Umat Islam Indonesia diam saja saat 600 muslim Uighur tewas dibantai di Xinjiang, China?

Posted on Updated on

Saat ini, umat Islam dari etnis Uighur di Xinjiang, China, sedang berjihad melalui demonstrasi melawan kezaliman pemerintah komunis China. Pemerintah China menghadapi demonstrasi tersebut dengan kekerasan, hingga menewaskan ratusan orang. Namun, sejauh ini aku belum mendengar suara dari umat Islam Indonesia. Akankah kita diam saja? Lupakah kita akan ukhuwah Islamiyah?

Sudah lama sekali etnis Uighur mengalami kezaliman dari pemerintah China. Sudah saatnya para pembela keadilan (apalagi yang menjadi saudara seagama) menyuarakannya pula.

Kami menyatakan ada orang Islam yang dibantai itu bukan berarti bahwa tidak ada orang Islam yang membunuhi orang lain. Mereka yang dibantai oleh beberapa orang Islam itu sudah dibela oleh banyak orang. Apakah salah bila kami turut membela saudara-saudara seagama yang dizalimi?

Bagaimanapun, keadilan harus ditegakkan bagi setiap orang. Jangan sampai ketika orang Islam melakukan kejahatan, hukum ditegakkan; tapi ketika orang Islam yang dijahati, malah tidak ada penegakan keadilan.

Berikut ini kutipan beritanya:

Kelompok Uighur Perkirakan Korban Jiwa Mencapai 800
Kamis, 9 Juli 2009 09:40 WIB

Berlin (ANTARA News) – Kelompok Uighur di pengasingan memperkirakan korban jiwa dalam kerusuhan di kota Urumqi, China, antara orang Uighur Muslim dengan Han China mencapai 600 hingga 800 orang tewa, kata Wakil Presiden Kongres Uighur Dunia, Asgar Can, Rabu.

Asgar Can, yang tinggal di pengasingan di Jerman –tempat organisasi itu berpusat, mengatakan, “Sebagian orang telah memberi tahu kami 600 (orang tewas), yang lain telah mengatakan 800. Kami memperkirakan bahwa jumlah itu adalah antara 600 dan 800“.

Ia menyatakan perkiraan tersebut dilandasi atas perhitungan saksi mata mengenai kerusuhan itu.

China telah menyatakan bahwa 156 orang tewas dalam bentrokan di Urumqi, Ahad. Lebih dari seribu orang cedera.

Pemerintah, Rabu, menyatakan situasi sekarang “dapat dikendalikan” setelah ribuan prajurit memasuki kota tersebut dalam upaya mencegah kerusuhan lebih lanjut.

Beijing telah menyalahkan pemimpin Uighur, Rebiya Kadeer, menghasut kerusuhan itu, tuduhan yang dibantah keras.

Rebiya, Rabu, malah menuduh kebijakan China sebagai pangkal kerusuhan di Xinjiang, dan menyatakan korban jiwa akibat kerusuhan tersebut “jauh lebih banyak” dibandingkan dengan 156 yang dinyatakan oleh Beijing.

Dalam wawancara dengan radio BBC, Rebiya –Presiden Kongres Uighur Dunia– membantah tuduhan resmi China bahwa dialah dalang kerusuhan itu, dan mengatakan tampaknya lebih banyak orang Uighur yang gugur dibandingkan dengan Han China.

“Orang yang bertanggung jawab atas serangan ini adalah Wang Leguan, Kepala Partai Komunis Xinjiang, dan juga kebijakan pemerintah,” katanya.

Delapan juta orang Uighur di Xinjiang merupakan separuh penduduk di wilayah tersebut, daerah pegunungan dan gurun luas yang kaya akan sumber alam dan berbatasan dengan Asia Tengah.

Masyarakat yang berbicara bahasa Turki itu telah lama mengeluh mengenai penindasan dan diskriminasi di bawah kekuasaan China, tapi Beijing berkeras pemerintah telah menyalurkan kemakmuran ekonomi ke wilayah tersebut.

“Dalam delapan tahun belakangan, orang Uighur dicap sebagai separatis, teroris dan ekstremis. Akibat propaganda dari pemerintah China ini, rakyat China mulai percaya bahwa orang Uighur adalah musuh dan mereka mulai membenci orang Uighur,” kata Rebiya. (*)

COPYRIGHT © 2009

Xinjiang Makin Berdarah, yang Tewas Bertambah
Selasa, 7 Juli 2009 | 05:02 WIB

BEIJING, KOMPAS.com – Jumlah kematian akibat kekerasan etnik di daerah Xinjiang, China barat laut, naik menjadi 156 orang. Kerusuhan meluas ke kota Kashgar, tempat polisi membubarkan sekitar 200 orang yang berusaha berkumpul, kata media pemerintah, Selasa (7/7).

Pemrotes yang marah dari minoritas Uighur turun ke jalan-jalan di ibu kota wilayah itu, Urumqi, Minggu, dengan membakar dan menghancurkan kendaraan serta pertokoan, dan bentrok dengan polisi antihuru-hara.

Lebih dari 700 orang ditangkap karena dituduh berperan dalam kekerasan itu, kata kantor berita resmi Xinhua. Namun, penduduk setempat mengatakan kepada Reuters bahwa polsi melakukan operasi membabi-buta di daerah-daerah Uighur.

Lebih dari 20.000 polisi khusus dan bersenjata, pasukan dan pemadam kebakaran dikerahkan dalam penumpasan kekerasan di Urumqi. Meski pengamanan diperketat, kerusuhan tampaknya meluas di wilayah bergolak itu.

Sekitar 200 orang yang “berusaha berkumpul” di masjid Id Kah di pusat kota Silk Road Kashgar dibubarkan oleh polisi pada Senin petang, kata Xinhua.

Polisi juga memperoleh “petunjuk” mengenai upaya-upaya untuk mengatur lagi kerusuhan di kota Aksu dan prefektur Yili, sebuah daerah perbatasan yang dilanda kerusuhan etnik pada akhir 1990-an.

Bersama-sama Tibet, Xinjiang merupakan salah satu kawasan paling rawan politik dan di kedua wilayah itu, pemerintah China berusaha mengendalikan kehidupan beragama dan kebudayaan sambil menjanjikan petumbuhan ekonomi dan kemakmuran.

Namun, penduduk minoritas telah lama mengeluhkan bahwa orang China Han mengeruk sebagian besar keuntungan dari subsidi pemerintah, sambil membuat warga setempat merasa seperti orang luar di negeri mereka sendiri.

Beijing mengatakan bahwa kerusuhan itu, yang paling buruk di kawasan tersebut dalam beberapa tahun ini, merupakan pekerjaan dari kelompok-kelompok separatis di luar negeri, yang ingin menciptakan wilayah merdeka bagi minoritas muslim Uighur.

Kelompok-kelompok itu membantah mengatur kekerasan tersebut dan mengatakan, kerusuhan itu merupakan hasil dari amarah yang menumpuk terhadap kebijakan pemerintah dan dominasi ekonomi China Han.

XVD
Sumber : Ant

124 thoughts on “Umat Islam Indonesia diam saja saat 600 muslim Uighur tewas dibantai di Xinjiang, China?

    mog said:
    10 Juli 2009 pukul 19:36

    pertikaian karena etnis da sering terjadi di mana2,hanya orang yg terpelajar dan dekat dengan Nya yg bisa mengambil makna,untuk bagaimana cara meredam kejadian tsb terulang kembali dengan kepala dingin…

    Iwan said:
    10 Juli 2009 pukul 19:41

    jangan mudah terprovokasi oleh media …

    banyak sekali yang informasinya berbeda satu sama lain …

    artikel dari kompas itu sangat bertolak belakang dengan laporan dari koran Jawa Pos.
    Demi Allah.

    sekali lagi jangan mau terjebak oleh Isu yang ga jelas ini.

    Iwan said:
    10 Juli 2009 pukul 19:54

    Jangan percaya sama kompas kalo saya bilang..
    karena beritanya sifatnya pilihkasih.
    tapi juga menutup kemungkinan semua media juga bersifat seperti itu, karena itu adalah bisnis. tau sendiri kan bisnis ??? untung no 1.

    lakum dinukum waliyadin aja ..
    agamaku milikku agamamu milikmu.

    Karena berita berita yang kalian dengar semua adalah belum tentu benar.
    hanya Tuhan yang maha Tahu, Lailla Hailallah, Muhammadarrasulullah.

    Wallahualam bi washab.

    wassalam.

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 15:36

      setuju, kompas baru “seumur jagung”, yang harus kita percayai adalah website-website milik al-qaeda, jamaah islamiyah, taliban, dll

        Markus Kritianus said:
        20 Juli 2009 pukul 22:14

        VINSEN SIAPA SIH ? DAN DIA DIPIHAK MANA ?
        BALAS NYA SELALU NYELANEH !

    irwandi saputra said:
    11 Juli 2009 pukul 20:52

    As.wr.wb.
    untukku agamaku dan untukmu agamamamu……

    viva said:
    11 Juli 2009 pukul 23:14

    lakum dinukum waliyadin aja..
    agamaku milikku agamamu milikmu

    apakah tidak bisa menyiratkan arti “negaraku milikku negaramu milikmu” ?
    ato tidak bisakah biar kita mengurus negara kita sendiri, biar orang lain yg mengurus negara milik mereka sdr.

    hanya Allah yg Maha Tahu, biarlah Ia yg berkarya sedang kita berusaha dlm doa.

    Timor timur telah keluar dari pangkuan ‘ibu pertiwi’ kita. apakah itu hal yg menyenangkan ato menyakitkan? apakah apabila dukungan moril kita membawa ‘timor timur ke dua (xianjang)’ bagi cina, benarkah kita?

    […] suara umat Islam mengenai nasib saudara-saudaranya yang menderita di Xinjiang, China. (Lihat “Umat Islam Indonesia diam saja saat 600 muslim Uighur tewas dibantai di Xinjiang, China?“) Namun kini suaranya sudah mulai terdengar, antara lan sebagai berikut: PKS Kutuk […]

    Hasan Asmara said:
    12 Juli 2009 pukul 18:11

    Memang kita jangan terlalu percaya kepada berita.Mereka menulis belum tentu dari sunber nya.Kadang sipenulis dapat berita entah dari orang keberapa.
    Tapi kita sebagai muslim,mengutuk pembantaian saudara kita di Negara cina itu. Dimana-mana kalau islam minoritas selalu di musuhi.kadang di bantai.
    Tapi kalau kita mayoritas,kita dipaksa menghomati minoritas,dengan selogan demi kerukunan umat beragama.
    Ironis memang !

    Tio_cute said:
    12 Juli 2009 pukul 19:12

    SEBAIKNYA JGN SALING MENYALAHKAN……

    KARENA ALLOHLAH YANG MAHA TAHU DARI SEMUA NTU….

    JGNLAH MENAFSIRKAN SESUATU MENURUT OTAK KITA YANG MASIH DANGKAL NI…..

    KARNA BELUM TENTU IBADAH KITA LEBIH BAIK DIBANDINGKAN SAUDARA KITA DI CINA TERSEBUT….

    PERNAHKAH KALIAN MEMBACA TANDA2 MUNCUL IMAM MAHDI??

    SALAH SATUNYA ADALAH AKAN SEMAKIN BANYAKNYA ORANG2 YG TERPANDANG/SHOLEH DI SUATU KAMPUNG YANG AKAN DIPANGGIL OLEH ALLOH SWT DAN DUNIA NI AKAN KEMBALI KE ZAMAN JAHILLIYAH….

    TUL??OK??

    SMANGAT 4 IBADAH KITA SMUA..!!!!

    Hasan Asmara said:
    12 Juli 2009 pukul 19:34

    Kalau barat atau orang di luar islam membantai jutaan bahkan ratusan juta umat islam,mereka bilang demi kedamaian.Tapi kalau orang islam membunuh demi kehormatan Negara nya di bilang teroris.
    Teroris sesungguh nya barat, pimpinan Amerika.
    Opini dunia sdh menganggap Islam itu teroris.Islam adalah agama rahmatan lil’alamin untuk semua mahluk.Karena tidak adil nya pihak barat terhadap Negara islam,maka muncul perlawanan secara teror.
    Kalau barat tidak adil kepada Negara non muslim,tentu saja para teroris nya bukan orang islam.
    Begitu aja kok repot !

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 15:34

      Boleh tau pembantaian ratusan juta umat muslimnya di mana ?
      Opini DUNIA, berarti bukan cuma 1-2 negara, mengapa bisa sampai seluruh DUNIA (kecuali negara muslim) memiliki opini seperti itu ?

        Hasan Asmara said:
        19 Juli 2009 pukul 23:55

        Di Irak,Bosnia,Afganistan,Falistina.Sorry Maksud nya ratusan,sampai jutaan orang.
        Yang di maksud dunia,khusus nya dunia Barat.

    jawa said:
    12 Juli 2009 pukul 20:11

    memang umat islam sedang di gempur habis2san makanya kita harus bersiap berjaihad hancurkan orang kafir

    kuningan said:
    12 Juli 2009 pukul 23:29

    percayalah! akan datang saatnya perang antara dua golongan. golongan yg takut mati VS golongan yg berani mati. yg paling licik, jahat dan biadab adlh mrka dr golongan yg takut mati. MARI BERJIHAD ..!

    Sendy said:
    13 Juli 2009 pukul 13:14

    Islam sudah lebih dulu maju,dari pada bangsa eropa barat.Waktu itu kehidupan mereka masih setengah barbar.Bangsa eropa barat berbondong-bondong belajar ilmu ke Bagdad (Sekarang irak) yg menjadi pusat kebayaan islam.Ilmu kedokteran,filsapat,astronomi,
    musik,matematik,pokok nya semua ilmu sudah di kuaisai umat islam.Sedang orang barat masih bodoh belum bisa apap-apa.Buku-
    buku yg tadinya berbahasa arab mereka terjmahkan ke berbagai bahasa di antaranya bahasa Yunani dan Inggris.
    Sebenar nya orang kafir harus berterima kasih kepada umat islam yg tadi nya bodoh sekarang Negara meraka yg paling maju.
    Kemunduran umat islam setelah lahirnya para sufisme aliran kebatinan islam yg tdak perduli dengan dunia.Padahal Nabi Muhammad mengajarkan islam yg dinamis,agama dunia akhirat.
    Dan kita sedih melihat umat islam yg saat ini,menjadi pecundang negara-negara barat,dan di bantai dimana-mana.Akan kah kembali kejayaan islam seperti masa lalu ?
    Hanya satu kita harus bersatu padu,dan tidak saling menyalahkan
    mau Wahabi mau ahli Sunnah Waljamaah,mari kita kibarkan bendera Islam.
    Ya…Allah,satu kan kami,agar agamamu tegak kambali di seluruh Dunia…
    Amiiin…

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 15:28

      Orang kafir tuh siapa ya ? Mohon konfirmasi, bukannya saat itu orang-orang barat telah menganut agama ?

        Sendy said:
        20 Juli 2009 pukul 00:04

        Orang-orang yg di luar Islam itu Kapir
        Kalau orang yg di luar kristen di sebut
        domba-domba tersesat.

    hada said:
    13 Juli 2009 pukul 16:09

    gua setuju yg dikatakan irwandi saputra…
    Untukku agamaku…Untukmu agamamu…
    kita harus bisa hidup rukun di dunia ini walau beda agama…
    Entah agama siapa yg benar,biarkan diakhirat yg mnjwbnya…

    Sendy said:
    13 Juli 2009 pukul 19:47

    Setuju yg bagai mana ?
    Kalau mereka tidak mengganggu baru kita katakan
    ” Bagimu agama mu dan bagi ku agama ku ”
    Kalau kita dimusuhi masa kita masih toleran ?
    Ingat islam tidak pernah berperang kecuali diperangi (membela diri)
    Para penulis barat lah yg mengatakan islam disiarkan dengan pedang.
    Pemutarbalikan sejarah, karena kebencian barat terhadap islam.

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 15:29

      Maaf, kalau bom di London, WTC, Bali, Ritz Carlton, JW Mariot, itu pembelaan terhadap siapa ya ?

        MA2X said:
        18 Juli 2009 pukul 15:59

        sorry coy.!!!!!! mnurut gw kasus bom london,wtc n’ bali itu orang sakit
        klo Ritz carlton n’ jw mariot ada indikasi politik baik nasional & internasional ( coba bayangin sapa yg bisa ngerakit bom kayk gitu paling kita bisanya buat mercon n’ bom ikan kembang api aja masih mesan kcina) numpang sapa

        Vincent said:
        18 Juli 2009 pukul 16:07

        Okey, Gw tau itu orang sakit, terus pengebomnya pun sudah dihukum mati kan. Pernah denger yang namanya “Tim Pengacara Muslim” ? Yups, mereka yang membela orang2 sakit tersebut dengan (lagi-lagi) membawa nama2 “Muslim”, apa kata dunia ?

        Sendy said:
        20 Juli 2009 pukul 09:05

        Pembelaan Negara Muslim,terhadap Negara Barat yg tidak adil.
        Pembantaian Amerika dan sekutunya di Irak dan Afganistan.
        Pembantaian Muslim Palaestina oleh Irael, anak emas nya Amerika.

    NaufAl said:
    15 Juli 2009 pukul 14:52

    Kasihan sekali Umat muslim di china saya berdoa mudahan orang disana teteP tegaR min…..

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 15:32

      Setuju, kalau Tibet yang jauh lebih tertindas tidak perlu didoakan lah, mereka kan bukan saudara kita …

        Andry said:
        19 Juli 2009 pukul 00:55

        @Vincent: Tidak perduli siapa dan dimana. Kita semua sama. Sama2 manusia. Sama2 ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Jadi kita semua bukan cuma saudara, bahkan keluarga besar di dunia ini. Hanyakan saja, setiap manusia dilahirkan di tempat yang berbeda.

        Semoga semua umat manusia dapat hidup berdampingan. Tidak perduli apa warnamu, apa ras mu, apa jenis kelaminmu, apa agamamu, dll. Kita semua sama.

        Vincent said:
        19 Juli 2009 pukul 11:58

        Kasihan sekali Umat muslim di china saya berdoa mudahan orang disana teteP tegaR min…..

        Tampaknya bung naufal kurang sependapat dengan anda …

        Ong Kare said:
        22 Juli 2009 pukul 14:18

        saya orang muslim…
        boleh ga ya pindah ke agama budha atau hindu agar hati dan jiwa saya tenang ???

        namo budaya said:
        22 Juli 2009 pukul 14:21

        saya orang muslim …
        boleh ga ya pindah ke agama budha atau hindu agar hati dan jiwa saya tenang???

    masbudicakep said:
    16 Juli 2009 pukul 19:50

    Yaah itulah dunia.kita hanya memandang dari sudut pandang kita sendiri.coba kita renungkan.papua yang mayoritas pemeluk nasrani kalo mau merdeka juga kita pertahankan habis2an.padahal mereka jg merasa dijajah oleh muslim indonesia bag barat.demikian halnya xinjiang.semua mempunyai background sejarah masing2.kalo yang commen orang cina han mgkn orang uighur yg pntas disalahkan.inilah hukum dunia.dimana2 yg kuat yg dominan.

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 15:31

      Saya setuju, anda tidak melihat umat agama lain yang saat ini sedang ditindas di indonesia. Bahkan untuk membangun tempat ibadat pun harus bercucuran darah …

    djerdjis said:
    18 Juli 2009 pukul 15:41

    sebenernya itu gak perlu terjadi siiiiiiich…//////////%%%%%%%%
    udah tahu kalah dalam kekuatan & persenjataan (CHINA) gitu masih ngotot ngelawan,kalo boleh beri saran :
    1.gunakan akal bulus dulu ( diplomasi politik/ngalah bukannya kalah)
    2.belajar debus dibanten he….he…( mengumpulkan kekuatan dulu)
    3.ngumpulin temen2 yg suka tawuran he…hee…( loby2 internasional)
    so pasti masalahnya akan kelaar dgn DAMAI & AMAN

    Andry said:
    19 Juli 2009 pukul 01:01

    Dear ALL,

    Yang salah bukan Agama, karena semua Agama mengajarkan kita menjadi manusia yang baik. Yang salah juga bukan Negaranya, bukan Ras-nya, bukan Jenis Kelaminnya, bukan Asal-muasalnya. Melainkan Manusianya itu sendiri.

    Jadi kalau hendak mencari siapa yang salah, carilah orangnya.

    Contoh: misalnya kalau orang indonesia ada yang sedang mencuri di negara orang. Apakah Indonesia yang salah? Apakah semua orang Indonesia salah? Apakah Anda mau disalahkan?

    Tentu saja tidak bukan? Yang salah adalah si pencuri itu.

    Jadi, janganlah kita melakukan kesalahan baik terprovokasi maupun tidak terprovokasi.

    Jika kita masih memiliki agama, dan sebagai umat beragama. Marilah kita membuktikan kepada dunia bahwa agama kita itu baik. Bukan malah sebaliknya.

    Buktikanlah dengan tingkah laku, bukan perkataan. Karena setiap manusia memiliki mata untuk melihat. Meraka pasti dapat dengan jelas melihat siapa kita.

      Zechta said:
      19 Juli 2009 pukul 17:56

      Zaman Semakin Lama Semakin berkembang, Kemajuan IT Pun Sangat Mudah Didapatkan & Dapat Digerakkan Dengan Mudah Oleh Negara Yang Berkembang….
      Seperti Amerika, Jadi Kita Jangan Mudah Terprovokasi Oleh Media Massa Yang Belum Pasti Kebenarannya…….. Knowledge Kita U/ Memahami Suatu Masalh Harus Tinggi Agar Kita Tidak Mudah U/ Dibohongi & Diprovokasi, Media Massa Mana Yang Berpihak Dengan Islam, Memang Ada Tapi Jumlahnya Sedikit Dibandingkan Oleh Kepunyaan Orang” Non Muslim……..

    Sendy said:
    19 Juli 2009 pukul 13:34

    Saya setuju dengan pendapat Andry
    wawasan you luas,salut dengan pendapat anda..
    Agama apapun tidak mengajarkan kekerasan,kerena fanastime semu sehingga seseorang maelakukan kekerasan kepada sesama.
    Belum tentu yg melakukan teror,seorang muslim yg taat.begitu sebaliknya,belum tentu yg benci kepada muslim dia itu sering ke gereja.

      Andry said:
      21 Juli 2009 pukul 00:12

      Thanks. Hehehe…
      We are one!

    Zechta said:
    19 Juli 2009 pukul 17:49

    Peace, Love & Respect…..
    Allahuakbar……..

    turhan said:
    24 Juli 2009 pukul 14:50

    sebagai saudara muslim ikut beruka cita, semoga segala amal baiknya di terima ALLAH SWT, sedang yang biadap semoga cepatmendapat hidayah dari ALLAH SWT.

    tatiek said:
    27 Juli 2009 pukul 01:01

    masa seh

    l

    Iwan said:
    30 Juli 2009 pukul 14:01

    orang islam muslim juga mengutuk pengeboman yang terjadi dimanapun..

    dalam Islam sendiri diharamkan untuk bunuh diri, apalagi membunuh orang yang tidak bersalah… jangankan yang tidak bersalah, walapun bersalah pun harus di qishas dulu (di adili)…

    jadi orang yang melakukan bom bunuh diri mengatasnamakan ISLAM itu mereka sudah bukan dalam jalan ISLAM..

    sesungguhkan ISLAM radikal sudah terjadi saat jaman rasul, terutama saat era sahabat nabi, ustman bin affan yang dibunuh secara tragis saat menunaikan sholat subuh, kemudian era yang kacau tersebut diteruskan oleh khalifah Ali bin abi Thalib r.a. mereka di sebut kaum Khawariz..
    disebutkan bahwa mereka adalah orang orang yang berpikiran sempit, walaupun membaca Alqur’an tapi tidak benar benar memahami, dan merasa benar sendiri, bahkan mengutuk Sahabat nabi Muhammad SAW, ALi bin Abi thalib telah kafir dari ISLAM. padahal sesungguhnya hanya ALLAH yang berhak menentukan.

    Nabi Muhammad sendiri pernah bersabda bahwa nanti sepeninggal beliau akan ada kaum kaum yang berpikiran sempit, lidah mereka membaca alqur’an tetapi tidak melewati kerongkongan. (yang maksudnya mereka membaca tetapi tidak memahami)

    era Turki Ottoman juga ada, mereka menamakan dirinya sebagai Kaum Hashashi, golongan Islam pertama yang melakukan pola serangan ‘bunuh diri’ dengan target para pemimpin agama/ulama Islam diluar aliran mereka.Secara ideologis mereka tidak memerang Kalifah tertentu tapi memfokuskan kepada pembunuhan para ulama.Kaum Hashashi dimusuhi oleh Kalifah2 Islam di wilayah itu seperti Kalifah Baghdad dan Kalifah Kairo. Namun ironisnya di masa Perang Salib kaum Assassin itu bermarkas di daerah pegunungan Lebanon yang notabena merupaka daerah kekuasaan Crusader khususnya Ordo Templar.

    dan di teruskan sampai sekarang(Al Qaidah) dan mungkin sampai kiamat nanti juga masi ada.

    maaf kalau sudah bicara diluar topik, karena tanpa mengetahui sejarahnya kita tak akan tau kejadian sebenarnya.

    abdul said:
    19 Agustus 2009 pukul 20:40

    saya fikir bukan saja teman2 seagama yang harus kita bela, TETAPI teman2 yang tak seagama pun harus kita tolong !!! mengapa kita selalu berfikir bahwa agama kitalah yang terbaik? padahal banyak penganut maupun pemuka agama kita yang berbuat dosa dan hal maksiat. lebih baik kita harus mengajarkan perilaku saling menghargai dan menghormati teman2 beragama… mengapa kita selalu ber-demo maupun berdebat bahwa agama kita lah yang terbaik ??? istri dan anak saya bahkan menganut agama yang berbeda dangan saya. saya, istri dan anak menganut 3 agama yang berbeda dan kami saling menghargai.. saya harap itulah yang di tiru oleh masyarakay indonesia.
    salam damai.

    pray said:
    12 September 2009 pukul 08:49

    Assalammu’alaikum wr. wb.

    FYI,
    selama ramadhan bisa saksikan program KITA dan SYARIAH di Qtv setiap Rabu, 19:00 wib dan sabtu 17:00 wib, atau melalui web di http://www.qchannel.tv

    thx & wassalam

    Djahari said:
    19 Desember 2009 pukul 13:50

    Sewaktu umat “Komunis” tahun 1965 dibantai Islam di Indonesia juga warga negara Indonesia dan dunia PBB diam saja!!!
    Karma kagak jauh Bung!!!

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s