Putus Cinta, Bunuh Diri? Itu Bukan Korban Cinta

Posted on Updated on

Memberikan    cinta kepada seseorang  bukanlah  suatu  jaminan  kalau  orang  tersebut  akan mencintai kita. Kita tidak boleh terlalu banyak berharap kepada manusia yang dalam hal ini adalah orang yang kita cintai. Ingatlah kalau yang kita cintai itu adalah MANUSIA yang memiliki banyak kelebihan tepapi jangan lupa kekurangannya manusia. Karena kesadaran yang dipraktikan akan meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

Dewasa ini, entah berapa jiwa yang telah mengakhiri hidupnya di tangannya sendiri. Bukankah ini adalah suatu keanehan?

Kita yang selama ini dibesarkan oleh orang tua, disekolahkan dan dipenuhi berbagai kebutuhan, ternyata setelah remaja harus memberikan nyawa kepada tiang gantungan, pel over dosis, pisau digenggaman, lompat dari gedung,lompat ke jurang dank e tempat-tempat yang mampu membawa mereka kea lam kedamaian (perspektif mereka).

Kasus bunuh diri diatas ternyata diasumsikan dengan istilah Korban Cinta. Seakan cinta adalah sesuatu yang menakutkan. Alangkah lebih baiknya kalau asumsi ini kita ganti dengan istilah lain. Karena cinta itu adalah sesuatu yang suci. Apakah tidak lebih baik bagi mereka yang telah meyerahkan nyawanya (bunuh diri) dengan lain istilah bukan korban cinta. Andai saja mereka paham tentang (minimalnya) gambaran cinta, Insya Allah tidak akan pernah melakukan hal naïf tersebut.

Kedangkalan pengetahuan terhadap makna cinta, wajar kalau berakhir dengan pertikaian bahkan pembuhan. Apakah tidak ada cara dan jalan lain untuk meyelesaikan suatu masalah yang berhubungan dengan putus cinta selain bunuh diri?

Bukanlah ada istilah lain lagi, “Jangan bermain api kalau takut panas. Jangan bermain cinta kalau takut kecewa.”

Orang-orang yang melakukan hal-hal nekad diatas, berarti pada dasarnya belum siap bercinta sehingga lantaran tidak kuat menanggung derita, kecewa dan keputusasaan yang sangat dalam mengharuskannya bunuh diri. Itu dilakuakan karena kedangkalan pemahaman, tipisnya keyakinan. Itu juga bukan korban cinta melainkan korban keserakahan nafsunya sendiri.

Semoga Allah melindungi kita dari hal itu. Amien.

Iklan

12 thoughts on “Putus Cinta, Bunuh Diri? Itu Bukan Korban Cinta

    lawliet90 said:
    23 Agustus 2009 pukul 02:12

    jangan bertindak bodoh……hehehe 😀

    BOY said:
    24 Agustus 2009 pukul 05:17

    Cinta memang suci tetapi kenapa ia selalu menjadi momok bagi orang yang diserangnya? Aku sudah merasakan hal ini terjadi dan aku tak sanggup, semoga jangan sampai bunuh diri… 🙂

    mbak maya said:
    28 Agustus 2009 pukul 05:45

    Jangan pernah menyerah!

    sandi said:
    28 Agustus 2009 pukul 05:57

    cinta pada manusia adalah cinta sementara, cinta kepada allah selamanya

    Firmansa said:
    29 Agustus 2009 pukul 02:11

    Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut, tetapi
    cinta adalah anugerah Tuhan yang terindah dan suci, jika manusia dapat menilai
    kesuciannya.

    azwin said:
    11 September 2009 pukul 12:05

    cinta adalah sebahagian dari hidup kita

    stainless tanks said:
    16 Desember 2009 pukul 11:53

    jangan melakukan tindakan yang bodoh hanya karna cinta..
    karna cinta itu sifatnya hanya sementara..
    Bersyukurlah kita yang telah diberi kenikmatan hidup dari yg maha KUASA..

    maria said:
    18 Januari 2010 pukul 22:42

    terkadang cinta membuatku kuat
    tapi juga membuatku lemah, aku nggak pernah tau apa seh sebenarnya kekuatan cinta itu
    bahkan terkadang menghalalkan sgala cara
    mahkotapun udah nggak jadi sesuatu yg sakral lagi.
    CINTA ITU SUCI CUMA MANUSIANYA AJA YG MENYALAH GUNAKAN .

    maria said:
    18 Januari 2010 pukul 22:45

    BUAT MANTANKU YG UDAH MEMBUATKU MENJADI MAWAR HITAM, MUDAH2AN KAMU SADAR KALO SEMUA PERBUATAN MU UDAH MENGORBANKAN GADIS LUGU MENJADI SINGA BETINA YG LIAR
    DAN KEHILANGAN ARAH

    andre said:
    2 Februari 2011 pukul 08:54

    ,cinta itu hanya meninggalkan luka yg dalam , sehingga membuat kita menjadi sakit hati
    .maka kita juga harus mempunyai sebuah naluri yg cukup besar untuk menghadapi semua itu
    .mungkin hanya kesabaran dan kepercayaan yg cukup untuk menghadapi semua itu
    .jadi jangan sampai kita putus semangat gara2 cinta
    . ” tetap semangat walau itu cuma semangat palsu “

    Mr Hudrie said:
    7 Maret 2012 pukul 17:44

    gak selamanya cinta itu indah,,,

    cinta pertama kadang mengecewakan.

    benci tapi rindu..

    Rio said:
    5 Juni 2012 pukul 18:33

    Cinta itu ga enak kalo belum siap

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s