengan komentar2. Jangan sia2kan umur…

    Supardi said:
    29 Juni 2009 pukul 09:36

    Slm ini partai pks dkenal sbg partai dakwah yg crdas,tp knp org mau beramal dgn hrta prbadi dtuding pamer sich,jls umat islam tdk stuju.

    Agus Mike Hinganaday"s said:
    29 Juni 2009 pukul 18:15

    Kalau menurut saya sah-sah saja kalau harta nya di bagikan kepada kaum miskin,.PKS sepert itu karena partai nya masih dalam tahap proses pencitraan diri………….

    Dipo yudono said:
    30 Juni 2009 pukul 12:12

    Dari awal pilpres 2009 PKS tampak sekali inginnya kekuasaan, terbukti beberapa kali adanya statement PKS yang tampak seperti itu…., berkaitan dengan topik mau itu cuma sekedar janji atau bukan yang penting ada itikad dan niatan untuk mendermakan gaji capres dan cawapresnya, karena mungkin sudah cukup penghasilannya walaupun tanpa terima gaji, karena kita semua tau kalau mereka telah “kaya” terlebih Prabowo Subianto…..
    Untuk apa mesti resah dengan statement Mega Pro dan kenapa PKS mesti melarang….. aneh… orang niat baik koq dilarang …..untung saya termasuk ABS …. Asal Bukan SBY ……

    hmcahyo said:
    30 Juni 2009 pukul 13:17

    hmmm capek ya mas😀

    ahmad difi said:
    30 Juni 2009 pukul 20:15

    sebaiknya qta memang tabayun dulu sblm comment…, namanya media ngomong A bisa jd B, C, D, …..
    kalopun dirasa ada yg krg tepat mnurut kacamata syar’i, diingatkan saja. tdk usah saling menghujat antar sesama muslim.
    Islam kan Rahmatan lil ‘Alamin… tunjukkin dong!!

    bhsmozady said:
    3 Juli 2009 pukul 09:16

    Bye..bye PKS…….!!!! Sy dan keluarga terus terang simpatisan PKS waktu Pileg kemarin…tapi kecewa banget…!!! Pemimpin macam mana sih yang mau dipilih….? Apakah pemimpin yang bertopeng ? Manis di luarnya saja ?? Jangan hanya karena kekuasaan, akhirnya mengabaikan ke “istiqomahan” yang selama ini saya kenal. Kader-kader PKS yang kebetulan temen..faktanya pada bingung atau mungkin ga sesuai nurani mereka kali….tapi apa dikata…mereka bilang itu garis partai…kader harus ikut “lanjutkan bersama SBY Berbudi “(kata orang Palembang berarti SBY berbohong makanya slogan ini ga dipake lagi takut ketahuan)…atau barangkali termasuk juga kalau partainya suruh ceburin ke sungai (kaleee yee !!!!)… sungguh aneh..kepemimpinan ala PKS hanya mengandalkan dan mengajarkan “taqlid buta”. Islam yang sekarang dibangun harusnya tidak dengan model otoriter….apa memang benar kalau “Majelis Syuro PKS” kumpulan orang-orang suci tanpa dosa.. yang kata-katanya bak Sabda Nabi Muhammad SAW…harus diikuti..kalau ga diikuti kena kutuk atau masuk neraka….???? Kalau udah gitu yah abis sudah partai islam yang saya idam-idamkan….suka tidak suka dan sadar tidak sadar PKS secara pelan telah dihancurkan oleh intrik-intrik jahat ????

      rian said:
      3 Juli 2009 pukul 14:18

      kata orng dari partai PKS hampir rata” kader dan simpatisan ndukung SBY-budie tapi ko yang ni ga…………!!!

      ikhwanfunky said:
      2 September 2009 pukul 00:42

      hehe,,, taqlid buta?????
      wah kayanya tidak dikasih pemahaman murabbi ya??
      hehe
      atau mungkin ustadz dah menguasai fiqh prioritas melebihi dewan syura dan dewan syariah,,,
      pks tidak asal milih..pks mempertimbangkan kemasylahatan dan kemadharatan..
      karena ternyata sby lebih di unggulkan,..
      semua calon pres kemarin,,kalau dilihat kejelekan mah banyak,,
      sekarang coba liat
      siapa yang pertama mengindentikan gerakan islam teroris..dengan melarang buku2 hasan albanna dan buku sayyid qutb,,bukan kah JK..
      nah kalau lah pks menjadi basis oposisi sby,, maka ada kemungkinan bisa kembali pada jaman orde baru, walaupun sebnarnya sekarang juga bisa kembali..
      maka dalam teori politik adalah harus berpolarisasi, agar meminimalisir kemadharatan/….
      sekarang kalau jadi oposisi bisa dibantai partai2 islam yang konsisten..
      dan ingat keputusan ini bukan berdasar hawa nafsu tapi dengan mempertimbangkan fiqh2,,
      oleh dewan syura dan dewan syariah..
      dan ingat sebelum tsiqah ada al fahmu…jadi mohon tanyain ke murabbinya ya..hehe
      biar fahim..
      tafahum???

    karunrung said:
    3 Juli 2009 pukul 13:03

    Bingung..
    partai bejibun bikin bingung…euy…
    weleh weleh jadi bingung…
    bingung lagi bingung lagi
    intinya,,,,pilih presiden yang baik hati dan tidak sombong
    hobby tebar senyum
    kalo ngomong ga manyun
    kerjanya……

    lebih cepat lebih baik….

    yudi sulistio said:
    1 September 2009 pukul 09:50

    DAHWAH SAMA POLITIK JANGAN DICAMPUR ADUK

      NTMAKSIAT said:
      1 September 2009 pukul 19:46

      anda mau dunia politik didominasi oleh orang2 munafik? orang2 kafir? orang2 fasik? Dakwah Islam harus masuk di semua lini baik sosial, budaya, ekonomi, politik, hukum dll jangan sampai ada lini yg tidak masuk oleh dakwah Islam

    ikhwanfunky said:
    2 September 2009 pukul 00:35

    pks bukan melarang ibu ani dalam berjilbab,,
    orang yang cerdas pasti tau kenapa..
    sekarang antum udah tabayun belum, ke ust tifatul???
    nah sekarang kan banyak yang menelan mentah2 isu miring pks..padahal ketika di konfirmasi dan cek ricek tidak terbukti..
    atau bahasa2 ust tifatul dipelintirkan atau di potong2 dan tidak menyeluruh..nah itu kan yang bisa menarik perhatian orang..
    salah satu contoh,…..sctv ternyata tidak berani diajak ke meja hijau,, dan pernyataan beribet..
    sekarang lebih percaya seorang ustadz atau lebih percaya qala fulan2 qala fulan..yang tidak jelas..
    nah selama antum tidak menyertakan dari kedua pihak maka ana tidak akan percaya..
    hehe

    Pakne Haidar said:
    14 September 2009 pukul 07:52

    yang nggak setuju demokrasi … nggak usah kebakaran jenggot …
    wong dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat … ya terserah rakyatnya … hukum-hukum mereka sendiri ….

    yang maksain hukum Allah dipake ke Demokrasi …. sampai Yaumil Akhir nggak bakal tercapai ….. karena nggak bakal Hukum Allah disandingkan dengan Hukum Makhluknya …..

    HAQ dan BATIL nggak akan bersatu samapai yaulil akhir …..

    maka kalo mo komentar …. jangan nafsu dulu dikedepankan ….

    jadi tetep istiqomah saja dalam menjalankan Hukum Allah …. tanpa sedikitpun melirik apa yang dilaukan syetan …… ( memang kerjaannya begitu, itu sudah janjinya dengan Allah bahwa syetan akan menyesatkan manusia sampai Yaumil Akhir ) ….

    ingat Penghuni Syurga itu nggak banyak …… ISTIQOMAH ya …. Allahu Akbar ……

    adin said:
    14 September 2009 pukul 12:38

    kalau ane sih tsiqoh aja…ane juga sering mendengar sesuatu yang membingungkan tapi setelah diberi penjelasan ternyata segala sesuatunya juga sudah dipikirkan matang2..tapi bagi simpatisan atau orang eksternal emang gitu dari dulu,selalu mengkritik sesuatu yang belum tau pasti kebenarannya..dalam islam ada istilah tabayyun(konfirmasi) apakah para pengkritik itu udah melakukannya,kalau belum mendingan diam aja dulu lah daripada tidak tau seolah olah sudah tau…jadinya malah fitnah…ana yakin dengan ustadz2 di DPP,kalau sekarang yang lagi pada bingung dengan sikap PKS tahun 2014 pasti udah gak bingung lagi karena selama ini hanya PKS yang patut dipilih…kalau yang mau pilih yang lain ya silahkann…tapi dengan konsekuensi mengalami kekecewaan yang lebih amat sangat…InsyaAlloh..

    Romdhoni said:
    17 November 2009 pukul 19:31

    semua orang bebas berpendapat, toh yang benar dan yang salah pasti akan terungkap di kemudian hari,,,betul ga??

    datok anhar said:
    17 November 2009 pukul 22:15

    jangan di politisir kemana2 PKS memang agakaneh mengeluarkan statemen tap PKS punya alasan dan jawaban untuk pertanyaan itu.gitu aja di permasalahkan cape dech orang indon ne….

    Baulisung said:
    25 November 2009 pukul 02:47

    Itulah seni berpolitik…pengamat,penonton dan pemain sama-sama punya argumen!
    Arus yg kuat jangan dilawan tapi ikuti dan sedikit2 belokkan arahnya, Insya Alloh

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s