Curhat: Istri Menderita TBC, Anak Terkena Kanker, Harta Ludes, Hutang Menumpuk…

Posted on Updated on

Saya umur 29 tahun. Saat ini bekerja di sebuah perusahaan contractor/supplier. Saya sudah beristri, umur 22 tahun, dengan seorang anak, umur 2 tahun, dan sedang hamil lagi kurang lebih berumur 8 bulan.

Saya sangat tertarik dengan artikel2 dalam blog Bapak, khususnya kutipan: “dahsyatnya badai kehidupan” (1 Januari 2008), sudah lebih dari 2 tahun ya. Ya, mohon maaf bila saya to the point saja.

Saya pernah memiliki perusahaan, supplier, bisa dibilang sejahtera / jaya saat itu (era 2004-2006), kemudian khilaf menghinggapi diri, saya berhutang kepada negara (pemakaian uang untuk keperluan pribadi), namun pemikiran saya saat itu, adalah mudah untuk mengembalikannya seperti hutang2 lainnya sebelumnya. Ketika itu, bisa dihitung tidak terlalu besar, namun disaat perhitungan saya dengan hutang tersebut, saya mengambil keputusan untuk menikah pada tahun 2007, walaupun saya saat itu masih menangguk hutang (belum bayar sepeser pun). Tapi, karena saya takut pacaran demi pacaran saya jalani, dan seringnya hampir jatuh ke jurang perzinahan, oleh karenanya pacar saya (sekarang jadi istri) adalah pacar terakhir saya.

Sebelumnya maaf bila terlalu panjang lebar, tapi supaya jelas situasi kondisinya.

Istri saya berasal dari keluarga yg terbilang berkekurangan secara ekonomi. Pertimbangan saya menikahinya adalah kesiapan mentalnya untuk berumah tangga dan lillahi ta’ala.

Rumahtangga kami berlangsung spt umumnya pada awalnya, kami sempat tinggal dirumah mertua/orangtua tapi orangtua angkatnya. Maka, dimulailah perubahan yg sangat signifikan. Hutang saya bukannya sambil tetap berkarya, terlunasi, malahan membengkak. Istri saya kambuh TBCnya, harus berobat ke rumahsakit dengan biaya tidak sedikit. Dan pengeluaran demi pengeluaran terus mengalir tanpa terbendung. Bahkan istri saya pernah “stres berat”, dia mengamuk-amuk layaknya “kesurupan”, dengan penyebab menurutnya, saya tidak romantis, dingin. Saya juga merasakannya/mengakuinya, mungkin karena problem begitu beratnya dan mengingat hutang yg kian membengkak, hingga saya sendiri stres. Bahkan dari situ juga aqidah saya sempat melemah, terjerumus segala kesesatan. Putri kami juga masuk rumahsakit untuk operasi karena semacam kanker kulit. Alhamdulillah berlangsung aman.

Sekedar untuk info, hutang saya yg belum terlunasi mencapai kurang lebih 60 juta rupiah.

Saat ini, saya bekerja dilain daerah, tapi masih sama bidangnya, contractor/supplier. Dengan gaji yg termasuk tinggi, 1,8 juta. namun herannya masih belum juga bisa menyisihkan untuk persiapan melunasi hutang tsb.

Bahkan saat ini, hampir beberapa barang yg saya miliki sudah ludes, termasuk hape, saya pakai hape jatah dari kantor saya. Saya tidak tahu kenapa, pikiran saya pusing melulu jadinya. Hampir hopeless begitu.

Belum lama, istri saya titipkan kepada orangtuanya di kampung halamannya, diluar daerah dengan saya beserta putri saya bersamanya. Untuk persiapan kelahiran yang kedua, dan sebelumnya tiba2 batuk2 mengeluarkan darah banyak. Sekalian diperiksakan ke rumahsakit khusus didaerahnya tsb. Alhamdulillah, bukan TBCnya yg kambuh, menurut dokter, hanya darah kotor yg keluar. Namun, dari situ juga, pengeluaran demi pengeluaran lagi lagi harus keluar, hingga saat ini saya harus malah bertambah lagi hutang kepada kantor & kawan2.

Saat ini saya sendirian dirumah, kadang tidur dikantor. Saya hanya transfer untuk keperluan materi mereka disana. Saya benar2 berada ditengah kebingungan yang luar biasa.

Namun demikian, saya tetap sedaya upaya menjaga ketabahan dan meningkatkan amal ibadah, yg mana tetap saya perlukan “pencerahan” (advis, dsb) dari siapapun untuk ikut membantu mengupayakan ide/solusi thd masalah saya ini, termasuk kepada Bapak.

Demikian yg dapat saya ceritakan, mudah2an Bapak dapat menangkap arah “curhat” saya. Mohon kiranya dapat Bapak berikan input, advis, dsb yg berguna untuk saya dalam menyikapi / mengupayakan solusi utk masalah saya tersebut.

Mohon maaf sebesar-besarnya bila ada salah2 kata / apapun yg tidak berkenan. Saya sangat mengharapkan Bapak bersedia “mendampingi” saya dalam rangka upaya solusi, apapun bentuknya. Untuk buku, “Bershalatlah”, dimana saya bisa memperolehnya, apakah masih available?

Sebelumnya, saya sampaikan banyak terimakasih, bilamana kita dapat menjalin silaturahim yg indah & mutualis, saya sangat bergembira. Mudah2an dengan Bapak meluangkan waktu untuk membaca email saya yg panjanglebar ini, Allah SWT membalas atensi & kebaikan Bapak dengan barokah yang berlimpah.

Demikan yang dapat saya sampaikan, saya sangat berterimakasih akan respon yg bisa Bapak berikan. Karena saya yakin, saling bantu membantu sesama umat, adalah hal yg diridhoi dan akan diberikan balasan pahala yg luarbiasa dari-Nya.

Silakan membalas ke alamat email ini. Dan saya sangat menunggu respon Bapak, apapun itu.

Semoga Allah SWT menjadikan Bapak sebagai termasuk “sarana” / “sabab” penghantar hidayah-Nya kepada saya.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Curhatmu kutayangkan di sini dengan harapan supaya ada diantara pembaca yang terketuk hatinya untuk membantumu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Masukan dariku mudah-mudahan sudah mencukupi, yaitu yang termaktub di buku “Bersalatlah: Cara Paling Efektif Menuju Kesuksesan…” Buku ini tersedia di PalasariOnline.com

Aku sendiri pernah mengalami pengalaman sepahit dirimu ini. (Lihat “Penulis Romantis (1): Persimpangan Jalan” dan “Penulis Romantis (2): Jalan Sunyi“)

Dari pengalaman semacam itu, semakin yakinlah aku bahwa “bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan”. Bagaimanapun, Allah bersama orang-orang yang sabar, bukan?

Iklan

4 thoughts on “Curhat: Istri Menderita TBC, Anak Terkena Kanker, Harta Ludes, Hutang Menumpuk…

    Ajie said:
    13 Juli 2009 pukul 00:31

    Ya, jalan yg anda tempuh untuk permasalahan2 anda sudah benar. Dalam situasi yg anda anggap sulit, anda tetap mendekatkan diri pada-Nya untuk memperkuat aqidah dan lain sebagainya. Dalam situasi ekonomi yg sulit, anda masih bisa mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan setara Sarjana Fresh Graduated pada umumnya. Tapi tampaknya ekonomi anda goyah, karena banyak lari ke biaya pengobatan, saran saya pada saat mendapat libur atau cuti cobalah untuk membuat ASKESKIN “kartu berobat untuk orang miskin” bukan berarti saya anggap anda miskin, tidak, tapi setidaknya bisa meringankan biaya pengobatan istri. Lalu mengenai hutang, 60 juta, berapa banyak cicilannya perbulan ? jangan berikan/kirimkan seluruh gaji anda pada istri anda, tapi sisihkan untuk melunasi hutang tersebut, misalnya 500 ribu anda simpan untk mencicil hutang, lalu 500 rb utk biaya hidup anda selama bekerja di daerah, dan yg 800 rb anda kirimkan utk istri dan anak anda (dengan harapan mertua anda tidak hidup dari uang itu juga). Lalu pertegas, karena anda kepala keluarga, bahwa dengan uang sebanyak itu mereka harus masih bisa hidup, Insya Allah. Karena rata-rata orang yg hidup di pedesaan gaji nya lebih kecil dari 800 rb, tp mereka punya anak dan istri juga. Dan yg terakhir, jangan mengasingkan diri dari keluarga (kakak, adik, om tante, kakak ipar adik ipar, mertua, dlsb.), sebab merekalah orang pertama yg akan kita minta bantuannya bila kita dalam “MUSIBAH”. Berhubung keluarga anda sudah dipindah ke kampung, cobalah untuk memanfaatkan Raskin, BLT, Askeskin, Kompor Gas gratis, Jatah Minyak, semua program pemerintah untuk rakyat kecil… Selamat Berjuang

    adinda said:
    8 Agustus 2009 pukul 08:11

    Lebih dekatlah dengan agama Allah SWT agar kita hakikatnya sebagai manusia mampu memahami hikmah apa yang ada dibalik peristiwa/ musibah yang kita dapatkan.. insyaallah dengan mengetahui hikmah maka rasa ikhlas pun akan muncul. Apabila sudah ikhlas semua cobaan insyaallah tidak akan terasa berat. Dan percayakan semuanya pada Allah SWT bahwa semua ini pasti ada jalan keluar/ solusinya.

    Semoga membantu.

    Kurniadi said:
    16 Agustus 2010 pukul 09:12

    Ass. Wr.Wb.,

    Pak Shodiq, apakah saya boleh tau nomor rekening rekan bapak yang kesusahan itu.. saya akan sangat berterimakasih kalau rekeningnya bank mandiri. Mohon diinformasikan lewat e-mail saya saja ya pak, k.prathomo@gmail.com

    Wass. Wr. Wb,

    Rudi sadris said:
    15 Agustus 2014 pukul 16:30

    coba kunjungi blog ini : http://www.caramudahlunashutang.blogspot.com InsyaAllah ada solusi nyata dan cepat… E-Book nya gratis.. tanpa dipungut biaya apa2…
    http://www.caramudahlunashutang.blogspot.com

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s