Ditampar Kepala Sekolah, Yolanda Siswa SD Enggan Bersekolah

Posted on Updated on

Ditampar Kepala Sekolah, Yolanda Siswa SD Enggan Bersekolah
Kamis, 23 Juli 2009 03:13 WIB

Medan (ANTARA News) – Citra guru sebagai seorang pendidik dan ditiru kembali tercoreng, menyusul terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum pendidik di salah satu SD swasta di Medan kepada muridnya.

Yolanda, warga Jalan Air Bersih Medan yang tercatat sebagai siswa kelas tiga di sekolah swasta di Medan, Rabu, mengaku ditampar oleh kepala sekolah di SD tersebut.

Menurut dia, kejadian itu bermula saat dia hendak menenangkan kericuhan yang terjadi di ruang kelasnya beberapa hari yang lalu.

“Kawan-kawan saya ribut di dalam kelas, saya mencoba menenangkan, namun tidak juga tertib. Kemudian saya memukul meja berniat untuk mengingatkan teman-teman untuk menghentikan keributan,” katanya.

Namun dikatakannya, peristiwa tersebut terdengar oleh kepala sekolah tempat ia belajar, lantas kepala sekolah menampar pipi korban sebanyak dua kali.

Ditambahkannya, akibat peristiwa tersebut pipi korban terasa sakit, dan mengaku enggan untuk bersekolah.

Saat dikonfirmasi, EDS, kepala sekolah, di Jalan Kemiri Medan mengaku telah menampar korban, karena siswa tersebut tidak mau mengakui bahwa ia telah memukul meja di ruang kelasnya.

Ratna Tanjung, orang tua siswa tersebut mengaku kecewa dengan perlakuan kepala sekolah pada anaknya.

Menurut dia, seharusnya seorang pendidik tidak melakukan hal tersebut dan memberikan contoh yang baik kepada seluruh murid di sekolah itu.

“Gara-gara masalah ini anak saya tidak mau sekolah, saya sangat kecewa, saya akan melaporkan masalah ini kepada polisi jika kepala sekolah tidak meminta maaf,” katanya.(*)

COPYRIGHT © 2009

12 thoughts on “Ditampar Kepala Sekolah, Yolanda Siswa SD Enggan Bersekolah

    iqbal anas said:
    23 Juli 2009 pukul 08:52

    harusnya kepala sekolahnya juga ditampar balik mas shodiq…kan kalau dalam ngeblog ketika seorang blogger melakukan link ke blog kita, maka kita lakukan back link keblognya..nah gitu juga kasus ini. DItampar balik aja.

    KangBoed said:
    23 Juli 2009 pukul 12:59

    Wadooooooooh.. piye iki rek.. dah mulai main tampar tamparan yaaaaaaaa..
    Salam Sayang

    anne_chantique said:
    24 Juli 2009 pukul 12:22

    Lagi..lagi…tenaga pendidik stress

    tatiek said:
    27 Juli 2009 pukul 01:31

    kok sampai segitunya. gak mendidik itu

    annis said:
    28 Juli 2009 pukul 16:04

    kekerasan vs kekerasan = double kekerasan
    di manakah rasa pengabdian utk mendidik anak bangsa..??

    stop violence !! peaCe guys!!

    ekojuli said:
    30 Juli 2009 pukul 10:03

    budaya kekerasan dimana-mana

    Mencari Cara Mengasuh anak Tanpa Memarahi, apalagi dengan kekerasan:

    klik: Mencoba Mempraktekkan Reward & Punisment pada Anak

    Adil said:
    3 Agustus 2009 pukul 12:27

    Udah pindah sekolah ajaa… tapi sebelumnya Kepala Sekolah itu tabok lagi pake duit segepok kepalanya pasti nanti minta ditabok terus – trusan kepalanya….

    eko wahyono said:
    4 Agustus 2009 pukul 12:35

    ya, dikonfirmasi dulu lah yao. Jangan main tampar-tamparan. Ditanya dulu apa persoalannya, sampai kepala sekolah menampar muridnya. Mari dicari solusi yang terbaik. Kepada masyarakat tolong jangan memberi komentar yang dapat menambah keruhnya masalah. Tolong beri nasehat yang terbaik, agar dunia pendidikan di Indonesia menjadi semakin baik.

    aisya said:
    5 Agustus 2009 pukul 13:04

    kapseky brengsek toooooooooooooo!

    yolanda said:
    5 Agustus 2009 pukul 14:43

    m3mang p3nd!2kn jmn skarang b3gi2,sya s3tuju kalo kpala skolax jga di tampar balik,apalagi saya nmax yolanda tidak terima perlakuin seperti itu…………………………………..

    Rental Komputer Terbaik said:
    8 Agustus 2009 pukul 16:29

    seorang pendidik itu harus memberikan contoh kpd murid sopan santun,jangan bertindak seperti preman

    niko said:
    8 September 2009 pukul 15:44

    mak mano pulok ini aku ditabok mak aq sampai berdaradara sampe palak aku didepakki mak aku sampe pecah aku setres nian ngapa mak aku kejem nian pak guru aku lgi di terajangi mak aku

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s