Hamili Gadis ABG Cuma Diselesaikan dengan Rp 10 Juta

Posted on Updated on

Hamili Gadis Selesai dengan Rp 10 Juta
17/07/2009 23:54 wib

Temanggung, CyberNews. Penghormatan terhadap kaum perempuan, lebih khusus lagi status kegadisannya, terkadang masih kurang dan terkesan diremehkan masyarakat kita. Seperti dialami gadis di bawah umur, sebut saja namanya Asmara (14) ini. Dia diketahui dihamili dua orang lelaki dan kini usia kandungannya 6 bulan, tetapi persoalannya menjadi selesai setelah keduanya bersedia membayarnya Rp 10 juta.

Asmara adalah seorang siswa kelas III sekolah menengah [pertama] di Kecamatan Bejen, yang orang tuanya petani di Desa Congkrang, kecamatan setempat. Pada suatu hari, beberapa bulan menjelang UN 2009, sepulang sekolah dia diajak tetangganya, Supri (30), yang berprofesi sebagai kernet angkutan di daerah tersebut ke kawasan wisata Curug Sewu, Kecamatan Patean, Kendal.

Selain lelaki yang telah memiliki anak istri itu, ikut pula teman Supri yang statusnya masih lajang yakni Rudi (28), warga Desa Jlegong, Kecamatan Bejen. Setelah sampai di sana, mereka lantas menyewa kamar di losmen, dan terjadilah hubungan suami istri yang berakibat Asmara kini berbadan dua.

”Waktu itu saya sama sekali tidak sadar, tak tahu apa yang dilakukan keduanya sehingga membuat saya tak sadarkan diri,”kata Asmara, ketika bersama dengan bapaknya Kuswadi dan Kades Congkrang, Suroyo mendatangi Women Crisis Centre (WCC) Temanggung, Jumat.

Dia mengatakan, setelah tahu hamil sebetulnya dia berniat untuk mengugurkan dengan minta tolong dua temannya di wilayah Kabupaten Kendal. Namun hal tersebut diurungkan, malah kemudian mencari pekerjaan di daerah Cirebon. Karena di sana tidak mendapat pekerjaan, dia lalu pulang ke rumah orang tuanya. ”Dua teman itulah yang bercerita kepada orang tua saya, tentang kehamilan ini,” ungkapnya.

Orang tua Asmara pun lalu menuntut pertanggungjawaban kedua lelaki yang telah menghamili anaknya tersebut. Dengan dimediatori Kades dan perangkatnya, digelar sidang dengan mempertemukan tiga belah pihak yang tengah bermasalah itu.

Alhasil, keputusan yang disepakati adalah, baik Supri maupun Rudi, bersedia membayar masing-masing Rp 5 juta kepada Asmara untuk membiayai persalinannya, dan tuntaslah persoalannya.

”Uangnya belum dibayarkan, tetapi keduanya sudah menandatangani surat pernyataan kesanggupan, dan jika nanti kewajiban itu tidak dipenuhi, akan diselesaikan melalui jalur hukum,” kata Kades Suroyo.

Sedangkan Kuswadi mengatakan, ketika menandatangani kesepakatan tersebut, dirinya sedang bingung dan shock memikirkan anaknya, sehingga asal menyepakati saja. Sebenarnya, yang dia inginkan, ialah keduanya bisa dihukum pidana sesuai perbuatannya tersebut.

Wakil Ketua WCC, Suad Djauharoh mengungkapkan, sebenarnya tanggung jawab yang ditimpakan kepada dua pelaku tersebut kurang setimpal dengan perbuatannya. Terlebih, jika dikaitkan dengan nilai-nilai keadilan terhadap perempuan. ”Jika anak itu lahir, lalu siapa yang akan menafkahinya,” tanyanya.

(Henry Sofyan /CN08)

Iklan

10 thoughts on “Hamili Gadis ABG Cuma Diselesaikan dengan Rp 10 Juta

    anne_chantique said:
    18 Juli 2009 pukul 17:27

    Kades oon tuh! penegah tapi ga menegakkan keadilan…

    Rifka said:
    18 Juli 2009 pukul 20:49

    Jan

    djoko said:
    20 Juli 2009 pukul 03:40

    Laporkan saja ke Polisi, seharusnya untuk perbuatan ini polisi tetap harus memproses secara hukum, yaitu menyelidiki, karena kejahatan kedua orang itu bukan hanya delik aduan namun adalah delik laporan, apalagi dilakukan kepada anak di bawah umur.

    komnas Anak juga seharusnya ikut mendorong polisi melakukan penyelidikan karena hal ini juga merupakan pelanggaran atas UU Perlindungan Anak.

    memang keadilan hakiki hanyalah ada di Akherat, namun bukankan keadilan dunia ini adalah jembatan kebahagian di akherat…

    MR said:
    20 Juli 2009 pukul 19:20

    wah, terlalu murahh banget itu…..
    mending sihh, tuh 2 binatang jalang di hukum Rajam az,,,
    Enak, az anak orang udah ancur di kasih 10 JT..
    dimana keadilan……”

    Pak kades ama Bpk nya bae bgt sihhh….
    berpikir nya terlalu pendek,,
    ngasih uang itu sama az ngejual nya ,,,
    dosa tuhhh….

    ahmad surya said:
    21 Juli 2009 pukul 17:52

    gmn nih, komnas ham tu maju, yg dibawah umur dah dinikah halal aza diusut, masak diperkosa tidak di usut, mang gk da uangnyanya, masak minta bayaran sih, polisinya juga……..kalo da laporan gk usah nunggu bayaran langsung tangani aza………kan dah dibayar pemerintah…….masak kurang sih

    eyenz said:
    23 Juli 2009 pukul 09:05

    hahahahahahahah
    wah kacau….

    cahaya said:
    24 Juli 2009 pukul 10:17

    wah..gila emang gak waras nih dunia udah mau kiamat kasian banget anaknya dasar klw aku sih usul aja tuh dua pria masukin penjara tetapi tetap tuntut biaya persalinan gitu…..
    tapi yang mana bapaknya?? soalnya kan ada dua yang menghamili??
    duh? bingung juga yah…….
    anaknya juga sih si asmaranya kenapa mau saat di ajak pergi tanpa tahu mau kemana ???
    cowok sekarang kayak kucing garong liar2
    danger !!!

    hary s said:
    28 Juli 2009 pukul 14:52

    penyelesaian yg mengerikan…mana komnas ham perlindungan anak….

    hadi rohmanto said:
    29 Juli 2009 pukul 13:16

    wah itu mah harus segera menikahi gadis itu,cek golongan darahnya….gak mau rajam sampai mati tuh cowok

    dian said:
    3 Agustus 2009 pukul 19:54

    di sunat lg aja tuh org…

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s