Benarkah Adam-Hawa diusir dari surga? Benarkah penyebabnya ialah Hawa?

Posted on Updated on

PERANAN HAWA DALAM PENGUSIRAN ADAM DARI SURGA
Dr. Yusuf Qardhawi

PERTANYAAN

Ada pendapat yang mengatakan bahwa ibu kita, Hawa, merupakan
penyebab diusirnya bapak kita, Adam, dari surga. Dialah yang
mendorong Adam untuk memakan buah terlarang, sehingga mereka
terusir dari surga dan menyebabkan penderitaan bagi kita
(anak cucunya) di dunia.

Pendapat ini dijadikan sandaran untuk merendahkan kedudukan
kaum wanita. Berlandaskan peristiwa tersebut, wanita sering
dituding sebagai cikal bakal datangnya segala musibah yang
terjadi di dunia, baik pada orang-orang dahulu maupun
sekarang.

Pertanyaan saya, apakah benar semua pendapat di atas? Adakah
dalam Islam dalil yang menunjukkan hal itu, atau
kebalikannya?

Kami harap Ustadz berkenan menjelaskannya. Semoga Allah
memberikan pahala kepada Ustadz dan menolong Ustadz.

JAWABAN

Pendapat yang ditanyakan saudara penanya, tentang kaum
wanita -seperti ibu kita Hawa – yang harus bertanggung jawab
atas kesengsaraan hidup manusia, dengan mengatakan bahwa
Hawa yang menjerurnuskan Adam untuk memakan buah terlarang
… dan seterusnya, tidak diragukan lagi adalah pendapat
yang tidak islami.

Sumber pendapat ini ialah Kitabb Taurat dengan segala bagian
dan tambahannya. Ini merupakan pendapat yang diimani oleh
kaum Yahudi dan Nasrani, serta sering menjadi bahan
referensi bagi para pemikir, penyair, dan penulis mereka.
Bahkan tidak sedikit (dan ini sangat disayangkan) penulis
muslim yang bertaklid buta dengan pendapat tersebut.

Namun, bagi orang yang membaca kisah Adam dalam Al-Qur’an
yang ayat-ayatnya (mengenai kisah tersebut) terhimpun dalam
beberapa surat, tidak akan bertaklid buta seperti itu. Ia
akan menangkap secara jelas fakta-fakta seperti berikut ini.

1. Taklif ilahi untuk tidak memakan buah terlarang itu
ditujukan kepada Adam dan Hawa (bukan Adam saja). Allah
berfirman:

“Dan Kami berfirman, ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan
istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang
banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah
kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk
orang-orang zalim.'” (al-Baqarah: 35)

2. Bahwa yang mendorong keduanya dan menyesatkan keduanya
dengan tipu daya, bujuk rayu, dan sumpah palsu ialah setan
,
sebagaimana difirmankan Allah:

“Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan
dikeluarkan dari keadaan semula …” (al-Baqarah: 36)

Dalam surat lain terdapat keterangan yang rinci mengenai
tipu daya dan bujuk rayu setan:

“Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk
menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup bagi mereka
yaitu auratnya, dan setan berkata, Tuhan kamu tidak
melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu
berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orangyang
kekal (dalam surga).’ Dan dia (setan) bersumpah kepada
keduanya, ‘Sesungguhnya saya termasuk orangyang memberi
nasihat kepada kamu berdua.’ Maka setan membujuk keduanya
(untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya
telah merasakan buah kayu itu, tampaklah bagi keduanya
aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan
daun-daun surga. Kemudian Tuhan rnereka menyeru mereka,
‘Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu
berdua?’ Keduanya berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah
menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak
mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami
termasuk orang-orangyang merugi.'” (al-A’raf: 20-23)

Dalam surat Thaha diceritakan bahwa Adam a.s. yang pertama
kali diminta pertanggungjawaban tentang pelanggaran itu,
bukan Hawa. Karena itu, peringatan dari Allah tersebut
ditujukan kepada Adam, sebagai prinsip dan secara khusus.
Kekurangan itu dinisbatkan kepada Adam, dan yang
dipersalahkan – karena pelanggaran itu – pun adalah Adam.
Meskipun istrinya bersama-sama dengannya ikut melakukan
pelanggaran, namun petunjuk ayat-ayat itu mengatakan bahwa
peranan Hawa tidak seperti peranan Adam, dan seakan-akan
Hawa makan dan melanggar itu karena mengikuti Adam.

Allah berfirman:

“Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu,
maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati
padanya kemauan yang kuat. Dan (ingatlah) ketika Kami
berkata kepada malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka
mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. Maka kami
berkata, ‘Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh
bagimu dan bagõ istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai
ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan
kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan
didalamnya dan tidak akan telanjang, dan sesungguhnya kamu
tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas
matahari didalamnya. ‘Kemudian setan membisikkan pikiran
jahat kepadanya (Adam) dengan berkata, ‘Hai Adam, maukah
saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak
akan binasa?’ Maka keduanya memakan dari buah pohon itu,
lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah
keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga,
dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesalah ia. Kemudian
Tuhannya memilihnya. Maka dia menerima tobatnya dan
memberinya petunjuk.” (Thaha: 115-122)

3. Al-Qur’an telah menegaskan bahwa Adam diciptakan oleh
Allah untuk suatu tugas yang sudah ditentukan sebelum
diciptakannya
. Para malaikat pada waktu itu sangat ingin
mengetahui tugas tersebut, bahkan mereka mengira bahwa
mereka lebih layak mengemban itu daripada Adam. Hal ini
telah disebutkan dalam beberapa ayat surat al-Baqarah yang
disebutkan Allah SWT sebelum menyebutkan ayat-ayat yang
membicarakan bertempat tinggalnya Adam dalam surga dan
memakan buah terlarang.

Firman Allah:

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,
‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan
(khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan
befirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu
ketahui.’ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda)
seluruhnya kemudian mengemukakannya kepada para malaikat
lalu berfirman, ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu
jika kamu memang orang-orang yang benar?’ Mereka menjawab,
‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari
apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.’ Allah
berfirman, ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama
benda ini.’ Maka setelah diberitahukannya kepada mereka
nama-nama benda itu, Allah berfirman, ‘Bukankah sudah
Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia
langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan
apa yang kamu sembunyikan?'” (al-Baqarah: 30-33)

Disebutkan pula dalam hadits sahih bahwa Adam dan Musa a.s.
bertemu di alam gaib. Musa hendak menimpakan kesalahan
kepada Adam berkenaan dengan beban yang ditanggung manusia
karena kesalahan Adam yang memakan buah terlarang itu
(lantas dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi
sehingga menanggung beban kehidupan seperti yang mereka
alami; penj.) . Kemudian Adam membantah Musa dan mematahkan
argumentasinya dengan mengatakan bahwa apa yang terjadi itu
sudah merupakan ketentuan ilahi sebelum ia diciptakan, untuk
memakmurkan bumi, dan bahwa Musa juga mendapati ketentuan
ini tercantum dalam Taurat.

Hadits ini memberikan dua pengertian kepada kita. Pertama,
bahwa Musa menghadapkan celaan itu kepada Adam, bukan kepada
Hawa. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang disebutkan dalam
Taurat (sekarang) bahwa Hawa yang merayu Adam untuk memakan
buah terlarang itu tidak benar. Itu adalah perubahan yang
dimasukkan orang ke dalam Taurat.

Kedua, bahwa diturunkannya Adam dan anak cucunya ke bumi
sudah merupakan ketentuan ilahi dalam takdir-Nya yang luhur
dan telah ditulis oleh kalam ilahi dalam Ummul Kitab (Lauh
al-Mahfuzh), untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan
melalui risalah-Nya di atas planet ini, sebagaimana yang
dikehendaki Allah, sedangkan apa yang dikehendaki Allah
pasti terjadi.

4. Bahwa surga (jannah), tempat Adam diperintahkan untuk
berdiam di dalamnya dan memakan buah-buahannya, kecuali satu
pohon, dan disuruh hengkang dari sana karena melanggar
larangan (memakan buah tersebut), tidak dapat dipastikan
bahwa surga tersebut adalah surga yang disediakan Allah
untuk orang-orang muttaqin di akhirat kelak. Surga yang
dimaksud belum tentu surga yang di dalamnya Allah
menciptakan sesuatu (kenikmatan-kenikmatan) yang belum
pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan
tidak seperti yang terlintas dalam hati manusia.

Para ulama berbeda pendapat mengenai “surga” Adam ini,
apakah merupakan surga yang dijanjikan kepada orang-orang
mukmin sebagai pahala mereka, ataukah sebuah “jannah”
(taman/kebun) dari kebun-kebun dunia, seperti firman Allah:

“Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah)
sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun
(jannah), ketika mereka bersumpah bahwa mereka
sungguh-sungguh akan memetik (hasil)-nya di pagi hari.”
(al-Qalam: 17)

Dalam surat lain Allah berfirman:

“Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang
laki-laki. Kami jadikan bagi seorang diantara keduanya (yang
kafir) dua buah kebun (jannatain) anggur dan Kami kelilingi
kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan diantara kedua
kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu
menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya
sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua
kebun itu.” (al-Kahfi: 32-33)

Ibnul Qayyim menyebutkan kedua pendapat tersebut dengan
dalil-dalilnya masing-masing dalam kitabnya Miftahu Daaris
Sa’adah. Silakan membacanya siapa yang ingin mengetahui
lebih jauh masalah ini. Wallahu a’lam.

———————–
Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi
Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
Fax. (021) 7984388
ISBN 979-561-276-X

26 thoughts on “Benarkah Adam-Hawa diusir dari surga? Benarkah penyebabnya ialah Hawa?

    KangBoed said:
    19 Juni 2009 pukul 15:26

    hmm.. satu pertanyaaaan buat pak Sodiq.. kalau begitu siapakah yang bersalah dalam hal ini.. Adam dan Hawa.. Ibliskah.. atau TUHAN.. sedangkan saat itu bisa mencegah langsung lhooooo..
    Salam Sayang

    rar9663 said:
    19 Juni 2009 pukul 17:14

    (Hi-hi..) pertanyaannya itu loh.. kira-kira Tuhan terbatasi salah dan benar ga ya?… kalo iya berarti Tuhan mahluk.

      ephrij said:
      7 Oktober 2011 pukul 04:46

      Tuhan itu dlm bahasa arab khaliq so tuhan bukan makhluk

    NTMAKSIAT said:
    20 Juni 2009 pukul 07:17

    Kalau pertanyaannya siapa yang bersalah sangatlah tidak tepat karena ini semua adalah skenario dari Alloh. Jangankan mencegah iblis untuk merayu Adam dan Hawa, Alloh pun bisa memusnahkan iblis ketika iblis menolak bersujud kepada nabi Adam, kalau saja Adam dan Hawa tidak memakan buah terlarang itu apakah akan tercipta dunia? apakah akan tercipta neraka? apakah akan ada nabi Muhammad? tentu saja tidak karena kita semua akan tinggal di syurga dan di syurga tidak perlu nabi padahal ruh nabi Muhammad diciptakan lebih dulu daripada penciptaan nabi Adam. Nah sebagai manusia kita tidak usah lah terlalu pusing dengan pertanyaan kenapa Alloh membiarkan iblis menggoda nabi Adam lalu menyalahkan Siti Hawa dsb kalau saya lebih melihat kejadian ini sebagai hikmah dan peringatan bagi manusia yaitu begitu bahayanya tipu daya iblis terhadap manusia sehingga kita harus berhati2 dan peringatan juga bagi manusia yang membangkang terhadap perintah Alloh.

    corie jr said:
    20 Juni 2009 pukul 11:19

    ini tuh dogma! agama, gak patut menpertanyakan hal2 seperti ini.

    affandizn said:
    21 Juni 2009 pukul 12:46

    bener juga tuh. setan yang menjerumuskan kita, bukannya hawa. artikel dan pendapat pak shodiq bagus-bagus.

    konco said:
    22 Juni 2009 pukul 14:22

    alqur’an itu komplit dan benar, anda punya uneg2 tentang kebenaran kehidupan dunia akhirat merujuklah ke sana. kembalilah pada yang sudah jelas ada disana. wong dah komplit kok. Islam itu agama yang paling lengkap. makan ada tatacaranya, tidur juga, berpakaian injih wonten tidak ada keraguan

    KangBoed said:
    24 Juni 2009 pukul 02:43

    hehehe.. enda ada yaaaaa..
    Salam Sayang

    agus said:
    29 Juni 2009 pukul 20:37

    yang salah mah tukang celup…

    LiaNes said:
    30 Juni 2009 pukul 02:52

    apapun pendapat semua orang tentang tafsiran tdi…
    itu tidak akan menggugah IMAN saya kepada YESUS…
    kalo mau tau tentang kej itu bEnar apa g.. ya baca ALIKITAB
    kitab Suci itu sangat lengkap bgt…
    Tuhan Yesus Memberkati

      NTMAKSIAT said:
      30 Juni 2009 pukul 05:53

      Silahkan saja anda mempercayai apa yang menjadi kepercayaan anda dan mempersilahkan kami umat Muslim mempercayai apa yang menjadi kepercayaan kami. Untukmu agamamu untukku agamaku

      elmo said:
      26 Desember 2009 pukul 02:45

      wahai anda yang memiliki “rasa”, cobalah untuk jujur………

    JS said:
    3 Agustus 2009 pukul 09:49

    Sebelum Anda anda mengetahui sipakah sebenarnya manusia ini dan siapakah sebenarnya tuhan yang hakiki, anda anda tidak akan mengetahuinya kejadian yang sebenarnya.

    PEMELUK said:
    5 Agustus 2009 pukul 10:56

    to js…yg jelas kalo manusia dlm alquran disebutkan dicipatakan untuk beribdah kepada Allah. dan setiap manusia di lahirkan dan dimatikan untuk di uji amalnya. kalo Tuhan tdk mkgn di uji dan dilahirkan apalagi di matikan…(logika plg waras)

    Wiwied said:
    10 September 2009 pukul 00:48

    Subhanallah walhamdulillah wala ila haillallah allahu akbar.

    Taruna said:
    27 Desember 2009 pukul 02:39

    tuhan tak punya anak yesus,tapi yesus dilahirkan maria dengan cara allah meniupkan roh ke perut maria.
    itulah yang namanya tuhan,bisa yang manusia tidak bisa.
    bukan yesus yang menyelamatkanmu,tapi Tuhan.jika kamu punya otak bersih untuk berfikir.(Mualaflah)

    AL pintar said:
    14 Maret 2010 pukul 14:30

    kasihan manusia…sdh jadi mahluk yg lemah jadi korban si iblis pula,…trus kalo bersalah berdosa lagi…trus masuk neraka selamanya…disiksa…hanya karena bujukan setan dan iblis yg tidak tampak yang hanya bisa dilihat oleh Tuhan meskipun ada yg namanya petunjuk yg disebut Kitab suci supaya manusia gak kebujuk setan tapi tetep aja kebujuk…Harusnya manusia dilindungi tuhan dan malaikatnya tanpa perlu baca petunjuk, tul nggak ? Soalnya yg bisa liat setan ama iblis kan Tuhan sama malaikat…Dalam arti kita semua adalah tanggung jawab sang pencipta karena telah menciptakan kita dengan kondisi lemah seperti itu, bekal akal aja kan gak cukup …..lagian Kitab Suci yg diturunkan sebagai petunjuk pun banyak yg diperdebatkan ttg mana yg paling benar,….ah kasihan ya kita manusia…..manusia akhirnya bingung dan terpecah karena akalnya sendiri juga yg berpendapat bahwa kitab dan agamakulah yg paling benar…..aduuuuuuuhhh,….enak ya kalo kita masuk surga semua, yg berdosa maupun tidak….

    Mara said:
    27 Juni 2010 pukul 23:58

    Menurut saya tak menjadi soal siapa yang benar dan siapa yang salah toh semuanya sudah terjadi. Saya sadari saya bukanlah mu’min yang taat… namun marilah bersama2 untuk bertaubat dan meminta ampun kepadaNya…untuk diri kita dan orang2 sebelum kita…karena semua ini telah digariskan oleh Sang Pencipta.

    prikemje said:
    22 Juli 2010 pukul 10:12

    Semuanya ga da yang salah kita yang hidup didunia ini adalah perwujudan dari rencana Alloh Swt, kalo mo cari salah-salahan mah salahin aja tuh buah jambu mede kenapa bijinya diluar sendiri, buah yang lain kan bijinya didalem gt he he.
    artikelnya bagus bgt memberikan pencerahan pd kita semua. hatur nuhun.

    prikemje said:
    22 Juli 2010 pukul 10:36

    alhamdulillah telah menemukan blog ini… terima kasih, salam hangat.

    Yusak R said:
    14 September 2010 pukul 14:53

    taman eden itu tempatnya di dunia. Jelas, hanya kesesatan yang berpikir Tuhan sudah merencanakan kejatuhan manusia. Pada mulanya Tuhan, Firmannya, dan Rohnya sudah merencanakan dan menjadikan terbentuknya bumi dan segala isinya dengan manusia yang diberi mandat untuk berkuasa atas bumi dan segala isinya, manusia diharapkan Tuhan untuk dapat menjalankan mandat dan aturan aturan dariNYA bagi dunia ini, manusia sebagai wakil Tuhan di bumi yang dibentukNYA. sebelum pembangkangan manusia karena bujukan iblis (dosa)..semua firmanNYA bagi manusia pasti berhasil dilakukan karena dosa belum ada. Tuhan menjadikan manusia serupa dan segambar dengan diriNYA dengan batasan manusia sebagai ciptaan. Dari perintah untuk tidak memakan buah adalah suatu bukti perintah keTuhanan, manusia diberi pilihan untuk taat atau tidak pada penciptanya, dan manusia lebih memilih dusta iblis dengan tawaran supaya menjadi Tuhan setelah memakan buah kuldi itu. Bukankah itu sikap yang masih berbekas sampai sekarang?..manusia suka menjadi Tuhan bagi dirinya sendiri, tidak suka diatur. Ini dosa juga. Iblis juga memiliki sifat ini. Jelas, bahwa kebebasan dan kasih dari Tuhan kepada manusia direspon jahat oleh manusia karena Iblis. Disini terlihat bahwa kasih manusia terhadap Tuhan tidak sebesar kasih Tuhan terhadap manusia.Bahaya!..pelanggaran tetap pelanggaran, Tuhan adil dan bijaksana, tidak bisa dosa berdiam dekat diriNYA. Karena Ia kudus…hukum harus dijatuhkan, Tuhan putus hubungan dengan manusia, tidak ada hubungan yang harmonis lagi dengan Tuhan karena penghianatan manusia. manusia harus diusir dari taman terindah di dunia ini,taman yang sudah dipersiapkan bagi manusia untuk tujuan mulia dan sebagai wujud kasih Tuhan, EDEN. jadi manusia harus masuk ke bumi belantara yang tidak seindah taman eden. Manusia akan mati menjadi debu lagi karena dosanya, dan harus bersusuah-susah untuk hidupnya yang sementara di dunia, dan mati di neraka karena dosa. Namun Tuhan masih mengasihi manusia, disembelihnyalah domba untuk manusia, dikuliti, dan disematkan pakaian dari kulit domba itu di tubuh manusia guna melindungi tubuh manusia dan menutup auratnya. Tahukah kalian arti penyembelihan ini?..kenapa cawat yang dibuat manusia dari tanaman perlu diganti Tuhan dengan kulit binatang?..karena cawat itu tidak sempurna melindungi tubuh jasmaniah manusia. Hanya Tuhan yang tahu yang terbaik bagi manusia..KULIT BINATANG YANG HANGAT..disinilah simbol dari cara Tuhan, cara Tuhan untuk menutupi kemaluan manusia, menutupi dosa manusia, perlu pengorbanan nyawa/darah untuk menutupi dosa manusia,, hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan manusia dari dosa..nyawa manusia yang seharusnya mati di neraka bersama sama iblis yang karena ketidaktaatan masih disayangkan oleh Tuhan, nyawa manusia harus diganti dengan nyawa Juga. Dosa ada karena satu orang, dosa dapat dihapuskan juga dengan nyawa satu orang juga, nyawa anak Tuhan sendiri yang menjadi manusia, Firman itu yang telah ada sejak mulanya menjelma dalam manusia Kristus Yesus turun ke bumi ribuan Tahun kemudian, yang sudah direncanakan Tuhan sejak manusia jatuh dalam dosa sebagai rencana brilian dari Tuhan yang tidak disadari IBLIS LAKNAT…Iblis tidak sadar,,,,memang mungkin bagi manusia Kristus Yesus mati secara jasmaniah, Rohnya turun ke alam maut terdalam, mengambil roh2 orang yang mati tetapi yang percaya pada kedatangan Yesus selama di dunia,, Iblis bodoh, dia tidak tahu, iblis menyangka dirinya menang, Tuhan telah mati,turun ke alam maut…HAHAHA…Yesus itu Tuhan, benar,kekal, dan nyawanya tak dapat binasa, alam maut yang dibuat oleh Tuhan sendiri masakan dapat menguasai Tuhan sendiri, penciptanya..ini juga sudah pernah ada dalam serial hercules ketika dia turun ke dunia orang mati..tidak tahukah kalian?..cerita mitos herculespun sebenarnya nubuatan tentang Yesus, kesaksian…3 hari kemudian setelah selesai urusan Tuhan di dunia orang mati Yesus bangkit dan naik kesurga lagi mempersiapkan tempat yang besar bagi orang yang percaya dengan kebenaran ini, percaya dan mengakui dan mengikuti Kristus Yesus Tuhan bagi manusia sebagai yang sulung mewakili manusia kesurga. Barang siapa percaya dengan Kristus Yesus Tuhan, dia akan diselamatkan…

      welly hartanto said:
      23 Januari 2011 pukul 22:23

      Cerita Anda walaupun mengandung hal yang baik, namun harus saya katakan tidak masuk akal ( akal saya paling tidak )
      Karena bagi saya, Tuhan adalah sesuatu yang Maha Kuasa, Yang Pertama dan Yang Akhir, Yang Tidak Bergantung Pada Apapun, Yang Menciptakan segala sesuatu.

      Bahwa Tuhan naik ke surga, dan pemahaman lain yang seolah – olah seperti dualisme kekuasaan, Tuhan adalah yang positif dan Iblis adalah negatif adalah salah.
      Tuhan dalam wujudnya tidak membutuhkan tempat, dimensi seperti dimensi dalam sudut pandang manusia. Bagi Tuhan, tidak ada besok atau kemarin, karena Tuhan adalah yang pertama, tidak bergantung pada apapun termasuk waktu. Karena waktu adalah ciptaan Tuhan.
      Pemahaman bahwa Tuhan tinggal di surga juga tidak masuk akal, karena Tuhan tidak bergantung pada dimensi. Jika kita percaya bahwa Tuhan haruslah Yang Pertama maka surga adalah ciptaan Tuhan.
      Jika surga belum ada, atau tidak ada, dimana Tuhan?

      Karena Tuhan lah Yang Pertama, yang menjadikan segala sesuatu termasuk Iblis. Dengan begitu Iblis adalah ciptaan Tuhan. Yang dengan kuasanya Iblis bisa saja dimusnahkan dalam kedipan mata.
      Jika Anda berkata bahwa Iblis menyangka Tuhan telah mati….saya pikir itu tidak masuk akal. Sebagai ciptaan Tuhan yang diciptakan sebelum Adam, dia tahu betul Tuhan adalah abadi.
      Sesuatu yang bisa mati, tidaklah layak dianggap sebagai Tuhan.

    Raka Reiki said:
    20 Maret 2011 pukul 09:24

    Maksudnya apaan hawa dicptakan dr tulang rusuk adam?thaks

    yuni said:
    30 Maret 2011 pukul 21:58

    alhamdulillah,,,,,,,,,,
    saya bisa menambah sedikit wawasan.
    dan yang saya tahu Tuhan telah menciptakan, dan Tuhan pula yang menakdirkan…
    tiada kuasa selain kuasa Tuhan Yang Sempurna….
    semoga menjadi manfaat bagi kita umat Muslim dan umat lainya.
    amin….

    liliq ozean syah said:
    20 Mei 2011 pukul 21:34

    dapat saya simpulkan bukan hawa yg salah V setan yg salah ,, selalu menconba untuk menghasut hawa ,,,, dan hawa menyuruh adam mendekati pohon itu,,, jdi jangan salah kan adam dan hawa ,, salah kanlah setan musuh kta yg sangat nyata,,, ya allah kuatkanlah iman dan ketakwaan ku,, agama islam adlh agama yg plng menjajikan kebahagiaan di dunia dan akhirat ,,,, agamaa ku agama mu ,,, islam never say never tiada yg tak mjungkin di dlm islam selama kemungkinan yg kta inginkan baik ,,,, lailahaillah muhamadarasullah,,, tiada tuhan selain engkau nabi muhamad rasul engkAu

    Que sera sera said:
    8 September 2011 pukul 11:11

    kalo menurut saya sih ini semuanya memang sudah d atur oleh Allah SWT dari awal,,,manusia itu memang makhluk yg paling mulia yg akan di ciptakan oleh Allah,,jadi dari awal Allah sudah menentukan kalo manusia lah peran utamanya,,, sejak awal memang Allah berniat menciptakan manusia sebagai khalifah d bumi yg kemudian akan di uji dengan perintah dan larangan dari Tuhannya dan jannah yg di sebutkan sebagai tempat pertama Adam itu sy lebih setuju sebagai tempat yg indah dan penuh kenikmatan yg di berikan kepada manusia,,kemudian Allah menguji manusia dengan larangan untuk tidak mendekati pohon khuldi,,,nah di situlah muncul peran syetan dengan sifat dengki dan hasudnya mempengaruhi Adam untuk tidak mentaati larangan Allah maka Allah marah dan menurunkan mereka ke tempat sekarang ini dengan kondisi yang lebih buruk,,,,kalo buat saya sih ini cuma gambaran aja kalo kita sebagai manusia harus lebih banyak bersyukur dan jangan pernah menuruti nafsu kita dan bisikan syetan yang kalo di gabung jadi nafsu syetan,,he,,he,, karena kalo kita seperti itu nasib kita bakalan sama seperti Adam dan Hawa yg sudah d tempatkan di tempat yang penuh kenikmatan (Jannah) tapi justru tidak bersyukur dan tidak tahan untuk menuruti nafsunya dan bisikan dari syetan yg kemudian melanggar larangan Allah maka mereka pun terpuruk karena perbuatan mereka. Jadi lebih baik kita mengambil pelajaran aja dari cerita ini tanpa harus memperdebatkan kenapa,,kenapa,,,dan kenapa,,,karena pastinya pemahaman kita akan selalu terbatas,,,,,,

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s