Tips Menjaga Keperawanan (Virginitas)

Posted on

Menjaga keperawanan/keperjakaan itu tidaklah mudah. Apalagi jika menilik pergaulan saat ini yang sudah dipengaruhi budaya kebarat-baratan yang mengarah pada free sex (seks bebas). Bagi orang-orang yang lebih memperturutkan hawa nafsunya, membicarakan pentingnya menjaga keperawanan dianggap sesuatu yang tidak penting bahkan malah menjadi ejekan mereka dan menganggap kehilangan keperawanan/keperjakaan karena melakukan hubungan seks dengan orang yang dicintai (sebelum menikah) adalah wajar. Astaghfirullahaladzim…

Pengaruh budaya, pergaulan dan media elektronik terutama televisi dan internet makin memudahkan seseorang tergelincir berbuat asusila. Tontonan dan bacaan yang vulgar dan hubungan lawan jenis yang tidak diimbangi dengan pengetahuan agama dan nilai-nilai moral dapat menjerumuskan para remaja kepergaulan bebas yang pada akhirnya jatuh ke perbuatan zina, menghilangkan keperawanan dan keperjakaannya. Belum lagi kondisi yang bakal mereka hadapi setelah itu, hamil muda, penyakit kelamin, HIV/AIDS, adalah akibat yang ditimbulkan dari hubungan seks bebas.

Bagi orang yang pernah melakukan seks bebas sebelum nikah, biasanya akan mengulang kembali perbuatannya karena menganggap diri sudah tidak suci lagi atau juga karena menikmati perbuatannya tanpa memikirkan dampak buruknya.

Berikut ini ada beberapa tips untuk menjaga dan mempertahankan keperawanan wanita dan keperjakaan pria untuk dilakukan :

1. Memilih pergaulan yang positif. Pilihlah pergaulan atau pasangan yang menurut kita memiliki kualitas yang berharga baik dari segi agama maupun perbuatannya. Bergaul dengan komunitas yang baik akan berdampak baik pula bagi kita sehingga kualitas keimanan semakin meningkat. Sama halnya juga dalam memilih pasangan, pilihlah pasangan yang baik yang mencintai kita karena Allah. Pasangan yang baik tidak akan menjerumuskan kita kepada perbuatan dosa dan memperturutkan hawa nafsu, melainkan ia akan menjaga kehormatan kita.

2.    Membuat kesepakatan di awal hubungan. Sebaiknya sebelum menjalin hubungan dengan sang pujaan, buatlah kesepakatan bahwa kita tidak ingin ada perbuatan mesum yang menyertai hubungan tersebut. Bumbu ‘berpacaran’ seperti sentuhan dan sebagainya hanya boleh dilakukan setelah menikah nanti karena toh ia yang akan menjadi suami/istri kita kelak. Tegaslah mengambil keputusan jika pasangan meminta hal yang belum menjadi haknya. Jangan sampai kita terutama wanita menjadi bunga yang hanya dihisap madunya atau habis manis sepah dibuang.

3.    Menghindari ajakan untuk berbuat mesum. Bagi yang sudah berpacaran, antara cinta dan nafsu menjadi semu. Itulah kenapa banyak orang beranggapan kalau berciuman atau berpelukan untuk menunjukkan rasa cinta dianggap wajar, padahal aktivitas tersebut merupakan pintu masuk untuk berbuat zina.
Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ :32)
Hindarilah ajakan pacar untuk melakukan perbuatan mesum, nyatakan dengan serius bahwa kita tidak menyukainya dan perlu mengingatkannya pula akan dosa. Jika kamu tidak berani menolaknya dan tergelincir akibat hasrat dan bujuk rayu, potensi untuk melakukan perbuatan tersebut menjadi lebih besar kedepannya.
Rasulullah mengajarkan sebuah doa perlindungan kepada kita manakala mendapatkan godaan iman.
“Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat dari bisikan setan, dari tiupan setan dan hasutannya.” (H.R. At-Tirmidzi)

4.    Menghindari situasi atau tempat untuk berbuat mesum. Hindarilah berdua-duaan dengan pasangan dimana saja berada kecuali disertai muhrim. Upayakan untuk selalu berada di wilayah publik dan tetap terpantau oleh anggota keluarga.
Rasulullah berpesan seperti yang diriwayatkan Ibnu Abbas:
“Janganlah sekali-kali seorang (diantara kalian) berduaan dengan wanita, kecuali dengan mahramnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Hindari pula tempat-tempat publik yang membuat kita bisa melakukan perbuatan yang dapat menghilangkan virginitas kita. Jangan biarkan diri kita pergi ke tempat hiburan malam seperti pub, diskotik dan tempat maksiat lainnya atau pergi bersama pasangan dengan mengendarai mobil dan parkir di tempat yang sepi. Hindari aktivitas yang dapat membangkitkan sahwat kita seperti menonton film porno, membaca majalah porno dsb. Hindari pula menyendiri di rumah karena hal itu sama saja memberi kita kesempatan untuk melakukan banyak hal di luar kendali kita.

5.    Menjaga sikap dan aurat. Sikap yang manja atau berkata dengan nada mendesah hendaklah dihindari karena dapat memancing orang lain untuk bertindak di luar kontrol. Menjaga aurat juga wajib untuk dilakukan dari atas hingga bawah anggota tubuh, hindari pakaian yang menampakkan bentuk tubuh dan terbuka. Berpakaian ketat dan menampakkan aurat baik di keramaian maupun saat bersama pasangan sama dengan menyediakan diri kita ke mulut buaya.
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah kepada orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S. An-Nuur: 30)
Allah juga memerintahkan hal yang sama kepada wanita untuk menahan pkitangannya terhadap laki-laki dan menjaga kemaluannya. Allah berfirman:
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya.” (Q.S. An-Nuur: 31)

6.    Bersikap waspada dimanapun berada. Berpakaian menutup aurat belum tentu menjamin kita terbebas dari perbudakan sahwat, apalagi bagi orang yang memamerkan auratnya. Waspadalah saat kita berada di tempat yang sepi, berhati-hatilah dengan orang yang baru kita kenal atau yang sudah lama dikenal, karena perbuatan itu terjadi bukan saja karena ada niat namun lebih karena adanya kesempatan. Tentu kita masih ingat apa pesan bang Napi.

7.    Ciptakan lingkungan pertemanan yang sehat dan islami. Jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak sehat dalam pergaulannya. Jadilah diri sendiri dan jangan mudah bergantung pada orang lain, karena bisa saja teman yang selama ini kita anggap baik ternyata buruk, jika kita terus membiarkan diri kita didalamnya tanpa melakukan perubahan ke arah yang baik, dikhawatirkan kita juga lambat laun akan tertular pergaulan yang tidak baik dan menjerumuskan diri kita sendiri tanpa disadari. Untuk itu, bijaklah dalam memilih teman dan jadilah orang yang punya kepribadian yang pantas diteladani.

8.    Menanamkan nilai-nilai agama dan moral. Nilai agama dapat diperoleh lewat pembelajaran baik dari guru agama, ustadz, orang tua dan sahabat atau buku-buku agama. Ingatlah bahwa semua yang ada pada diri kita merupakan amanah dari Allah SWT. Kecantikan bagi wanita, ketampanan bagi pria, seperti halnya keperawanan, ia adalah anugerah bagi setiap insan untuk dijaga dari perbuatan dosa, ketika sudah merasa mampu, menikahlah, karena itu adalah hak bagi suami atau isteri kita nantinya. Jangan sampai kita menyerahkannya kepada orang yang bukan pasangan sah kita. Alangkah sangat ruginya orang yang telah kehilangan keperawanan atau keperjakaannya karena berzina.

9.    Menyadari akibat yang ditimbulkan. Ingatlah bahwa hubungan seks bebas hukumnya adalah dosa besar sehingga Imam Ahmad mengatakan “Aku tidak tahu ada dosa yang lebih besar setelah membunuh jiwa dari pada zina.”
Selain itu, hubungan bebas yang dilakukan berisiko tertular penyakit yang berbahaya, seperti sipilis, HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya apalagi bagi orang yang suka gonta-ganti pasangan. Bukan hanya si pelaku yang mendapatkan akibatnya, keluarga juga bisa ikut menderita.
Bila yang menjadi korban adalah wanita, bisa saja ia mengalami kehamilan yang tak diinginkan, akhirnya diri pun menanggung aib yang memilukan, membuat malu keluarga dan beban psikologis lainnya. Belum lagi tuntutan dari orang sekeliling yang menginginkan agar bayinya digugurkan. Masa depan korban atau pelaku benar-benar dipertaruhkan. Jika sudah terjerumus, aib akan sulit untuk dihilangkan hingga akhir hayat.

Oleh karena itu, baik pria maupun wanita yang belum menikah berniatlah dan berusahalah untuk tetap mempertahankan keperawanannya dan keperjakaannya. Tanamkan keyakinan bahwa dengan menjaga kesucian diri maka Allah akan memberikan kita pasangan yang suci. Kita pun akan puas dan bahagia bila dapat mempersembahkankan sesuatu yang paling berharga kepada orang yang kita cintai pada waktu yang telah dihalalkan untuk itu.

Bila kita benar-benar dapat menjaga kesucian itu, maka orang akan menghormati dan menghargai kita. Sama halnya ketika kita menerima pasangan yang menjaga kesuciannya.

Kita juga harus menyadari bahwa setiap dosa dan kebaikan yang kita lakukan akan dibalas oleh Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat nanti.
Allah SWT berfirman:
“dan hanya kepunyaan Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk Allah balas orang-orang yang berbuat kejelekan atas apa-apa yang mereka kerjakan, dan Allah balas orang-orang yang berbuat ihsan (kebaikan) dengan ihsan, yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan fahisyah, kecuali dosa-dosa kecil, sesungguhnya Allah maha luas Ampunan-Nya.” (Q.S. An-Najm: 31-32)

Semoga kita tetap istiqamah di jalan kebajikan. Wallahua’lam bisshawab.

Iklan

19 thoughts on “Tips Menjaga Keperawanan (Virginitas)

    res said:
    12 Agustus 2009 pukul 18:27

    setujjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    KenalanYuk.com said:
    12 Agustus 2009 pukul 21:11

    Wow… jarang jarang gw baca artikel kek beginian….
    _______________________________________________________
    KENALANYUK.COM <== facebook buatan INDONESIAA ASLIIII!!! AYOOO GABUNG!!!!

    wismar said:
    13 Agustus 2009 pukul 23:03

    spakat……….. wlau wanita sudah ternoda jangan sampai mereka ternoda untuk kesekian kalinya………………alhasil mereka pasti menysalinya jika melakukannya kembali……….

    Imas sumarni said:
    15 Agustus 2009 pukul 20:22

    Sungguh berat hdp dijaman pergaulan seperti skrg ini..jika tdk dibrengi dgn iman dan taqwa ke pd Alloh swt..

    l1l1 said:
    18 Agustus 2009 pukul 20:25

    lumayan d,artikelnya + wawasan gue.tppi knp ya godaannya gede bgt,aplg klo udA sm pcr tu rasanya ga mau pisah lg,be 2 an trus.

    I Putyu Sudiana said:
    20 Agustus 2009 pukul 13:00

    Di jaman sekarang memang susah menjaga keperawanan, harus di imbangi dengan rajin sembahyang , ingat pada dosa dan akibat yang kita lakukan.

    Muhammad Ikhsan dinata said:
    23 Agustus 2009 pukul 11:54

    Bagus ya artikel nya. . .
    thanks bgt ya
    Semoga bnyak org yg mmbt artkl bginian

    Lizzy said:
    24 Agustus 2009 pukul 05:58

    U hv a great site sir. U offer solutions ^.^

    vicks said:
    28 Agustus 2009 pukul 12:09

    Emng dijaman skr sulit bnget tuk menjaga keperewanan itu.tp q yakin klu kta dekat pd agama insya allah smua tu akan terjaga sampai kita benar2 sdh menjadi muhrim.

    ani said:
    11 September 2009 pukul 09:34

    iups. . . ..
    dunia nui mank udh 9ila. . .
    .qt tw ckrn9 orn9″ brpcaran
    .dah kyk 9t. . .
    .jn9 smpai qt ikt2 trjerumus. ..

    yahya said:
    15 September 2009 pukul 10:02

    jagalah tangan,pi2,bi2r,dan smua angg0ta badan kalian hanya utk suami/istri kalian.brikan keperawanan smua angg0ta badan kalian dari sentuhan orang bukan muhrim.kalian jg tak maukn ntar mendapat barang bekas.kalau sudah bekas smua mah,jangan harap anak yg s0lih/s0lihah atu..

    narty said:
    28 September 2009 pukul 15:24

    kita harus selalu ingat, Allah SWT itu Maha Pengampun, bertaubatlah sebelum terlambat. Jika pernah melakukan perbuatan yang dilarang Allah stop hentikan jangan ulang kedua kali dan seterusnya…jangan sampai kita terjerumus kepada sesuatu yang berhubungan dengan kemaksiatan…”Ya Allah Lindungilah kami dari perbuatan dosa” (sesungguhnya Allah Maha Melihat dan Maha mengetahui apa yang kita perbuat)

    echa said:
    28 Oktober 2009 pukul 13:59

    bagi seorang wanita sangatlah penting dalam menjaga keperawanan di dalam agama pun di larang berhubangan sex diluar nikah karna termasuk kedalam perbuatan dosa dan zina

    nando perjaka ting-ting said:
    20 November 2009 pukul 04:51

    Untuk itulah, dari sejak jamannya Nabi Adam dulu sampai sekarang, idealnya para cowok menjadi pelindung bagi para cewek. Bukan malah memanfaatkan mereka sebagai obyek. Di samping itu, para cewek juga jangan sampai memancing-mancing suasana. Dengan kata lain, sebaiknya sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Meskipun makin bertambah saja jumlahnya orang-orang yang tidak peduli lagi tentang menjaga keperawanan dan keperjakaan. Tapi harus selalu ada yang mau menjaga nilai-nilai ideal pada setiap jaman.

    nuraeni said:
    10 Desember 2009 pukul 11:40

    seetuju banget…..skarang banyak sekali contoh – contoh yang tidak bza menja keperawanan’y…..baguz banget kan ku jdikan pelajaran dari yang ku baca ini,,,,

    nopay said:
    28 Desember 2009 pukul 13:05

    agree….perbanyaklah kegiatan yang positif aja deh

    KANGR said:
    11 Januari 2010 pukul 00:12

    INI baru bener…

    nisha said:
    22 Januari 2010 pukul 16:07

    Alhamdulillah masih da orang muslimyg mau menjaga status muslim&muslimahnya….jadi seneng…dan merasa aman klo da d tenga2 rang sholeh..^_^

    kecoa said:
    3 Juni 2010 pukul 22:02

    PACARAN = ZINAH,…
    GK AD YANG NAMANYA PACARAN DI AL QUR,AN DAN HADIST,….SALAH SATU TANDA KIAMAT,…WASPADALAH-WASPADALAH,…

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s