Bom Bunuh Diri, Jihad atau Jahat?

Posted on Updated on

“Maka berperanglah ( qatil ) kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri . Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)” [Surat An Nisaa’ – 4:84]

Sungguh mengerikan ketika melihat kejadian yang mencoreng muka Indonesia itu terjadi lagi, dan entah sampai kapan mereka yang menganggap melukai banyak saudara sendiri sebagai Jihad itu menebar ancaman di tanah air yang sejatinya mencintai perdamaian. Dari kejadian bom JW-Marriot dan Rotz Carlton, perdebatan tentang arti Jihad kembali terjadi, bahkan sudah berlangsung sejak bom Bali 1 meledak.

Jihad apabila diartikan secara harfiah berarti “berusaha keras,” dalam bahasa Islam berarti “Berjuang menegakkan syariat Islam”

Di dalam Surat An-Nisaa’ 4:84 terdapat kalimat, “Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu.” kata “serangan” tentu dapat kita artikan sebagai sebentuk aksi penyerangan atau agresi yang dilakukan terhadap umat Islam, barulah Allah menyerukan umat untuk mengobarkan semangat perang untuk membela diri dari serangan orang-orang kafir.

Jihad sejatinya tidak selalu identik dengan peperangan selayaknya perbuatan brutal ala Nurdin M Top dan kawan-kawan, Jihad dapat berbentuk perjuangan dalam diri sendiri untuk menegakkan syariat Islam sebagaimana hakikat dari makna Jihad secara sederhana. Jihad juga dapat dilakukan dengan menuliskan sesuatu untuk menyebarkan kebaikan dan juga melakukan tindakan amaliah yang berpahala dan bermanfaat bagi umat. Islam sendiri sudah dengan tegas mengatakan membenci peperangan, tetapi juga mewajibkan berperang melawan musuh, hanya apabila, kafir menyerang akidah umat terlebih dahulu dan disakiti di negerinya sendiri sampai kita kehabisan batas untuk mentoleransi aksi tersebut.

Dijelaskan dalam Qur’an Surat Al Muntahanah 60:9 “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu , dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Jihad melawan orang kafir memang jadi kewajiban, tetapi Jihad menjadi Jahat apabila dilakukan dengan cara yang salah dan menyakiti saudara kita sendiri. Buruknya lagi, apabila dilakukan di negeri sendiri yang tidak tertindas secara agama dan bahkan tidak tertindas secara ekonomi atau diperbudak oleh negara manapun.

Secara pribadi, saya menyimpulkan bahwa bom bunuh diri atas nama siapapun, apabila dilakukan di Indonesia dan menyakiti banyak orang, bukanlah Jihad tetapi sebuah kejahatan yang apabila diperangi justru akan meningkatkan derajat seseorang sebagai pahlawan Jihad yang sesungguhnya.

20 thoughts on “Bom Bunuh Diri, Jihad atau Jahat?

    ibnu fauzy said:
    27 Juli 2009 pukul 13:22

    berbagi artikel tentang jihad dan bom bunuh diri. klik ibnufauzy.wordpress.com/2009/07/22/menyingkap-jatidiri-para-teroris/

    celotehanakbangsa said:
    27 Juli 2009 pukul 15:32

    Pertamaaaaxxxxxx….hehe…

    klo menurut saya sih Jaahhaaad n keeejjjaaam Gaaannn..hehe..

    Salam Perubahan..
    Salam AnakBangsa..

    celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/26/celotehan-maling-dan-pemalas/

    Oky said:
    28 Juli 2009 pukul 17:38

    Sy sedih akhir2 ini, kata jihad konotasix amat negatif bagi sbagian masy..
    Padahal jihad mrupakan ujung tombak perjuangan umat muslim untuk melawan kekafiran.

    id amor said:
    29 Juli 2009 pukul 00:49

    ingin lebih lanjut bisa baca dialog dari hati ke hati dengan pendukung ‘bom bunuh diri’ disini

    answering.wordpress.com/2009/07/23/dialogdengan-pendukung-bombe/

    liamende said:
    29 Juli 2009 pukul 15:52

    kalo ngebom2 gitu sih anak tk juga tau kalo itu JAHAT. yang namanya membunuh itu dosa, dan sampai kapanpun tetap dosa. hanya orang2 bodoh dan imannya gak kuat yang sampai bisa dibohongi seperti itu. saya gak habis pikir kok ada aja yang mau jadi sukarelawan bom bunuh diri. saya orang muslim, saya sangat malu orang2 seperti “itu” mengatakan mereka telah “berjihad” di jalah Allah SWT, dangan “membunuh” orang.

      ridho said:
      30 Juli 2009 pukul 13:24

      mbak lia yang dinamakan jihad qital dijalan Allah emang seperti tu, pasti da yang bunuh dibunuh, permasalahannya adalah tidak pada tempatnya. bukan seperti palestina yang tidak memiliki apapun untuk berperang. kecuali tubuh mereka. posotifnya ajak aj mereka kepalestina selesai deh….

    Oce4n said:
    31 Juli 2009 pukul 20:44

    Saya sebernarnya sangat senang ketika mendengar kata JIHAD.
    Tpi ketika ada pengeboman yang mengatas namakan Islam, dan membawa kata2 JIHAD, maka itu membuat rusak perspsi JIHAD itu sendiri.

    Pdhl JIHAD itu sendiri gk musti diselesaikan dngn BOM.
    Dan sesungguhnya arti dari JIHAD itu sendiri adalah bersungguh2. Seperti klo qt mau pergi ke sekolah, dengan sungguh2 niat yang ikhlas krn Allah, itu juga bisa dikatakan JIHAD.
    Jadi makna JIHAD itu sendiri gak musti mengarah kepada yang namanya BOM dsb.

    Jd klo menurut saya. ntu org yg ngebom, mendingan ke Palestina aja deh, yg sekarang negerinya sedang terjajah oleh Israel cs.

    Kan gak seimbang bget tuch! tentara Israel perang ngelawan Palestina pake BOM sedangkan org Palestina sendiri ngelawan Israel pake batu. Nggak banget!

    Trus Nurdin M. Top itu kan jago bikin paspor palsu. Knp gk dibikin aja paspor palsu, buat JIHAD ke Palestina.

    Trus tolongin deh! sodara2 qt yang sedang memerlukan bantuan.
    Dari pada nge-BOM Indonesia, yang sedang damai2nya gini, gk ada kerusuhan apa2.
    Iya toh?!

    No prestige without jihad!!
    Allahuakbar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    zepie said:
    2 Agustus 2009 pukul 05:11

    tahukah kalian, apa yang dinilai oleh Allah swt terhadap hambanya..?

    jawab: KEYAKINAN dan USAHA KERASNYA UNTUK MENUJU KEPADA-Nya….

    MUNGKIN MENURUT KALIAN HAL TERSEBUT ADALAH BURUK, TAPI BOLEH JADI, ALLAH MEMANDANG HAL ITU ADALAH BAIK..

    tanda tanya said:
    3 Agustus 2009 pukul 02:54

    apakah membunuh manusia adalah hal yang baik? jika tidak baik, bagaimana lagi bs disebut benar. jika baik menurut islam, apakah segala sesuatu yang baik itu udah mutlak BENAR?

    agama mana di dunia ini yg dlm ayat suci dlm kitab sucinya (selain islam) menghalalkan tindakan bunuh diri bahkan bunuh orang dgn alasan apapun.. yg aku tahu cuma islam dan kristen (perjanjian lama yg ditujukan kepada kaum penyihir). kalo dlm alkitab perjanjian lama membunuh penyihir ‘mgk’ dpt ditoleransi krn Allah EXIST secara ‘nyata’, cukup jelas di zaman kenabian. ada campur tangan secara ‘langsung’ dari faktor KETUHANAN. tapi sekarang, bukankah Allah tidak EXIST secara ‘gamblang’ seperti pada zaman kenabian lagi. dalam perjanjian baru alkitab tidak lagi ‘menfirmankan’ untuk membunuh kaum penyihir secara langsung lagi karena kitab mereka berlandaskan pada hukum kasih, yg mana diajarkan bahkan musuh pun diharapkan untuk diampuni. yg difirmankan (kl tak salah) hy pilihan manusia itu bila jadi penyihir (termasuk dukun dkk) dihadapkan pd surga dan neraka, tergantung manusia mau pilih jalan mana. Allah yg akan menghakimi mereka ketika mati, manusia tidak berhak.

    ajaran buddha mengajarkan, balas membalas kapan habisnya (diharapkan masing2 mengalah biar Tuhan yg menghakimi, bukan manusia). menolong satu nyawa lebih berarti daripada membangun pagoda tujuh tingkat (mirip gereja, mesjid, pura). siapa lg yg mo masuk neraka jika bukan aku (siapa lg yg mo menderita/rugi/tersiksa(mengalah walau merugi) jika setiap org mengutamakan ke-aku-annya).

    orang2 yg melakukan bom bunuh diri yg telah membunuh org lain adalah makhluk egois yg mementingkan keuntungan masuk surga saja, yg bertindak seakan2 mereka itu Tuhan yg boleh mencabut nyawa org lain padahal mereka bukan Maha Punya (nyawa) dan Maha Bijak. apakah makhluk egois masuk surga dlm ajaran semua agama di dunia ini? jika iya, buat apa manusia beragama.

    lebih baik mengakui adanya Tuhan saja tapi tidak memeluk agama manapun tetapi masih memiliki hati nurani, akal sehat, tidak egois daripada punya agama tapi tidak py nurani, tidak py akal sehat dan egois.

      orangbiasa2ajah said:
      13 September 2009 pukul 00:58

      knp dalam kata “terorist” selalu menyinggung islam??????????media barat emang rajin memfitnah…..coba kita liat apa yg di lakukan barat terhadap negara2 timur tengah…???????…kalian harus merasakan akibat dari apa yg kalian lakukan..!

    soegali said:
    3 Agustus 2009 pukul 09:49

    Jihad artinya sungguh-sungguh

    Saya punya cerita dulu saya sukaa banget sama Shelly temen sekanator saya. dia cantik dan sexy. apalagi kalo lagi hang out dia suka pake pakaian sexy. bener-bener menggoda. saya mencoba mendekati dia tapi selalu ditolaknya. akhirnya suatu waktu saya ga bisa nahan nafsu sexual saya. ketika dia lagi sendiri di rumahnya saya mencoba dengan BERSUNGGUH-SUNGGUH memperkosa dia hingga nafsu saya terlampiaskan. Saya tidak merasa berdosa, saya malah berkali-kali melakukannya, tentu dengan SUNGGUH-SUNGGUH. mlalui investigasi rumah, jadwal bepergiannya, dan kapan waktu yang tepat mengeksekusinya.

    Dan itulah yang namanya berjihad..bukan begitu sodara?….:D

    Adil said:
    3 Agustus 2009 pukul 12:38

    Wah..wah…wah… YANG PENTING NAMANYA jIHAD ITU..kalo laper segera makan nasi pasti kenyang, kalo mau cewek segera kawin punya istri ..halal, kalu mau haus minum air putih …puass, YANG NAMANYA JAHAT, jadi pns gaji 1 juta terus korupsi/kasak kusuk jadi 10 juta/bulan, Punya usaha meress tenaga karyawan anak buah biar untung besarr, status karyawan dipaksa kontrak per bulan/3 bulan biar gak protess, 1 dolar dipertahankan level 10ribu kalau perlu 100 ribu…
    Kalo mau mati .. gampang, jalan ..jalan ke Mall terus naik ke atapnya, habis itu terjun bebas sambil bayangin cewek….

    bima said:
    3 Agustus 2009 pukul 16:42

    orang kafir dapat menghancurkan kita dengan ilmu yang mereka miliki…(Ilmu komputer, ilmu balistik, ilmu fisika, dll)
    padahal, mereka tidak memegang Al-Qur’an yang memerintahkan untuk menuntut ilmu…

    lalu, kita yang memegang Al-Qur’an, bahkan membacanya setiap hari di dalam solat maupun diluar solat, kita tidak banyak menuntut ilmu..
    padahal, ilmu itulah yang bisa mengalahkan kaum kafir…
    karena ilmu itulah yang akan menjaga kita dari hal2 yang tidak diinginkan…
    mungkin ilmu itu juga tidak hanya menghancurkan dalam segi fisik…
    dengan ilmu, mungkin kita bisa meluluhkan hati orang2 kafir, sehingga mereka dapat melihat bahwa islam adalah agama yang lembut dan mengajarkan kebaikan dimanapun…

    cobalah, sedikik demi sedikit..
    tak perlu tergesa…
    kita raih ilmu itu sedini mungkin…
    tak hanya membunuh, mungkin kita malah bisa merangkul orang2 kafir itu menjadi orang2 islam…^^

    anak kecil said:
    3 Agustus 2009 pukul 19:47

    ,,owh eaa,,mank napa thow kok harus jihad di Indonesia??bukane dia dari malaysia eaa,tyus disana kand juga banyak turis” amerika gitu,,npa juga harus bunuh diri pake bom di indonesia??napa gak di malaysia aja??jangan-jangan mau menghancurkan indonesia dengan alasan jihad tyus bawa-bawa agama..hayyyo,,,
    ,,menurutku,,kalo mank mau jihad,jihad yang bener donk..belajar yang rajin buat ngalahin semua generasi-generasi dari musuhnya tukang nge bom yang mungkin lebih pinter dari kita,jangan asal Ng bom aja,,kasihan kand,,
    ,,kalo ntar kalian jadi anak yang pinter kand kalian akan dengan lebih mudah mengalahkan mereka tanpa harus mengorbankan nyawa..
    ,,lagian kalo mank dia niatnya jihad,bukane kalo mati ntar matina syahid kan,,tyus napa kok dia di kejar polisi malah takut???berarti dia mengakui kalo yang dilakukanya itu salah thow,,
    ,,pokok e kalo buat aku “NGOYO” banget dech,,

    Angker Ludiarto said:
    5 Agustus 2009 pukul 00:21

    Jihad …..?????
    Bom Bunuh diri kok Jihad
    Ga banget …!!!!!

    khidhir said:
    6 Agustus 2009 pukul 06:50

    jihad itu merupakan suatu ibadah yang Allah syariatkan dan tentunya setiap ada FIKIH tersendiri, sebagaimana shalat,dan ibadah ibadah lainnya.

    tentang bom bunuh diri itu tidaklah lain hanya pekerjaan pemberontak ( Khawarij) dan pelakunya jelas bukan mati sahid, tapi tidak lebih hanya menjadi anjing-anjing neraka jahanam,

    JS said:
    6 Agustus 2009 pukul 10:29

    Dunia ini panggung sandiwara, ada yang baik dan ada yang buruk. Pernahkah terpikirkan dibenak kita dipihak yang mana kita, yang baik -kah atau yang buruk. Dan seperti apakah pengertian yang buruk tersebut dan seperti apakah pengertian yang baik tersebut. Yang baik buat saya belum tentu baik buat orang lain dan yang buruk buat saya belum tentu buruk buat orang lain. Memang benar benar rugi manusia ada di muka bumi ini. Yang bisa saya lakukan hanya memohon, memohon, dan memohon seterusnya agar saya dan keluarga saya dihindarkan dari setiap ankara murka dan Diridhoi Allah adanya kami di bumi ini.

    dewa said:
    30 Agustus 2009 pukul 10:21

    pokok e klo mnurutku caranya itu salah,,
    lha wonk bnuh diri aja sudah dosa..apalgi kalo kita bnuh orang lain,,klo mau mati,ya mati aja ndiri gagh usah ngajak-ngajak,,
    Dijelaskan dalam Qur’an Surat Al Muntahanah 60:9 “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu , dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

    nah,kita salah apa coba???emanknya kita ada salah??kita memerangi nordin??kta udah ngsir dia dari ngaranya??kita bantu dia buat di usir dari negaranya??gagh kand??bukane kita yang malah harusnya memerangi dia karena dia telah menzolimi negara kita??

    Saktikov said:
    8 Oktober 2009 pukul 19:51

    Bunuh diri, bisa kita lihat di Al-Qur’an surat An Nisaa tentang larangan bunuh diri pada ayat 29 kemudian akibat orang yang durhaka ataupun orang yang taat kepada Allah pada ayat 30,31.
    Semoga kita senantiasa diberi petujuk oleh Allah SWT. Amin

    Mr.Nunusaku said:
    12 Juli 2013 pukul 17:28

    Dalam ajaran islam Bom Bunuh diri dan membunuh kafir adalah pasport menuju surganya islam dengan penantian 72 bidadari houri perawan montok yang dapat memberikan kepuasan seksuel bagi muslim yang berjihad dijalan islam agama ciptaan bangsa Arab manusia liar dari padang pasir.

    Kata ‘LIDAH ULAR BEUDAK MUHAMMAD BIN ABDULAH;
    DENGAN SEMBROTAN TAK PERNAH LEMAS…MAS!

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s