Murid Baru di Pekanbaru Dipelonco: Disuruh Makan Nasi Sisa & Petai Mentah

Posted on Updated on

Masyaa’allaah…. Perpeloncoan yang penuh dengan kekerasan masih diberlakukan bagi siswa baru di negeri ini. Padahal, teori-teori pendidikan yang kita kenal selama ini tidak mengajarkan kekerasan dalam rangka mendidik anak dan remaja. Entah teori pendidikan manakah yang dijadikan acuan. Ataukah bangsa kita sudah menemukan teori baru mengenai perlunya kekerasan untuk mendidik anak dan remaja?

Ini dia berita yang membuatku bertanya-tanya seperti itu:

MOS SMK Masmur Pekanbaru Ala Militer
By Republika Newsroom
Kamis, 16 Juli 2009 pukul 05:37:00

PEKANBARU — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Masmur Pekanbaru melaksanakan masa orientasi siswa (MOS) terhadap murid baru dengan perpeloncoan ala militer.

Murid baru, baik laki-laki maupun perempuan dijemur di terik matahari hingga pukul 12.00 WIB, disuruh makan nasi sisa dan ditendang kalau dianggap melanggar disiplin oleh seniornya.

Pantauan ANTARA ke sekolah ini, Rabu terlihat para siswa yang sedang menjalani MOS berbaris di depan sekolah. Di dada mereka tertulis nama-nama binatang. Ada yang namanya tikus, kampret, virus HINI hingga tupai dan anjing.

Di dekat guru pembina terletak kardus yang isinya macan-macam makanan mentah, seperti petai, terung, dll. Makanan mentah ini nantinya akan dilahap para siswa baru tersebut.

“Ini untuk melatih disiplin anak-anak. Soal distrap sampai pukul 12.00 WIB untuk mengetahui ketahanan fisik mereka. Makan petai mentah untuk mengetahui sejauh mana siswa bisa beradaptasi dengan lingkungannya,” kata salah seorang guru pembina, Zul.

Menurut informasi beberapa siswa, perpeloncoan dengan kekerasan ini sudah jalan sejak tiga tahun lalu di SMK Masmur. Selama MOS siswa baru dididik disiplin oleh kakak kelasnya tetapi didampingi oleh guru pembina. MOS berakhir dengan diinapkannya siswa baru selama dua malam di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMK Masmur, Muhamad Firdaus membantah pelaksanaan MOS dengan menerapkan disiplin ala militer di sekolahnya. Bahkan saat membuka MOS pada Senin (13/7) lalu Firdaus sudah mengingatkan kepada para senior untuk tidak melakukan hal-hal aneh terhadap adik kelasnya.

“MOS hanya bertujuan bagaimana siswa baru mengenal lingkungannya, sekolahnya, guru dan teman-temannya. Tidak ada uji ketahanan mental atau pun fisik segala,” kata Firdaus.

Firdaus menyatakan akan memberikan tindakan tegas terhadap siswa yang melakukan kesalahan atau pun guru pembina yang lalai mengawasi jalannya MOS. Sanksi bisa berupa teguran hingga dikeluarkan dari sekolah. (ant/ahi)

Iklan

31 thoughts on “Murid Baru di Pekanbaru Dipelonco: Disuruh Makan Nasi Sisa & Petai Mentah

    anne_chantique said:
    16 Juli 2009 pukul 09:14

    “Ini untuk melatih disiplin anak-anak. Soal distrap sampai pukul 12.00 WIB untuk mengetahui ketahanan fisik mereka. Makan petai mentah untuk mengetahui sejauh mana siswa bisa beradaptasi dengan lingkungannya,” kata salah seorang guru pembina, Zul.

    Sok tau banget se,,,??? >.<

    gadiz said:
    16 Juli 2009 pukul 10:55

    Gila aja Tuh Sekolah . uda bayar mahal .kOk digituin .

    bima said:
    16 Juli 2009 pukul 11:58

    kebodohan sudah semakin tampak saja…
    mendidik muslim di jaman nabi juga jauh lebih susah daripada mendidik anak2 sekolah, karena mereka masih dekat dengan sikap kejahiliyahan yang mereka emban lama…
    tapi, pernahkan Rasulullah SAW mengajarkan kekerasan utk mendidik umatnya?^^

    seharusnya, kita tanya pada para pendidik yang tak bermoral itu, maukah jika mereka berada pada posisi anak2 baru yang diperlakukan seperti militer?
    maukah mereka semua menjalani hari2 seperti militer, makan makanan mentah, dan diperlakukan dengan kekerasan…
    saya yakin mereka tidak mau…

    namun, mengapa mereka begitu?
    itulah karena mereka TIDAK dibiasakan hidup merasakan bagaimana sulitnya keadaan seseorang…
    cobalah jika mereka berusaha merasakan org2 susah, sayapun yakin mereka tidak akan tega menyiksa anak2 seperti itu..

    bukankah begitu saudara2?

      Yasmin Jauza said:
      16 Juli 2009 pukul 16:40

      @ Bima : saya setuju dengan comment Anda. mendidik seseorang tidaklah dengan “kekerasan fisik” seperti itu. sekarang coba perhatikan, setelah MOS berlalu, toh belum tentu si Anak baru bisa lebih baik (bisa2 malah lebih buruk ketahanan tubuhnya). saya miris dengan gaya perkenalan siswa yang seperti itu, buat saya sama sekali tidak ada manfaatnya, melainkan hanya mendzolimi saja. Non sense kalau mereka bilang untuk melatih disiplin. apakah kakak2 kelasnya atau guru Pembina MOS jg sudah mampu berdisiplin dalam kehidupannya sehari2 ???? Saya ga yakin itu !!!

      kalau mau mendidik yang benar, didiklah yang benar & tidak mendzolimi. belum tentu semua anak baru itu memiliki ketahanan tubuh yang sama kuatnya. lalu jika ada korban jiwa krn MOS, apakah si kakak kelas, Guru Pembina, atau pihak sekolah mau bertanggung jawab?? Saya Sangsi juga akan hal itu!!!

      kalau MOS di identikkan dengan kekerasan, lalu apa bedanya dengan premanisme ?? bukankah itu sama saja mengajarkan anak2 sekarang menjadi preman sekolahan????

      Dunia pendidikan yang baik adalah yang bisa memberikan pembelajaran yang bermanfaat buat anak muridnya, berhasil di bidangnya masing2, dan mampu meberikan manfaat untuk sesama dengan ilmu yang di kuasainya.

    KangBoed said:
    16 Juli 2009 pukul 13:00

    TEEEEERRRRRRLLLLAAAAAALLLLLLUUUUU.. KATA BANG HAJI
    SALAM SAYANG

    syafyess said:
    16 Juli 2009 pukul 15:59

    waduh….macam2 aja kerjaan orang pekanbaru sekarang.., jadi malu aku dibuatnya di rantau orang….untung bukan tempatku sekolah dulu…kacau….

    http://syafyess.blogspot.com

    Ziadi Nor said:
    16 Juli 2009 pukul 16:57

    Sanksi disiplin wajib diperlakukan kepada guru pembina dan panitia pelaksana, kalau perlu mutasikan.

    Kuliah Gratis said:
    16 Juli 2009 pukul 17:13

    Ini baru namanya sekolahan

    harus di Bina tu Sekolah atau Justru di BINASAKAN!!!!!!

    Emang murid dikira ayam kali ya???

    zahra said:
    16 Juli 2009 pukul 17:19

    kasiaan..

    kai said:
    16 Juli 2009 pukul 19:56

    waduh..itu mau sekolah apa ikut wamil??
    aneh2 wae, pake ketahanan segala,,ck..ck..

    celotehanakbangsa said:
    16 Juli 2009 pukul 21:36

    Ini MOS apa lagi dihukum di AKMIL..hehe..

    Nitip papan iklan..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/16/celoteh-janji/

    Salam Perubahan..

    ahmad muhajir said:
    17 Juli 2009 pukul 02:10

    masya Allah … itu mah gayanya orang tempeo doeloe … apa ndak ada cara lain untuk melatih disiplin siswa ? mau jadi apa bangsa ini kedepannya???>>>

    848 said:
    17 Juli 2009 pukul 08:09

    Hari Geneee masih Pelonco ? nggak heran budaya senioritas ala STPDN terus terjadi !

    rahma said:
    17 Juli 2009 pukul 08:39

    ga bener ini, untuk melatih disiplin ato untuk menyiksa, wah2… memalukan indonesia ini!

    balon05 said:
    17 Juli 2009 pukul 19:08

    Dah sering terjadi seh di SMK Masmur macam tu…

    nurrahman18 said:
    18 Juli 2009 pukul 05:54

    (geleng2) kapala

    umar said:
    18 Juli 2009 pukul 08:11

    harus na ad uu yang ngelarang adanya perpeloncoan
    ttp krnorg indo pada bandel jadi dlaggar aj
    kudu ad yang b tindk tegas ni

    Steve d'lawall said:
    18 Juli 2009 pukul 11:27

    mos itu apa!!! gatel ta? yang mlonco itu dimasukkan RSJ ae, sudah buyarkan aja gak usah mos mosan, bikin jadi jahat mental….

    shin said:
    19 Juli 2009 pukul 01:06

    “Ini untuk melatih disiplin anak-anak. Soal distrap sampai pukul 12.00 WIB untuk mengetahui ketahanan fisik mereka. Makan petai mentah untuk mengetahui sejauh mana siswa bisa beradaptasi dengan lingkungannya,” kata salah seorang guru pembina, Zul.”

    “MOS hanya bertujuan bagaimana siswa baru mengenal lingkungannya, sekolahnya, guru dan teman-temannya. Tidak ada uji ketahanan mental atau pun fisik segala,” kata Firdaus. ”

    Koq 2 pernyataan itu bisa bersebrangan gitu? Mana yang benar?

    RIZKI SAMUDERA said:
    19 Juli 2009 pukul 01:43

    SMA AJA, GUE JUGA NGRASAIN, MANG INDONEZIA MKIN LAMA MKIN ANH, ANH KAL0 IND0NEZIA GAK ANEH!

    Ryan said:
    19 Juli 2009 pukul 03:09

    emank sich smk masmur dri taon ke taon ngdain mos scra semi militer..?
    tp da enak’y jg n pahit’y jg..,
    cnth’y aq tmt dri masmur jg n klu di bnding skrng lbh keras ms2 aq kmren ampe di gling di tngah lapangan wktu siang hri n di merayap di parit2..
    iy emank btul saran dri bpk kepala sekolah masmur klu mos itu bkn untuk di jdkan kekerasan n melainkan untuk mengenal lingkungan sekolah,guru dan teman2
    saya sarankan jgn terjadi lg kekerasan sprti STPDN thn lalu ok..???

    selaludidepan said:
    19 Juli 2009 pukul 13:12

    Jangan mudah terprovokasi berita yg belum tentu benar 100 persen. Tujuan sebenarnya adalah pengkondisian mental dan disiplin, agar supaya mental2 dr lingkungan sebelumnya tidak dibawa ke lingkungan yg baru dll nanti insyaallah akan saya tulis diblog saya tentang memandang mos dsb dr sisi yg berbeda. Mengenai nasi sisa, ini biasanya cuman buat nakut2in doang, aslinya ya nasi baru yg dikondisikan sedemikian rupa, untuk melatih mental

    M.Galih Ahlul 'Ibad said:
    19 Juli 2009 pukul 16:46

    Masih Beruntung cuma PETAI yang di MAKAN. Hasil Penelitian bahwa PETAI mengandung Antioksidan yang dapat meleawan Racun Dalam tubuh… Tapi kalau kebanyakan ya jadi RACUN..

    GURU nya tuh yang oerlu di TATAR lagi..

    Ibadnet.wordpress.com

    Atsir said:
    20 Juli 2009 pukul 11:20

    Aneh2 aja, ga tau lah itu berita bnr ga nya, smoga aja ga bnr,

    dion said:
    24 Juli 2009 pukul 11:58

    seharusnya anak2 sekarang tu bersyukur, cuma gtu doang.
    mos anak kls 3 thn ini, dulu lebih parah, 8 hari. 5 hari d skolah, 3 hari di paskhas. tp q do’ain moga masmur cepet2 b’tawbat….
    amiennn///

    salim said:
    7 Agustus 2009 pukul 21:54

    semoga aj allah menunjuki ke jalan yang lebih baik lg terhadap orang-orang yang telah berbuat zhalim terhadap orang2. amiin…

    Ade Irwansyah said:
    7 September 2009 pukul 14:07

    saya aja dulu pernah demo ama menwa yang semena ospek kami
    jaman saya nggak separah itu semenjak adanya jurusan penerbangan disitu timbul militernya.

    Jhon Kifli Sihombing said:
    11 September 2009 pukul 19:05

    Klu namanya MOS tuh masa perknalan siswa bru dngan lingkungan wiyata mandala,,,klu memang kkrasan yg di pkai brarti sehari2 skolah tersbut pakai kkrasan yg nantinya menjdi momok bg siswa trsebt,,,,,saya jg guru tp gk sgtunya kt mlksanakan mos,,,klu kt brtnya apakah kt sudah sprti yg kt lakukan pd anak2 tuh?? jgn2 itu smua hanya balas dendam pd terdahulu mreka…utk menghentikan smua kkrasaan itu kt dpt membuat kgiatan yg bermanfaat,,cth :mengenalkan organisasi skul, mengundang dari mass media tuk sharring bgaimana cr membuat brita,nonton bareng film pendidikan,bercocok tanam,cra mengkuti keg ekstra,anggota perpustakaan,modelling,music,,krna dngn kegiatan ringan akan terangsang minat anak2 dan disitulah kt bergrak membrikan wawasan nusantara,,,,dan klu saya pkir ini saja sudh memakan wktu 3 hr,,,,,

    okto said:
    18 Juli 2013 pukul 07:12

    gw sebagai alumi smk masmur, menganggap mos seperti itu menyenangkan dan mendidik banget, dan yg lebih penting seperti saya saat ini menjadi kenangan indah yg tk terlupakan, dan jiwa di siplin itu jd melekat dalam hidup saya,,,,

    okto said:
    18 Juli 2013 pukul 07:27

    adalagi medidik mengajarkan siswa untuk tanggung jawab, tolong menolong, di siplin,melindungi sesama anggota, sebenaranya bubur yg ada kaus kaki, cicak itu sebenarnya bubur yg masih bagus lalu di bagikan kepada junior setelah kebagian semua baru di kasih cicak d tongnya itu, jd yg di kasih junior itu di jamin seteril. Dan bagi junior yg sakit dan yg g tahan g perlu kuwatir karna ada pleton bodrek, dan di situ ada team medis yg siap membantu,,,,,
    Pokonya tak seburuk yg ada d benak kalian,,,,

    ... said:
    26 Mei 2014 pukul 14:57

    sekrang uda lumayan mos gak keras lagi saya senior kls2

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s