Amien Rais: Saat ini warga Muhammadiyah mulai agak “melempem”

Posted on Updated on

Amien Rais: Muhammadiyah Perlu Direkonstruksi

Minggu, 28 Juni 2009 14:25 WIB

Amien Rais: Muhammadiyah Perlu DirekonstruksiMalang (ANTARA News) – Dewan Pembina Muhammadiyah, Prof Dr Amien Rais, menyatakan pemikiran Muhammadiyah saat ini sudah waktunya untuk direkonstruksi terutama yang berkaitan dengan “Rohul Jihad”.

“Kita harus terus melakukan perbaikan melalui revisi dan rekonstruksi pemikiran sebagai antisipasi perkembangan dan tantangan-tantangan dunia ke depan termasuk jiwa `rohul jihad`-nya,” kata Amien setelah memberikan ceramah Tabligh Akbar Muhammadiyah di gedung UMM Dome Malang, Minggu.

Tantangan dunia ke depan yang harus dihadapi, kata Amien, berbeda dari beberapa tahun lalu. Sekarang lebih berat terutama yang berkaitan dengan ekologi dan ketersediaan pangan dunia dengan jumlah penduduk sekitar tujuh miliar jiwa.

Karena itu, katanya, divisi penelitian dan pengembangan (litbang) yang ada di seluruh Universitas Muhammadiyah harus melakukan kajian sedini mungkin dan hasilnya nanti bisa dipaparkan sebagai masukan dalam Muktamar Muhammadiyah tahun 2010 di Yogyakarta.

Mantan Ketua MPR RI itu mengakui, saat ini warga Muhammadiyah mulai agak “melempem” dalam hal berkorban dalam bentuk sedekah, infak dan bentuk-bentuk amal lainnya sehingga berdampak pada kelangsungan perguruan Muhammadiyah terutama Taman Siswa-nya.

Mungkin saja, katanya, kondisi tersebut merupakan dampak dari “rembesan” dari sikap global masyarakat yang cenderung mengarah pada hal-hal yang berbau materialistis sehingga amal jariah, sedekah dan infak untuk meningkatkan kualitas generasi muda Muhammadiyah tidak lagi menjadi prioritas.

Sampai saat ini, kata Amien, Muhammadiyah masih tetap kokoh, dinamis dan berkembang pesat, namun sikap warganya sudah tidak seperti dulu. Keikhlasan untuk berkorban demi kemajuan dan kemandirian Muhaamadiyah melalui amal jariah atau infak sudah cukup sulit.

Ia menegaskan, bagaimana dunia Islam bisa berkembang pesat dan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia bisa melenggang dengan santai menuju arah kedamaian dan kemakmuran, kalau sikap masyarakat sendiri sudah menjauh dari sifat keikhlasan dan kerelaan untuk ber-infak.

“Bagaimana Muhammadiyah khususnya dan bangsa Indonesia umumnya bisa melangkah maju, kalau sifat ikhlas dan rela sudah menjauh dari kita. Padahal ada beberapa kalangan yang sengaja dipasang pihak luar untuk meredam kekuatan Islam agar tidak sampai berkembang pesat dan maju,” katanya.(*)

COPYRIGHT © 2009

16 thoughts on “Amien Rais: Saat ini warga Muhammadiyah mulai agak “melempem”

    nurrahman18 said:
    28 Juni 2009 pukul 20:20

    selamat malam pak dosen…..sekarang warga muslim mulai tergeros hedonisme dan kapitalisme serta liberal….mari galakkan idealisme kembali🙂

      Tio_cute said:
      1 Juli 2009 pukul 21:37

      astagfirulloh…..

      di AKHIRAT SIKSAAN AKAN LEBIH PEDIH…….

      ISTIGHFAR Y BUNG……

      COZ KITA NI DICIPTAKAN ALLOH SWT SBG MAKHLUK SOSIAL YANG BERLANDASKAN AJARAN ISLAM YANG TERBAIK DAN HAKIKI…

      TOBAT ATAS KEANGKUHANMU ITU YAH…..BELUM TERLAMBAT KO’….

    celotehanakbangsa said:
    28 Juni 2009 pukul 22:06

    Muhammadiyah atau Seorang Amien Rais nih yang mulai melempem dengan mendukung calon Incumbent,,???

      Gandi said:
      9 Juli 2009 pukul 13:45

      mendukung calon incubment itu bukan berarti mudharat, buktinya dukungan
      pa Amin dikuti oleh mayoritas rakyat indonesia, walaupun mereka bukan warga muhamdiyah, berarti pa Amin itu tidak asal mendukung saya yakin beliau punya dasar dan pemikiran yang luas dan jauh kedepan demi kebaikan umat

    Bank Soal said:
    29 Juni 2009 pukul 04:45

    kenapa neh pak amin kok dah melempem…apa karena……?

    KangBoed said:
    29 Juni 2009 pukul 06:03

    Salam buat Pak AMIEN RAIS maju terus yaaaaaaa
    Salam Sayang

    kalem said:
    29 Juni 2009 pukul 08:52

    bener pak amien rais…
    kita harus mandiri untuk kemajuan indonesia ..jgn hanya maju di permukaan saja ..tenggok lbih dalam untuk indonesia

    punjul said:
    30 Juni 2009 pukul 17:10

    Memang benar pak Amin saat ini warga muhammatdiah pd mlempem , dalam hal berinfak . Tapi pak amin sendiri kira 2 mlempem gak yaaa ? . Pak Amin kan jg warga muhammadiah . bagi rakyat kecil ya wajar donk mlempen utk makan sehri hari aja untung kalau ketemu . Mohon kerelaannya bagi warga muhamadiah yang kaya / bekas pejabat tolong di perbanyak amal infak nya utk menolong rakyat yang kere kere / SEPARO HARTA LAH BIAR MASUK SURGA [ PAK AMIN BERANI DAN MAU GAK ].

    Tio_cute said:
    1 Juli 2009 pukul 21:34

    HHHHHHMMMMMMMM……..NI MAH KARNA MENGANUT AJARAN ROSULULLOH MUHAMMAD SAW MASIH SEPARUH2……

    SO, KEMBALILAH KE JALAN/AJARAN ISLAM YANG SEBENAR2NYA…..

    INSYA ALLOH…….BERSAMA SAYA YG MUNGKIN MSH SEPAROH JG DI MATA ALLOH KITA TINGKATKAN IBADAH ISLAM SESUAI AJARAN ALLOH+ROSUL MUHAMMAD SAW DNG SUNGGUH2 DAN SEBENAR2NYA………

    AMIN…….

    allahmahapenolong said:
    2 Juli 2009 pukul 12:51

    http://www.allah-mahapenolong.cybermq.com/
    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Saya beribadah, berdo’a & berikhtiar serta bertawakal hanya kepada Allah & karena Allah.. hanya kepada Allah saya menyembah.. hanya kepada Allah saya meminta pertolonga.. saya lagi di uji keimanan & saya membutuh bantuan buat yg mereka dermawan yg hakikatnya meminta kepada Allah, yang saya tidak meminta tapi meminjam tanpa bunga. dengan jaminan sertifikat tanah ataupun jiwa dan raga saya taruhkan jika Allah mengizinkan. sumpah demi Allah saya tidak berniat menipu..sumpah demi Allah saya cuma membantu membereskan masalah saya keluarga. Insya Allah saya berkorban jiwa & raga di jalannya Allah.

    saya siap disuruh apa saja untuk melunasinya asal tidak keluar dari aturan islam.. insya Allah saya siap melunasinya walaupun puluhan tahun.. jika saya harus bekerja & berbakti sampe lunas insya Allah saya siap.. misalkan jadi karyawan, pengurus mesjid atau pembersih/pembantu mesjid, karyawan ponpes, pengurus atau pembersih/pembantu mesjid ponpes.. saya kerja & usaha diluar boleh juga.. jadi apapun itu asal halal insya Allah saya siap.

    alhamdulillah setahun lebih saya berusaha mebereskannya. Dengan berusaha menjalankan ibadah-ibadah seperti shalat, berdo’a, bersedekah,menyantunin anak yatim.dll. serta berwiraswasta.tapi belum ada jalan keluar.. mungkin solusinya Ada di pihak yang dermawan yang di amanati Allah. mungkin dari badan amal zakat, perusahaan ponpes, perorangan atau yang lainnya..

    saya seorang pemuda lajang usia 26 bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluaga.. keluarga saya belasan orang rata2 masih sekolah & belum kerja.. bapak saya sudah lama sekali tidak kerja karena punya penyakit jantung,darah tinggi,diabetes dll. (Penyakit tua). Saya punya utang Total 200jt-an ke bank yg bikin tertekan itu karena berbunga. total 150juta-an saya hanya berharap kepada Allah. Karna janjinya saya bisa menjalani semua ini. Dengan berharap kemudahan,hidayah & rahmarnnya..

    Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
    sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Q.s Alam Nasyrah 5-6

    saya kutip beberapa firman Allah & hadis Rasulullah. sebagai referensinya..

    Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu�allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. “Q.s At Taubah 60

    Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
    “Q.s Al Baqarah 280

    Dari Hudzaifah, dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam- : “Ada seseorang mati dan masuk surga. Maka ia ditanya: Apa yang pernah kau lakukan?. Beliau mengatakan: Entah dia ingat sendiri atau diingatkan, lalu mengatakan: “Aku dulunya bertransaksi dengan banyak orang, maka aku (biasanya) menangguhkan pelunasan hutang kepada mereka yang kesulitan, aku juga memberikan kelonggaran dalam hal alat pembayaran”. Karena itulah ia diampuni (dosanya)”. Abu Mas’ud mengatakan: “Aku juga pernah mendengarnya dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- .

    Dari Abdulloh bin Abu Qotadah: bahwa (ayahnya) Abu Qotadah pernah mencari orang yang berhutang kepadanya, yang bersembunyi darinya, dan akhirnya ia menemukannya. Ia mengatakan: “Sungguh aku dalam kesulitan!” Abu Qotadah mengatakan: “Sungguh demi Alloh?” ia menjawab: “Sungguh demi Alloh” Abu Qotadah mengatakan lagi: “Karena Aku pernah mendengar Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Barangsiapa yang ingin selamat dari bencana pada hari kiamat nanti, maka hendaklah ia meringankan beban hutang orang yang kesulitan atau membebaskannya sama sekali!”.

    Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Para malaikat menerima ruh seorang lelaki dari umat sebelum kamu. Mereka bertanya: Apakah kamu pernah melakukan suatu kebaikan? Ia menjawab: Tidak. Mereka bertanya lagi: Cobalah kamu mengingat! Lelaki itu menjawab: Saya dahulu pernah mengutangkan orang-orang, lalu aku menyuruh pembantu-pembantuku untuk menangguhkan tagihan utang kepada orang yang sedang dalam kesulitan (miskin) serta memaafkan orang yang kaya. Rasulullah saw. bersabda: Lalu Allah swt. berfirman: Maafkanlah orang itu!. (Shahih Muslim No.2917)

    Hadis riwayat Abu Mas`ud ra., ia berkata:Rasulullah saw. pernah bersabda: Seorang lelaki dari umat sebelum kamu menghadapi penghitungan amal perbuatan, lalu tidak didapati satu amal kebajikan pun miliknya, kecuali bahwa ia pernah mengutangkan manusia ketika masa kaya lalu memerintahkan pembantu-pembantunya untuk memaafkan (membebaskan utang) orang yang kesulitan. Rasulullah saw. bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu dari ia, maka ampunilah dia!. (Shahih Muslim No.2921)

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Dahulu terdapat seorang lelaki yang biasa mengutangkan manusia. Ia berkata kepada pembantunya: Apabila kamu menagih orang yang dalam kesulitan, maka maafkanlah ia, semoga dengan demikian Allah akan mengampuni dosa kita. Kemudian ia menemui Allah, maka Allah mengampuninya. (Shahih Muslim No.2922)

    Rasulullah SAW mengingatkan, “Siapa yang mengambil harta orang lain (berutang) dan berkeinginan akan mengembalikannya, Allah akan membantu mengembalikannya. Namun, siapa yang mengambilnya dengan tujuan menghilangkannya (tidak dikembalikan), Allah akan menghilangkannya (tidak akan membantu mengembalikannya).” (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membantu melepaskan seorang Mukmin dari kesulitan dunia, Allah akan membantunya lepas dari kesulitan pada hari Kiamat. Dan, siapa yang memberikan kemudahan kepada orang lain yang tengah kesusahan, Allah akan memberikan kemudahan padanya di dunia dan di akhirat.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

    Hadis Abu Hurairah r.a : “Sesungguhnya pernah ada jenazah seorang lelaki yang mempunyai hutang dihadapkan kepada Rasulullah s.a.w, maka baginda bertanya: Apakah dia ada meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya? Sekiranya baginda diberitahu bahawa orang tersebut ada meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya, maka baginda akan mendirikan sembahyang ke atas jenazahnya sekiranya dia tidak meninggalkan sesuatu baginda bersabda: Sembahyangkanlah ke atas temanmu itu. Setelah Allah memberikan kemudahan kepada baginda dalam menaklukkan negeri, baginda bersabda: Aku lebih berhak terhadap orang-orang mukmin dari pada diri mereka sendiri. Oleh itu sesiapa yang mati meninggalkan hutang maka akulah yang akan membayarnya dan sesiapa yang mati meninggalkan harta, maka harta itu untuk ahli warisnya”.

    saya minta bantuan do’anya bagi siapa saja yang membaca tulisan ini. . sebenarnya saya tidak ingin menuliskan semua ini. Tapi melihat beban orang tua saya terpaksa menuliskan semua ini.. MAAF.. SAYA BERNIAT MEMINJAM BUKAN MEMINTA. (Dengan tempo 20tahun/ tergantung kondisi & kebijakan). JIKALAU MEMANG ADA YANG MAU MEMBERI SAYA TERIMA (jika memang itu kehendak Allah)

    semoga Allah memberi pertolongan kepada kita semua… jika Allah mengizinkan dermawan untuk membantu keluargaku.. tidak ada yg bisa menahannya. bahkan dermawan mendapatkan pahala,rezeqi,ampunan serta kemudahan- kemudahan lainnya.. amin..
    jika Allah berkehendak memilih dermawan e-mail saja ke : allah_mahapenolong@yahoo.com

    nanti saya kasih tahu secara rinci soal kami & identitas kami…

    Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

    Engkaulah (wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya.
    Q.s Al’Imran ayat 26, 27
    Hadis Aisyah r.a isteri Nabi s.a.w :“Nabi s.a.w sering berdoa ketika sembahyangnya dengan berkata : Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu daripada seksa kubur dan aku memohon perlindungan kepada-Mu daripada fitnah Dajal. Aku juga memohon perlindungan kepada-Mu daripada fitnah semasa hidup dan selepas mati. Ya Allah! Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari segala dosa dan hutang. Aisyah berkata lagi: Seseorang telah berkata kepada Rasulullah s.a.w: Alangkah banyaknya kamu memohon perlindungan dari beban hutang wahai Rasulullah! Lalu Rasulullah bersabda: Sesungguhnya seseorang yang sudah terkena beban hutang, apabila dia berkata-kata dia akan berdusta dan apabila berjanji dia akan mengingkari”

    Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

    “ Ya Allah, Cukuplah dengan yang dihalalkan oleh Engkau, jauhkanlah dari yang diharamkan oleh Engkau, layaklah aku, anugerahkanlah Engkau, jauhkanlah daripada mengharap-harap selain dari Engkau ”

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)

    An-Naashir… Al-Musta�aan.. ya Allah…
    ALHAMDULILLAH..
    wassalamu’alaikum….
    allah_mahapenolong@yahoo.com
    http://www.allah-mahapenolong.cybermq.com/

    dira said:
    2 Juli 2009 pukul 15:16

    “Dana Ummat” Muhammadiyah kelihatannya udah menipis nih..🙂

    Fahmi ari Yoga said:
    4 Juli 2009 pukul 18:09

    aslkm. saya salah satu pengagum pak Amien Rais. bahkan ketika masih kuliah dulu, saya sering ngawal pak Amien kalau ada kunjungan keSumatera Barat (waktu itu saya Wakil Ketua Simpatik PAN Sumbar).
    namun akhir-akhir ini, saya semakin bingung dengan jalan fikiran dan sikap politik beliau.
    sebagai contoh, bagaimana merindingnya kita ketika membaca buku beliau yang berjudul agenda mendesak bangsa selamatkan Indonesia. dalam buku ini, beliau menguraikan kebijakan2 pemerintahan SBY yang tidak populis dan memihak kepentingan asing yang dimotori oleh tiga lembaga ekonomi raksasa IMF, Word Bank dan WTO (yang beliau sebut VOC modern), tapi ketika PAN tidak mampu mencapai hasil yang maksimal dalm pilleg. seakan-akan beliau lupa dengan analisis yang dituangkan dalam buku tersebut dan bahkan terkesan memaksakan Hatta Rajasa untuk mendapingi SBY, ada apa dengan pak Amien, ?? tkoh yang saya kagumi dan saya hormati. kenapa pak amien mengambil sikap yag terkesan HIPOKRIT bila kembali dihubanungkan dengan uraian yang beliau muat dalam buku yang beliau karang sendiri.

    Pak Amien, apakah tokoh MUhammadiyah sudah kehilangan Ruh komitmen dalam pandangan politiknya????? ataukah tokoh Mihammadiyah (sekaliber Pak Amien) sudah tidak punya keistiqomahan dalam ranah politik. apakah kerinduan kita pada tokoh seperti pak AR Fachruddin sudah tidak ada dal tubuh Muhammadiyah yang begitu besar??? sudah langkakah tokoh seperti Buya Hamka dalam keluarga besar Muhammadiyah yang kita cintai, yang rela dipenjara, ketika pandangan politiknya sudah tidak sejalan dengan pemerintahan..???
    kita liat juga angkatan Muda Muhammadiyahnya, yang mempunyai sahwat politik yang menggebu-gebu, tanpa mengukur kemampuan, tak bisa berbuat apa-apa dikncah politik??
    saya yang masih muda ini, merindukan pimpinan Muhammadiyah yang punya komitmen visi keummatan dan persyarikatan sebaaimana tokoh2 kita dulu.
    hal yang paling saya rindu saat ini adalah, bagaimna sosok alm. KH. S. Ibnu Juraimi yang menghabiskan umur beliau untuk keliling PDM se-Indonesia untuk mencerdaskan ummat. saya semapt mengikuti pengajian beliau. masih adakah tokoh di PP Muhammadiyah seperti beliau, yang tidak sibuk hanya “mencikaraui” persoalan pilotik aja.

    saya merasakan kerinduan yang dalam terhadap sentuhan pengajian Muhammadiyah, karena saat ini saya bertugas dikejaksaan di sebuah pulau terluar paliang utara Indonesia, dimana disini ada PDMnya namun semenjak ketum nya duduk di DPRD tak pernah nongol lagi, dan yang lebih miris lagi, saya mengetahui ada beberapa pejabat pemda disini yang notabene alumnus UMY, tatapi bukannya kembli ke Muhammadiyah tapi justru jadi Pengurus NU. apakah PTM tidak lagi jadi salah satu jalur untuk menciptakan dan mencetak kader Muhammadiyah. udahlah pak Amien, di usia yang sudah mulai senja ini, berMUhamadiyah ajalah, ga usahlah sibuk dengan politik yang nantinya bikin Bapak repot sendiri.

    Billahi Fii Sabilihaq Fastabiqul Khairat

    Lucky Edyana said:
    5 Juli 2009 pukul 20:41

    sudah pada ngerti Al-Qur’an kali ? soalnya dia Al-Qur’an kan jangan menggolong-golongkan agama Allah. Hayoooooo,

    deny sambada said:
    8 Juli 2009 pukul 14:10

    maju terus uztads ,anda sudah punya NAMA BESAR yang akan dikenang terus oleh bangsa ini dan ummat islam ,walaupun banyak yang mengkritisi BAPAK,mereka ternyata hanya sekumpulan orang2 yang bingung bagaimana mencari kebenaran dan kearifan ,yang sampai detik ini mereka2 itu hanya mampu mengkritisi dan mengkritisi dan tetap berada dijalan yang sesat dan menyesatkan………FASTABIQUL KHAERAT,IKHLAS BERAMAL DAN PANGGILAN JIHAD HIDUPKAN……..ALLAHU AKBAR,ALLAHU AKBAR,ALLAHU AKBAR…..

    sumono said:
    8 Juli 2009 pukul 22:00

    Pengajian Muhammadiyah sekarang ini lebih banyak bicara tentang T.B.C, dan tidak mudah dibedakan dengan Wahabi atau Persis dan orang mudanya malah membangun partai. Dulu Muhammadiyah lebih mengamal kan Al Maun, dai dainya sangat santun,lebih ichlas.Ya seperti yang ada di LASKAR PELANGI.Saya merindukan Muhammadiyah yang dulu.Seharusnya pada saat Muhammadiyah semakin perkasa, semakin jauh dari ingin berkuasa. Tidak ada satu partai yang mampu mewadahi Muhammadiyah.

    tutut bachtiar arif said:
    17 Agustus 2009 pukul 18:43

    i love you full

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s