Keluhan Adalah Karakter Kemunafikan

Posted on Updated on

Bismillahirrohmanirrohim

“Janganlah sekali-kali kalian bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”(QS:)

Seiring dengan dinamika perputaran roda kehidupan, semakin komplek pula kebutuhan manusia. Kompleksitas kebutuhan memakan pemikiran yang serius untuk mendapatkan resolusi yang terbaik (the best resolution). Keseriusan dalam menyelesaikan problematika hidup dalam kehidupan ini adakalanya berujung dengan ketikpuasan, kekecewaan dan keputusasaan.

Keluhan (keluh kesah) termasuk sifat distruktif yang lambat laun akan membawa seseorang kepada penolakan dengan terhadap keadaan, ketidaksesuaian hasrat dengan situasi dan kondisi yang pada akhirnya akan melahirkan sifat munafik dalam perjalanan penghambaan.

Bagaimana tidak. Sebagai deskripsi sederhana tentang kemunafikan adalah ketidaksesuaian antara lisan, keyakinan dan sikap. Ketiga hal di atas adalah suatu kesatuan yang tidak kungkin dipisahkan. Lisan harus mengatakan apa yang diyakini hati. Anggota badan melaksanakan apa yang diucapkan lisan dan hati harus tetap mempertahankan keyakinan awal bahkan berusaha mengadakan proses improvisasi keyakinan kepada yang lebih mendatangkan kebenaran.

Keluhan seringkali mengarah kepada dua keadaan yang bertentangan. Comtoh sederhana ada di “Jangan Diskriminasikan Kaum Hawa” (paragraph pertama) “Mau bagaimana lagi ini sudah bagian dari sang Kuasa” (maksudnya bagian dari Allah). Kalimat ini sangat sedehana tetapi mengandung makna keluk kesah yang akan mengarah kepada hilangnya kecintaan dalam penghambaan dan diganti kemunafikan.

Acapkali hal ini tidak kita sadari, sangat halus. Tetapi karena kehalusan inilah kita harus mewaspadainya, ekstra hati hati dalam menjaga gerakan setiap arah hati, bagaimana menghindari keluhan supaya tidak menyentuh keikhlasan. Ketika keikhlasan mulai tersentuh, maka ini adalah alamat sifat munafik mulai beraksi. (Tentang Kemunafikan dibahas tersendiri).

Mungkin diantara kita masih bertanya-tanya “masa hanya dengan mengeluh dapat menyebabkan kemunafikan?”(naudu billah semogah kita dilindungi).

Jawabannya Tentu saja bahkan bukan hanya sekedar bisa melainkan hampir di setiap keluhan ada makna kemunafikan.

Mengapa? Kerena mengeluh berarti tidak menerima terhadap sedang munafik adalah ketidak sesuaian. Relasinya adalah kalau keluhan cara halus yang dilakuakan seseorang untuk tidak menerima suatu keadaan sedangkan munafik halus di depan dan dibelakang menjadi virus dan hama. Setiap hari kita menyatakan pemasrahan segalanya kepada Allah (diawal pembukaan saat sholat) tetapi di lain sisi kita mennetangNya walau hanya dengan hati kecil atau merasa tidak puas dalam menerima anugerah-Nya. Dalam ketidakpuasan ada keluhan, sedang dalam keluhan tersimpan sifat munafik dengan sangat halus.

Kalau sudah demikian keadaannya, tamatlah keimanan yang selama ini kita pupuk dan bangun. Sedangkan kalau ingin membangun asset dunia sekaligus akhirat, harus memulai lagi dengan mentajdid (memperbaharui) makna yang ada dalam hati ATAU selamanya kita akan menjadi pendusta bagi diri sendiri.

Agar suatu keluhan tidak berdampak suatu kemunafikan, alangkah baiknya kalau kita  bertamu kepada istana kepresidenan Allah dengan mengajuklan proposal yang kita inginkan tentang keluhan tersebut. Kalau perlu jangan keluar dari istana-Nya sebelum mendapat kepastian dalam penghambaan

Iklan

2 thoughts on “Keluhan Adalah Karakter Kemunafikan

    bima said:
    28 Agustus 2009 pukul 19:22

    hahahahaha! Penutupnya bagus…!

    datacom said:
    31 Agustus 2009 pukul 08:59

    makalah, skripsi yang harus kukerjakan, harus selesai tanpa berkeluh kesah.
    tambah ilmu nih. makasih

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s