Jangan Keliru Menyayangi Anak

Posted on Updated on

Anak adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, adalah anugrah yang harus disyukuri bahkan bisa jadi adalah permainan yang harus disikapi. Banyak di kalangan orang tua yang tidak mengetahui dengan jelas tanggung jawabnya sebagai pendidik pertama dalam jenjang pendidikan seorang anak. Tidak sedikit pula orang tua yang menjadikan anak hanya kebanggaan semata. Tanpa memperhatikan lebih dalam kemana anak akan dibawa.

Sikap dan prilaku orang tua dalam mendidik seorang anak harus melihat jenjang umur anak. Kita saksikan di kalangan orang tua terlalu banyak memberikan materi dalam memndidik anak tanpa memberikan contoh sikap yang dibutuhkan dalam perkembangan kepribadian anak.

Cinta kepada anak bukan berarti menuruti setiap kemauan dan keinginan anak yang kurang tepat. Bukan memanjakan anak dengan mengabulkan segala permintaan anak. Justru hal demikian anak membawa kepada pribadi anak yang serba ketergantungan. Apabila anak dibiasakan memiliki ketergantungan kepada yang di luar dirinya, orang tua akan melihat hasilnya beberapa tahun atau bulan yang akan datang.

Ada beberapa langkah alternative yang mungkin dapat dilaksanakan dalam rangka membentuk pribadi anak yang mempesona, baik di mata khalayak lebih-lebih di hadapan keluarganya sendiri, :

Membiasakan memberikan contoh yang baik di hadapan anak, (menggunakan sikap).

Tidak pernah memarahi anak dengan emosional tinggi tetapi menegurnya dengan perasaan sayang.

Sesekali memberikan upah terhadap prestasi yang diraih anak walau hanya dalam pekerjaan yang ringan.

Memberikan perhatian khusus kepada anak bukan diserahkan kepada orang lain. Karena lain orang lain pula hasilnya.

Jangan menampakkan masalah yang sedang dihadapi kepada anak.

Melatih anak dari hal yang paling sederhana sampai kepada hal-hal yang mampu menjadikan nalar anak mulai aktif.

Yang lebih penting juga adalah bagaimana orang tua mendidik dirinya sendiri, karena secara naluriah, anak juga lambat laun akan merasakannya.

Masih banyak lagi tips dan langkah yang harus dilakukan orang tua dalam menata cintanya bagi seorang anak. Memelikan beraneka ragam mainan, pakaian, jajan dan semacamnya bukan membawa kepada cinta anak tetapi lambat laun akan membawa kepada rasa mangkel kepada anak.

Telah banyak realita kehidupan dihadapan kita, orang tua yang menjadi pembantu anaknya sendiri, atau anak yang menganggap dirinya dijadikan raja oleh orang tuanya. Ini semua dilatarbelakangi oleh sikap orang tua sendiri dalam mendidik anak. Kasih sayang yang terlalu berlebihan akan memberikan dampak negative pula apabila tidak bisa mengontrol arah dan tujuan kasih sayang itu sendiri.

Iklan

2 thoughts on “Jangan Keliru Menyayangi Anak

    inerbeuty said:
    31 Agustus 2009 pukul 13:38

    iya aku setuju…..memang sifat anak akan turun dari orang tua ….tapi ada juga yang orang tuanya rajin beribadah anaknya berandalan….apa itu juga salah orang tua yang tidak baik mendidik anak….

    Dwi Ariyani (Arien) said:
    24 September 2009 pukul 16:01

    Bagus sekali artikelnya …memang dalam mendidik anak gampang-gampang susah, terkadang anak-anak dengan diperingatkan dengan nada halus tak ada pengaruhnya, tetapi terkadang dengan nada tinggi anak malah diam saja. memang kita harus tau karakteristik dari anak tersebut. dan anak adalah amanah memang iya,maka kita harus menjaganya….salam

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s