“Pengebom adalah Musuh Islam” (+ Video Bom Marriott II: 9 tewas, 50-an luka)

Posted on Updated on

Abu Bakar Ba`asyir: Pengebom Adalah Musuh Islam
Jumat, 17 Juli 2009 16:46 WIB

Solo (ANTARA News) – Mantan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba`asyir mengatakan, pelaku peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada Jumat (17/7) adalah musuh Islam.

“Mereka yang melakukan pengeboman tersebut telah menjadikan Islam sebagai `kambing hitam` dari kasus tersebut,” katanya di Solo, Jateng, Jumat

Menurutnya, tindakan yang dilakukan musuh Islam tersebut dapat mendorong hal-hal yang memojokkan dan menekan umat Islam.

“Tidak menutup kemungkinan setelah adanya kasus peledakan ini, pejuang-pejuang Islam akan ditangkap dan dituduh sebagi pelaku pengeboman,” katanya usai memimpin unjuk rasa menentang kekerasan di Xinjiang.

Mengenai siapa musuh Islam yang dia maksud, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan Amerika Serikat juga ikut terlibat di dalamnya.

“Tetapi tidak menutup kemungkinan juga, pengeboman tersebut juga dilakukan oleh oknum umat Islam yang berasal dari kelompok tertentu yang tidak puas dengan keadaan Indonesia saat ini,” katanya.

Jika hal tersebut terbukti dilakukan oknum umat Islam, lanjutnya, maka hal tersebut adalah kemauan pelaku pengeboman sendiri, bukan kemauan umat Islam.

“Saya menentang keras tuduhan mengenai pengeboman ini ditujukan kepada umat Islam,” katanya.

Dia menghimbau kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Indonesia, agar berhati-hati dalam menyikapi kasus pengeboman ini.

Dia mengatakan, harus obyektif dalam menyikapi kasus ini, termasuk dalam pengusutannya, sehingga tidak ada kalangan tertentu yang merasa dipojokkan.

“Khusus untuk Pemerintah Indonesia, kami mengharapkan mereka dapat menyikapi hal tersebut dengan memperbaiki sistem pemerintahan di negara ini,” katanya.(*)

COPYRIGHT © 2009

Iklan

65 thoughts on ““Pengebom adalah Musuh Islam” (+ Video Bom Marriott II: 9 tewas, 50-an luka)

    slank said:
    17 Juli 2009 pukul 20:14

    usut tuntas kasus ini, islam adalah agama pembawa damai. bagi pejuang islam jangan tergosok/terhasut oleh berita yang memojokkan islam. hadapi segala gosip kejelekan islam dengan kepaladingin, agar islam tidak lagi jadi kambing hitam.

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 16:19

      Di Pakistan, kemunculan Taliban yang bersikeras ingin mendirikan negara islam, menimbulkan perang saudara.

      Di Cina, terjadi kerusuhan yang melibatkan 2 pihak (islam dan non islam) yang akhirnya berbuntut pada masalah agama.

      Di Poso, kerusuhan terjadi antara umat islam dan nasrani.

      Di Aceh, GAM yang sejak dahulu bersikeras mendirikan negara islam akhirnya bisa luluh setelah perang yang berkepanjangan.

      Entah mengapa di tempat dimana ada islam selalu muncul kasus …

        kakilangitpro said:
        18 Juli 2009 pukul 20:32

        Negeri ini jadi bodoh karena dijajah 350 tahun oleh orang2 yang menjunjung tinggi glory, gold, gospel

        Indian di benua amerika akan punah setelah invasi kaum perampas HAM yang sekarang ngaku2 jadi pejuang HAM, yang juga kok kebetulan beragama katolik n kristen

        Rakyat bosnia hampir bersih juga atas ulah penjahat perang yang bertindak atas nama agama kristen

        Kerusuhan maluku meletus saat orang2 Islam berhari raya, itu terjadi karena jumlahnya 50:50

        Anda ini masih saja simpan pikiran primodialisme, masih bawa-bawa agama segala. Di tengan negeri yang sudah sangat maju demokrasi ini. Buktinya rakyat sudah tidak lagi milih presiden atas simbol-simbol agama. Kok, anda bawa-bawa lagi agama di tengah kekacauan ini.
        Ayolah kita tumpas oknum pengacau, entah pake simbol atau tidak . . .

        Vincent said:
        18 Juli 2009 pukul 21:25

        Di tengah negeri yang sudah demokrasi seperti ini, orang-orang malah berteriak2 mendengar kabar bahwa istri dari salah satu cawapres bukan beragama muslim. Bahkan beberapa partai sampai meminta konfirmasi lebih lanjut sebelum melanjutkan koalisi. Salah satu pimpinan partai politik bahkan menyarankan “menjual” aksesoris jilbab untuk menjaring dukungan dari umat muslim.

        Kalau Islam mau maju di dunia, tunjukkan kalau islam adalah agama yang cinta damai. Jangan bentuk laskar ini laskar itu jamaah ini jamaah itu hanya untuk unjuk gigi. Ingat, nama islam bukan hanya buruk di mata asia, atau eropa, atau amerika, tapi seluruh mata dunia sedang memandang dunia islam, bahkan sudah muncul paradigma bahwa teroris = islam (ini sebenarnya kurang tepat tapi kebetulan belum ada kelompok agama lain yang mau melakukan tindakan terorisme semacam bom bunuh diri)

          Mr.Gunz said:
          21 Juli 2009 pukul 01:52

          Bung Vincent,tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap anda,saya juga dari saudara kristen katolik,menurut saya secara global semua agama itu baik,tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan,kejahatan,kebencian ataupun perbuatan yang extreme yang bertentangan dengan ajaran agama,bagi yang tidak mengenal Tuhan itu mungkin bisa terjadi,tapi juga perlu diingat bahwa semuanya juga tergantung dari sifat,kepribadian,tingkat kedewasaan,wawasan,nalar,pengalaman hidup dari masing2 personal dan yang tak kalah penting adalah hati nurani,nah dari bekal itu semua kita diuji untuk mengarungi hidup ini,mana yang baik/buruk,mana yang salah/benar menurut kita,tentunya sebagi filternya adalah kaidah2 agama sampai sang maut menjemput kita,nanti tinggal Tuhan yang menentukan di akhir jaman,sebagi upah atas perbuatan kita di dunia,masuk surga atau mendapat siksa di neraka,sebab benar menurut manusia belum tentu benar menurut Tuhan,sekali lagi ..hanya TUHAN yang tahu.Memang dari serangkaian peristiwa pertumpahan darah yang terjadi di Indonesia selalu dikaitkan dengan isu sara,memang 2 hal tsb yang paling rawan,soalnya sdh msk hal yang prinsip,memang tidak ada kecap no 2,semuanya no 1,tapi bukan itu yang terpenting,kita jalani kehidupan beragama kita masing2,jangan dengan adanya perbedaan kita jadikan permusuhan,tidak rindukah kita mendengar kata ” DAMAI “,damai di hati dan damai di seluruh muka bumi ini.Maka wahai…saudara2 muslim,kristen/katolik,hindu ,budha,dan semuanya yang mengenal TUHAN,mari kita menggalang persatuan untuk melawan terorisme dan segala bentuk kejahatan2 dengan memulainya dari kita sendiri,maka alangkah syahdu dan damainya apabila kita mendengar sapaan ” saudara dari muslim”,saudara dari kristen/katolik,” saudara dari hindu/budha”,dll.Jangan pernah menghakimi dengan perkataan2 yang dapat menimbulkan perpecahan umat,sebab hanya TUHAN lah yang tahu semua misteri hidup ini. Son of a bitch terorism…….,i hate you terorists……

        mukhlis adam said:
        19 Juli 2009 pukul 09:32

        Pak vincent yg terhormat,

        komentar anda sangat jelas menunjukan wawasan anda…..
        saya orang islam dan sangat mengutuk aktivitas terorisme, jadi jangan membuat conclusion bahwa org islam seperti pelaku bom Marriot 1 & 2…..
        tunjukan Pak, kalau bapak orang terpelajar yg bisa menyampaikan pendapat secara sistimatis, logis, objektif….malu dong pak SDM kita masih kelihatan ‘otak jongkok’ diabad 21 ini…..bukankah kemampuan berbahasa sudah diajarkan sejak SD?????

        Semoga anda masih ada semangat belajar pak,….

      sonia said:
      9 Agustus 2009 pukul 01:47

      Islam adalah agama pembawa damai? baca sejarah dong

      Dulu (fakta):
      Yahudi: musuh abadi dari Banu Qurayza (th 627) sampe sekarang
      Zoroaster: Penyerangan Persia (th 633–651) agamanya musnah
      Hindu: Kuil Somnath India 4x dihancurkan (th 725,1024,1297,1706)
      Buddha: Pembakaran Universitas Nalanda (th 1193)
      Katolik: Penaklukan Spanyol (711–1492)
      Katolik: Dihancurkannya Church Holy Sepulchre Jerusalem (th 1009)
      Katolik: Perang Salib (th 1095-1291)
      Kristen Orthodok: Dikuasainya Konstantinopel (th 1456)
      Sikh: Martir nya Guru Arjan Dev (th 1606)
      Kristen Orthodok: Pembantaian Armenia (1915), dll, dll, dll

      Sekarang (fakta):
      Konflik dan terror di India, Filipina, Ughyur China, Indonesia, Amrik, inggis, Checnya

      Russia, Palestina, Bosnia Serbia, dll.

      Kenapa?
      kata ‘pemeluk islam ‘= mereka kan sesat, kaffir,dhimmi,najis,kufr, syirik, musyrik,

      takfir, zionis , kapitalis, dan segala cap lainnya.
      kata’pemeluk islam lain’= kita kan korban, mereka yg duluan, boleh doooong…….
      kalau mengkritik difatwa mati, murtad dihukum mati, kapan damai ya?

      Maaf,Boleh ya mengkritik? 🙂 semoga nggak dibunuh/ dipukuli…..
      Peace…. untung ada HAM, demokrasi, hukum positif, polisi, & free speech.
      Love Indonesia

    bagoes wahyu panca said:
    17 Juli 2009 pukul 22:02

    ternyata masih banyak manusia dalam kebodohan.kegelapan.sekarepe dewe….hallooo bangsa indonesia.yg tukang ngebom2 itu insyaAllah tempatnya di neraka.tenang aja.Allah pasti membalasnya kelak.dan jangan agama di jadikan sasaran…mari kita bangkit bersatu,rapatkan barisan,semoga pelakunya cepat tertangkap…perangi teroris…dan bukan perangi AGAMA…

      Rifka said:
      18 Juli 2009 pukul 20:55

      Semuanya kita kembalikan kepada ALLAH SWT, hanya Dia yg maha tahu….sy ajak teman2 untuk menaggapi persoalan secara teliti dan berhati-hati dalam berspekulasi

    hot elreser vation said:
    18 Juli 2009 pukul 02:01

    sepakat :

    “Dia menghimbau kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Indonesia, agar berhati-hati dalam menyikapi kasus pengeboman ini.”

    KangBoed said:
    18 Juli 2009 pukul 03:14

    TEEERRRRRLLLLAAAAALLLLLLUUUUUUUUU

    nana said:
    18 Juli 2009 pukul 04:11

    nih … cuma perkiraan gw aje yeh gw rasa perampokan yang terjadi beberapa hari kemarin ada kaitannya ama bom mariot jilid 2 ini, karena ape duit ntu buat ngebiayain rencana mereka mereka orang untuk ngebom yah gw cuma bisa berdoa semoga kita semua sabar menghadapi cobaan ini. semua ada hikmahnya semoga kita semua selalu dalam lindungannya …. amin dan yang terkena bom semoga lekas sembuh dan berfikir positif selalu ingat kepada yang kuasa. ” Apa yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendaknya, dan apa yang terjadi dimuka bumi ini karena ulah manusia yang tidak ingat akan tuhannya ” semoga kita selalu dilindungi Allah SWT … amin

    yanky dk said:
    18 Juli 2009 pukul 06:01

    Teroris penjahat penghilang nyawa manusia, musuh kita bersama. Musuh semua orang waras yang punya rasa cinta.

    wawan kurniwan said:
    18 Juli 2009 pukul 09:02

    helloo bangsa indonesia ,,ada apa nich….? apa kurang bencana yang selama ini menggunjang kita…… ko sampe membuat bencana sendiri…apa ga takut ma hukum karma………

    D*waONE said:
    18 Juli 2009 pukul 09:15

    wah…..ga jd nonton MU nich…… padahal dah aku tunggu2 selama 3 bulan…..semoga yang mengbom di maaf kan ma Tuhan….

      kurniawan said:
      18 Juli 2009 pukul 09:20

      ya dah lah yang sudah berlalu ,biarkan ja brrlalu, kita harus tetap menatap masa depan….pancarkan sinar Metta kepada semua orang… dan jangan karena engkau marah dan benci kepada seseorang lalu engkau mengharap orang itu celaka……..

    ajie said:
    18 Juli 2009 pukul 12:04

    klo aq brpendapat yang ngebom sama otak pengebomannya itu orang ndak punya hati nurani dan ndk bisa mikir dan juga tidak pnya agama,hidup di dunia hanya sekali dan tidak abadi,mengapa tidak cari amal baik aja buat hidup abadi di akherat????????……………………

    sidik maulana said:
    18 Juli 2009 pukul 12:43

    Yg paling aq khawatirkan dlm kasus ini, islam terseret nama nya.
    Islam sudah jelas mengutuk seorang yg menyakiti imat nya.
    Tapi, di sini malah mencelakakan saudara nya sendiri.
    Untk penyidik tolong usut dari kejadian yg sudah2.
    Agar pelaku tertangkap, islam tak terseret.

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 16:12

      Sayangnya belum ada agama lain yang melakukan tindakan terorisme … , jadi kesimpulan sementara yang bisa diambil islam = terorisme …

        anne_chantique said:
        18 Juli 2009 pukul 17:20

        Kata siapa belum melakukan tindakan terorisme??? coba baca cerita lengkap tragedi 911 WTC september tahun lalu,,,, ketahuilah dalang2 yang sebenarnya,,,,bukan cuma islam,,,, baca yang detail,, kalo perlu banyak membaca, diluar sana banyak hal yang terduga yang belum kita ketahui sebenarnya. Jadi itulah gunanya membaca!

    sidik maulana said:
    18 Juli 2009 pukul 13:01

    Apa kalian ga sakit hati, melihat keluarga menangisi tulang punggung?

    Apa kalian kaga mikir kalo yg di tinggal sangat mengutuk kalian..
    .
    Aku aja muak dgn tingkah kalian yg sewenang2 membuat ledakkan di tempat keramaian.

    Kalo memang kalian mau mati, lbh baik ikat tubuh kalian dgn batu besar n menenggelam kan ke dasar laut. Ketimbang aksi bom bunuh diri.

      dok said:
      18 Juli 2009 pukul 22:42

      wah..hebat kreatif..pake batu ya…bener..setuju..

    Fuck You Nordin m top said:
    18 Juli 2009 pukul 13:12

    Saya berharap gembong Teroris Nordin M Top segera ditangkap dan segera dihukum Matiiiiii…….

      Vincent said:
      18 Juli 2009 pukul 16:10

      Nanti pasti akan dibela oleh “Tim Pengacara Muslim” …

    omiyan said:
    18 Juli 2009 pukul 13:20

    Anehnya intelejen bisa dapetin photo kalau sby lagi jadi incaran dalam latihan nembak tapi kejadian bom mereka kecolongan…ada apa ini teh atuh…

    http://bungaliani.wordpress.com/2009/07/18/indonesia-berduka-jilid-iii-photo-dan-video-korban-tim-mu/

    […] “Pengebom adalah Musuh Islam” (+ Video Bom Marriott II: 9 tewas, 50-an luka) […]

    ozhe said:
    18 Juli 2009 pukul 16:02

    dr awal trjadi Bom pelakunya psti dr bangsa kita…yaitu bangsa indonesia,, kok mrka bisa yya mengeBom bangsa sndiri ?
    hhuh jaman smkin edan,, d.duga motif pengeboman adlh bunuh diri, tp klo add yang pengen bunuh diri jgn ngajak2 org lain ia..
    klo d.bayarpun jgn mau ..krna harta gag bisa dbw mpe mati , tp mgkin mnrt para teroris uang itu bisa dipake bwt shhoping d.sorga kali iaa.. hags…

    ako gnrasi muda dr bali hanya bs b.harap klo pmrntah mmbntuk sbuah organisasi lg sprt KPT (komisi pmberantasan teroris), n anggotanya bs dr orang2 yg tdk mmpu, itung2 bwt mngurangi angka kmiskinan n pengangguran.. rakyat kecil itu gag add yg bodoh mrka lbh kreatif n mandiri drpd orng2 mewah.
    smangat bwt indonesia trtama bwt pak presiden SBY n angktan2 b.snjata indonesia dlm mngusut tuntas kasus ini.

    Rudolf said:
    18 Juli 2009 pukul 16:31

    Hai, Vincent loe jangan sembarang menuduh yang ngebom atas nama Islam, jangan2 non Muslim yang benci Islam dan ingin memfitnah dan menhancurkan, karena selama ini tidak pernah berhasil menghancurkan nama baik Islam, di Indonesia diataranya kaya loe Vincent

      anne_chantique said:
      18 Juli 2009 pukul 17:23

      Mungkin beliau kurang banyak membaca, jadi kurang banyak wawasan dan bersikap begitu lewat kata2 nya…mohon maklumin …yang pentingkita sikapi dengan bijak, beda pendapat itu lumrah..kita yang mengerti cukup berpegang teguh dengan keyakinan dan menjalankan hal2 yang baik….ganbatte!!

        Aan said:
        18 Juli 2009 pukul 22:33

        Setuju Mbak Anne, kayaknya bung Vincent kurang memahami budaya bangsa Indonesia yang karakter tepo seliro-nya cukup tinggi.

        atau jangan2 beliau bukan orang (asli) Indonesia yaa….?

        Yang penting mari kita bersatu, teroris adalah musuh kita bersama, nggak mandang dari agama apapun, itu adalah perbuatan yang biadab……

          anne_chantique said:
          19 Juli 2009 pukul 16:13

          Bukan tidak memahami budaya INdonesia,,, dia (mungkin) terlalu yakin dengan apa yang dia percayai dalam dirinya. Karena kalo saya pribadi jadi beliau, mungkin saya mikir2 dulu mau bilang begitu….jaman sekarang setiap kata2 yang kita ucapkan itu bisa di minta pertanggung jawaban, okelah ini sekedar komentar2 biasa dari kita pribadi atas posting yang ada di atas dan hak orang untuk berbeda pendapat, tapi buat saya gak dewasa sekali kalo berkomentar dengan gampangnya tentang hal2 yang sensitif….saya kasih two thumbs up deh kalo ada komentar seperti itu beserta bukti konkretnya,,, itu artinya beliau berwawasan luas,,, kalo sekedar pandangan pribadi tapi agak2 menyerempet begitu,,,,ya bisa nilai sendiri lah… ^^

    […] Video Bom Marriot II, 9 tewas 50 an luka […]

    Keisya said:
    18 Juli 2009 pukul 21:28

    1. Islam adalah agama yg cinta perdamaian, tdk ada stu pun dalil yg mnyarankn utk bpecah belah.
    Umat islam (org2 yg mmeluk agama islam), tentuny tdk jarang tjadi perbedaan antra pndangan umat dgn yg diajarkan agmanya. Lihat islam dr apa yg diajarkannya, bukan pemeluknya.
    Dan jgn mengatas namakn umat islam ats tndakan tror bberapa klangan umat islam.
    Slalu ad msalah dgn negara islam, kenapa tidak? Org2 brlomba2 (entah siapa itu) mhancurkn islam, tpi msi dnilai ga2l.

    Islam dtuding sbg teroris. Ok, kita flashback, israel yg sdh jlas2 mlakukan tindakan tidak berperikemanusiaan, adakah kita sbut dia teroris??? Mengapa iran selalu diawasi dlm ekspansi nuklirnya??? Don’t close ur heart!

    aGHi 182 said:
    18 Juli 2009 pukul 21:48

    biadab bgt mereka ..
    melukai sesama manusia ..
    hewan kah mereka ??

    BERITA terupdate di sini
    http://aghi182.wordpress.com/2009/03/17/aghi-spyware-kaos-couple-pasangan-murah/

    me said:
    18 Juli 2009 pukul 22:54

    saya setuju islam bukan agama teroris, walaupun beberapa teroris ngaku atas nama islam, bagi saya agama mereka adalah “terorisme” adalah aliran diluar islam.

    coba kita lihat yang jadi korban, 37 org adalah warga negara indonesia..

    kata pengamat negara kita kondusif bagi kegiatan terorisme..buktinya m top aja bisa nikahi org indonesia..imam samudra ketika meninggal dimakamkan layaknya pahlawan..jadi ada beberapa org memberi tempat pada terorisme..
    kita musti menghancurkan “terorisme” ini..sekarang kita tidak kena tapi siapa yang tahu besok kita masuk media di bagian daftar korban..

    kasihan keluarga yg ditinggalkan mereka akan kehilangan org yg dikasihi..hidup mereka menjadi lebih sulit kedepan..sering kita cuma nyari atau tepatnya nuduh siapa pelakunya..tapi klo korban cuma dilihat berapa jumlah korbannya..mereka hanya statistik..

    dok said:
    18 Juli 2009 pukul 23:01

    gini loh teman2 yg baik…negara kita tuh paling banter kalo ribut pake golok atau batu ( sambit sambitan )..yang tembak tembakan bom sini bom sana itu di luar negeri..memang benar saudara saudara kita di timur tengah menderita karena zionis..di bosnia, iran yang di tekan amrik..atau irak dan lain lain..tapi kalo kita memakai itu untuk meng iyakan apa yg terjadi di marriot dan bali, sepertinya itu kurang bijaksana..bukannya tidak peduli, tetapi jangan sampai gaya ngebom itu jadi trend di negara kita..yg jadi pertanyaan …kenapa harus kita, kenapa harus Indonesia, KENAPA?..apa kurang ongkos atau gimana..biar kita patungan ngongkosin..jadi jgn di negara kita yg damai ini..
    coba pikirkan berapa nenek nenek miskin yg menderita dan bayi bayi kecil lucu yg menangis pilu karena ortunya ga kebeli susu..gara2 rupiah anjlok…apakah pemboman itu lebih banyak mafaatnya atau mudaratnya…yuk..kita sama sama mengutuk siapa pun yg setuju atau melakukan semua pemboman itu siapa pun pelaku nya….SEPAKAAAAT.!!!!!

    rodrymikhael said:
    18 Juli 2009 pukul 23:12

    daripada meributkan siapa pelakunya, lebih baik pikirkan bagaimana selanjutnya

    umi said:
    19 Juli 2009 pukul 10:12

    betul mungkin hanya orang yg iri sama islam aja n orang biadab yg mau melakukan tindakan tersebut,,,,,,,kenapa islam selalu dikambing hitamkan………..

    imam wahyudie said:
    19 Juli 2009 pukul 17:53

    Sebenarnya Bukan masalh agama Islam. tapi oknumnya saja yang mengatasnamakan Islam (ini yang harus dikecam) sebab memang banyak orang2 yang membuat aliran aliran baru yang melanggar norma norma Islami namun mengaku itu ajaran Islam, inilah kita harus bisa memilah, yang mana oknum pelaku memang mengatasnamakan Islam tapi orang ini tersesat dan terjerumus ke dalam suatu ajaran yang bertentangan dengan Islam sendiri, mereka bukan iri terhadap Islam tetapi salah dalam menyebut dirinya Islam jika berani melakukan tindakan biadab semacam itu. Islam sendiri telah mengutuk keras aksi biadab ini, kurasa jika dalangnya tertangkap teap akan dihukum berat tidak akan ada pembelaan lagi, sebab Dunia manapun telah mengecam dan mengutuknya.

    Satochid Sosrodiredjo said:
    20 Juli 2009 pukul 09:55

    Bagi saya sih pengeboman itu manusia yang biadab dan ngak punya hati nurani yang jernih dan telah dibrain wash oleh kelo,pok yang jahat.
    Selain itu bukan saja musuh Islam tapi musuh kita semua yaitu umat manusia.
    Semoga Tuhan menyadarkannya melalui FirmanNya

    suhaimi said:
    20 Juli 2009 pukul 10:48

    dpt diterka dari namanya saja vincent itu kan bukan nama orang indonesia asli, tentu pikiran kotornya kelihatan pada namanya.

    TABITHA said:
    20 Juli 2009 pukul 17:52

    YANG Paling Penting Saat Ini Adalah Minta Pengampunan untuk Bangsa Indonesia ,Dan Jika memank Ini Udah Terjadi biarlah terjadi, toh Tuhan Gak AKan Tinggal Diam , KARENA bANGSA INDONESIA iNi ADALAH bANGSA PILIHAN. .. .yang tepenting saat ini adalah setiap kita, entah dari latar belakang agama apaun , hanya satu tujuan nya Doakan Bangsa Ini Dan Para Pemimpin bangsa Ini….karena Tidaklah hal yang mudah memimpin bangsa ini……..kalo dipikir lagi mana ada sich agama yang megajaran untuk merusak bahkan membunuh. yang melakukan itu adalah orang2 yang sudah tertutup mata hati,telinga hati mereka…. jadi agama gak ada kaitannya dg semua ini, toh semua agama tujuannya cuma satu menyembah sang pencipta DAN MENGINGINKAN DAMAI,,, cuma cara saja yang bermacam2..Banyak Jalan Menuju Roma,Itulah Gambarannya………..so We Must pRAY For INDONESIA……….

    ivan said:
    21 Juli 2009 pukul 01:39

    kasihan, islam yang dituding dalam aksi teror ini..
    tetapi, orang-orang tersesat itu merupakan orang yang menjalankan islam secara kuat (katanya..) dan merupakan jebolan atau alumni dari ajaran-ajaran yang “katanya” bernafaskan islam..

    tentunya yang harus kita cegah adalah ajaran-ajaran sesat seperti ini.. yakni ajaran yang tidak lagi mengamalkan kebajikan dan kedamaian. Pangkal-pangkal pengajaran seperti ini masih berkeliaran (buronan bom-bom sebelumnya) dan bahkan secara legal berdiri tegak dan dibela!! ajaran yang menyelewengkan islam dari kaidah-kaidahnya.

    Jangan kita menutup mata dengan membiarkan ajaran -ajaran yang menyimpang dari islam merusak generasi bangsa kita ini.. Banyak dari pengebom (bom marriot1&2, dan bom-bom lainnya) yang merupakan jebolan atau alumnus dari “pondok pesantren Ngruki”. Nordin Top pun terus menerus berpindah sambil mengajarkan kebencian di negara kita ini. Itulah yang harus kita basmi sampai akarnya.

    Tutup segera pondok Pesantren Ngruki itu dan alihkan segera muridnya ke jalan yang benar!!

      Wirapati said:
      22 Juli 2009 pukul 16:06

      Mas Ivan, saya jadi teringat pidato KH Mustofa Bisri(Gus Mus)di Wonosobo dulu pasca bom bali I. Pidatonya Gus Mus Begini: Dulu Ndak ada yang namanya santri dari pondok-pondok salafi itu Ngebom, lha wong mau amar makruf kok mengorbankan orang lain yang tak berdosa. Gus Mus kemudian mencontohkan, ada seorang yang gagah sepulang naik haji sowan pada kyai dan bilang pada kyainya: Pak Kyai alhamdulillah di makkah sana saya telah berhasil mencium hajar aswad, lalu pak kyainya tanya, lha bagaimana caranya? dijawab oleh pemuda gagah tadi: Mudah pak kyai, saya ada di belakang sendiri lalu saya nerobos kedepan, saya sikut sebelah kanan, dan saya sikut yang ada disebelah kiri dan saya pukul orang yang menghalangi saya dan akhirnya saya berhasil cium hajar aswad. Dengan jawaban itu sang kyai malah marah, itu namanya bukan amar makruf, tapi dosa. Kalau mau amar makruf mengapa harus sikut kanan kiri dan pakai pukul segala, amar makruf kok bikin orang lain menderita, itu jelas keliru.
      Begitulah dengan halusnya Gus Mus mencontohkan amar makruf itu tidak tak berarti dihadapan Allah jika disertai mengorbankan orang lain. Begitu pula soal pengeboman ini, niat jihad dengan amerika kok nyerangnya di indonesia. Dan lucunya lagi tiap kali ada bom meledak semua bilang anti teroris, hanya saja yang dimaksud teroris disatu pihak menganggapnya amerika sebagai teroris, dipihak lain yang dimaksud teroris adalah ya orang2 yang seideologi dengan amrozi Cs itu. Aneh bukan ? siapa sih yang dianggap seideologi dengan Amrozi itu? ya tentunya orang2 yang menganggap bom bunuhdiri itu jihad sabilillah. Dan orang2 yang menganggap bom bunuhdiri itu jihad ini banyak sekali di Indonesia, sehingga tiap kali ada bom meledak mereka selalu mengkambing hitamkan Amerika. Yang jujur aja, nggak ada amerika-pun mereka tetap benci pemerintah sebelum negara ini menjadi negara Islam atau pemberlakuan syariat islam, syariat Islam yang dikehendakipun ya syariat Islam ala mereka. Kalau ada santri ngebom sebaiknya cari aja kyainya, dan ditanya dengan tegas halal atau haram ngebom seperti di Mariot itu, kalau beliau jawab halal dan disahkan oleh agama ya berarti sama saja dengan Amrozi Cs walaupun tidak secara langsung terlibat.sebab ideologi jihadnya ini terus dikembangkan oleh santrinya. Kalau Kyai-kyai di pondok salafi tentu dengan tegas akan mengatakan bahwa semua santri atau alumni dilarang keras jihad dengan cara seperti di Mariot.
      Bom bunuhdiri di jepang(kamikaze)ketika menyerang kapal yamamoto sekutu, ini jelas dilakukan orang non islam tapi saya masih sangat kagum karena ngebomnya ini tepat sasaran, bukan di sembarang tempat umum di bom, artinya memang dalam situasi perang, nah seperti inilah jika dalam islam bisa dianggap jihad.
      Islam memang sering dirusak oleh umat Islam sendiri karena tidak memahami dengan dalam tentang keislaman.
      Kalau kita jengkel sama orang karena sandal kita dicuri orang, masak kita lalu gantian nyuri sandal orang lain yang tak berdosa. Kalau kita jengkel sama Amerika, masak yang diserang kok negerinya sendiri. Kita susah warga palistina dibom Israel, kalau kita mau bantu ya sekuat tenaga. Kalau mampu serang amerika, kalau nggak mampu ya doakan saja, ini lemah-lemahnya iman, bukan nekad apalagi bunuhdiri menghancurkan negeri sendiri.
      Bukan orang-orangnya yang terus dicari tapi sebenarnya ideologinya yang diawasi. Ideologi harus dijawab dengan ideologi. Kalau ideologi hanya dijawab dengan hukum akan lelah mengatasinya karena pengeboman model ini bukanlah kriminal murni tapi kejahatan yang berbasis ideologi.Mereka tak takut mati, mereka tak peduli dikatakan tak berperikemanusiaan karena mereka telah punya prinsip jihad yang matinya masuk surga.
      Orang Islam hati-hati dengan aliran-aliran tertentu.

        ivan said:
        28 Juli 2009 pukul 16:31

        Terima kasih pak Wirapati atas balasan anda.
        Saya sangat spendapat dengan anda dan beberapa pernyataan anda tersebut. memang, saya sama sekali tidak menyalahkan pondok2 pesantren yang ada di Indonesia. Kaidah-kaidah islam yang ada harus benar-benar dipahmi oleh generasi muda kita saat ini. Dan pondok pesantren adalah tools yang tepat untuk mengajarkan hal tersebut, sebab sedikit sekali yang didapat nilai2 spiritual di lembaga akademik. saya hanya menyentil adanya suatu ajaran yang berbahaya di Indonesia ini, yaitu pandangan sikap yang memusuhi sesama manusia. “Islam bukanlah Tuhan”, yang dengan seenaknya mengadili manusia bersalah atau tidak.

        Malaysia, sebagai negara yang menganut syariat islam. bahkan sangat tidak mentolerir teroris berkembang di negaranya. teroris tidak dikehendaki di lingkungan masyarakatnya, karena itu tokoh-tokoh teroris di Indonesia adalah warga negara Malaysia yang lari dari negaranya sendiri karena ditolak oleh masyarakat dan pemerintah di sana. sebutlah Nordin Top, Azahari, Baasyir pun ditutup pondoknya di Malaysia. Artinya syariat Islam pun tidak memiliki tempat bagi orang-orang seperti ini.

        Jihad harus dilakukan secara benar dan benar. saya rasa jihad bagi orang-orang seperti bom sembarangan itu adalah merupakan jalan pintas untuk masuk surga. Kalau begitu mudah sekali masuk surga itu??? Jihad adalah pnderitaan, sesuatu yang sulit dilakukan, perlu keyakinan tinggi dan keimanan yang benar. KAlau kita menderita untuk Tuhan, kita telah berjihad secara islam, namun kalau kita lihat “jihad-jihad” seperti bom kemarin?? Huh.. gampang sekali dilakukan, dan hanya membawa derita saja bagi orang lain, negara, bahkan ALLAH sendiri.
        Apakah kita mau menderita untuk ALLAH??

    nunug said:
    21 Juli 2009 pukul 02:25

    malam rekan2…aku hanya ingin mereka2 ada apa dibalik pemboman ke 2 hotel ini?, mungkin aku agak menyebrang dg berita2 gencar dari media, dan terbesit pertanyaan dipikiranku tiba2 siapakah pemilik kedua hotel ini….??apakah ada hubungannya dg pemboman lalu dan sekarang? apakah sipemiliknya orang yg tdk terjerat kriminal??banyak sekali keingintahuanku, lalu aku mencari keberuntungan melalui Mr.Google, mungkin ada sesuatu yg bisa di tarik silang berita dg peristiwa ini, dg arti kata menyetop tuduhan2 yg berakhrnya dg berita yg simpang siur….menyudutkan segelintir kelompok atau pilpres, dan yg penting tuduhan2 yg tdk masuk akal.
    rekan2…ternyata hasil penyelusuranku sangat mengejutkan….loh…pemilik kedua hotel itu ternayata satu pemilik yg bernama Kian Tan, yg sedang punya masalah korupsi tersangka kasus penyelewengan dana ASABRI, bersama Henry Leo…Gedung perkantoran Plaza Mutiara yang di sebelah Marriott itu, ternyata dijual di bawah tangan menggunakan dana ASABRI. Setidaknya US $ 13 juta lebih dana dari ASABRI. Dana awal ini, keemudian dijadikan penunggak kredit ke BII. Bermasalah di BPPN. Lalu di bawah tangankan menggunakan proxy bendera dari Virgin Island, membeli kembali aset Plaza Mutiara dengan amat murah, hanya US 2,5 juta dari BPPN. so…yah teman2 disini kadang2 kita perlu mencari berita silang ttg kehidupan dan peristiwa seperti bermain puzzels, dg peristiwa ini supaya tidak ada caci maki yg tidak perlu, sehingga membuat yg lainnya marah, sedih, kecewa, dll , kaena sangat sensitif , mungkin pembuat naskahnya untuk pemboman ini pastinya tertawa melihat argumen2 kita, aku berharap semoga tambahan data ini bs jadi acuan aparat kita untuk menghubungkan peristiwa ini dg pemiliknya amin

    dogol said:
    21 Juli 2009 pukul 10:20

    Mau nanya aja , Umat mana yang akan setiap kalai melakukan tindakan kekerasan meneriakkan “ALLAH MAHA BESAR”??

    i am said:
    22 Juli 2009 pukul 11:17

    mau tahu nih pendapat Bapak/Ibu … kok bisa ya orang tsb bawa koper bom yg jelas-jelas tahu dia bakal mati sebentar lagi … kira-kira apa yg membuat keyakinan or cuci otak org tsb sehingga bisa berani mati spt itu ???

    irsan said:
    22 Juli 2009 pukul 12:29

    teroris yang mengebom dengan bunuh diri…..adalah teroris banci, lemah. gaptek, pasrah dengan nyawa sendiri . klo kalean memang berani hadapi dong yang bersenjata. baru itu yang dinamakan pejuang.

      sinuraya said:
      30 Agustus 2009 pukul 19:24

      mohon petunjuk:……..:jika di indonesia ini cuma ada 2 agama besar dan jika masing2 mempunyai penganut kepercayaan 5000 orang..dan masing2 percaya bahwa tidak ada agama lain yang benar selain yg di yakininya(kafir).apakah mereka harus saling membunuh ?dan apakah itu yg memang disuratkan dari yg di yakininya,agar tiada yg lain selain dia..klo bgtu siapakah itu yg di “yakininya”??setankah(dia butuh darah)?????atau YANG MAHA PENGASIH……………???

    ekal said:
    23 Juli 2009 pukul 09:31

    Sdr Vincent…dalam menilai suatu kasus, janganlah berpikiran dangkal. Dari pernyataan anda, menunjukan bahwa anda tidak mengetahui Islam sesungguhnya, bahkan mungkin tidak ada niat untuk mempelajarinya. Hal inilah yang membuat anda berpikiran sangat dangkal bahkan menurut saya anda termasuk , maaf “orang bodoh”. Bahkan juga jika anda non muslim, berarti anda juga tidak mengerti isi dari ajaran agama anda sendiri. Di sini saya tidak akan menjelaskan lebih dalam lagi, soalnya bisa-bisa tidak cukup termuat di halaman ini. Jadi saya sarankan pada anda untuk banyak baca, terutama soal Aceh, Poso, Ambon, Maluku Utara. Dan satu lagi, pelajari soal Amerika dan Israel.

    Haikal said:
    23 Juli 2009 pukul 10:24

    Maaf, kepada sdr Mr.Gunz dan Muklis Adam, sebenarnya kita abaikan saja komentar dari orang-orang seperti sdr Vincent. Dan untuk sdr Vincent jika tidak puas, dan jika saudara gentelmen, punya wawasan luas, saya ajak anda berdialog tentang ajaran Islam dan ajaran agama yang anda anut entah apapun itu. Silahkan ke caraffy@gmail.com . Boleh juga anda ajak rekan-rekan anda yang profesor,doktor dan sebagainya sekalipun. Saya sendiri saja. Braniiiii????

    Haikal said:
    23 Juli 2009 pukul 10:30

    Bagi sdr-sdr non Muslim yang belum paham tentang Islam, sebaiknya baca juga ulasan yang ada di halaman ini ” Kajian Lengkap Agama Islam ” sebelum berkomentar.

    Haikal said:
    23 Juli 2009 pukul 10:39

    Tahukah sdr-sdr, bahwa ajaran dalam kitab Talmudnya Yahudi Israel yang isinya sangat membenci semua agama selain agamanya ? Nah mereka inilah yang Teroris sebenarnya. Merekalah biang keladi penghancuran seluruh agama di muka bumi ini untuk menegakkan kerajaan yahudi mereka. Sangat disayangkan sekali, bahwa banyak penganut non muslim yang bukan Yahudi tidak menyadarinya bahkan ada yang membelanya. Kasian deh luuu….

    dugem said:
    23 Juli 2009 pukul 10:49

    BUKTI DAN FAKTA MEMPERLIHATKAN BAHWA MUSLIM LAH YANG SELALU MENERIAKKAN ” ALLAHU AKBAR” SETIAP KALI MELAKUKAN TINDAKAN TERMASUK KEKERASAN, KEBENCIAN DAN PEMBUNUHAN.

    ALLAH YANG MAHA SUCI DAN KUDUS PASTILAH TAK AKAN PERNAH MENGAJARKAN MEMPERBUATAN YANG BERLAWANAN/BERTENTANGAN DENGAN SIFATNYA DAN TINDAKAN MEMBUNUH APAPUN ALASANNYA BERTENTANGAN DENGAN KEMANUSIAAN DAN HUKUM TUHAN. HANYA IBLIS DAN SETAN LAH YANG MENGAJARKAN PERERBUATAN SEPERTI ITU.

    Haikal said:
    23 Juli 2009 pukul 10:56

    Mohon maaf pada para komentator, jika tidak berwawasan luas atau belum memahami suatu persoalan, sebaiknya jangan dulu berani berkomentar yang isinya memojokkan dan menghina suatu Agama karena sesungguhnya ” BOM ” yang yang paling berbahaya adalah ” Lidah ” yang hanya menuruti hawa nafsu kebencian dan kebodohan.

    Haikal said:
    23 Juli 2009 pukul 11:42

    Maaf, sdr Dugem ,ternyata lebih parah otaknya dari Vincent. Makanya saya anjurkan belajar menulis dulululah….perhatikan kalimat sdr, pernyataan sdr itu sebenarnya malah menjadi bumerang bagi sdr, sekaligus pembenaran terhadap paham Islam yang sesungguhnya bahwa memang Allah tidak mengajarkan teror. Dan yang meneriakkan Allahu Akbar dalam tindakan kejahatan tidak diakui dlm Islam, bahkan dimurkai oleh Allah, ini pelajaran TK bung. Sekali lagi, pernyataan bodoh adalah bumerang bagi kita sendiri. Paham???

    Haikal said:
    23 Juli 2009 pukul 11:50

    Saya mohon maaf, dari semua pernyataan yang memojokkan Islam di atas, tidak satupun yang berani menyatakan dirinya penganut agama apa sebenarnya . Aneh bukan? Apakah takut nantinya disodorkan fakta-fakta terorisme yang lebih sadis lagi yang dilakukan oleh non Islam ?

    dugem said:
    23 Juli 2009 pukul 12:56

    Bung Haikal dan sdr sekalian,
    Sudah bukan rahasia lagi jika Muslim mengatakan dan menilai bahwa non Muslim itu kafir, musyrik, najis dsbnya.
    Ustad Baasyir pun dalam suatu kesempatan mengatakan bahwa non muslim,pendeta itu kafir(anda bisa baca http://www.detiknews.com/read/2009/07/22/122955/1169335/10).
    Dan saya yakin, Baasyir punya argumen untuk mengatakan hal seperti itu.

    Dan mari kita lihat apa yang Quran katakan tentang non muslim itu :

    “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” (QS. 8:55)

    ” Hai orang beriman, sesungguhnya orang musyrik itu najis.. (QS 9:28)

    Anda pasti akan membantah pendapat saya dengan mengatakan jangan mengutip ayat sepotong-sepotong lihat konteksnya.

    Apapun argumennya, konteksnya sudah jelas yaitu mengajarkan Kebencian dan Permusuhan!!

    Bung Haikal,
    Anda bukanlah Muslim sejati/sesungguhnya, karena anda tidak seperti Osama bin Laden, Imam Samudra cs. Mereka-mereka inilah Muslim sejati!!

    dugem said:
    23 Juli 2009 pukul 13:12

    Bung Haikal,
    Dalam Quran dikatakan bahwa :
    (Ingatlah), ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikat,: Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku jatuhkan RASA KETAKUTAN ke dalam hati orang-orang kafir, maka PENGGALLAH KEPALA-KEPALA MEREKA DAN PANCUNGKANLAH TIAP-TIAP UJUNG JARI MEREKA (QS. 8:12)

    Silahkan anda lihat dan nilai sendiri siapa yang mengajarkan untuk melakukan terror dan pembunuhan!!

    Sekali lagi apapun konteksnya, ajaran ini sangat berbahaya dan membahayakan.

    rodrymikhael said:
    23 Juli 2009 pukul 13:15

    Inilah Indonesia, ujung2nya agama…semua yang dibicarakan, ujung2nya masalah agama..
    Emang kalau kalian tahu agama si teroris (ntah itu Islam Kristen Yahudi atau pemuja setan sekalipun), trus kalian mau apa?

    Lebih baik kalian pikirkan, bagaimana cara menangkap pelakunya, apa yang harus dilakukan supaya peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi, bagaimana cara memulihkan korban2 akibat peristiwa tsb, hukuman apa yg pantas diberikan bagi pelakunya, gimana caranya supaya MU besok bs dtg ke Indonesia dgn aman, dsb…

    dugem said:
    23 Juli 2009 pukul 13:56

    Bung Rodrymikhael,
    Cara yang tepat adalah mencabut dan memusnahkan semua sumber dan akar yang mengajarkan, menginspirasi, memotivasi dan membenarkan seseorang untuk melakukan tindakan kebencian, terror dan pembunuhan.

    Loshisan said:
    23 Juli 2009 pukul 23:09

    Saya coba menanggapi satu ayat Qu’an yang disampaikan saudara Dugem. dikatakan diatas Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah{pendirian) orang-orang yang telah beriman KELAK AKAN AKU JATUHKAN RASA KETAKUTAN PADA kedalam hati orang2 kafir, MAKA PENGGALLAH KEPALA-KEPALA MEREKA DAN PANCUNGKANLAH TIAP UJUNG JARI MEREKA.
    Ini adalah surat Al-anfal ayat 12, ayat ini turun ketika terjadi perang badar,yaitu perang antara muslimin dan kafiriin dimana pertempuran ini sangat tidak seimbang karena jumlah tentara muslimin hanya sepertiga dari jumlah tentara kafirin. Dalam pertempuran yang tidak seimbang ini maka Tuhan mewahyukan pada malaikat agar kaum muslimin tidak usah takut, dan turunlah ayat tadi.
    Saudara Dugem yang terhormat, ayat diatas adalah menerangkan sejarah peperangan(sekali lagi, saya katakan ini kasus peperangan) bukan dalam situasi damai, dimana dalam satu peperangan yang ada hanyalah membunuh atau terbunuh.
    Kata-kata penggallah atau pancungkanlah ini jangan dipahami dalam situasi tenang. Jangan memahami ayat secara tekstual tok, harus dipahami pula sejarahnya(Asbabubunnuzul).
    Ayat-ayat macam ini banyak sekali, contoh lain ada ayat Faqtululmusrikiin yang artinya: bunuhlah semua orang musrik. Apa lalu orang Islam tiap ketemu non muslim wajib membunuh? ada lagi ayat Wajaahidilkuffaar, artinya: Perangilah semua orang kafir. Apakah lalu tiap hari kita wajib berperang terus melawan orang-orang non muslim? dan masih banyak lagi yang lainnya.
    Kalau orang dalam memahami ayat seperti itu caranya, waah rusak dunia ini. Islam adalah agama kasih sayang, didalamnya juga diajarkan orang Islam harus punya kasih sayang terhadap semua mahluk, binatang,tumbuh2han,manusia, baik yang kafir apalagi yang Islam, semua harus mendapat kasih sayang dengan tatacara atau kondisi yg berbeda-beda. Bahkan kalau kita menyembelih binatang-pun harus wajib menggunakan pisau yang tajam agar mengurangi rasa sakit si binatang tsb(adakah ini diajarkan di agama lain?)
    Kalau lalu ada orang islam tega membunuh orang lain tanpa dosa tentu ini jauh sekali dari ajaran Islam, termasuk bom bunuh diri di mariot ini tentu bukan ahlak Islam. Kalaupun pelakunya menganggap jihad dan mati masuk surga itu mungkin karena dangkalnya dalam memahami ayat seperti sahabat dugem dalam memahami ayat tadi, sehingga memang orang seperti itulah akan merusak dunia dan khususnya mencoreng nama baik Islam.
    Saya sebagai orang Islam bukan tidak mau dikoreksi, kami orang Islam juga mau koreksi diri, diakui pelaku bom yang dianggap teroris itu memang orang islam, tapi itu adalah oknum Islam, jangan disimpulkan bahwa Islam itu identik dengan teroris. Biasa dalam gudang padi itu ada tikusnya, tapi jangan gudangnya yang dibakar tikusnya yang kita cari. Masih banyak sekali orang Islam yang baik-baik. Apa betul begitu pak dugem?
    Islam adalah agama kasih sayang, kalau ada orang Islam yang sering berlaku kekerasan itu berarti orang Islam yang tidak menindak lanjuti sifat Allah Arrahman(Yang maha kasih sayang).
    Semonten mawon, nuwun ngapunten pak Dugem.

    nextime said:
    24 Agustus 2009 pukul 05:04

    saya muslim, tapi saya sangat kecewa dengan islam. kecewa….
    sungguh…

    tom said:
    28 Agustus 2009 pukul 22:09

    gini aja, kalo memang islam adalah teroris, maka…tidak akan ada lagi yahudi, kristen, katholik hindu budha dll di dunia ini…bayangkan kalo 1,5 milyar umat muslim bunuh diri semua…berarti ada ratusan milyar umat agama lain yang mati bahkan masih kurang….udahlah mas2 yang kristen…untukmu agamaMu untukku agamaKu…itu yang diajarkan Allah Tuhan kami…mending lu ibadah ke gereja, sebarkan ajaran kasih kpd saudara2mu bahwa dendam gak boleh apalagi dendamnya salah alamat…bukankah itu yang Yesus ajarkan……….gak ada waktu ngurusin fitnah2 kalian, mending gw ngajarin anak2 gw bahwa islam agama yg mencintai kedamaian melebihi segalanya

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s