Strukturalisasi dalam cinta

Posted on Updated on

Ternyata masih banyak dari kalangan muslim dan muslimah yang belum mengetahui struktur cinta dalam aturan main agama. Hal ini mungkin salah satu penyebab mengapa cinta itu kadangkala dianggap sebagai permainan belaka. Adakalanya juga dilain sisi menganggap cinta sebagai kamuflase bagi lain jenis.

dibawah ini kita baca dan kita teliti beberapa kisah yang terkait dengan cinta secara struktural. Memang tidak ada formalisasi struktural dalam cinta tetapi ketanggapan terhadap dogma agama seharusnya harus kita teliti dengan jeli sehingga agama bukan dijadikan sebagai formalitas identitas dalam beragama, namun sebagai pegangan, jalan sebagaimana makna agama itu sendiri.

Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai  Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.”

Rasulullah   shallallahu  ‘alaihi  wa   sallam pun  menjawab,   “Tidak,  demi  Allah,  hingga  aku  lebih engkau cintai  daripada dirimu sendiri.” Maka berkatalah Umar,   “Demi  Allah,  sekarang engkau lebih aku cintai  daripada diriku sendiri!”  (HR.  Al-Bukhari  dalam  Shahih-nya,   lihat  Fath al-Bari [XI/523] no: 6632)

Di   lain   kesempatan,  Rasulullah  shallallahu  ‘alaihi  wa   sallam  menegaskan,  “Demi  Allah,   salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [I/58] no: 15, dan Muslim dalam Shahih-nya [I/67 no: 69])

Banyak sekali hadits-hadits yang senada dengan dua hadits di atas, yang menekankan wajibnya mencintai  Nabi  shallallahu  ‘alaihi  wa sallam,  karena hal   itu merupakan salah satu  inti  agama, hingga keimanan seseorang tidak dianggap sempurna hingga dia merealisasikan cinta tersebut. Bahkan seorang muslim tidak mencukupkan diri dengan hanya memiliki rasa cinta kepada Nabi shallallahu  ‘alaihi  wa sallam  saja, akan  tetapi dia dituntut untuk mengedepankan kecintaannya kepada Rasulullah  shallallahu  ‘alaihi  wa sallam  -tentunya setelah kecintaan kepada Allah- atas kecintaan dia kepada dirinya sendiri, orang tua, anak dan seluruh manusia.

Potret Kecintaan Para Sahabat Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Bicara masalah cinta Rasul  shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanpa diragukan lagi adalah orang terdepan dalam perealisasian kecintaan mereka kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengapa? Sebab cinta dan kasih sayang merupakan buah dari perkenalan,  dan para sahabat  merupakan orang yang paling mengenal  dan paling mengetahui kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak mengherankan jika cinta mereka kepada Beliau jauh lebih besar dan lebih dalam dibandingkan kecintaan orang-orang yang datang sesudah mereka.

Di  antara bukti  perkataan di  atas,  adalah suatu kejadian yang  terekam dalam sejarah yaitu:

Perbincangan yang terjadi antara Abu Sufyan bin Harb ?sebelum ia masuk Islam- dengan sahabat Zaid   bin   ad-Datsinah  rodhiallahu   ‘anhu  ketika   beliau   tertawan   oleh   kaum musyrikin   lantas dikeluarkan oleh penduduk Mekkah dari tanah haram untuk dibunuh. Abu Sufyan berkata,  “Ya Zaid,  maukah posisi  kamu sekarang digantikan oleh Muhammad dan kami  penggal   lehernya,  kemudian engkau kami bebaskan kembali ke keluargamu?” Serta merta Zaid menimpali,  “Demi  Allah, aku sama sekali tidak rela jika Muhammad sekarang berada di rumahnya tertusuk sebuah duri,   dalam  keadaan   aku   berada   di   rumahku   bersama   keluargaku!!!”  Maka  Abu  Sufyan   pun berkata,  “Tidak pernah aku mendapatkan seseorang mencintai orang lain seperti cintanya parasahabat Muhammad kepada Muhammad!” (Al-Bidayah wa an-Nihayah, karya Ibnu Katsir [V/505],

Iklan

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s