DKP: Website Privateislandsonline.com Menyesatkan!

Posted on Updated on

Jakarta – 3 Pulau di Kepulauan Mentawai diiklankan di situs privateislandsonline.com. Pemerintah menyatakan bahwa situs itu menyesatkan.

“Yang di web itu mengandung unsur-unsur menyesatkan. Pemiliknya dari Toronto, Canada,” ujar Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil dan Terluar Departemen Kelautan dan Perikanan Toni Ruchimat.

Toni mengatakan itu dalam diskusi bertajuk ‘Menjaga Bumi dan Budaya Indonesia’ di Warung Daun, Jl Pakubuwono 10, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2009).

Toni mengungkapkan, setelah mengetahui Pulau Makaroni, Pulau Silionak dan Pulau Kandui akan dijual, maka pihaknya langsung membentuk tim. Tim dibentuk untuk mengklarifikasi ke pemerintah Sumatera Barat dan Kabupaten Mentawai terkait kebenaran kabar itu.

Namun setelah diteliti, lanjut Toni, banyak hal ganjil dalam website itu. “Misalnya disebut Makaroni Island, itu sebenarnya Makaroni Resort.  Makandui Island, sebenarnya Makadui Resort. Jadi dari hasil klarifikasi dia tidak menjual, tapi menjual saham resort,” ungkap Toni.

Sebelumnya, 3 pulau itu diiklankan di situs privateislandsonline.com dengan judul ‘Islands for Sale in Indonesia’. Masing-masing pulau dihargai bervariasi. Pulau Makaroni yang memiliki luas 14 hektar dihargai US$ 4 juta, Pulau Silionak yang memiliki luas 24 hektar dibandrol US$ 1,6 juta dan Pulau Kandui yang memiliki luas 26 hektar ditawarkan US$ 8 juta.
detik.com

Iklan

3 thoughts on “DKP: Website Privateislandsonline.com Menyesatkan!

    […] DKP: Website Privateislandsonline.com Menyesatkan! Jakarta – 3 Pulau di Kepulauan Mentawai diiklankan di situs privateislandsonline.com. Pemerintah menyatakan bahwa situs itu menyesatkan. “Yang di web itu mengandung unsur-unsur menyesatkan. Pemiliknya dari Toronto, Canada,” ujar Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil dan Terluar Departemen Kelautan dan Perikanan Toni Ruchimat. Toni mengatakan itu dalam diskusi bertajuk ‘Menjaga Bumi dan Budaya Indonesia’ di Warung Daun, Jl Pakubuwono […] […]

    HARAPAN CEMERLANG STUDIO CREATIVE said:
    30 Agustus 2009 pukul 23:47

    ehmmm,jangan sampek dijual,kasihan pejuang kita.
    http://www.hc-arsitekrumah.com

    yatmo said:
    1 September 2009 pukul 10:30

    Pejabat kita itu Kebanyakan Rekayasa ( mumpung jadi pejabat ),apakah pulau tsb bener2 dijual apa tidak, orang kecil itu tak boleh tau, katanya tidak dijual, coba kalo kita iseng2 bawa perahu singgah dipulau tsb, disitu ada preman bersenjata yang mengusir kita supaya menjauh atau jangan mampir dipulau tersebut.
    nah kalo pejabat ingin mengetahui keadaan tersebut (sidak), jangan berlagak sebagai pejabat, berlagak sebagai nelayan.
    tapi ya gak mungkin mau kan gengsinya pejabat indonesia itu gueede banget…./

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s