Jalur sepeda motor di jalan tol, setuju nggak?

Posted on Updated on

Ternyata Presiden kita telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 yang mengatur pengadaan jalur khusus sepeda motor di jalan tol. Aku setuju nggak, ya? … Sebenarnya, kecil sekali kemungkinan diriku akan memanfaatkan jalur sepeda motor di jalan tol. Aku lebih suka naik kendaraan umum. Namun berhubung aku mau peduli akan nasib anak-cucuku dan saudara-saudara sebangsa (ceilee…), aku pun ikut bersuara: bisa menyetujui jalur sepeda motor di jalan tol, asalkan memenuhi dua SYARAT:

  1. Peraturan lalu lintas harus benar-benar ditegakkan. (Aku khawatir akan makin banyak kecelakaan di jalan raya gara-gara pelanggaran aturan lalu lintas seperti yang sering terjadi selama ini.)
  2. Kendaraan angkutan massal ditingkatkan lebih dahulu, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. (Untuk alasannya, silakan simak kutipan berita di bawah ini.)

Jalur Motor di Jalan Tol Tak Memecahkan Masalah
Rabu, 1 Juli 2009 | 07:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung, Profesor Kusbiantoro, menegaskan, Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 yang mengatur pengadaan jalur khusus sepeda motor di jalan tol adalah sikap reaktif dan parsial dari pemerintah.

”Transportasi massal harus dijadikan pemecahan karena mengandalkan motor sangat tidak layak, mulai dari boros ruang jalan hingga kecelakaan jiwa,” kata Kusbiantoro, Selasa (30/6), dihubungi di Universitas Groningen, Belanda.

Kusbiantoro menambahkan, ruang di jalan tol terlalu ”mewah” untuk sepeda motor. Selain itu, karena ruang jalan terbatas, seharusnya digunakan untuk angkutan umum, bukan sepeda motor.

Pengamat transportasi dari Universitas Trisakti, Trisbiantara, menegaskan, bukan hanya ruang jalan yang diokupasi sepeda motor, tetapi juga trotoar. ”Trotoar yang dulu habis oleh pedagang kaki lima nantinya oleh sepeda motor,” ujarnya.

Trisbiantara mengatakan, motor itu ibaratnya mesin berjalan tanpa pelindung sehingga idealnya dijalankan dengan kecepatan rendah. ”Di Indonesia, tol disalahartikan jadi jalan bebas hambatan, high speed. Motor pun dipacu sehingga berpotensi menimbulkan kematian jika terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Suroyo Alimoeso mengatakan, pemerintah akan terus membangun transportasi massal. ”Transportasi massal yang dibangun pemerintah lebih berbasis jalan raya dan jalur rel,” ujarnya.

Asumsinya, kata Suroyo, begitu transportasi massal selesai, masyarakat akan tertarik. ”Persoalannya, ada gengsi harus naik mobil atau motor,” katanya.

Di China dan India, kata Suroyo, masyarakat juga membeli kendaraan, tetapi hanya dipakai pada hari libur. Pada hari kerja mereka mengandalkan transportasi massal. ”Secara umum, tak banyak terlihat motor di jalan-jalan,” kata Suroyo.

Akan tetapi, Trisbiantara menyangkal pendapat Dirjen Perhubungan Darat. ”Mana mungkin transportasi massal terbangun apabila sepeda motor boleh lewat jalan tol. Saya jadi bingung, apa sih arah pembangunan transportasi yang dimaui pemerintah?” ujarnya.

Meski mempersilakan dibangun jalur khusus sepeda motor di jalan tol, Dirjen Perhubungan Darat pun mengaku prihatin dengan perilaku pengendara motor. ”Di Thamrin, kami bikin garis batas motor, tetapi mereka malah lewat jalur cepat,” kata Suroyo.

RYO
Sumber : Kompas Cetak

Iklan

13 thoughts on “Jalur sepeda motor di jalan tol, setuju nggak?

    wahyu am said:
    1 Juli 2009 pukul 09:08

    pertamaaxxxxxxxxxxxxxxxxx ustad.

    kalo saya sih setuju aja, secara dengan begitu jarak tempuh dan waktu yang dibutuhkan jadi semakin cepat.

    untuk 2 alasan yang ustad tulis, setuju. no comen.

    ZonS said:
    1 Juli 2009 pukul 17:21

    disiplin dulu + penegakan aturan yg tegas dulu.
    di jalan biasa aja motor sering kecelakaan, apalagi di jalan tol,
    bisa tiap hari ada pengendara motor mati konyol.

    .

    Tio_cute said:
    1 Juli 2009 pukul 20:29

    hahahhaa……asal pengguna jalan tol ini masih dan selalu memiliki iman dan takwa kepada ALLOh SWT serta sayang kepada nabi MUHAMMAD SAW dalam setiap akan melakukan apapun, Insya ALLOH g kan ada apa dewh,,,,,,,,

    adhit said:
    2 Juli 2009 pukul 00:00

    asal ada jalur khusus kyk suramadu itu

    fitr1 said:
    2 Juli 2009 pukul 11:36

    waduh bs2 disalah gunakan tu kalo pengguna sepeda motor dijalan tol… seperti kt ketahui aja angka kematian akibat kecelakaan setiap tahunnya bertambah, kl gn kan jd tambah masalah —– pokoknya aq ga setuju dech…..

    komuter said:
    3 Juli 2009 pukul 13:29

    setuju dengan syarat yang diajukan…..

    mdm said:
    3 Juli 2009 pukul 13:38

    SETUJU SEKALIIIIIIIII, KLO BISA TOL DARI MERAK SAMPAI MADURA CEPAT DIBANGUN LEBIH BAIK BAYAR TOL DARIPADA LEWAT JLN UMUM MACET DAN JALANNYA SELALU RUSAK DAN BERLUBANG,DAN DIKASIH JALUR SPD MOTOR BIAR YANG NAIK MOTOR JUGA MERASAKAN JLN YG LANCAR DAN BAGUS. DI NEGARA TETANGGA PUN MOTOR MASUK TOL.

    andriasachmadridho said:
    4 Juli 2009 pukul 12:25

    Coy Dithamrin sudirman mang uda ada garisnya buat motor tapi lo liat apa buta banyak banget bus ama taxi n mobil2 wara wiwi masuk ngalangin jalan ya terpaksa kita kita lewat jalur tengah sorry yeee.,.

    andriasachmadridho said:
    4 Juli 2009 pukul 12:26

    Knapa uda ada jalur mobil tapi mobil masuk jalur motor???
    klo motor masuk jalur mobil ditangkep,mobil masuk jalur motor??

    viersy said:
    4 Juli 2009 pukul 23:45

    waduh, ga deh takut kalo pingin pipis ga bisa di tahan mesti nunggu sampai rest area yang ga tau masih berapa jauh disamping jalur hijau masih jauh dari kebutuhan ntar kalo kehujanan di tengah jalan gimana masak mau berhenti? asal tidak kena derek aja
    alasan sebenarnya sih kalo adanya jalan tol salah satunya kan untuk mengurangi kemacetan di jalur biasa.ntar kalo semua lewat jalan tol entah jalur roda empat atau lebih maupun roda dua bisa bisa macetnya pindah ke jalan tol karena tujuan utamanya adalah pingin cepat

    sandy said:
    4 Agustus 2009 pukul 14:59

    Jika sekedar wacana jalur sepeda motor di tol yaah, sah sah saja sih.
    Yang pasti jangankan di jalan tol yang begitu luas dan lenggang, dijalan alteri yang padat lalulintaspun tabrakan motor itu hampir tiap jam terjadi terutama di Pulau Jawa khususnya jabodetabek.
    Sesekali di Polda masing2 daerah di cek kematian akibat tabrakan motor pasti menempati peringkat pertama.
    Oleh karenanya tidaklah ladzim atau tidaklah pantas dilihat dari sudut manapun yang namanya motor di jalan tol!
    Malah jika bisa saya menyarankan kepada Dirjen Perhubungan Darat/Organda di masing2 propinsi untuk “mengurangi” laju penjualan motor mengingat ruas jalan yang sudah tidak memungkinkan alias sempit.

    BERITA AKTUAL HARI INI 4 AGUSTUS 2009
    Pada hari ini Selasa tanggal 4 Agustus 2009 telah terjadi tabrakan kereta api KRL antara KRL Pakuan dengan KRL Ekonomi pada pukul 10.oo WIB. di daerah Pondok Rumput Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor
    Bukan sekali dua kali kejadian tabrakan KRL ini bahkan sudah sering kali terjadi
    Mungkin kita sebagai warga Bogor, Jakarta, Tangerang, Bekasi boleh dibilang “BOSAN” mendengar berita tentang kecelakaan lalu lintas, baik lalu lintas Darat, Laut apalagi Lalu Lintas Udara.
    Dari semua kejadian yang ada sama sekali tidak ada perbaikan maupun perubahan.

    Jika terjadi kapal tenggelam, maka segera dikerahkan Regu Penyelam untuk mencari korban di dasar lautan atau Mulai Kapten Kapal, Nahkoda sampai anak kapal diinterogasi dan lain sebagainya.Sementara penyebabnya sendiri tak terungkap. Misalnya oh… kapalnya sudah terlalu tua yang sebenarnya tidak LAIK OPERASI tapi dipaksakan, karena tidak ada lagi.

    Begitu juga bila terjadi kecelakaan udara yang dicari adalah KOTAK HITAM, puing puing pesawat, menginterogasi Pilot/copilot jika masih hidup sambil yang bersangkutan bergelut melawan rasa sakit.
    Mengevakuasi korban yang masih selamat tanya sana tanya sini.
    Diinformasikan bahwa kecelakaan pesawat tersebut karena kesalahan teknis, human error dan lain lain.
    Selang beberapa hari terjadi lagi kecelakaan pesawat di wilayah yang berbeda, entah alasan apalagi yang akan di informasikan kepada masyarakat kalau alasan teknis sudah, alasan kelalaian petugas sudah, bingung khan?
    Begitu dibacakan data pesawat terbang, misalnya: Merk Pesawat BOING 747 No. Penerbangan : 007, tahun pembuatan 1982.
    Tidak ada yang dapat memberi batasan bahwa pesawat terbang yang laik operasi adalah pesawat mulai pembuatan tahun … dibawah tahun tersebut dinyatakan tidak LAIK OPERASI

    Sementara kecelakaan lalu lintas angkutan darat khususnya KRL sebagian besar diakibatkan faktor SDM.
    Bagaimana tidak karena setiap KRL dilengkapi radio komunikasi dan setiap stasion dilengkapi radio komunikasi , telepon yang memiliki jaringan khusus antar DAOP bahkan khusus Jakarta Bogor disediakan 2( dua ) jalur tapi masih juga terjadi kecelakaan.
    Karuan lah kalau kereta nabrak mobil dapat dipastikan mobilnya yang salah, tapi kalau kereta vs kereta siapa yang salah?
    Saya sebagai masyarakat sangat berharap adanya perbaikan dalam sistim transportasi ini, karena transportasi merupakan sarana mutlak dalam pengembangan perekonomian dan laju perputaran uang.
    Semoga hal ini disiasati oleh pihak pihak yang berkepentingan.
    Terima kasih.

    brewokedan said:
    25 Oktober 2009 pukul 19:10

    gpp dong untuk menghindari macet

    Wawan said:
    7 November 2009 pukul 09:15

    Wah..jalan tol enak dong tp gini coba deh pembatasnya lebih tinggi cuma garis ya se enae dewek lihat jalur bus way jg kdang smrwt,setuju pembatasnya hrs tinggi..dan petugas harus tegas dong. ..Trm ksh.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s