MEYAKINI ALLAH SEDANG MELIHAT KITA

Posted on Updated on

Dalam hidup ini kita harus menetapkan batasan terendah sebagai seorang mukmin, yaitu meyakini Allah sedang melihat kita”  karena bila kita masih berada dibawah batasan ini, berarti kita termasuk golongan yang lalai.  Kita semua mengetahui bahwa Allah SWT : Al-Bashir (Maha Melihat)   dan Al-Syahid (Maha menyaksikan).

Meyakini Allah sedang melihat kita, disebut juga dengan kesadaran muraqabah, Pengertian muraqabah adalah :  menerapkan kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan  mengawasi  kita dalam segala keadaan. Bahwa Allah selalu mengetahui apa yang kita rasakan, ucapkan dan kita perbuat.

Bila kita tidak bisa menerapkan keyakinan bahwa Allah sedang melihat kita, (muraqabah), maka kita akan menjadi hamba yang lupa akan pengawasan Allah, karena kita mengira bahwa Allah tidak mengetahui apa yang kita kerjakan. Sehingga ada dari kita yang sering berdusta/berbohong, hingga berbohong  menjadi suatu hal yang sudah biasa dilakukan dan yang terparah bahkan tidak ada rasa canggung dan tidak merasa berdosa bila telah melakukan suatu kebohongan baik untuk hal kecil maupun besar, Dan pada umumnya, orang yang telah berbohong/berdusta, akan cenderung melakukannya lagi, lagi, dan lagi.

Mereka yang berbohong/berdusta/mengatakan sesuatu yang tidak benar, biasanya malu untuk mengakuinya, karena gengsi, memikirkan takut apa penilaian orang padanya bila mengetahui kebohongannya dan takut nama baiknya tercemar. Walaupun sebenarnya dia sadar bahwa kebohongan/ dusta yang dikatakannya itu, kadang telah membawa kesulitan bagi orang lain serta merugikan orang lain. Terutama apabila kebohongannya itu  lebih menjurus kepada sebuah fitnah, misalnya dengan mengatakan kebohongan, menuduh seseorang melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya.  Ini tingkat kebohongan yang sudah parah, karena kebohongan yang seperti ini sama saja dengan fitnah, dan fitnah itu bisa jadi senjata yang sangat menghancurkan.

Mungkin bagi yang melakukan kebohongan/dusta, baik yang kecil atau besar, lupa bahwa ada Allah yang Maha Menyaksikan segalanya, seperti tertulis dalam firman-Nya: “kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari penyaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Fushshilat : 22)

Allah menciptakan telinga, mata dan kulit yang selalu menyertai kita untuk mengawasi semua gerak-gerik kita dimana pun kita berada.  Sadarilah, bahwa anggota tubuh kita itu akan melaporkan semua aktivitas kita kepada Allah pada hari penyaksian nanti.  Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya : “sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa telah mereka kerjakan” (Q.S. Fushshilat : 20).

Mengutip buku  Ketika Allah Berbahagia, dr Abu Syadi khalid :   Diceritakan oleh sahabat Anas bin Malik ra, sebagai berikut : suatu hari kami duduk bersama-sama Rasulullah saw, kami lihat Beliau tertawa, kemudian Beliau bertanya kepada kami, tahukah kalian apa yang menyebabkanku tertawa ?  Kami menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.  Rasul berkata, saya tertawa karena dialog seorang hamba dengan Tuhannya (di hari pembalasan).

Hamba itu berkata : wahai Tuhan, tidakkah Engkau akan menyelamatkanku dari kezaliman ?  Tuhan menjawab, Ya. Kemudian hamba itu berkata, saya tidak akan menerima tuduhan atasku kecuali dengan bedasarkan saksi.  Tuhan menjawab : Cukup dirimu sendiri dan malaikat pencatat amal yang akan menjadi saksi.  Setelah itu mulut hamba tersebut ditutup dan Tuhan mulai menanyai anggota tubuh hamba tersebut.  “Berkatalah”, maka anggota-anggota tubuh itu mengisahkan semua amal perbuatan hamba tersebut.  Kemudian mulut hamba tersebut diperkenankan untuk berbicara kembali, maka (sambil marah) mulut itu berkata kepada anggota-anggota badan yang lain, kalian adalah penghianat dan akan binasa, dulu didunia aku telah membela kalian.

Jadi, bila ada dari kita yang kadang masih suka berbohong/berdusta, baik dalam hal kecil maupun besar, sebaiknya segeralah bertaubat, dan mulai menerapkan batasan terendah sebagai seorang muslim, agar kita tidak menjadi hamba Allah yang lalai. Dan cobalah untuk mengucapkan tiga kata-kata berikut ini, disertai dengan pemahaman yang mendalam : Allahu Ma’ii (Allah bersamaku) Allahu Nazhirii (Allah melihatku) Allahu Syaahidii (Allah Menyaksikanku).

Cobalah baca wirid itu berulang-ulang, Insya Allah kita bisa merasakan kehadiran dan pengawasan Allah, serta benar-benar merasakan Allah melihat segala apa yang kita kerjakan, seperti yang tertuilis dalam firman-Nya di surah Al Hadid ayat 4 :

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya . Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS. Al Hadid 4)

Dewi Yana

http://jalandakwahbersama.wordpress.com

8 thoughts on “MEYAKINI ALLAH SEDANG MELIHAT KITA

    JS said:
    31 Juli 2009 pukul 14:54

    Kalau dilihat sekarang ini, manusia pengetahuannya sangat banyak sekali. Sampai sampai Alquran yang begitu tebalnya bisa di hafal. Tetapi saya berkeyakinan sebelum manusia mengetahui siapakah sebenarnya manusia ini dan siapakah sebenarnya tuhan yang hakiki maka 99,9999 % manusia akan takluk adanya dibumi ini.

    zepie said:
    2 Agustus 2009 pukul 04:48

    Allah swt itu sangat jelas….nyata….cuma mata orang2 bathil lagi menyekutukan tidak bisa melihatnya….

    barang siapa yang melihat kebenaran (al-haq) manfaatnya untuk dirinya sendiri. barang siapa yang buta dari pada melihat kebenaran, mudharatnya kembali kepada dirinya sendiri. Aku (berkata Allah) bukanlah pemelihara bagi mereka yang buta.

    KangBoed said:
    2 Agustus 2009 pukul 12:35

    Salam Cinta Damai & Kasih Sayang…

    irmabasri said:
    4 Agustus 2009 pukul 13:56

    Memang benar, dalam keseharian kebanyakan dari kita sering berbohong, sepertinya udah jadi kebiasaan dan sepertinya tidak takut dosa. Semuanya karena lupa bahwa semua yg kita ucapkan harus kita pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Terima kasih telah mengingatkan, sungguh tulisan yang benar-benar menggugah kesadaran. Tapi sayangnya kenapa hanya satu tulisan yg dicopy disini? Tolong dicopy lagi tulisan lainnya. Bukankah dengan memuat tulisan seperti ini, berarti turut menyampaikan kebaikan? Trims.

    donkoping said:
    6 Agustus 2009 pukul 07:45

    Kalau anda tahu, bahwa Allah sebenarnya bersama kita, hidup dalam diri kita. Bekerja dalam diri kita. saya setuju dengan tulisan diatas seperti kutipan berikut ini,

    Allahu Ma’ii (Allah bersamaku) Allahu Nazhirii (Allah melihatku) Allahu Syaahidii (Allah Menyaksikanku).

    Allah telah bekerja dalam diri manusia sepanjang jaman menyempurnakan dunia ini.

    Jika ada diantara sidang pembaca ingin mengenal Allah lebih dekat (baca: ma’rifat)
    bisa membaca wirid berikut ini : sirullah, dzatullah, sifatullah, asmaullah, af’alullah, wujudullah, yahuallah 3 X, allahu 3 X, keseluruhan 313 X, dibaca pagi dan petang.
    Wirid ini sudah diijazahi dan boleh diamalkan oleh siapa saja tanpa harus meminta diijazahi lagi.
    donkoping.wordpress.com/

    Abyhoney said:
    8 Agustus 2009 pukul 09:14

    Iya dech, hidup kita di dunia ini hanya memandang dan mementingkan dunia semata mata sehingga kita lupa PAda bekalan Ahirat donk.
    KErna itu kita ini sentiasa saja leka mengejar duni dan hati kita penuh ketidakpuasan kerna terlalu jauh dari Allah

    hamba allah said:
    21 Januari 2014 pukul 09:51

    Maha suci allah tuhan seru semesta alam

      Ahmad responded:
      9 September 2014 pukul 22:57

      Alhamdulillah, maha suci Engkau Ya Rob

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s