Konsultasi: Dua Kali Ditinggal Nikah, Tak Ingin Gagal Lagi

Posted on

Dear Mas Muh Shodiq,

Perkenalkan … umur saya 26 tahun. Dengan email ini saya mohon saran dan pendapat dari Mas Shodiq mengenai permasalahan yang saya hadapi. Sebelumnya terima kasih atas inisiatif Mas Shodiq yang mempersilahkan bagi orang yang butuh share dan pendapat dari orang lain yang jauh berpengalaman.

Saya mempunyai cerita mengenai kisah cinta saya dengan seorang perempuan, sebutlah dia P. Kisah saya dan P bermula dari pertemanan di kantor. Memang sejak awal melihat dia, saya jatuh hati pada P, namun saya juga sadar diri, P sudah mempunyai pacar serius. Oleh karena itu, hubungan kami hanya pertemanan saja, dan saya cukup sadar diri untuk tidak mendekatkan diri ke P dengan kondisi tersebut, jadi saya hanya bisa mengagumi P saja dari jauh. Sampai suatu saat kami terlibat obrolan kecil di YM, dari situ saya merasa “nyambung” dengan P, dan sebaliknya P juga memberi reaksi yang sama, itu terlihat dari obrolan kami yang saling memberi canda, namun saat itu saya ga berharap banyak. Saya berpikir, mungkin kami hanya TTM, teman tapi mesra, tapi saya senang akhir nya saya bisa mengobrol dengan dia.

Hari berlalu, sampai suatu saat dia menceritakan permasalahan antara P dan pacar nya (sebutlah L). Antara P dan L sebenernya sudah ada niat menikah, namun karena ada permasalahan dikeluarga L, menjauhi P. P sering curhat ke saya, saya juga hanya bisa mendengarkan dan menghiburnya, dan dari awal saya ga mau ambil kesempatan. Saya selalu memposisikan diri sebagai teman, walau hati ini sebenar nya menginginkan P. Saya selalu menghibur P, agar dia kuat karena antara P dan L hubungan nya sudah 3 tahun berpacaran. Sampai suatu saat. P mendengar berita kalau L mempersiapkan pernikahan dengan perempuan lain, perempuan pilihan ibunya L. Sampai pun saat itu saya hanya bersikap sebagai teman yang menghibur dan menguatkan dia. Setelah L melangsung pernikahan, saya dan P semakin dekat, walau saya tau, betapa hancur nya hati P dan dia juga belum sanggup menerima laki-laki lain di hatinya, namun saya pasti sabar menunggu dia, karena dia perempuan pujaan saya dari awal bertemu P.

Semakin hari kami semakin dekat, saya semakin menyayangi dan mencintai P, dan P demikian. Karena kami sekantor, kami sering bertemu, oleh karena itu menguatkan hubungan kami. Jujur, saya sangat mencintai dia melebihi rasa sayang saya kepada diri saya sendiri. Mungkin itu cara saya memperlihatkan rasa sayang kepada orang yang saya cintai. Saya hanya ingin P bahagia bersama saya. Sampai suatu saat, kira-kira 2 bulan setelah pernikahan L, L kembali menghubungi P, L menceritakan semua permasalahan yang dihadapinya selama ini. L menikahi perempuan lain karena atas permintaan ibunya L, L tak kuasa menolak permintaan ibunya. Dan L masih sayang dengan P. Sampai hal itu terjadi pun, kami belum resmi berpacaran. Dari situ P mulai goyah, kelihatan berbeda, dari perhatian dan perilaku nya terlihat tidak seperti dulu lagi. Karena saya juga yakin P masih sayang dengan L. Namun saya bertekad ga akan menyerah memperjuangkan dia. Jika harus bersaing mendapatkan P, saya akan lakukan. Tapi hal itu tidak bisa saya lakukan, karena P lebih memilih L daripada saya. Lagipula keluarga P juga sangat setuju jika P menjalin hubungan kembali dengan L. Karena Ibunya P sangat menyukai L. Saya bingung, dan ga bisa berbuat apa apa. Sedih? pasti.

Hati saya sangat hancur. Antara benci dan cinta, saya sangat benci dia tapi saya ingin dia bahagia. Antara marah dan ikhlas, saya sangat kecewa atas perlakuannya tapi saya harus mengikhlaskan P. Campur aduk deh perasaan saya, rasa nya ga ada lagi pikiran dalam otak saya cuma dia. Kenapa? Kenapa? Kenapa?. Saya sendiri ga habis pikir. Dan bulan Maret 2009 kemarin, mereka melangsungkan pernikahan. Terus terang Mas Shodiq, hati saya hancur. Hancur sehancur nya.

Saya dan P masih dalam 1 lingkungan kantor, ingin rasa nya saya resign karena saya ga kuat menahan rasa hati ini. Saya ingin resign apabila sudah diterima di perusahaan lain, sampai saat saya masih mencoba melamar ke perusahaan lain. Kalo saya resign, belum tentu saya mendapatkan pekerjaan dengan cepat, karena keluarga saya masih sedikit tergantung dengan penghasilan saya. Terus terang, kalo saya terus berada disini, hati saya tidak kuat dan hal ini pasti mengganggu pekerjaan saya.

Yang saya ingin tanyakan kepada Mas Shodiq, bagaimana caranya melupakan seseorang yang pernah saya sayangi dan cintai ya Mas Shodiq ? Saya sudah 2 x ditinggal nikah begini, rasa nya hidup saya ga ada artinya lagi, untuk tidak terulang lagi, saya harus bagaimana ya Mas Shodiq ?

Apa yang harus saya lakukan ya Mas Shodiq. Mohon bantuan, saran atau pendapat dari Mas Shodiq ? Sesudahnya saya berterima kasih atas saran atau pendapat dari Mas Shodiq. Saya sangat butuh bantuan Mas, terima kasih. Semoga Allah melimpahkan kebaikan kepada Mas Shodiq. Amin

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Aamiin. Terima kasih atas doanya.

Dari kata-katamu, kutangkap kesan bahwa dirimu menjalani kehidupan dengan cara yang sangat teratur/sistematis. Tentu saja, itu sangat bagus. Bahkan, itu jugalah salah satu modal penting bagimu untuk sukses dalam berkarir.

Hanya saja, tidak seperti dunia karir yang biasanya sistematis, dunia cinta biasanya tidaklah sistematis. Perlu keterbukaan terhadap berbagai kemungkinan, termasuk yang tak terduga. Dengan demikian, perlu pula sikap yang fleksibel (tidak kaku) dalam menghadapi persoalan asmara. Diantaranya:

1. Berserah dirilah kepada Sang Mahakuasa. Tidak perlu berusaha melupakan si dia.Biarlah Dia yang menentukan kapan sebaiknya dia terlupakan olehmu kalau memang Dia menghendaki begitu.

2. Supaya pengalaman pahit itu tidak terulang lagi, kamu perlu lebih mempelajari, menghayati, memahami, dan mengamalkan segi-segi “feminin” dalam kehidupan manusia, seperti: kesenian, kecerdasan sosial, spiritualitas, komunikasi non-verbal, dan berbagai bidang-bidang non-sistematis lainnya.

3. Yakinlah bahwa makna hidup kita ditentukan oleh apa yang kita perbuat, bukan dari apa yang kita dapat. Mengingat bahwa keluargamu masih agak “tergantung” pada penghasilanmu, maka jelaslah bahwa kehidupanmu sungguh bermakna. Bahkan kalau yang merasakan manfaat dari perbuatanmu itu bukan hanya keluargamu, melainkan juga orang lain, tentulah kehidupanmu lebih bermakna lagi.

Demikianlah pandanganku atas persoalanmu ini. Semoga Allah melapangkan jalanmu untuk menggapai masa depan yang lebih cemerlang dalam segala bidang. Amin.

Iklan

16 thoughts on “Konsultasi: Dua Kali Ditinggal Nikah, Tak Ingin Gagal Lagi

    Gostav Adam said:
    26 Agustus 2009 pukul 12:47

    Pastilah hakikat penciptan manusia untuk beribadah kepadaNYA. beribadah dengan sebenar-benarnya ibadah, beribadah dengan keihklasan yang melekat pada diri-diri manusia dan beribadah sesuai tuntunan Rosulullah. Dan janganlah kita bermudah-mudahan dalam bersumpah atas nama Allah. mempunyai konsekuensi yang besar sekali.

    Waktu yang begitu pendek, bak sebuah perjalanan panjang kita hanya sebatas mampi untuk minum saja. Kia harus pergunakan waktu ini sebaik-baiknya. Pastinya ada aral melintang yang menghambat perjalanan kita. Namun kita harus berusaha dan berdoa untuk melewatinya. Kita harus rajin meminta ampunan kepadaNYA. Karena tidaka ada manusia yang tidak berdosa, tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan. InsyaAllah kita akan mampu menjalankan kehidupan ini dengan bahagia…Amin

    salam. mampir ke blog kami

    Gostav Adam said:
    26 Agustus 2009 pukul 12:51

    Link sudah saya pasang, link balik ditunggu. Thanks

    sulis said:
    27 Agustus 2009 pukul 10:37

    Wah sedih sekali membaca cerita ini. Saya pun pernah patah hati berat, ditinggal nikah. Pasti berat sekali pada awalnya, tp waktu pasti akan menghapus semuanya. Perlahan saya bisa melupakan dia. Toh itu adalah garis hidup yang harus kita jalani. Sy akhirnya menikah 3 tahun kemudian, dengan seorang laki-laki yang saya percaya jauh lebih baik daripada mantan saya. Yakinlah Allah sudah mempersiapkan jodoh terbaik untuk Anda.Sabar dan sholat adalah kuncinya mas….
    Janganlah kita berharap pada manusia, berharaplah hanya kepada Allah. dan jangan mengukur orang lain memakai baju kita. KArena kita pasti akan kecewa. Semoga mas cepat mendapat pekerjaan baru n jodoh yg baik. amin.

      Attinvicky said:
      8 September 2009 pukul 17:03

      Salam kenal jga.
      Sdh bnget bca ceritanya. Aq pun sma 2 kali gagal dlm b’cnta ya hujumg”nya sma ditinggal nikah malh lbih parah kisah ku. Smga tuhan memberikan yng t’baek untk yng kedepan.amien

    aris said:
    28 Agustus 2009 pukul 05:53

    Gitu aja ko repot, cari cewe lain dong mas- jadi cowo jangan melo kaya lagu aja hehe’ ingat kita ditakdrkan lebih sdikt jumlah dari perempuan jadi nga ada salahnya jika cari cewe lebih kan haha

    tatang said:
    28 Agustus 2009 pukul 06:15

    indonesia memiliki lebih dari 100jt wanita santai aja mas pilih aja yang mas mau,
    ada pepatah “sakit karena wanita obatnya wanita juga” ok.
    selamat BERJUANG
    MAJU TERUS PANTANG MUNDUR

    Attinvicky said:
    9 September 2009 pukul 20:30

    SalAm kEnaL;
    Kish itu sMa dngan Ku
    Aku msh mengharap ex aq walaupun dia telah JDi milIK orng LAen.
    Disaat aku ingn melupakan tntng masa laluku, karna ada kehdrin ssorang yg figurenya hmpir sma s’pti ex aq
    P’lahan” aq bsa lpakan dia.
    Setlah 4 tahun kmi mengisi hari” yng bhgia n’ keluarga pun telah merestui, akhrnya kmi ingn kejenjang p’kwinan.
    Disaat aq mau t’bang ke tempat dia untk memastikan harinya.
    Namum disaat i2 jga bgikan disambar petir .dia telah memutuskn untk b’pisah. Dngn alasan sdh menikah

    Suhatnas said:
    12 September 2009 pukul 10:23

    Salam kenal.

    Semua yang terjadi di atas dunia ini sudah diatur ALLAH SWT. Apapun yang terjadi itu adalah kehendaknya. Walaupun kita harus berusaha. Ingat Jodoh,rezki dan maut ALLAH yang tentukan, jadi kita hanya berusaha. Tapi apa yang terjadi kembalikan kpd ALLAH. Jangan mencintai sesuatu di dunia ini dengan terlalu.
    Karena tidak ada yang abadi..

    tri cianjur said:
    16 September 2009 pukul 09:11

    dunia gak selebar daun kelor ada jutaan wedok yang masih menanti
    untuk di nikahi

      hamka said:
      27 September 2009 pukul 20:28

      ya mang banyak wanita yg igin nikah tap tdk semudah membalikkan tangan yo ?ni buktinya aku kesana kemari cari yang mau sm aku ya sulit daptnya gimana ya?bantu dong?

    atiens said:
    7 Oktober 2009 pukul 13:12

    kalo sudah cinta memang susah ngilanginnya.Saya saja sampai kena insomnia 6 bulan.Setahun lebih nunggu, ditinggal tanpa sebab.sakit hati. Tp perlahan-lahan hilang tuch.kuncinya ikhlas…tp percaya saja hidup ini sudah ada yang atur seperti planet berputar pada orbitnya sendiri-sendiri. manusia hidup juga menurut takdirnya sendir-sendiri…anggap saja kisah lalu merupakan album kenangan masa lalu…lupakan saja…

    vianti said:
    8 Oktober 2009 pukul 14:50

    percaya j..jodoh sudah ada yang mengatur..
    mungkin di kmudian hari akan mendapatkan seorang yang lbih baik..
    mulailah dengan bismilllah

    mas gimang said:
    22 Maret 2010 pukul 09:22

    jujur itu sakitnya setengah mati, apalagi kalo kita sudah perjuangkan ini sedemikian baik dan hati2nya…wah2 gawat.

    lumayan susah juga cari pasangan yang sepandangan dengan kita yah…

    fie said:
    18 Mei 2010 pukul 01:07

    ak juga ditingal nikah sm cwo yg ku syangi..sakiiit dalem bget. dia nikah sm org lain krn hamil diluar nikah.

    Elo said:
    4 Februari 2011 pukul 22:32

    assalamualaikum wr.wb.

    lam kenal…

    mungkin yang mas alami sama parahnya dengan saya.. saya laki-laki usia 28 tahun!!
    merasakan 2 kali gagal nikah dengan wanita di seputar kantor tempat saya bekerja…

    pertama saya jadian dengan wanita di depan kantor saya bulan puasa th 2008…
    anggaplah wanita ini namany RAP.. setelah 7 bulan jadian saya pun berniat untuk menikahi RAP, ternyata RAP ini blum bisa membuat keputusan dikarenakan dia juga menjalin hubungan dengan cow lain yang kata cow nya, RAP sudah dilamar oleh dia.

    dikarenakan sering ribut antara saya RAP dan cow satuny, dengan berat hati saya memutuskan untuk menarik kata-kata untuk segera menikahinya… biarpun baru 7 bulan RAP saya rasa adalah satu-satuny wanita yg selalu jd tempat curahan perasaan ku.. saya beri RAP waktu 3 bulan untuk memutuskan hubungan dengan cow berinisial BN..
    Setelah 3 bulan kemudian ternyata RAP tak bisa memutuskan hubungan dengan BN dengan alasan BN niat bunuh diri kl diputusin sama RAP… hehehe!!!!
    karena menganggap RAP selalu jadi beban pikiran buat saya, saya memutuskan untuk mundur, dan berjanji akan melupakan RAP…
    setelah 1 bulan putus akhirny RAP menikah dengan BN.. tp saya sudah komitmen untuk iklas.. jadi 2 bulan setelah mereka menikah saya sudah bisa melupakan RAP!!!

    anonim said:
    10 Juni 2015 pukul 12:51

    Assalamu’alaikum wr wb
    salam kenal…
    Apa yang mas alami juga saya alami.. saya akan ditinggal menikah sebentar lagi oleh satu-satunya wanita yang saya sukai saat ini.. mas harus tegar dan kuat dalam menghadapi semua ini.. memang berat rasanya mas .
    Tapi yakinlah pasti ada wanita lain yang jauh lebih baik dari dia.

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s