Inilah Penyebab Konflik Berdarah di Xinjiang (Cina) menurut pakar sejarah

Posted on Updated on

Muslim Uighur tolak kebijakan Cina
Michael Dillon
Pakar sejarahwan Islam di Cina

Meski pembangunan ekonomi terjadi, kehidupan sebagian warga Uighur digambarkan lebih susah.
Meski ekonomi berkembang, kehidupan sebagian warga Uighur digambarkan lebih susah.

Tindak kekerasan di Xinjiang tidak terjadi tiba-tiba.

Akar penyebabnya adalah ketegangan etnis antara warga Uighur Muslim dan warga Cina etnis Han.

Masalah ini bisa dirunut balik hingga beberapa dekade, dan bahkan ke penaklukan wilayah yang kini disebut Xinjiang oleh Dinasti Qing Manchu pada abad ke-18.

Pada tahun 1940-an, muncul Republik Turkestan Timur di sebagian Xinjiang, dan banyak warga Uighur merasakan itu menjadi hak asasi mereka.

Namun, kenyataannya, mereka menjadi bagian Republik Rakyat Cina pada tahun 1949, dan Xinjiang dinyatakan sebagai salah satu kawasan otonomi Cina dengan mengesampingkan fakta bahwa mayoritas penduduk di sana pada saat itu orang Uighur.

Status otonomi tidak tulus, dan meski Xinjiang dewasa ini dipimpin oleh gubernur dari kalangan warga Uighur, orang yang memegang kekuasaan riil adalah sekretaris jenderal daerah Partai Komunis Cina , Wang Lequan, yang orang Cina etnis Han.

Perpindahan warga

Di bawah pemerintahan Partai Komunis, terjadi pembangunan ekonomi yang sangat gencar, namun kehidupan warga Uighur semakin sulit dalam 20-30 tahun terakhir akibat masuknya banyak warga Cina muda dan memiliki kecakapan teknis dari provinsi-provinsi di bagian timur Cina.

Lokasi Xinjiang

Para migran ini jauh lebih mahir berbahasa Cina dan cenderung diberi lapangan pekerjaan terbaik. Hanya sedikit orang Uighur berbahasa Cina.

Tidak mengejutkan, ini menimbulkan penentangan mendalam di kalangan warga Uighur, yang memandang perpindahan orang-orang Han ke Xinjiang sebagai makar pemerintah untuk menggerogoti posisi mereka, merongrong budaya mereka dan mencegah perlawanan serius terhadap keuasaan Beijing.

Dalam perkembangan yang lebih baru, anak-anak muda Uighur terdorong untuk meninggalkan Xinjiang untuk mendapatkan pekerjaan di belahan lain Cina, dan proses ini sudah berlangsung secara informal dalam beberapa tahun.

Ada kekhawatiran khusus atas tekanan pemerintah Cina untuk mendoroang wanita muda Uighur pindah ke bagian lain Cina untuk mendapatkan pekerjaan. Dan, ini memperkuat kekhawatiran bahwa mereka akhirnya akan bekerja di bar atau klub malam atau bahkan pelacuran tanpa perlindungan keluarga atau masyarakat mereka.

Islam adalah bagian integral kehidupan dan identitas warga Uighur Xinjiang, dan salah satu keluhan utama mereka terhadap pemerintah Cina adalah tingkat pembatasan yang diberlakukan oleh Beijing terhadap kegiatan keagamaan mereka.

Jumlah masjid di Xinjiang merosot jika dibandingkan dengan jumlah pada masa sebelum tahun 1949, dan institusi keagamaan itu menghadapi pembatasan yang sangat ketat.

Anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak diizinkan beribadah di masjid. Demikian juga pejabat Partai Komunis dan aparat pemerintah.

Madrasah dibatasi

Sekolah keagamaan -madrasah- juga sangat dibatasi.

Kegiatan warga Uighur di masjid dibatasi
Kegiatan warga Uighur di masjid dan madrasah dibatasi

Lembaga-lembaga Islami lain yang dulu menjadi bagian sangat penting kehidupan kegamaan di Xinjiang dilarang, termasuk persaudaraan Sufi, yang berpusat di makam pendirinya dan menyediakan jasa kesejahteraan dan semacam kepada anggotanya.

Semua agama di Cina dikendalikan oleh Administrasi Negara untuk Urusan Agama, tapi pembatasan terhadap Islam di kalangan warga Uighur lebih keras daripada terhadap kelompok-kelompok lain, termasuk etnis Hui yang juga muslim, tapi penutur bahasa Cina.

Ketatanya pembatasan itu akibat pertautan antara kelompok-kelompok muslim dan gerakan kemerdekaan di Xinjiang. Gerakan ini sangat bertentangan dengan posisi Beijing.

Ada kelompok-kelompok di dalam Xinjiang yang mendukung gagasan kemerdekaan, tapi mereka tidak diperkenakan mewujudkannya secara terbuka, sebab “memisahkan diri dari ibu pertiwi” dipandang sebagai penghianatan.

Pada dekade 1990-an, setelah ambruknya Uni Soviet dan munculnya negara-negara muslim independen di Asia Tengah, terjadi peningkatan dukungan terbuka atas kelompok-kelompok “separatis”, yang memuncak pada unjukrasa massal di Ghulja pada tahun 1995 dan 1997.

Beijing menindas unjukrasa dengan penggunaan kekuataan luar biasa, dan para akitvisi dipaksa keluar dari Xinjiang ke Asia Tengah dan Pakistan atau terpaksa bergerak di bawah tanah.

‘Iklim ketakutan’

Penindasan keras sejak digulirkannya kampanye “Strike Hard” (Gebuk Keras” pada 1996 mencakup kebijakan memperketat pengendalian terhadap kegiatan agama, pembatasan pergerakan orang dan tidak menerbitkan paspor dan menahan orang-orang yang didicurigai mendukung separatis dan anggota keluarga mereka.

Polisi Cina memeriksa dan menggeledah warga di Xinjiang
Polisi Cina memeriksa dan menggeledah warga di Xinjiang

Ini menciptakan iklim ketakutan dan kebencian sangat kuat terhadap pemerintah Cina dan warga Cina etnis Han.

Mengejutkan bahwa kebencian ini tidak meledak menjadi kemarahan publik, dan unjukrasa sebelumnya, tapi itu dampak ketatnya kontrol yang diberlakukan Cina atas Xinjiang.

Ada banyak organisasi kaum pendatang Uighur di Eropa dan Amerika Serikat. Dalam banyak kasus mereka mendukung otonomi sejati bagi kawasan tanah asal mereka.

Di masa lalu, Beijing juga mempersalahkan Gerakan Islami Turkestan Timur memicu kerusuhan, meski tidak ada bukti bahwa gerakan ini pernah muncul di Xinjiang.

Aparat di Beijing tidak bisa menerima bahwa kebijakan mereka sendiri di Xinjiang mungkin penyebab konflik, dan berupaya mempersalahkan orang luar yang mereka tuding memicu tindak kekerasan. Itu juga terjadi dalam kasus Dalai Lama dan Tibet.

Kalau pun organisasi pelarian Uighur ingin menggerakan kerusuhan, tentu sangat sulit bagi mereka untuk melakukannya, dan ada banyak alasah lokal menjadi penyebab kerusuhan tanpa perlu ada campur tangan dari luar.

17 thoughts on “Inilah Penyebab Konflik Berdarah di Xinjiang (Cina) menurut pakar sejarah

    romailprincipe said:
    11 Juli 2009 pukul 20:02

    Demo sejumlah buruh dari uighur awalnya?
    benar sumber yang mengatakan sebenarnya sejak negara uni soviet merdeka, seharusnya uighur ikut merdeka.
    saya bukan fanatik agama, tetapi tindakan represif dan blocking media membuat informasi riil tentang xinjiang.
    kehidupan perekonomian yang berada di bawah penduduk suku lain..

    semoga suku uighur diberi jalan terbaik

      igunz said:
      28 Juli 2009 pukul 05:13

      setuju banget,heranya knapa PBB g btindak dlm hal ini kan banyak planggaran HAM yg ekstrim,bner2 klo bgini jdinya emang g adil,moga Allah segera ngasih pertologan dah…..

    anne_chantique said:
    12 Juli 2009 pukul 15:27

    mau hidup dibelahan manapun, kalo sesama manusia ga bisa saling mengasihi dan menyayangi..menganggap suku ini lebih hebat suku itu rendahan, pasti ga akan pernah damai…heran…kenapa diluar sana orang2 sibuk teriak perdamaian tapi prakteknya, hal yang macam gini ga terjamah sekali…?

    Eko said:
    12 Juli 2009 pukul 19:50

    Saya setuju, kalau pemerintah China harus lebih memberi kebebasan kepada etnis Uighur di Xinjiang. Tetapi sangat tdk setuju dg ide separatis. Ingat, separatisme, termasuk di Papua, mrpk upaya bangsa barat unt menghancurkan Asia. Mereka khawatir, kelak RRC, atau bahkan mungkin negeri tercinta NKRI, mjd negara adidaya.

      Tio_cute said:
      12 Juli 2009 pukul 20:43

      ATI2 DALAM BERPIKIR, NIAT, BERTUTUR KATA, DAN BERTINDAK DALAM MENANGGAPI ARTIKEL INI YAH….

      KARNA ALLOLAH YANG MAHA TAHU APAPUN YANG TERJADI DI DUNIA.
      SEBAIKNYA KITA SAMA2 TINGKATKAN BEKAL AMAL KITA DI SISA HIDUP KITA DI DUNIA YANG SANGAT AMAT FANA INI

      OK??

    Tio_cute said:
    12 Juli 2009 pukul 20:43

    ATI2 DALAM BERPIKIR, NIAT, BERTUTUR KATA, DAN BERTINDAK DALAM MENANGGAPI ARTIKEL INI YAH….

    KARNA ALLOHLAH YANG MAHA TAHU APAPUN YANG TERJADI DI DUNIA.
    SEBAIKNYA KITA SAMA2 TINGKATKAN BEKAL AMAL KITA DI SISA HIDUP KITA DI DUNIA YANG SANGAT AMAT FANA INI

    OK??

    mikir said:
    12 Juli 2009 pukul 21:38

    Saya sangat setuju dengan pendapat mengenai peningkatan ekonomi di daerah Xinjiang ..
    tetapi pemisahan diri No…

    mimpiku said:
    13 Juli 2009 pukul 01:51

    semoga damai dan sejahtera buat semua

    wildani said:
    13 Juli 2009 pukul 07:53

    muslim selalu dijadikan musuh oleh pihak2 yg tidak suka dgn kita. memang itu yg telah ALLAH katakan dalam FirmanNYA bahwa mereka tak kan pernah berhenti sampai kita mengikuti keyakinan mereka. dengan berbagai alasan mereka ingin menghentikan semua kegiatan keagamaan kita.

    Saudaraku, bersabarlah karna ALLAH slalu bersama dengan orang-orang yg sabar. Dan ALLAH tak akan pernah meninggalkan hambaNYA

      daniwil said:
      19 Juli 2009 pukul 20:47

      janganlah merasa bhw kelompok andalah yg tertindas. banyak terjadi jg ketidakadilan dan penindasan thd orang2 nonmuslim di negara2 islam di padang pasir sana. orang yg meninggalkan agama islam masuk ke agama lain (kristen misalnya) maka hak2nya sbg warga negara akan dicabut bahkan dianggap sbg kriminal dan bisa dijatuhi hukuman mati. jadi kalo mo menilai suatu peristiwa, lihatlah atau perbanyaklah informasi lainnya.

    Ade Fathurahman said:
    14 Juli 2009 pukul 12:11

    semakin meyakinkan kita kebenaran Wahyu Allah…………………….

    nurdjaedi said:
    16 Juli 2009 pukul 14:39

    Ada beberapa analisa yang saya sampaikan sehubungan dengan peristiwa di Uighur Propinsi Xinjiang, Cina. Dalam teori Intelegen, ada konspirasi yang mengatakan, bahwa setelah Soviet runtuh dan kejatuhan Komunis di Dunia termasuk Cuba. Negara-negara Muslim adalah bangsa yang sangat signifikan perkembangannya dibelahan dunia manapun. AMERIKA SERIKAT takut dengan perkembangan Muslim. Lihat saja tragedi WTC, walaupun belum tentu bersalah OSAMA BIN LADEN, ternyata asas praduka tak bersalah tidak berlaku bagi AS. Gedung WTC hancur, Muslim menjadi kambing hitam karena banyak orang keturunan arab yang meruntuhkan WTC. Terbongkar rahasianya Bahwa itu sudah direncanakan oleh Intelegen CIA untuk penghacuran Muslim secara Global. Ingat saja peristiwa TALIBAN Menghantam UNI SOVIET. Konspirasi CIA berada dibalik TALIBAN. Mollah Omar sang pemimpin TALIBAN dan OSAMA BIN LADEN berada di Afganistan, juga sangat banyak para pemuda INDONESIA yang ikut menjadi pejuang membantu taliban (AFGANISTAN) berjuang melawan UNI SOVIET. Mereka dididik oleh AS. Ternyata setelah mereka pintar dan di doktrin AS, data mereka semua ada di tangan Intelegen AS. Tamat riwayat para taliban, karena kemanapun mereka pergi akan menjadi kambing hitam kepentingan Amerika. contoh sangat banyak dan mudah dimengerti, kenapa dahulu jaman Presiden BUSH, AS sangat membenci Muslim. Sebab mereka akan menghalalkan segala cara untuk dapat menghantam muslim, dengan konspirasi global dan standar ganda yang luas. Kepentingan AS di AFGANISTAN dan KUWAIT, ARAB SAUDI. Hanya IRAN dan IRAK yang belum ditaklukan AS. Dasawarsa th 2000 AS menggembur dan memborbadir IRAK. Hancur luluh lantah negeri 1001 hikayat, negeri para WALI Islam, hancur kedigjayaan SADAM HUSEIN. Hanya demi menghancurkan SADAM HUESIN, AMerika tega menghancurkan dunia ISLAM dan sampai-sampai INDONESIA dijadikan dan dianggap sarang TERORIS (Sungguh kejam sekali AS dan sekutunya terhadap dunia muslim). WASPADAI……………dan jangan terlena akan sepak terjang AS……………………….. Sekarang setelah AS menguasai AFGANISTAN dan IRAK (entah jadi Propinsi keberapa), AS mencari musuh bersama, dan salah satunya adalah CINA. Maka dicari pembenaran publik Dunia, babwa CINA telah melakukan pembasmian Sku Uighur yang mayoritas muslim, sUNGGUH STANDAR GANDA yang bahaya buat dunia muslim. Peran apalagi yang akan dimainkan AS. Tidak puas mereka menghantam dunia MUSLIM. IRAN saja hampir dihantam AS, karena kemenangan Presiden AHMADINEJAD secara demokratis. AMERIKA, AMERIKA…. tidak puas, tidak pernah akan puas, kalau bangsa muslim belum takluk dikaki AS. INDONESIA, CINA, INDIA adalah salah satu skenario yang akan dimainkan AS. YUGOSLAVIA, BOSNIA sudah duluan hancur, dan muslim disana disikat habis. Kita hanya menonton kesombongan bangsa-bangsa di EROPA dan sekutu (SERBIA) menghabisi BOSNIA yang mayoritas muslim. YUGOSLAVIA hancur, Presiden TITO alm menangis, dan sejarah hancur dibasmi mereka. INDONESIA, CINA, INDIA adalah negara besar, jangan lengah akan Konspirasi mereka. Standar Ganda akan dimainkan di tiga negara itu. JAGA NKRI, Persatuan dan Kesatuan Bangsa, UUD 1945, Pancasila sebagai benteng Negara. selanjutnta INDONESIA adalah sasaran empuk AS, karena kepentingan Minyak bumi, Frefort, Tambang Emas, Batu Bara, Biji Besi, Nikel, Natuna, Bontang, adalah tempat dan surga kepentingan AS. Pesan BUNG KARNO………… Jaga NKRI, Jangan sampai ACEH lepas, Jangan sampai IRIAN JAYA Lepas, Siapapun PRESIDEN INDONESIA, jaga NKRI. Maka kita bangsa INDONESIA harus mewaspadai sepak terjang dan penghancuran dunia muslim didunia. Jangan terprovokasi, jangan emosi. Jangan terpancing, Jaga komitmen awal bernegara, bahwa kita bersaudara walaupun berbeda suku dan agama. Semoga ini menjadi renungan kita, jangan lengah. Untuk NEGARA CINA, hargai muslim di NEGERI CINA, jangan semena-mena. semoga mereka mendengar dan melihat betapa indah hidup di INDONESIA dengan keaneka ragaman suku bangsa dan agama, rukun, tenteram dan damai. Salam Merdeka. bY.NURDJAEDI SOEMARNO (Sekjen Partai Natanegara) Jakarta

      upikabu said:
      27 Juli 2009 pukul 23:56

      YUp Setuju!!!
      Kerusuhan ETNIS yg terjadi di Cina, jangan dibawa-bawa ke Indonesia sehingga menjadi pemicu kerusuhan SARA yg akan memecah NKRI.
      Inget! Siapa aja yg udah siap mencaplok NKRI jika terpecah2.

    masbudicakep said:
    16 Juli 2009 pukul 19:20

    Yak betul.jgn mdah trpancing.memang warga uighur adalah saudara kita.akan ttapi akal sehat hrs tetap d pakai.smua knflik d dunia hampir selalu berawal dan berujung pada kepntingan politik dan kekuasaan.apa bedanya uighur yg muslim,tamil yang hindu,papua yang kristen,atau tibet yang pemeluk budha?semua cm karna ketidakpuasan dan kepentingan politik segelintir orang yang ingin jdi penguasa.

    igunz said:
    28 Juli 2009 pukul 05:31

    islam bner2 slalu dijadikan kambing hitam,ingat indonesia merdeka krn org2 muslim lho yaitu org Aceh Bung Karno sndiri yg minta bantuan ma Aceh ampe’ mohon2 gitu dech,bukannya sombong.Tpi sekarang knyataannya rakyat Aceh hanya sprti tu seharusnya Aceh setara majunya ma Jakarta,mungkin pemimpin2 Indonesia dah lupa kali ya,ama rakyat Aceh yg jaman dahulu punya andil sangat2 besar.Semoga pemimpin2 Indonesia membuka mata & hatinya terhadap rakyat Aceh,Amiiiiiiiiiiin…………………………………….!!!!!!

    Yuna said:
    28 Juli 2009 pukul 13:01

    Jangan sekali-kali kita bertelingkah, kan baik-nya kita doa’in kesajahteraan dan keamanan mereka, amiin yarobbal alamiin

    severtasad said:
    9 November 2009 pukul 18:26

    pembantaian etnis jg tjadi di xmtn thn 1940~an…
    dan di jkrta 1998…
    apakah ini adil buat kami???

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s