Malaysia Perangi Indonesia Melalui Pengeboman di Mega-Kuningan?

Posted on Updated on

Orang-orang awam ikut bersuara menanggapi kasus bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega-Kuningan, Jakarta, 17 Juli 2009. Diantara mereka berembus berbagai prasangka buruk mengenai siapakah pihak yang melakukan teror tersebut. Ada yang menuding Islam, ada yang menuding lawan politik SBY dalam Pilpres 2009, ada pula yang menuding pihak Malaysia berada di balik peristiwa teror tersebut.

Mereka yang menuding Malaysia itu beralasan bahwa pihak Malaysia diuntungkan oleh kasus ini. Salah satu “bukti” nyata adalah batalnya Manchester United bermain di Indonesia pada 20 Juli 2009, tetapi bermain lagi di Malaysia. Juga dipakai alasan ialah bahwa tokoh utama yang meneror Indonesia, yaitu Dr Azahari (kini sudah meninggal dunia) dan Noordin M Top (kini masih buron), keduanya merupakan warga negara Malaysia.

Namun sebagaimana prasangka buruk orang awam pada umumnya, dugaan mereka sangat lemah dan tidak didukung dengan bukti yang kuat. Memang, pihak Malaysia “diuntungkan” oleh kasus ini, tetapi “keuntungannya” relatif sedikit. Yang lebih “diuntungkan” ialah orang Indonesia sendiri, yaitu orang-orang media massa (termasuk kita para bloger), sejumlah tokoh Indonesia yang dijadikan narasumber, sejumlah orang Indonesia yang mencari popularitas terkait peristiwa tersebut, bahkan juga kalangan medis dan militer Indonesia. Malah kaum minoritas nonmuslim juga ikut “diuntungkan” karena dalam kasus ini, nama baik “Islam” tercemar lagi. Nah! Apakah semua orang yang “diuntungkan” ini merupakan orang-orang yang mendukung atau bahkan menjadi pihak yang melakukan teror bom tersebut?

Alasan kewarganegaraan juga sulit diterima. Meskipun kedua tokoh yang dianggap teroris tersebut warga negara Malaysia, keduanya menjadi buron pula di Malaysia. Lagipula, para teroris itu terdiri dari warga-warga berbagai negara, termasuk Indonesia. Apakah Pemerintah Indonesia tergolong teroris yang meneror rakyatnya?

Qul khayran aw liyasmut. Katakanlah yang baik-baik atau [lebih baik] diam! Sesungguhnya sebagian [besar] dari prasangka itu dosa….

Iklan

30 thoughts on “Malaysia Perangi Indonesia Melalui Pengeboman di Mega-Kuningan?

    Oky said:
    22 Juli 2009 pukul 10:30

    Apa sekarang kita memasuki era fitnah dajjal ya, sampai2 terjadi timbulnya kebencian sesama negeri muslim?

    NIAS said:
    22 Juli 2009 pukul 11:50

    LEBIH BAIK MENJADI NEGERA YANG BERMANFAAT UNTUK NEGERA LAIN………
    MALAYSIA BUKANLAH NEGARA TETANGGA YANG BAIK UNTUK INDONESIA……..

    APA SUDAH GA CUKUP DENGAN HILANGNYA P. SIPADAN & LIGITAN..
    KINI AMBALLAT……

    APAKAH BOM DIJAKARTA.BERHUBUNGAN DENGAN MALAYSIA

    yanky dk said:
    22 Juli 2009 pukul 21:12

    spekulasi dan analisa memang bisa dilakukan siapa saja. tunggu saja berita resmi dari kepolisian.

    salam damai

    sari said:
    22 Juli 2009 pukul 21:25

    dari pada tuduh menuduh baik diadakan operasi gencar swiping bahan peledak didaerah basis ji,ahmadiyah dan lain lain barisan sakit hati.kalau kurang dana ambil aja dari orang yang terlebih duit [terutama yang hartanya udah puluhan trilyun] hitung-hitung pemutihan pajak untuk membantu negara

    kopral cepot said:
    23 Juli 2009 pukul 10:27

    engak komen takut salam …. belajar memahami dulu

    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/07/22/memahami-terorisme/

    KangBoed said:
    23 Juli 2009 pukul 13:02

    DAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAI

    Rian Ariana said:
    23 Juli 2009 pukul 19:09

    intinya jangan tanyakan “siapa yang bom?” tapi kita introspeksi diri harusnya kita bertanya “apa keamanan di negara kita sudah berjalan dengan baik?”..

    siapapun yang ngebom,, kalo keamanan kita berjalan dengan baik,, Indonesia pasti aman dari teror…

    Zeit abdullah said:
    23 Juli 2009 pukul 21:32

    Setuju dgn pendapat rian ariana. Semoga negri kita damai selalu, amiennn

    anne_chantique said:
    24 Juli 2009 pukul 12:20

    Udah se yang suka nuduh2 itu,,, mulutnya dijaga baik2…belum tentu hidupnya juga bener…apa ga capek ya buat fitnah kemana2….harusnya kumpulin bukti dulu dong…jangan diujung2nya cuma jadi scummy person.

    anne_chantique said:
    24 Juli 2009 pukul 12:21

    Orang jaman sekarang…kalo buat kepentingannya atau suatu kelompok aja…bisa kejem ama orang lain…hiiii…jauh…jauh…

    paranoidandroid_weird@yahoo.co.id said:
    25 Juli 2009 pukul 15:23

    negara ini tidak membutuhkan komentar-komentar,,
    melainkan sebuah tindak lanjut yang pasti untuk segera menuntaskan permasalah yang terjadi…
    jangan banyak berbicara yang belum pasti!!!!!

    indobatak said:
    25 Juli 2009 pukul 18:14

    untuk pengetahuan,menteri pertahanan malaysia yg sekarang itu wong jowo tahu?kalo nggak percaya jumpa ama emak bapaknya biar dia ladenin bahasa jawa dengan fasih,dia juga tahu tentang walisongo dan pernah singgah ke demak,yg keturunan padang,jawa,batak dan semua spesis yg ada diindonesia semua ada keluarga dan saudara diindonesia,jadi lu pikirlah sendiri

    bambang edi winarso said:
    26 Juli 2009 pukul 23:39

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Atas nama Bapak Shodiq, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan komentar dari saudara2 sekalian. Kita semua mengutuk perbuatan itu, tapi perlu diingat bahwa mereka hanya “oknum” yang mengatasnamakan kesucian islam sebagai tameng, dan tanpa berburuk sangka ataupun membela, mudah-mudahan tidak pula ditunggangi oleh kepentingan negara manapun.

    Sekali lagi mereka hanya “oknum” yang berasal dari sebuah negara yang tentu cinta damai sebagai sesama Muslim dan juga umat beragama.

    Wassalam
    Shodiq’s Public Relation

    tatiek said:
    27 Juli 2009 pukul 01:28

    wah boleh lah. gratis kan mas daftarnya. ilmu bermanfaat, eh ditambah hadiah buku.
    Kalalu dalam peribahasa. apa ya ???????

    ll

    firma said:
    27 Juli 2009 pukul 10:08


    Malah kaum minoritas nonmuslim juga ikut “diuntungkan” karena dalam kasus ini, nama baik “Islam” tercemar lagi.

    Sebelumnya saya minta maaf karena saya menyangga pendapat diatas. Dalam kasus ini saya sebagai kaum minoritas “tidak merasa untung”. saya tidak bahagia kok di saat kaum mayoritas dijelekkan. sebagai warga negara yg beragama, sebaiknya jgn membawa nama-nama agama.

    yuliant said:
    27 Juli 2009 pukul 14:00

    malaysia itu cari ulah terus sama indonesia, mereka selalu iri dengan indonesia yg luas negaranya melebihi mereka, makanya pulau kita sedikit demi sedikit di rebut, malah sekarang banyak orang malaysia yg sekarang jadi orang kejam, raja malaysia aja itu suka nyiksa istri kasus manohara, apa lagi rakyatnya

    JS said:
    31 Juli 2009 pukul 12:55

    Jangan mudah terpancing oleh keterangan keterangan yang intinya menghasut agar terjadi keributan.
    Didalam negeri kita ini sedang timbul kesenjangan antar kelompok karena ada satu kelompok yang dulunya sangat berperan sekali tiba tiba di singkirkan begitu saja, sementara kelompok itu sangat dibutuhkan sekali dan apabila tanpa dia Indonesia ini akan hancur. Bagi pemimpin negara ini hendaknya dapat mengambil kebijaksanaan, agar terjadi kesamaan dan kelompok yang lain tidak merasa disingkirkan. Duduklah bersama sama pemimpin pemimpin negeri ini dan buat kembali aturan sehingga tiap kelompok dapat dengan semangat untuk menduduki posisinya masing masing. Saya sangat mendukung sekali apabila awal dari perubahan ini ialah KEMBALI LAGI KE UUD 1945.

    WOng Pancilok said:
    1 Agustus 2009 pukul 18:19

    Temanku, Shodiq Mustika, makanya jangan sembarang ngomong diaam, aja, ( khan ente sendiri yang nulis pake disyahkan ngambil dari cuplikan entah hadis apa quran tuu.?)

    Yang Jelas ini Ulah Manusia MALAYSIA !!!, sudah waktunya kita nyatakan berperang dengan Malaysia dan kita bulatkan Tanah Air kita yang terpotong di kalimantan dan dekat Thailand.. Walau bagaimanapun yang kurang ajarrr itu MALAYSIA…Sudah TKW kita asli sunda disiram air panas kepalanya sama malaysia, sudah ngirim si Ajari Edan dan Ngento(t)p nurdin,sudah ambalat kita diserang, sipadan dan sigitan yang malang dan hilang, hasil hutan dan alam di sedot oleh cukong malaysia…manohara disiksa… AYOOO kita bersatu ..Habiskan MALAYSIA. Dimana jiwa nasionalisme, harga diri, kebanggaan bangsa yang didengung dengungkan setiap upacara bendera, Sumpah dan janji para pejabat negara maupun PNS..??? ..Dimana jantannya Para Jagoan kita..????

    vika.... said:
    1 Agustus 2009 pukul 22:57

    duh…parah.
    masak memojokkan sesama moslem ne…..
    ntar timbul perang sesama moslem lo,,,,
    kan jd bahaya tu….
    masak sodara makan sodara….
    bsa timbul istilah,,,,,,,” familyvora dong…..hehehehehhe

      rasionalis said:
      2 Agustus 2009 pukul 00:56

      @ oky halah ini soal harga diri bukan masalah agama!! kalo paman kaw yang muslim menggauli ibu kaw yang muslim, kaw bunuh ga paman kaw? jangan sok alim bawa2 agama, manusia wajar punya emosi…yang penting keadilan dan kebenaran diatas segala2nya!!

      @vera kalau pantat kaw dipencet tukang becak, apa kaw nungging minta lagi? ato kaw tabok tuh orang?

      Malah kaum minoritas nonmuslim juga ikut “diuntungkan” karena dalam kasus ini, nama baik “Islam” tercemar lagi.

      tidakkah kaw sadar malingsia itu anjing buduknya inggeris? inggeris raya itu negara kafir non muslim..dan ingat satu hal lagi bahwa malingsia tidak pernah akan merdeka..klo ga percaya tanya aja ma paman google…mereka disetir inggeris majikannya

    zepie said:
    2 Agustus 2009 pukul 05:20

    SAYA PUNYA PERTANYAAN, TOLONG SIMAK DAN RENUNGKAN BAIK2..,

    JIKA INDONESIA PERANG DENGAN MALAYSIA, MAKA NEGARA MANAKAH YANG LEBIH DIBELA OLEH ALLAH SWT????????

    PERBANDINGAN:
    INDONESIA = BERAZASKAN HUKUM UUD45 —–>MALAYSIA = BERAZASKAN HUKUM ISLAM

    ????????

      gudor said:
      7 Agustus 2009 pukul 14:12

      kalo boleh tau anda warga negara mana sich?kl memang anda WNI masa anda ga belah negara anda sendiri.

      hamba Allah said:
      2 September 2009 pukul 01:49

      maf yah pak, tolong jangan bawa-bawa agama kalo pemahaman agama anda masih kurang, Allah itu maha adil, ia menyuruh kita berlaku adil sesama manusia tanpa membedakan agama dan statusnya, kalo yg salah tetaplah salah dimatanya, kita ambil contoh anda seorang hakim, adik anda seorang muslim/islam mau diperkosa sama paman anda yg juga muslim tiba-tiba datang seorang non muslim yg mau menolong adik anda dan menghajar paman anda sampai babak belur, dipersidangan terjadi perdebatan antara paman anda dan si non muslim, apa yg anda lakukan? apakah anda mau menghukum si non muslim ataukah berterimakasih padanya ? ( Tolong yah pak di pahami kata-kata ini Tuhannya umat islam itu Allah SWT, akan tetapi perlu diingat bahwa Allah SWT itu TUHAN SEMESTA ALAM jadi bukan cuma tuhannya orang islam)

    Adil said:
    3 Agustus 2009 pukul 12:18

    Bung Zepi, Yang dibela adalah orang yang terzalimi…
    Cth:
    Preman yg ditakuti di Jak Pusat, mati tertusuk oleh tukang bakso yang badannya kecil kurus tak bertenaga, karena duit dagangannya selalu diperas oleh tuh Preman…

    anak lecil said:
    3 Agustus 2009 pukul 20:02

    ,,kalo menurutku,,yang akan di bela ya yang benar,,
    ,,belum tentu juga yang pake hukum islam orang-orangnya udah “bener” semua kand,,

    tanda tanya said:
    3 Agustus 2009 pukul 22:58

    @ anak kecil
    Setuju banget, yg dibela adalah org yg benar. Allah MAHA MELIAT dan MAHA TAU

    Belum tentu juga yg pake hukum islam org2nya udah benar semua kan? Betul jg itu, selama org itu manusia bahkan ustad pun lom tentu mutlak masuk surga kan? membela org hanya karena jenis agamanya sama dengan anda tanpa meliat dengan hati nurani dan pertimbangan nilai kebenaran yg universal tidaklah bijaksana dan gampang disesatkan.

    @zepie
    sepertinya anda antek org malaysia deh. kok bela negara org lain tapi ga bela negara indonesia sendiri sech. bukannya salah satu motif jihad yg benar adalah cinta tanah air dan membela tanah airnya sendiri dari ketidakbenaran yg dilakukan negara lain. anda cinta tanah air anda sendiri ga seh??

    gudor said:
    7 Agustus 2009 pukul 14:05

    kalo ngomongin perang anak kecil pun bisa,tapi kalo misal nya perang itu sungguh terjadi apakah semua warga negara yg bukan militer mau ikut perang ga jangan ngomong tok!

    calon wajib militer RI said:
    9 Agustus 2009 pukul 08:27

    Setuju.. bung Zepy itu ANtek Malaysiaa…
    Aku siap tempur untuk menghabiskan orang Malaysia, matipun aku tidak takut,,,walaupun hidup susah di tanah RI, walaupun suka difitnah dan diludahi orang waktu mencari makan, walaupun sehari belum ketemu seribu rupiah, walaupun tidak tembus PNS karena duit sogokan kurang, walaupun ditendang anggoro (oknum pejabat) waktu mencari sesuap nasi, tapi saya rela , saya rela korbankan jiwa saya untuk bumi pertiwi.. RI, Demi Indonesia yang kucintai…, Tak sudii diinjak harga dirinya oleh maling yang mengaku beragama yaitu Malaysia…Merdeeka..Merdeka…

    UTHMAN said:
    12 Agustus 2009 pukul 21:15

    tangal 17 augus INDONESIA MERDEKA!!!
    merdeka!merdeka!,merdeka
    apalah erti kemerdekaan !
    jika raayat mu!maseh dalam kesempitan
    merdeka,hanyalah untuk mu!
    keluarga mu dan sahabat kamu!
    punyai,BMW,MECEDEZ BENZ!!
    rupiah,saperti air di kali!
    bapak SBY!!
    KAMI MASEH BELUM MERDEKA!
    MASEH DI JAJAH DENGAN KEMISKINAN
    MASEH LAGI REZEKI AYAM!
    SAMPAI BILA AKAN TERUS BEGINI?????

    Mr.Nunusaku said:
    25 September 2009 pukul 22:28

    Memang di Indonesia banyak terdapat gudang fitnah lihat saja elitemu Indonesia saling fitnah hanya ingin berkuasa ini budaya bangsa tempe saling fitnah ini pekerjaan bangsa tempe.

    Yang jadi masalah mengapa Nuurdin Muhammad da Azahari memelih Indonesia menjadi ladang teroris…? karena di Jawa banyak terdapat manusia yang bisa ditipu untuk jadi Bom Bunuh Diri, dengan imbalam pahalah disurga islam Muhammad setelah mati akan dijembut oleh bidadari muslimah berdada montoh perawan hauri yang dapat ngesek siang malam disurga Muhammad. Ini ajaran pahala 72 bidadari montok perawan bagi mereka yang berjihad dijalan Allahnya Muhammad.

    Karena banyaknya terdapat islam anak-anak mudah yang kurang pendidikan, mereka bersediah melakukan bom bunuh diri, karena selama mereka hidup didunia ini kurang mendapat kepuasan sekseul jadi jalur cepat untuk bertemu pahala disurga…, Bom Bunuh Diri inilah ajaran islam Muhammad.

    Baca Al Quran dan hadisnya untuk mendapatkan jalur cepat kesurganya islam. Kalau kurang memuaskan selama hidup dunia islam Indonesia ya itu
    jalur cepat jadi teroris islam…..kan disambut nanti oleh 72 bidadari ini ajaran islam Muhammad.

    Kasihan anak-anak mudah islam kita gambang diregut oleh Nuurdin Muhammad Top…untuk menuju surga harus lewat jalan tol teroris islam.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s