Prabowo Minta Rakyat Berani MELAWAN

Posted on Updated on

Dalam kampanye sore ini di lapangan Ampera Bandar, Batang, Jawa Tengah, Prabowo meminta agar rakyat tak menyiakan momen Pemilu Presiden 8 Juli 2009. ”Kalau dilarang memberikan suara, lawan! Kalau rakyat dibohongi terus, lawan!” tegas Prabowo yang didukung penuh lautan massa di lokasi tersebut. Demikian berita dari Republika.

Namun, berita tersebut tidak menjelaskan lebih jauh bagaimana cara rakyat melawan. Ataukah Prabowo belum menjelaskannya di depan massa?

Wah, bisa gawat nih kalau rakyat salah paham terhadap seruan tersebut. Aku khawatir seruan tersebut dapat memicu amuk massa atau kerusuhan massal. Soalnya, yang berseru itu ‘kan mantan pejabat tinggi militer. Dalam pikiran orang awam, bukankah perlawanan militer itu biasanya berujud kekerasan?

Mungkin kita perlu saling mengingatkan bahwa sebagaimana kecurangan, kekerasan pun bukanlah bagian dari demokrasi. Seandainya kita saksikan kecurangan, sudah selayaknya kita selesaikan melalui jalur hukum. Kalau pun hukum nasional kita dirasa masih kurang adil, kita masih bisa terus menyuarakan tuntutan keadilan, termasuk melalui media internet ini.

Iklan

13 thoughts on “Prabowo Minta Rakyat Berani MELAWAN

    ZonS said:
    23 Juni 2009 pukul 00:44

    Nah itu, jargon2 politik kadang2 bisa jadi bumerang,
    bukannya bikin indonesia tambah baik malah tambah rusuh…

    tapi kalo ada yg ga bener, ya memang seharusnya dilawan,
    dgn cara yg terhormat pastinya…

    betul? betul… 😀

    Bisnis pulsa said:
    23 Juni 2009 pukul 07:41

    Melawan malah nanti diciduk atau malah “dihilangkan”…kaya dulu!! he..he..

    choirul hudda said:
    23 Juni 2009 pukul 10:57

    Mestinya masyarakat tidak terpancing dan arif dalam menyikapi ajakan bpk Prabowo, SIAPA YANG DILAWAN? ayolah kita isi pesta demokrasi ini dengan damai. Pernyataan Ini dapat menimbulkan kerusuhan. Siapa yang dapat memanfaatkan situasi ini dan siapa yang menjadi korban? Apapun hasilnya Tetap yang menjadi korban rakyat kecil. Katanya berpihak pada rakyat kecil? Masak calon pemimpin bangsa berpikiran seperti itu. Apa tidak ada cara lain yang lebih bijaksana.

    Rayendra said:
    23 Juni 2009 pukul 22:55

    Arti “lawan” kalo menurut gw sih udah jelas. Contoh aja nih, “lawan”nya gelap itu terang dan “lawan”nya baik itu buruk. Nah, “lawan”nya dilarang memberikan suara ya dengan memberikan suara. “Lawan”nya terus dibohongi ya meminta kejujuran. Yang “dilawan” juga jelas lah si pelarang rakyat untuk memberikan suara dan si pembohong rakyat.

    Kayaknya terlalu dipaksakan kalo orang mengartikan kata “lawan” dengan anarki, biarpun Prabowo itu seorang jendral militer. Saya rasa orang Indonesia juga nggak sebodoh itu. Toh kalau memang kata “lawan” itu disalah-artikan sebagaimana yang saudara maksud pastilah ada proses demokrasi dulu, yakni dengan menyuarakannya (ingat kan lingkaran setan, setelah demokrasi ada anarki, lalu balik lagi ke monarki). Kalo gak digubris, baru terjadi anarki. Nah kalo terjadi anarkis, siapa yang salah? Bukankah yang nggak mau ngegubris yang salah?

      gonosutrisno said:
      25 Juni 2009 pukul 07:12

      BETUL MAS..SETUJU..LOGIKA DAN PIKIRAN MAS BETUL…LAWAN ITU ADALAH MENCARI KEADILAN…DARI PERLAKUAN BURUK..

    kucrit said:
    24 Juni 2009 pukul 02:00

    Setuju dengan mas Zon, takutnya jargon2 ini akan menjadi boomerang. Apalagi kalo seandainya P. Prabowo terpilih, ketika ada sesuatu yang tidak pas dihati rakyat, justru nanti rakyat akan banyak yang melawan.. seperti yang pernah dikatakan..
    Negara kita adalah negara demokratis, demokratis bukan berarti harus melawan dengan kekerasan..
    salam kenal mas..

    CELEBES said:
    24 Juni 2009 pukul 14:16

    memang kadang kala kita harus melawan,seperti pahlawan kita yg melawan penjajah, sekarang kita harus melawan kecurangan kebohongan,janji palsu yg hanya mementingkan golongan tertentu. jaman sekarang ibarat jaman nabi nuh…..ketika kebanyakan manusia berbuat biadab bangga dgn dosa2,Tuhan mengutuk dgn AIR BAH. semogah sunami,lapindo,situ gintung….? SAYA YAKIN KARAKTER PRABOWO YANG BISA MEMBAWA INDONESIAKU MASYARAKAT TUK MERASAKAN KEMERDEKAAN YANG SEEEBENAAAAR NYA. MAJU TERUS PRABOWO OSH…

    GANDA said:
    25 Juni 2009 pukul 10:24

    JADILAH MASYARAKAT INDONESIA YANG CERDAS DAN PINTAR, JANGAN MAU DIBOHONGI JNGAN GATEK (GAGAP TEKNOLOGI) KALAU KITA MENGUASAI ILMU DAN TEKNOLOGI NGGA AKAN ADA YANG BISA MEMBODOHI KITA LAGI, INGAT DENGAN BERILMU HIDUP AKAN MAJU

    adigang adigung adiguno said:
    25 Juni 2009 pukul 21:39

    mencari pemimpin haruslah melihat masa lalunya…….bersih nggaknya…..dan jangan terpancing kata-kata pro rakyat!pro ini itu pro………dan seterusnya…..pemimpin yang arif dan bijak tentunya akan mengajak kita merayakan pesta demokrasi ini dengan arif bijaksana dan teduh dan tidak ambisius ingin mengalahkan pihak-pihak tertentu….kita hargai pemimpin yang berjuang demi bangsa meskipun ada sedikit ketidak sempurnaan.namanya manusia tidak sempurna…tp kita berusaha untuk meminimalisasi kekurangan itu,jangan selalu menyalahkan pemimpin!ingat memimpin 2 orang tidak sesulit memimpin jutaan rakyat indonesia!sekali yudhoyono…..tetap yudhoyono!lanjutkan!

    pras_farisi said:
    26 Juni 2009 pukul 04:19

    Ajakan Prabowo terlalu naif, berbahaya, provokastif. Mengadu domba rakyat dengan penguasa/pemerintah/badan/lembaga inti tujuannya eksekutif. Duda bintang tiga ini tampak senang dengan kekerasan; mengadu domba rakyat dengan rakyat, mungkin diam-diam bagian hobi yang belum tersalurkan sang jenderal. Bagaimana kalau yang diutarakan mantan Danjen Kopassus yang selamat dari kasus terlibat penculikan itu keluar dari mulut seorang warga sipil biasa, tentunya gak ada cerita lagi. Orang itu langsung dijebloskan ke bui tanpa perlu lagi pengadilan; dihujat habis oleh seluruh rakyat Indonesia; juga tak ada lembaga Hukum yang mau membela orang itu.
    Kita harus ingat siapa Prabowo dan sepak terjangnya semasa masih jenderal aktif pasca jatuhnya sang mertua Soeharto, Prabowo yang masuk ke istana tanpa izin protokoler lalu marah-marah kepada seorang Presiden (BJ.Habibie); terjerat kasus penculikan dengan Tim Mawarnya namun selamat karena pejuang HAM Munir telah tiada, lalu “tinggal” di Yordania karena tak sanggup melihat aksi demo mahasiswa dan aktivis HAM yang ditujukan kepadanya. Lalu sekarang.. ingin masuk ke pusaran kekuasaan. Apa yang akan terjadi di negeri ini kelak..?

    Abdul Cholik said:
    26 Juni 2009 pukul 13:41

    Rakyat kadang bingung menyaksikan atau mendengarkan para jurkam.Ada yang provokator,ada yang melaksanakan black campaign dan lain-lainnya.

    Salam mas

    muhammad aksan said:
    26 Juni 2009 pukul 14:46

    Yang terpenting Juli 2009 ada Presiden RI, tanpa harus diawali dengan Bencana Alam dan tsunami akibat proses alam dan prilaku manusia. moga bangsa Indonesia menyadari Enviromental. salam Ekologi.

      Dick said:
      26 Juni 2009 pukul 17:23

      kayaknya kekuatan Ekologi science anda ndak cukup kuat untuk membendung mitos, ya? kenapa mesti ada tsunami di awal kepemimpinan seorang presiden? apa karena Des 2004 begitu trus diambil kesimpulan permanent? Kalo iya (kalo ndak ya ndak usah sewot), anda perlu juga menyimak ilmu statistik. kalimat tulisan anda itu lho….

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s