Curhat: Nikah Siri & Bingung Akan Dicerai Suami

Posted on Updated on

saya F,21th.Pelaku nikah siri.
sy melakukan nikah siri karena sudah terlanjur hamil dengan suami orang.sebenarnya saya tdk menginginkan menikah dengan dia,tapi sy juga cinta banget dengan dia.setelah keluarga saya tau kalo saya hamil,sya langsung dinikahkan dengan dia.mau ato tidak sy jadi istri siri dia.Dalam kehidupan pernikahan kita,saya merasakan tidak sanggup lama2 bersama dia.Pasalnya,dia tidak bisa memberikan nafkah yang cukup dan yang halal kpd sy dan istri sahnya.Dia hanya bisa berjudi tiap malam dan selalu menggadaikan semua barabg berharga milik sy,dia,dan istrinya.Keluarga saya tidak tau dengan situasi itu.Karena sy tdk mau nanti malah jadi ribut.
Beberapa hari yang lalu saya dikasih ultimatum untuk sesegera mungkin meninggalkan dia setelah sy melahirkan anaknya.Membiarkan dia membawa anak ini.Dan memberikan saya pilihan untuk memilih cara hidup yang baru tanpa bersama dia.
Apa yang harus saya lakukan?Saya masih mencintai dia,Saya ingin mempertahankan kehidupan sy,dia,dan anak kita.Tapi saya juga tidak sanggup hidup dengan kbiasaan dia berjudi.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Maaf, aku sedang kurang sehat. Aku sedang tak mampu berpikir sejernih-jernihnya. Jadi, aku persilakan kepada para pembaca lain untuk menyampaikan masukan-masukan di bawah ini.

Iklan

14 thoughts on “Curhat: Nikah Siri & Bingung Akan Dicerai Suami

    ye de es said:
    15 Juli 2009 pukul 10:59

    Ass.
    Cinta itu apa Buk? istigfar dan tobat (kembali)!

      Bayu said:
      26 Agustus 2009 pukul 19:23

      Boleh2 saja anda mencintai seseorang sampai mati tapi yang dibela juga harus bisa ngimbangi sampai mati, kalo tidak berarti anda mau bunuh diri dengan pelan dan perlahan… hidup ini hanyalah sebentar dan harus mencari sangu untuk mati… karena sebentar bisa atau tidak bisa harus bisa membagi…. supaya hidupmu tidak sia-sia… apalah artinya hidupmu kalo sia-sia kasihan orang tuamu kasihan keluarga besarmu menanggung kekeliruan dan kesalahan yang anda perbuat, ingin lebih jelas…… bisa dilanjut lain waktu…..

    ola said:
    15 Juli 2009 pukul 14:04

    Ibu F, saya juga seorang ibu rumah tangga yang kebetulan sudah 2 tahun belum dikarunia anak. Namun, saya tetap bahagia karena dikelilingi keluarga dan orang2 terdekat yang menyayangi saya. Termasuk suami saya sendiri. Begini, Ibu F, maaf kalau saya ingin menyarankan kepada anda, cobalah anda renungi lagi antara perlakuan positif dan negatif nya yang telah anda terima selama hidup dengan suami anda. Kalau menurut anda, dia lebih menunjukkan dampak positifnya pada anda, silahkan anda ambil keputusan yang terbaik bahwa anda akan menerima dia apa adanya dan tetap menjalani profesi anda selayaknya seorang istri terhadap suami. Namun, bila sebaliknya, saya menyarankan untuk lebih dipikirkan lagi untuk melanjutkan hidup anda dengan seseorang yang notabene anda sendiri sudah menderita. Dan coba anda pikirkan kembali, “apakah ini jalan hidup yang anda pilih?” Jika tidak andalah yang harus tegas untuk membuat situasi ini seperti apa yang anda inginkan. Dengan anda mencintai dia, bahkan anda rela dengan dinikahi siri, padahal anda sudah tahu resiko apa yang akan terjadi pada anda. Dia (suami) masih menganggap pengorbanan anda belum berhenti sampai disitu, karena pada akhirnya dia ingin anda pergi meninggalkannya dengan bayi yang akan anda lahirkan nanti. Itu berarti dia sendiri sebenarnya tidak punya masa depan untuk anda dan bayi anda nanti. Kita pun bisa berpikir labih jauh, apakah suami andapun mencintai anda seperti anda mencintai dia? apakah suami anda bisa menjaga anak dari kalian? apakah dia bisa menjadi ayah yang baik buat anaknya? apa jadinya kelak anak anda tumbuh besar, dia menanyakan siapa ibu sebenarnya yang melahirkan dia? atau bagaimana dengan masa depan anak itu baik dari segi kesehatan, pendidikan dsb? Banyak hal yang anda harus pertimbangkan memang tetapi pada dasarnya tujuan hanya satu dan itu cuma anda yang tahu. Mudah2an masukan dari saya ini bermanfaat buat anda. Dan saya berharap keputusan anda adalah yang terbaik tanpa anda harus menyesalinya di kemudian hari. Terimakasih. Ola.

    cuma sahabat said:
    15 Juli 2009 pukul 17:59

    Ass, Ibu F. Sy perempuan yg juga pernah mengalami hal yg hampir serupa dengan ibu, bedanya, sy tidak hamil di luar nikah, sy hanya dijanjikan dinikahi legal oleh suami saya, tp ternyata setelah 3 th pernikahan siri sy, dan ketika sy telah persiapkan semua pernikahan besar sy, suami sy meminta talak kepada sy, dgn alasan adanya perempuan pembanding lain yg menurutnya lebih baik dr sy (itupun dalam keadaan keragu-raguan, karena setelahnya dia masih menggauli sy kembali,), tapi masya Allah Bu, sampe hr ini suami sy belum berikrar talak kepada saya, dan dengan mudah dia pergi meninggalkan sy hingga sekarang (hampir 1 tahun).
    Yg saya ambil hikmahnya sampe sakarang adalah, bahwa benar, Allah itu Maha Membolak-balikkan hati manusia, dan Allah itu tempat berserah, sungguh luar biasa, karena pada titik itu sy merasa bingung bagaimana cara sy menjalani kehidupan sy selanjutnya, tapi ternyata dengan berdoa dan berserah kepadaNya, sedikit demi sedikit Dia menghapus rasa sakit sy dan menggantinya dengan keikhlasan dan kehidupan yg lebih baik lagi, Demi Tuhan, sekarang ini sy sedang dalam tahap naik kelas. Tapi saya benar2 bersyukur, karena mengenalNya dan mengimaniNya.
    Ibu F yg baik, saya sedang belajar mendalami agama, tapi setau saya, manusia adalah masterpiece ciptaanNya, betapa Allah menyayangi setiap hambaNya dengan caraNya. Betapa orang tua kita menyayangi kita dr sejak kita lahir, maka sudah sepatutnyalah kita juga menyayangi diri kita sendiri. Bahwa kita mesti lebih menghargai diri kita sendiri dulu, karena seburuk-buruknya kita, kita ini adalah sangat berharga bagi orang2 yg menyayangi kita. Maka sudah sepatutnyalah kita hidup dengan berbangga hati sebagai manusia pilihan, bukankah kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, apalagi Ibu masih muda dan akan mempunyai keturunan. Maka ajarkan setiap keturunan kita perasaan itu, rasa bahwa kita sangat beruntung karena mengimaniNya.

    Mg bermanfaat.

    Fathur....! said:
    15 Juli 2009 pukul 22:58

    Ass…
    F…, hem… Umrku msh 20 th neh.., dgn umur F yg sgtu..,dug…msh muda bgt ya.,
    emg suami km umrnya brp?
    Trus istri sahnya tau gak kalo kalian udah nikah sirih, apa mgkin istrinya mengizinkan dg ikhlas?
    Kalo km ada d posi2 istri sahnya emg kira2 prasaan km gimana?
    Gini aja, jika suami sirih km skg minta kawin lg ..? Gimana tuh prasaan km?
    Emg km cinta bgt ya.,smpe2 km ngorbanin hrta km utk d gada’in, tapi suami macam apa yg kyak gitu, semestinya suami itu memberi perlindungan thdp istri, memberi nafkah., kalo suami udah kyk gt mending tinggalin aja deh.., msh byak kog yg mau terima km apa adanya? Diluar sana masih byak lelaki yg mencintai km, tulus n menghargai km sbgai wanita sbgaimana mestinya, apalagi umur km msh muda.
    Atau mgkn km jdohku…kali ya..!

    **belajarlah melupakanya**
    karna ia lebih cinta judi drpada km & istrinya, coba pikir bisa buat anak..,trus biaya bwt ngelahirin ank km ntar gmna..?

    klo km mau curhat..! Aq mau kog dgerin km…,

    Yasmin Jauza said:
    16 Juli 2009 pukul 10:09

    @ Ibu F : Nikah Sirri lebih sering merugikan kaum perempuan, belum lagi jika Qt sudah punya anak hasil dari pernikahan Sirri. kasihan si Anak bu.mau bikin surat2 kepemerintahan pun susah. banyak kasus pernikahan sirri yang berdampak terlantarnya sang Anak.jelas, di mata hukum, pernikahan sirri tidak di akui, maka, anak hasil hubungan nikah sirri pun mjd tdk jelas.

    Bu F, dalam menjalani pernikahan, TIDAK CUKUP HANYA BERMODALKAN CINTA bu. apalagi kalau cinta itu tidak di dasari karena Allah alias hanya cinta-cintaan yg bisa pudar kapan saja. Sebetulnya,Ibu sudah tahu apa yg harus Ibu lakukan. pertanyaannya adalah, apakah sekedar cinta ibu kpdnya bisa merubah kebiasaan judinya??? cuma Allah yg tahu bu. masih adakah yang Ibu harapkan dari seorang suami yang sudah jelas2 menelantarkan, tdk memberi nafkah, tidak menghargai Ibu sbg istrinya??? 1 hal lagi, suami ibu SANGAT TERLALU EGOIS, dia mentalak Ibu, dan dengan entengnya meminta anak yg baru lahir jatuh ke tangan laki2 yang sudah jelas2 TIDAK BISA MEMBERIKAN PENDIDIKAN, NAFKAH, KASIH SAYANG KPD SI ANAK KELAK? (LAH wong dia saja sudah menyelepelekan Ibu). Ibu LEBIH BERHAK TERHADAP ANAK YANG ADA DLM KANDUNGAN IBU. IBULAH YG LEBIH LAYAK MERAWAT, MEMBESARKAN, DAN MENDIDIKNYA. JANGAN LAGI BUAT KESALAHAN DENGAN MENYERAHKAN ANAK IBU KE TANGAN LAKI2 PENJUDI (YG QT BAHKAN TDK TAHU, AKANKAH DIA BERTOBAT KELAK???) MAU JADI APA ANAK IBU DALAM PENGASUHANNYA???

    DALAM HAL INI, IBU HARUS TEGAS. JIKA SELAMA INI IBU SUDAH BANYAK MENGALAH KARENA KE-AROGANANNYA & KE-EGOISANNYA, MAKA SAYA BERHARAP, KALI INI IBU MEMILIKI KEKUATAN & KETEGASAN UTK MENINGGALKAN SUAMI IBU YG TIDAK MEMILIKI TANGGUNG JAWAB ITU.
    JIKA MEMANG IBU HARUS BERPISAH DGNNYA, INSYA ALLAH BU, ALLAH AKAN BERIKAN KEHIDUPAN YG JAUH LEBIH BAIK LAGI BUAT IBU, ASALKAN IBU MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH, MINTA PADA-NYA AGAR MEMBANTU IBU MENGATASI PERSOALAN RUMAH TANGGA IBU.KALAUPUN HARUS BERCERAI, ITU BUKAN AKHIR SEGALANYA. BISA JADI HIDUP IBU JAUH LEBIH TENANG, LEBIH BAHAGIA TANPA DIA.

    —JIKA SUAMI SUDAH TIDAK LAGI BISA MENGHARGAI ISTRINYA, TIDAK BISA MENJALANKAN PERANNYA SEBAGAI KEPALA RUMAH TANGGA, DAN HANYA BISA MENDZOLIMI, APA LAGI YANG HARUS DI BELA DARI SUAMI MACAM ITU BU ????? — SAYA KEMBALIKAN LAGI JAWABAN ITU KE IBU YANG MENJALANI.
    Semoga Ibu mendapatkan pencerahan dan jalan yang terbaik.

    Kai said:
    16 Juli 2009 pukul 20:13

    hm..mungkin ada baiknya Ibu F memikirkan kembali untuk mempertahankan pernikahan Ibu,
    karena seharusnya pernikahan untuk membawa kebaikan bagi kedua belah pihak.
    jika pada saat ini saja suami Ibu sudah bertindak seperti itu apalagi nanti jika sang bayi sudah lahir dan dalam asuhan suami Ibu,,

    kalo menurut saya pribadi (maaf) lebih baik bercerai saja bu,,
    atau istikharah dulu saja dan alangkah baiknya jika Ibu membicarakan dulu keadaan Ibu dengan orang tua dan meminta saran dan pendapat mereka, saya yakin pendapat mereka lebih mengena karena mereka lebih mengenal Ibu daripada saya.

    Kalo masalah perasaan cinta, saya rasa dengan berlalunya waktu dengan sendirinya akan hilang, saya pikir apa yang Ibu rasa bukan rasa cinta mungkin hanya rasa takut akan kehilangan figur yang bisa memberi nafkah Ibu,,lagipula dari cerita Ibu terlihat jika sang suami tidak mencintai secara benar melainkan hanya nafsu belaka..

    Maaf jika ada kata-kata yang menyinggung perasaan Ibu,,

    Semoga Alloh memberikan jalan keluar yang terbaik bagi Ibu dan kel.

    mromi said:
    22 Juli 2009 pukul 13:41

    Dari beberapa komentar diatas, koq ada konotasi nikah sah dan nikah sirri yaa..
    padahal nikah sirri kan sah juga menurut agama.?
    Terus terang Saya juga melakukan nikah sirri dengan istri saya dengan alasan pada waktu itu istri saya masih sekolah.. baru kemudian setelah lulus kami mendaftarkannya ke KUA. Kami merasa enjoy2 saja tuh. Ga merasa merugikan dan dirugikan… 😀

    buat mbak F, yang sabar saja mbak yaa..
    coba lebih dekatkan diri ke Allah (jalanin sholat wajib, perbanyak sholat sunnah dan ibadah2 lainnya) kemudian serahkan semuanya ke Allah.
    Biarkan Allah yang menentukan jalan buat embak..

    http://mromi.wordpress.com/

    Abu Ahsan said:
    5 Agustus 2009 pukul 06:52

    Ass. sdri F yg semoga tetap mndapat Rahmat-NYA, tentang nikah siri memang selalu menjadi dilema. Knp? Krn status anak yg tdk jelas akan kedudukan hukumnya d hadapan pemerintah n agama; dia tdk akn mendapatkan hak waris sbgmn yg tlh d atur olh syari’at.
    Jk dilihat dari cerita Anda, dari awal Anda n laki2 yg kini menjadi suami, sdh melakukan kesalahan; bergaul terlalu bebas. Anda n dia berpacaran tnpa mengindahkan norma susila n aturan agama hingga Anda hamil terlebih dahulu. Walaupun kemudian anda dinikahkan, tp ad kewajiban yg lain, yakni nikah ulang setelah jabang bayi dilahirkan.
    Di sisi lain, anda sepertinya tidak dpt memilih calon suami yg baik, itu spt yg anda sampaikan td, bhwa dia selalu berjudi n menggadaikan barang2 yg ad; secara nalar, dia bukanlah orang yg baik n layak d jadikan suami, apalagi sbg kepala rumah tangga.
    Jika Rosululloh saw memerintahkan laki2 unt menikahi perempuan krn 4 hal; maka sebanrnya hal itupun berlaku juga unt memilih suami; dan yg paling diutamakan adl AGAMNYA, krn smakin baik pengetahuan agama seseorang, maka aia akn semakin baik dalam memikul tanggungjawab dalam rumah tangga.
    Saran saya, sebaiknya Anda bercerai dengannya, krn tdk akn ad kebaikan yg akan anda dapatkan, KECUALI, Anda sanggup mengubah perilaku n kebiasaan buruknya untuk menjadi mukmin yang baik n sholeh. Jika Anda tidak sanggup, untuk apa melanjutkan rumah tangga seperti itu!
    Tentang CINTA yg anda katakan, itu hanyalah cinta yg bersifat SEMU. Anda mencintai dia krn fisik, bukan krn hati; Andapun mencintai dia krn nafsu, bukan krn ALLAH. Dan mulai sekarang, cobalah untuk segera memperdalam ilmu agama, krn itu akn lebih bermanfaat bagi Anda n sang bayi. Ingat, kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, masih ad kehidupan lain yg tengah menunggu kita: KEHIDUPAN AKHERAT.
    Terima kasih
    Wass. W2

    tukul said:
    29 Agustus 2009 pukul 10:40

    berfikirlah yang lebih jernih. anda telah berbuatkesalahan besar yang pertama ialah berzina yang kedua ialah merebut suami orang lain. maka dari itu anda harus memperbaiki diri dengan pergi dari kehidupan suani siri anda dan bertobatlah dan minta petunjuk dari Allah SWT. buka lembaran hidup baru dan jangan sampai mengulangi perbuatan kotor tersebut dengan begitu kehidupan anda akan jauh lebih baik

    jasmine said:
    25 Oktober 2009 pukul 21:35

    Mbak F, istighfar sebanyak denyut jantung anda, jauhi lelaki itu dan minta kepada Allah solusi yang terbaik, jika memang ia masih berjodoh dengan anda, Inshaa Allah ia akan didekatkan kembali dan anda berdua akan disatukan. Jika tidak, Inshaa Allah anda akan diberikan kehidupan dan pengganti yang lebih baik. Allah tidak pernah menyia-nyiakan hambanya yang meninggalkan keburukan untuk kembali di jalanNya.

    fitri lestari said:
    4 November 2009 pukul 13:10

    Pak,saya bingung.saya pny pacar tetapi saya tidak mendapat restu dia mengajak saya untuk nikah siri.! Andai saya menolak saya akan menculik & memperkosa saya!

    el najma said:
    23 November 2009 pukul 06:11

    @ mb’ fitri lestari..lg mumet mikir mslhx y? tuh,ampe kt2nya da yg salah dech. menurutQ,ktika ortu dr kedua belah pihak tdk merestui,qt jgn berani menentangnya,krn ridlo ortu adl ridlo ALLOH.. Pa lg pacar mb’ pake’ ngancam2 gt! sadar mb’..! insy ALLOH da yg lbh baek di luar sana..smangads!

    Satrio said:
    23 November 2009 pukul 06:26

    fitri Lestari jgn pernah takut…. kl dia coeo baik maka ga mungkin akan maksa,apalagi memperkosa segala….!

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s