Kekuatan dalam cinta

Posted on Updated on

Tuhan…

Kuingin mengecup-Mu lebih lama

Melalui sujud  panjang dalam kegelapan

Hingga tak ada lagi rasa

Melainkan kedamaian dalam kebersamaan

Kalau selama ini kita memahami cinta adalah sebagai kecenderungan, keinginan, hasrat dan yang serah, di sisi lain juga sering kali kita mengkhianati kesucian cinta yang semestinya dijaga. Pernahkah kita berpikir dalam seminggu untuk berusaha mendapatkan hakekat cinta, kebenaran cinta. Atau setidaknya pernahkah kita memiliki minat untuk menuju, menghadap Allah dengan cinta?

Pengabdian dari seorang hamba terhadap tuhannya, semestinya tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Diharapkan selama-lamanya bukan hanya di dunia, tetapi lebih-lebih di hadapan Allah kelak.

Ujian adalah cinta

Seringkali kita memahami cobaan yang diberikan Allah sebagai bencana, balak peringatan dan sejenisnya tanpa berusaha menyempatkan diri untuk meradikalisasi apa yang sedang dirasakan.  Atau terkadang juga kita berpikir kalau ujian tersebut dianggap kemurkaan Allah lantaran melanggar perintah-Nya.

Logika sederhananya, kalau setiap sesuatu yang diberikan Allah dianggap sebagai kemurkaan Allah lantaran suatu pelanggaran, apakah justru tidak akan menimbulkan perspektif KALAU Allah suka balas dendam. Misalkan saja seorang guru menyuruh muridnya mengerjakan suatu pekerjaan. Kalau muridnya tidak tahu dalam mengerjakannya atau tidak mau mengerjakan pekerjaan tersebut, maka muridnya akan dikenakan sanksi. Ini lantaran tidak mengerjakan tugasnya.

Kalau begini modelnya kan akan terkesan kalau guru tersebut marah.

Bagaimana kita menganggap apa yang diberikan Allah kepada kita, baik buru atau bagus, menjadikan jembatan untuk semakin dekat dengan sang pemberi nikmat. Kalau kita masih sempat berpikir itu sebagai nikmat Allah, yakinlah nikmat Allah akan segera datang.

Iklan

4 thoughts on “Kekuatan dalam cinta

    kawanlama95 said:
    14 Agustus 2009 pukul 06:32

    Allah mencintai hambanya, yang mau berserah diri dan berjuang untuk kemaslahatan manusia. maka cinta Adalah anugrah bukan kemurkaan

    KangBoed said:
    14 Agustus 2009 pukul 14:33

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

    Lia said:
    14 Agustus 2009 pukul 16:27

    ya ALlah… betapa suci arti sebuah cinta,.. semoga kita tidak menodainya,.. kalo pun terlanjur, jangan sampai terulang kembali. Ya Rabb, perkenankanlah kami hanya mencintaMU….

    tikno said:
    17 Agustus 2009 pukul 03:01

    Artikel yang bagus

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s