Inilah penyebab mengapa negara-negara muslim diam saja ketika kaum muslim Uighur dibantai di Xinjiang, Cina

Posted on Updated on

Protes vs Kebisuan Muslim Terhadap Cina
By Republika Newsroom
Selasa, 14 Juli 2009 pukul 15:12:00

KAIRO — Kerusuhan di wilayah Xinjiang, Cina, dan penyerangan terus-menerus terhadap minoritas Muslim Uighur hanya memicu respon bisu dari negara-negara muslim. Negara-negara Muslim lebih khawatir merusak ikatan dagang yang menguntungkan dengan Beijing atau khawatir mengundang perhatian yang bakal mengganggu stabilitas politik antar negara.

Negara non-Arab macam Iran dan Turki adalah sedikit yang mengkritik Cina. Iran padahal tengah sibuk menghadapi kericuhan terkait perselisihan pemilu presiden, sementara Turki masih memiliki keterkaitan etnis dengan minoritas Uighur di Cina.

Namun di hampir seluruh dunia Arab dan Timur Tengah, kekerasan Cina hanya menghasilkan reaksi kecil. “Rezim Arab tidak dapat mengkritik serangan terhadap Muslim Cina karena mereka sendiri tidak memiliki demokrasi,” ujar seorang pengamat politik Jordania, Labib Kamhawi seperti yang dikutip Associated Press, Selasa (14/7). “Mereka di atas perahu yang sama dengan pemerintah Cina,” ujarnya.

Cina telah menempatkan puluhan ribu tentara ke wilayah Xinjiang barat dalam beberapa hari terakhir, memberlakukan kontrol ketat di ibukota Urumqi dan mengepung area tersebut setelah kerusuhan etnis menyebabkan 180 orang terbunuh dan 1.680 orang terluka pekan lalu.

Muslim Uighur, yang berpopulasi sekitar 9 juta di Xinjiang telah lama mengeluhkan gelombang etnis Han yang memasuki kawasan dan pembatasan ketat pemerintah terhadap praktek keagamaan Muslim. Mereka menuduh komunitas Han melakukan diskriminasi dan Partai Komunis mencoba menghapus bahasa dan budaya mereka.

Telah menjadi pengetahuan umum, Cina adalah partner dagang banyak negara Arab, termasuk Sudan, Arab Saudi, dan negara-negara kaya minyak lain. Negara itu juga partner dagang terbesar Jordania, setelah Arab Saudi dan Amerika Serika. Jordania saat ini tengah menarik perhatian investor Cina dalam proyek-proyek seperti penghasil energi baru, kereta api, dan penyulingan air laut.

Iran adalah satu dari sedikit negara Muslim yang berbicara keras terhadap kekerasan tersebut. Pada Hari Minggu (12/7) lalu, kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan, Menteri Luar Negeri, Manouchehr Mottaki telah mendiskusikan bentrok antar etnis dengan koleganya dari Cina melalui telepon. Dalam pembicaraan tersebut Menlu Iran menyampaikan perhatian dalam sekaligus mengkritik penyerangan.

Bahkan pejabat tersebut mendesak pemerintah Iran untuk menyampaikan protes ke China. “Membisu dan minim kepedulian terhadap kekerasan macam itu kepada manusia adalah suara tak termaafkan,” ujar Grand Ayatollah Youssef Saanei, seorang figur keagamaan terkemuka yang mengkritik kekerasan pemerintahannya terhadap protes masa atas pertikaian pemilu pada 12 Juli lalu.

Respon paling keras datang dari Turki, dengan 5.000 orang pengunjuk rasa di Istanbul pada Minggu (12/7) lalu. Demonstran menuntut penghentian kekerasan etnis dan menyeru pemerintahan mereka ikut turun tangan

Turki memang memiliki berbagi ikatan budaya dan etnis Uighur yang berbahasa Turki. Kekerasan di Cina telah menyulut protes hampir tiap hari di Turki. Sebagian besar protes ditujukan ke Kedutaan Besar Cina dan kantor-kantor diplomat di Istanbul dan Ankara yang dijaga ketat. Demonstran bahkan membakar bendera Cina dan juga barang-barang buatan Negeri Tirai Bambu tersebut.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, membandingkan situasi Xinjiang layaknya genosida, Menlu Turki telah menyampaikan kepedulian pada Cina, dan Menteri Perindustrian Turki mendesak Turki menghentikan pembelian barang-barang Cina. Hanya saja pemerintah belum berencana melakukan boikot resmi.

Meski mayoritas negara Arab cenderung bungkam, namun tidak pada kelompok ekstrimis Islam. Dalam situs online yang berafiliasi dengan Al Qaidah menyeru untuk membunuh warga Cina Han di Timur Tengah, dengan menunjuk pada komunitas besar buruh beretnis Cina yang bekerja di Aljeria dan Arab Saudi.

“Penggal kepala mereka di tempat kerja, di rumah mereka, dan katakan waktu untuk membantai Muslim telah usai,” bunyi salah satu postingan.

Sementara Menteri Luar Negeri Ahmed Youssed, dari kelompok Hamas di Gaza mengatakan atas nama organisasinya, jika tindakan kejam Cina akan melukai hubungan dengan dunia Muslim. “Kami harap pemerintah Cina meningkatkan hubungan dengan Muslim di wilayah Xinjiang dan tidak melukai hubungan dengan Muslim dengan cara melukai Uighur,” tegasnya. (ap/itz)

50 thoughts on “Inilah penyebab mengapa negara-negara muslim diam saja ketika kaum muslim Uighur dibantai di Xinjiang, Cina

    adis said:
    14 Juli 2009 pukul 16:11

    Kok contentnya kebanyakan copas ya? Walau udah menyertakan link sumber, tapi kasihan juga yang udah capek-capek nulis. Traffic… oh traffic… eh salah… botd oh botd…

      unamedplayer said:
      15 Juli 2009 pukul 12:51

      hhmmm ehmm,,🙂

      anne_chantique said:
      16 Juli 2009 pukul 09:11

      Gpp kali copas…sapa tau yang belum ketemu artikel macam gini ditempat lain, ketemunya disini…ga dosa kok, niat nya kan baik…jangn dipusingin…kalo yang buat berita ini ga ikhlas untuk di copas, pasti kagak dibuat berita ini, atau dia postng untuk orang2 tertentu….normal lah…easy buddy!

    E_N_D_Y said:
    15 Juli 2009 pukul 06:15

    So, this is all about money, eh….??? F**K Capitalist siapapun itu, Amerika, Eropa, Iran, Arab……….

    Ndoro said:
    15 Juli 2009 pukul 07:54

    Pembantaian muslim dimanapun sngat memprihatinkan. Seolah olah muslim adalah budak yg dak ada harganya. Ya ALLAH . . . . Pancarkan hidayahMU pada smua umat muslim agar timbul keberanian untuk bersatu membela saudaranya.

    JS said:
    15 Juli 2009 pukul 08:58

    Dunia ini panggung sandiwara, dan semuanya sebab akibat, dengan kata lain tidak ada yang gratis. Jadi pantaslah apabila iblis saja menolak adanya manusia dimuka bumi ini.

    848 said:
    15 Juli 2009 pukul 09:08

    Ya gampang aja masalahnya.

    1.masalah etnis uighur sendiri adalah lebih kepada masalah Rasial ketibang masalah masalah religius. pasalanya etinis uighur memang lebih terkebelakang dibanding etnis han. jadi bukan masalah agama disini yang harus anda besar2kan, tetapi karena ketidak mampuan etinis uighur berkompetisi dengan Han lah yang membuat kerusuhan ini terjadi.

    2. Sadarkah anda disini ada upaya baik negara amerika-UE ataupun kelompok teroris yang berusaha menciptakan instabilitas regional di kawasan tersebut? pasalnya kerusuhan tersebut bisa dijadikan isu HAM dan upaya meningkatkan Separatisme yang ditujukan mengganggu stabilitas terutama segi poltis negara tirai bambu tersebut ?

    3. IRan? what iran can do? kebutuhan ekonomi – militer iran sangat besar terhadap china, dan proyek nuklir nasional mereka amat membutuhkan veto china di pbb. jadi masalah etinis uighur merupakan masalah spele dan malah berpotensi merusak hubungan bilateral kedua negara tersebut, dan yang dirugikan adalah IRan. bukan china.

    sedangkan Turki adalah negara nato, dan hanya sebatas hubungan sejarah saja yang membuat mereka protes “kecil” sisanya mereka hanya akan diam saja kok. kepentingan dalam negri lebih penting daripada sikap politis reaksional-emosional yang pragmatis.

    4. Sebaiknya kita nggak usah meributkan masalah Uighur deh, apalagi bawa2 agama islam. itu murni urusan Rasial dan urusan dalam negri RRC. Kebutuhan tiap2 negara pada RRC begitu besar ketibang ngurusin suku Uighur yang terkebelakang mendingan membina hubungan baik dengan negara super power tersebut. Dewasalah! daripada mati2ian membela Uighur yang jumlahnya sedikit itu tapi berujung rusaknya hubungan strategis pada china mending biarkan aja. Saya rasa kalau memang merasa “simpati” ya doain aja mereka! dari pada kepentingan negara dan rakyatnya malah terganggu akibat sok idealis, sok solider. saya rasa keputusan negara2 baik lain baik barat, asia, arab dll untuk mendiamkan persoalan tersebut sudah tepat kok!

      aGHi 182 said:
      15 Juli 2009 pukul 11:58

      wah nice tambahan info ..
      jd bagus nya gmn neh bung ??

      SAMA RATA SAMA RASA !!!
      LANJUTGAN ..

      JUAL KAOS COUPLE MURAH RP 90rb DAN CELANA JEANS LEVI’S MURAH RP 95rb silahkan ke http://www.aghi182.wordpress.com

      PULSA MURAH ALL OPERATOR http://www.aghi182.wordpress.com/pulsa-murah/

      rozak said:
      17 Juli 2009 pukul 12:01

      wah gila lu….membantai orang coyyy…gimana sich lu nyikapi masalah….kita g usah mengkaitkan dengan agama…..tapi jika keluarga lu aja dibantai keluarga lain apa kamu diam aja coy…aduhh…aneh ….ini masalah kemanusiaan coyyy..diskriminasi..coyyy…coba lu sikapi dalam2 dari sisi manusia jangan dari sisi keagamaan atau ekonomi ….itu yang dibantai manusia coy bukan patung…ada darahnya…ada daging yang berhak hidup cooyyyy aduhhhh pusing…ama kamu coyyy…salut …lu kayak hitler aja.( apa g ada jalan yang lain selain membantai orang )

    bangun said:
    15 Juli 2009 pukul 09:21

    Halo Om Shodiq aku sering berkunjung ke blog Ente nih, sekarang sih ada negeri Arab tepatnya Bahrain. Biasa kuli bangunan nguber setoran, jadi sampai”biayakan”kemana2. Benar kata Ente di sini ademayem aja, emang ga ada yang bisa diharapkan dari makhluk Tuhan yang namanya orang Arab. Mereka sudah kenal Islam sejak 14 abad yll, tapi tetap aja kelakuannya ga berubah babar blaassss…. Bahkan mereka nyeboki anaknya aja ga bisa, karena sudah kekenyangan dan tertidur pulas dininabobokkan sama saudara sepupunya Yahudi- AS- itu. Sudahlah, ga usah ngomongi kejelekan bangsa lain, kita introspeksi saja negeri sendiri. Salam damai dari Bahrain.

    thetawvic said:
    15 Juli 2009 pukul 09:24

    ehm… gimana ya….
    tak bisa berkata….

    Weby said:
    15 Juli 2009 pukul 10:01

    Wajar saja perasaan solider sebagai sesama iman, tetapi kalo menjadi murka atau benci terhadap masalah ini adalah tindakan yang merugikan diri sendiri, saya yakin belum tentu sesama iman dan kepercayaannya tapi pasti sanat peduli. kalo boleh berkata jujur, berapa persen sih perdulinya orang-orang Islam yang kaya dengan orang-orang Islam yang miskin dan di dunia ini, demikian juga yang Kristen ataupun Hindu dan Budha, tapi kalau YAHUDI sangat peduli dengan sesama YAHUDI. Tapi soal pembantaian di Cina juga ada diskriminasi terhadap agama Kristen tapi ya bagaimana? itu kan kebijakan dan falsafah negara Komunis dengan paham komunismenya, seperti negara Turki dan Indonesia juga pasti resah kalo minoritas meminta hak yang sama. Bikin gereja aja sulit kok di Indonesia, mesjid kayak jamur belum langgar, dan tahu sendiri lah

      848 said:
      15 Juli 2009 pukul 10:37

      Setuju banget! emang udah falsafahnya begitu, ya sebelum menunjuk pada pemerintar RRC mending ngaca dulu pada diri, negara dan bangsa sendiri. Sudahkah anda bersikap adil pada kelompok minoritas ?

        bahari said:
        15 Juli 2009 pukul 11:55

        pantes …komentarnya miring…gak seakidah….

          848 said:
          15 Juli 2009 pukul 16:25

          iya maaf kalo saya beda aqidah sama anda,… situ Zionis Yahudi kan ?

            Fahrudin Al Bakrie said:
            2 Juli 2010 pukul 15:07

            Eh qt bicara apa ni chooyy, bukankah qt smua ini Friend …………, ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha, thaks, afwan wa syukron, nuhun, kamsyiya. ????????? !!!!!!!!!

    Pics of traveller said:
    15 Juli 2009 pukul 11:46

    Turut prihatin,
    meskipun jumlah umat muslim sangat banyak di dunia ini,tampaknya tidak berdaya.

    Jumlah ternyata tidak selalu menunjukan kekuatan dan kedaulatan. Semoga tidak terjadi di Indonesia

    nurrahman18 said:
    15 Juli 2009 pukul 11:55

    bisnis kadang mematahkan idealisme

    jaringanindonesia said:
    15 Juli 2009 pukul 12:52

    Nyawa ganti nyawa, gigi ganti gigi. Ini merupakan salah satu peraturan dalam Taurat yang dianut oleh agama Yahudi. Jahat dibalas kejam, yang membunuh harus dibantai kapan selesainya? Tuhan yang empunya mereka, jadi Dialah yang berhak menghukumnya.

    Salam Hormat

    kabariberita said:
    15 Juli 2009 pukul 13:25

    Umat Islams edang dilanda kebingungan karena jelas sekali di Al-Quran sudah membuktikan….kalau Irans aya sanksi dengan negara ini karena mereka adalah Penganut Syiah dan mereka sendiri telah menghukum kaum Sunni, dan kita tahu syiahs endiri telah menyimpang dari Islam…

    Semoga kemenangan selalu ada dipihak Islam

    Iqbal Anas said:
    15 Juli 2009 pukul 13:43

    kongkalingkong demi kepentingan pribadi dan golongan…

    ejajufri said:
    15 Juli 2009 pukul 14:19

    haduh.. jgn berharap dari negara arab (model saudi, jordan, mesir…) buat masalah kek gini.. ama israel aja diem apalagi cina…

    goncecs said:
    15 Juli 2009 pukul 16:03

    biar tulisan ane bisa jadi teratas di wordpress gimana yaa ???
    bantuin doonk bos !!!

    turut prihatinn dng sodara2 kita di XianJiang !!

    id amor said:
    15 Juli 2009 pukul 16:12

    mayoritas pemimpin negara muslim kebanyakan bungkam…\
    mayoritas pemimpin negara barat tidak berani garang menyuarakan ham tidak sebanding dengan kejadian yang sama / soal tibet..

    tetapi setidaknya hanya sedikit yang masyarakat yang berani mengutuk kejadian tersebut

    setidaknya di turki dan di Japan

    bisa lihat disini

    http://answering.wordpress.com/2009/07/14/foto-dan-video-protes-jepang-dan-turki-terhadap-cina/

    abinubli said:
    15 Juli 2009 pukul 17:16

    indonesia? simpati ama rakyat miskin di negri sndiri aja kurang apalagi mo simpati ama penderitaan sodara kita diluar sana..

    blackenedgreen said:
    15 Juli 2009 pukul 17:20

    @goncecs: emang kalau traffic di wordpress tinggi bisa dapet duit? hehe.

    Kalau dilihat secara menyeluruh ini masalah klasik kemanusiaan sih, bukannya meremehkan. Ini bukan lagi terbatas masalah Islam lawan dunia, tapi masalah nurani lawan ignorance (halah bahasa apa lagi itu). Tapi harus diakui, sampai ke tingkat yang paling mikro, kita para orang biasa juga lebih mementingkan “nafkah” daripada keadilan.

    Ada lagi korban di bagian lain di muka bumi, orang-orang yang menghadapi masalah yang sama dengan kita: nanti makan dimana, tagihan listrik, uang sekolah, cari pekerjaan, dan ditambah dengan extra konflik yang harus dibayar dengan nyawa.

    Saya tahu pedihnya ketika ada sekelompok orang yang mendekati saya dengan membawa parang, saat itu saya berpikir tentang harga hidup saya… berapa rupiah, berapa banyak asumsi yang salah, berapa banyak konflik susulan, apa yang akan dipikirkan orang terhadap orang-orang yang membunuh saya, dan bagaimana hal itu akan merubah pola pikir orang-orang yang membaca berita itu di koran-koran beberapa hari ke depan.

    Saya tahu: rasa takut kehilangan nyawa itu sangat melelahkan. Tidak masalah kalau itu karena Tuhan, yang jadi masalah kalau itu karena kesalahpahaman dan politik lokal (yang akarnya juga adalah uang). Saya tidak rela.

    Ini adalah catatan buruk kemanusiaan, hal-hal seperti ini juga bisa terjadi di negara kita, hanya kita yang bisa mencegah agar hal yang sama tidak terjadi, semoga kita bisa jadi sedikit lebih bijaksana.

    Untuk para korban, doa saya bersama mereka.

    korantarget said:
    15 Juli 2009 pukul 20:07

    Peran negara yang terlalu “kuat” selalu membuat rakyat “sekarat”

    honeyelize said:
    15 Juli 2009 pukul 20:20

    I like beautiful blogs!

    syafyess said:
    15 Juli 2009 pukul 20:25

    Negara2 Arab sudah sibuk dengan urusannya sendiri yakni kemewahan duniawi jadi jangan berharap bantuan dari mereka. Apa yang bisa diharapkan dari pemerintahan yang otoriter??

    http://3citi3s.wordpress.com

    salam

    tigaw said:
    15 Juli 2009 pukul 22:02

    lha indonesia kemana mas…. lagi bagi2 kursi atau lagi nagapain??
    salam kenal dari saya mas

    miftacharifin said:
    15 Juli 2009 pukul 22:50

    Mudah2an kaum Muslim Uighur berada dalam aqidah yang benar. Smoga yang terbunuh mati syahid masuk surga bighoiri hisab. Yang masih hidup “sabar” sembari menunggu jalan keluar dari Gusti Allah SWT.

    Jupri said:
    15 Juli 2009 pukul 23:19

    Perlu ada gerakan serius untuk menggalang opini masyarakat Islam tentang persaudaraan Islam, salah satunya lewat media. Kita harus dukung muslim uighur walau cuma lewat media.

    Kombes.Com Bookmarking said:
    16 Juli 2009 pukul 02:26

    Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Biar member kami vote tulisan anda. Trims

    ridho said:
    16 Juli 2009 pukul 04:26

    sebenarnya kejadian di cina bagian Xinjiang merupakan sebuah konspirasi besar yg sudah direncanakan dengan matang oleh AMERIKA (CIA) dan KELOMPOK YAHUDI amerika. karena mereka sedang mengalami krisis ekonomi paling parah sepanjang sejarah, sedangkan cina mengalami kemajuan ekonomi yang pesat dan tidak tergantung dengan AMERIKA (YAHUDI) karena cina tidak mudah diperdaya dan ulet.Sehingga AMERIKA (YAHUDI) berupaya menggoyah sistem politik dengan mengadu domba dengan issu anti islam pada pertikaian yg nantinya akan berdampak pada kekuatan ekonomi cina yg berhubungan dengan negara2 islam/ investor2 islam..,

    itulah amerika (CIA) sii.. algojo yg berada disekitar anti amerika

    atifhidayat said:
    16 Juli 2009 pukul 09:48

    astaghfirullah…..

    smoga Allah membalas kebiadaban mereka..

    tp kira-kira hal apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka?

    INZ said:
    16 Juli 2009 pukul 10:22

    SEJARAH
    Faisal Ibnu Abdul Azis

    Raja Faisal adalah kepala negara Arab Saudi yang paling populer hingga saat ini. Dia pernah dinobatkan sebagai Man of the Year 1974 versi majalah TIME, sebuah media massa terkemuka di Amerika Serikat. Namun penobatan itu bukan lantaran Faisal disenangi publik Amerika, tapi sebaliknya dia adalah orang yang pernah bikin pusing pemerintah Amerika, bahkan hampir membuat negara itu lumpuh akibat embargo minyak yang diprakarsainya.
    Nama lengkapnya adalah Faisal Ibnu Abdul Aziz Ibnu Abdul Rahman Ibnu Faisal As-Saud. Ia dilahirkan pada bulan April 1906. Faisal adalah putra Raja Abdul Azis ibnu Saud pendiri dinasti Saudiyah di Jazirah Arab, sekaligus pendiri Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1932.
    Faisal juga keturunan langsung Muhammad bin Abdul Wahhab, pendiri paham keagamaan Wahabiyah, melalui ibunya. Wahabiyah adalah suatu gerakan reformasi dan purifikasi keagamaan Islam yang menjadi penyokong utama Raja Abdul Aziz saat mendirikan Kerajaan Arab Saudi.
    Pendidikan Faisal terutama adalah pendidikan agama. Di antara keluarganya dia tergolong menonjol. Debut pertamanya adalah saat di masa remajanya, yakni saat berumur 13 tahun, Faisal berkesempatan menjadi orang pertama dalam keluarganya yang mengunjungi Inggris dan Perancis, selepas Perang Dunia I. Di sana ia dianugerahi medali St. George dan medali St. Michael dari Raja Inggris.
    Pada umur 16 tahun Faisal dipercaya menjadi pemimpin sebuah ekspedisi untuk menumpas pemberontakan sebuah suku di Asir, Hijaz bagian Selatan. Kemudian pada umur 19 tahun ia menjadi komandan pasukan yang merebut kota Jeddah dari suku Hashemit, rival dinasti Arab Saudi.
    Ayahnya mengangkat Faisal menjadi Raja Muda Hijaz pada tahun 1926. Setelah itu pada tahun 1930 ia diangkat menjadi menteri luar negeri. Faisal mencapai puncak karir militernya pada tahun 1934 dengan suatu kenaikan pangkat yang cepat setelah merebut pelabuhan Hoderida selama perang singkat melawan Yaman.
    Ia pergi ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya pada saat dimulainya Perang Dunia II. Faisal kembali setelah perang itu berakhir tahun 1945. Ia ikut berpartisipasi dalam peristiwa pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 sebagai wakil Arab Saudi.
    Ketika ayahnya, Abdul Azis, wafat pada tahun 1953, kakak Faisal yang bernama Saud menggantikannya. Faisal menjadi putra mahkota Saud. Setahun kemudian, tepatnya tahun 1954, Faisal diangkat menjadi Perdana Menteri.
    Sebuah krisis keuangan pemerintah yang parah pada tahun 1958 mendorong pengalihan kekuasaan administratif secara penuh kepada Faisal. Sehingga Saud hanya sebagai simbol saja.
    Pada tahun 1964, akhirnya Saud diturunkan dari tahtanya, digantikan Faisal. Raja baru ini kemudian bekerja dengan penuh semangat mempersatukan dunia Islam dan dunia Arab, sehingga menjadi pemimpin yang menonjol di dunia Islam dan dunia Arab.
    Salah satu peran pentingnya adalah turut membidani lahirnya Organisasi Konferensi Islam (OKI). Ini didorong oleh keinginannya yang kuat untuk mempersatukan dunia Islam dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
    Faisal dikenal sebagai raja yang shalih dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Salah satu langkah awal dari program Faisal untuk mensejahterakan rakyatnya adalah me-‘rumah’-kan rakyatnya. Hal ini karena mayoritas rakyatnya adalah orang-orang Badwi yang memiliki pola hidup nomaden (berpindah-pindah tempat tinggal) di padang pasir. Faisal berpendapat cara hidup seperti ini susah untuk membuat orang sejahtera.
    Untuk itu Faisal membangun prasarana berupa jalan beraspal, perumahan yang layak dan membuka lapangan pekerjaan di berbagai bidang untuk seluruh rakyatnya. Faisal juga membuat pembaharuan dalam bidang pendidikan. Tadinya perempuan tidak diberi kesempatan memasuki sekolah. Sejak zaman pemerintahan Faisal perempuan didorong untuk sekolah. “…untuk pertama kali kita mendorong anak-anak perempuan untuk belajar di sekolah negeri,” kata Raja Faisal, seperti dikutip majalah National Geographic, edisi Januari 1966.
    Dengan dibuatnya jalan-jalan aspal modern di gurun-gurun pasir Arab Saudi maka perjalanan di gurun menjadi jauh lebih singkat. Sebuah perjalanan yang sebelumnya ditempuh 3-4 hari menjadi menjadi hanya 6-7 jam. Tentu saja ini jadi semakin menggerakkan roda ekonomi. Lalu lintas pun jadi semakin ramai. Gedung-gedung, apartemen-apartemen, dan hotel-hotel berdiri dalam waktu singkat. Pemandangan itu jadi mendominasi langit Makkah, Madinah, Jeddah, dan Riyadh.
    Pada masa awal pemerintahan Faisal itu pula ditemukan ladang-ladang minyak baru di perairan Arab Saudi, terutama di lepas pantai kota Dahran. Penempuan ini jelas berdampak positif bagi program pembangunan yang dicanangkan Raja Faisal. Penemuan emas hitam itu membenarkan janji Allah dalam Al-Quran, “Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah akan menurunkan berkah dari langit dan bumi.”
    Sejak itu Arab Saudi menjadi negara dengan sumber minyak bumi terbesar di dunia. Seluruh Timur Tengah pada tahun 1968 menghasilkan 3,8 milyar barel pertahun, terbesar di dunia. Cadangan minyak yang belum digali ada 248 milyar barel. Saingan terdekatnya adalah Afrika yang cadangan minyaknya 42,5 milyar barel.
    Keadaan itu menjadikan negara-negara di kawasan Timur Tengah mempunyai posisi tawar tinggi dalam politik ekonomi minyak melawan Uni Sovyet dan Amerika. Inilah yang disebut senjata minyak, karena konsumsi minyak tertinggi adalah negara-negara industri yaitu Amerika, Jepang dan benua Eropa.
    Dalam perang Enam Hari antara negara-negara Arab melawan Israel pada bulan Juni 1967, Arab Saudi tidak melibatkan tentaranya. Namun pemerintah negeri itu memberikan subsidi ekonomi yang tinggi kepada negara-negara Arab yang memerangi Israel, yakni Mesir, Yordan dan Suriah.
    Pada Perang Yom Kippur tahun 1973, perang besar kedua antara Arab Israel, Arab Saudi kembali mengambil peran besar dalam mendanai perang itu. Perang itu disebut Perang Yom Kippur karena peperangan itu terjadi pada saat hari raya umat Yahudi, Yom Kippur. Kadang disebut juga Perang Badar Baru karena terjadi pada bulan Ramadhan.
    Berkat dukungan itu, pasukan Mesir yang terdiri ari sukarelawan Ikwanul Muslimin dan tentara reguler Mesir menghasilkan kemenangan yang gilang-gemilang. Pasukan Israel terpukul mundur dari tepi timur Terusan Suez dan terpukul mundur pula dari sebagian Jazirah Sinai.
    Kemenangan ini juga berkat strategi yang hebat. Pada saat pasukan Mesir menyerang dari arah Barat, pada saat yang sama tentara Irak dan Yordania menyerang dari arah timur, tentara Suriah dan Libanon dari arah utara, serta mujahidin Palestina dari dalam kota-kota di wilayah pendudukan Israel. Sebagian besar biaya perang ini ditanggung oleh Arab Saudi.
    Karena Amerika Serikat dan negara-negara industri Eropa diketahui menjadi pendukung penuh Israel, Raja Faisal kemudian menggunakan minyak sebagai salah satu senjata perangnya. Ia memimpin embargo minyak kepada negara-negara Barat.
    Akibatnya industri dan transportasi di negara Barat menjadi kacau. Rakyat Amerika dan Eropa mengantri panjang untuk mendapatkan BBM. BBM dijatah seperti Indonesia pada masa krisis. Akibatnya Amerika terpaksa menghentikan sementara bantuannya kepada Israel.
    Untuk mengatasi krisis Presiden AS Richard Nixon sampai turun tangan langsung. Ia segera mengunjungi Raja Faisal di negaranya pada bulan Juni 1974 dan memintanya menyerukan penghentian embargo minyak dan perang Arab-Israel. Dengan penuh izzah Raja Faisal berkata, “Tidak akan ada perdamaian sebalum Israel mengembalikan tanah-tanah Arab yang dirampas pada tahun 1967!” Alhasil Nixon pulang ke negaranya dengan tanpa hasil.
    Penolakan itu jelas membuat Amerika merasa geram. Diam-diam mereka merencanakan sebuah operasi untuk menyingkirkan Raja Faisal. Pada tanggal 25 Maret 1975 Faisal wafat, dibunuh oleh keponakannya sendiri di istananya. Penyelidikan resmi menyatakan pembunuhan itu dilakukan sendiri. Namun banyak orang yakin, Amerika dengan CIA-nya berperang sebagai dalang pembunuhan itu.
    Selamat jalan wahai raja yang adil dan pemberani. Semoga Allah menempatkan engkau bersama para syuhada di surga-Nya. Wallahu a’lam bish-shawab. (Agung Pribadi/SHW).

      Hasan Asmara said:
      23 Juli 2009 pukul 00:54

      Duh Panjang banget !
      Yang jelas,yg berkuasa di sana bukan keturunan Nabi Muhammad. Di kawasan timur tengah,Negara Saudi Arabiah dan Mesir adalah sekutunya Amerika.
      Ya,jelas mereka bungkam !

      Hasan Asmara said:
      23 Juli 2009 pukul 01:17

      Ahli sunah waljamaah tidak boleh berkembang Di Arab Saudi.Karena yg berkuasa keturunan dari Abdul Wahhab, pendiri Wahhabiyah
      Di Indonesia para habib,keturunan Nabi Muhammad lebih di muliakan dari pada di Negaranya.

    dira said:
    16 Juli 2009 pukul 11:52

    Nimbrung…
    Meminjam istilah Sofwan Al-Banna, mengapa kita peduli pada Uighur:
    1. Karena kita sbg “manusia”.
    2. Karena kita sbg org Indonesia.
    3. Karena (sebagian besar) kita adalah muslim.

    imi surya putera said:
    16 Juli 2009 pukul 14:58

    Indonesia, buka suara dong untuk pembantaian muslim di xin jiang.

    zahra said:
    16 Juli 2009 pukul 17:45

    heem what to do?kita smua kan normal human beeng.

    pinokio said:
    16 Juli 2009 pukul 20:51

    wah emang cina gawat, liat aja di kita, tingkah polah manusianya!!!! tanya ken apa?

    donkoping said:
    16 Juli 2009 pukul 21:57

    ya. masih sama saja seperti di waktu2 lalu, bukti lemahnya persatuan dan kesatuan umat muslim di dunia. seperti kasus afghanistan dan irak, diserang amerika, orang islam juga berdiam diri. terpilihnya obama menjadi presiden sedikit meredam pertikaian islam dan kristen.

    Admin said:
    16 Juli 2009 pukul 23:49
    Tongkonan said:
    17 Juli 2009 pukul 03:13

    Saya hanya bisa berdoa, semoga konflik ini cepat selesai. Saya paling gak suka konflik yang berbau sara seperti ini. Hidup rukun itu sangat indah.

    celotehanakbangsa said:
    18 Juli 2009 pukul 15:08

    Katakan Tidak pada kekerasan..
    Katakan Anda bukan seorang Pengagum SARA..
    Mari Bersatu dan Lawan semua ketidakadilan..

    Salam Perubahan..
    Salam Anak Bangsa..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/17/pledoi-seorang-perokok/

    melek said:
    20 Juli 2009 pukul 03:24

    wah, seru ya..
    lumayan buat tambah pengetahuan, di TV isinya bom marriot sama ritz carlton terus..

    efendi lie said:
    22 Juli 2009 pukul 09:28

    Udah deh jgn urusin masalah negara lain, apalagi kalau kita tdk tahu sama sekali duduk persoalanya jangan terlalu percaya kpd. media dan jgn mentang2 kita bisa baca di media lantas kita ini pasti tahu banyak persoalannya, anda salah!!!! dan bisa saja kita2 ini sebaliknya telah terjerumus dalam permainan setan…….mencaci maki, mengutuk dll. yg belum tentu itu benar…ingat!!! “BAHWA APA YANG DIANGGAP MANUSIA ITU BENAR BELUM TENTU BAGI TUHAN ITU BENAR DAN SEBALIKNYA”….kita ini belum pernah jadi pemimpin tertinggi dimana keputusan2 yg berat sangatlah sulit bagi seorang pemimpin…tidak ada pemimpin di dunia ini senang melihat rakyatnya hidup dalam penderitaan dan ketakutan. dan itu sudah sejak dari zaman kerajaan di negara manapun…..sungguh sayang sekali jika kebebasan yg telah dianugerahkan oleh sang Pencipta kita salahgunakan…SALAM DAMAI

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s