Kemunafikan Adalah Virus, Jadi Vaksin?

Posted on Updated on

Munginkankah virus bisa berubah menjadi vaksin? Kalau dalam dunia medis bisa saja. Karena perkembangan ilmu dan teknologi semakin canggih, semuanya bisa disulap menjadi hal yang mengagumkan.

Misalnya racun atau bisa ular kobra dijadikan obat untuk penyakit tertentu sebagaimana dilakukan oleh Negara-negara tetangga (pernah ditayangkan di TV7). Ada juga yang menjadikan racun ular yang mematikan tersebut sebagai obat kekebalan tubuh atau dijadikan vaksin untuk melawan beberapa racun dalam tubuh. Dalam islam, jauh-jauh sebelum perkembangan imtek, ternyata sudah ada permainan yang tidak kalah pentingnya yaitu tentang kemunafikan disulap jadi kedekatan, kejujuran, bahkan menjadi cinta.

Karena objek kita adalah kemunafikan, maka pada bahasan ini penulis berusaha menitik beratkan pembahasan kepada pengolahan sifat munafik yang merupakan virus keimanan bisa menjadi sebuah obat penguat atau vaksin terhadap keimanan. Sebagai penguat kedekatan seorang hamba dalam meniti jembatan pengabdiannya kepada Allah.

Dalam berbahgai literature termasuk Nash alqur’an dan transliterasi dari berbagai hadits, bahwa sifat munafik adalah suatu sifat yang sangat dilarang oleh syar’ie otomatis larangan berkibat keharaman (mendapat dosa kalau dikerjakan dan dapat pahala jika ditinggalkan). Akan tetapi juga tidak menutup kemungkinan sifat munafik dirubah menjadi suatu perintah yang korelasinya senada dengan virus dan racun menjadi vaksin bagi kekebalan tubuh.

Sifat munafik selaksa bara api yang akan membakar habis segala kebaikkan dan pengabdian seseorang kepada Allah. Sebagaimana api membakar kayu. Tetapi sifat munafik bisa menjadi kayu bakar yang menyalakan api keimanan seseorang dengan bara yang lebih dan sangat panas.

Dalam sejarah perkemabangan kebudayaan islam, kita mengena khalifah Harun Arrasyid, pada masa beliau kita memngenal ilmuwan muslim (ulama) yang sampai saat ini karya beliau dipopuleritaskan dan diamalkan di beberapa unit pendidikan islam (baca pondok pesantren) dengan istilah Syi’ru Abunawas (syair abunawas). Dalam syairnya, Abu Nawas mengatakan (transliterasi)

“Tuhanku sungguh tidak pantas aku untuk surga firdaus

Tetapi tidak pula sanggup (kuat) menahan siksa neraka-Mu”.

Itu adalah cuplikan bait syair yang diberikan Abu Nawas yang diberikannya pada saat seorang muridnya bertanya:

“Guru, bisakah kita menipu Allah?”

Abu Nawas menjawab, “Bisa.” kemudian membaca syai’r di atas hingga akhir (baca Kisah Abu Nawas menipu Allah).

Yang penulis maksud dengan sifat munafik bisa jadi Vaksin, bukan munafik yang membangkang, melanggur aturan main syar’ie, pura-pura beriman dibelakang membangkang, tetapi justru melaksanakan perintah-Nya. Seseorang yang benar-benar muslim tetapi benar juga mukminnya, akan meyakini dan menyadari kalau dirinya adalah orang lemah, oranjg dhalim yang tidak mampu menghitung segala anugerah Allah.

Berjuta-juta milyard bahkan tak dapat dihitung nikmaNya yang diberikan dalam hitungan jam, yang tidak sanggup untuk dihitung apalagi dibalas (Baca Arifin : Samudra Alfatihah). Menyadari ketidakmampuan akan segala kasih sayang yang diberikan Allah dalam segala hal dan keadaan akan membawa ke pintu gerbang ke vaksinasi keimanan dengan catatan ada pengakuan, kesadaran, pelaksanaan dan pembuktian kalau kita adalah makhluk yang lemah, tanpa rahmat-Nya. Tidak akan mampu menghadapi undangan Allah. Kita juga sadar kalau undangan Allah (shalat lima waktu) semata, bentuk kasih sayang Allah untuk hamba-hambaNya. (baca cinta spesial dari Allah).

Belajar menipu Allah dengan lebih dekat kepada-Nya akan menjadi vaksin yang akan menjadi penguat bagi aqidah dan keyakinan seorang hamba, tetap berusaha menjalankan perintah dan meyakini larangan adalah kemudharatan hidup, kemudian berusaha mecari kebijakan dari hal yang dianggap kecil dan spele oleh orang-orang yang telah ditutup dan dibutakan pimtu hantinya oleh Allah.

Semoga kita mampu menjadikan perintah Allah sebagai perahu layar untuk berlabuh di dermaga cinta dalam menggapai penyatuan rasa bersama sang kekasih keabadian. Amien

Iklan

One thought on “Kemunafikan Adalah Virus, Jadi Vaksin?

    Abdul Syair said:
    17 Agustus 2009 pukul 09:01

    Dapatkan Lagu Untuk Noordin M. Top di Blog aku….
    Cepatan sebelum dihapus oleh Tim Anti Teror Densus 88…..

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s