Wanita di Surga mendapatkan apa?

Posted on Updated on

Syukron jiddan atas update2 artikel islami di situs shodiq.com, alhamdulillah banyak manfaatnya terkhusus buat sya yang tiada memiliki banyak pengetahuan ini..

Pak ustadz, dalam kesempatan ini saya ingin bertanya sesuatu yang mungkin ustadz ada pengetahuan tentangnya, pagi ini tausiah mengenai syurga dari seorang ustadz lain merisaukan hati saya, beliau mengatakan bahwasanya wanita dari dunia yang masuk syurga akan dipilihkan oleh Allah swt 1 orang lelaki dari dunia yang ada di syurga untuk menjadi suaminya (jadi bukan lelaki bidadari, karena tidak diciptakan Allah), tetapi lelaki dari dunia yang masuk syurga akan Allah berikan untuknya isteri2 dari bidadari minimal 2..
Yang menjadi pertanyaan, apakah ada dalil yang mendukung hal tersebut? kalau benar adanya, maka wanita pada hakikatnya akan selalu dipoligami kah ustadz? jikalau memang ada mohon penjelasannya ustadz, karena meski saya tidak anti poligami di dunia, tetap saja hal tersebut dipahami sungguh tak adil oleh saya yang tak berilmu ini..
Demikian, semoga ustadz berkenan memberi jawaban atau nasihat..

Jawaban M Shodiq Mustika:

1) Aku belum pernah menjumpai dalil shahih yang menunjukkan bahwa “wanita dari dunia yang masuk syurga akan dipilihkan oleh Allah swt 1 orang lelaki dari dunia yang ada di syurga untuk menjadi suaminya”. Mengenai hal ini, yang pernah aku jumpai adalah sebuah hadits yang DHA’IF (lemah, tidak cukup kuat untuk dijadikan dalil) walaupun populer sebagai berikut:

Ummu Salamah r.a. berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita diantara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu dia meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka masuk surga pula. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?” Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu dipersilakan memilih siapa diantara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ’Wahai Tuhanku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”

2) Kriteria adil bukanlah pada kesamaan jumlah. Contohnya, tidaklah adil memberi hak cuti dengan jumlah hari yang sama kepada buruh lelaki dan buruh perempuan. Yang adil adalah bila perempuan diberi tambahan hak hari cuti untuk hamil, melahirkan anak, dan menyusui anak.

Kenikmatan pun bukan tergantung pada jumlah. Contohnya: membaca seribu halaman buku belum tentu lebih nikmat daripada membaca seratus halaman saja. Kenikmatan itu seringkali lebih dipengaruhi oleh kualitas daripada kuantitas.

Dalam kasus poligami, belum tentu seorang wanita yang bersuami lebih dari satu akan merasakan kenikmatan yang setara dengan pria yang beristri lebih dari satu. Contohnya: istriku. Kami pernah berbincang-bincang perihal seandainya Islam membolehkan wanita bersuami lebih dari satu. Namun kata dia, bila dia dipersilakan memilih bersuami satu ataukah lebih dari satu, maka dia akan memilih bersuami satu saja. Dengan kata lain, bagi dia, bersuami satu orang itu lebih nikmat daripada bersuami lebih dari satu orang.

3) Bila amalnya setara, maka kenikmatan yang diperoleh pria dan wanita yang masuk surga itu setara pula. Dalilnya adalah keumuman ayat-ayat:

“Dan bagi kamu di dalamnya segala yang kamu inginkan dan bagi kamu di dalamnya segala yang kamu minta, sebagai hidangan dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat [41]: 31-32)

“Dan di dalam [surga] itu terdapat segala yang diingini oleh hati dan sedap [dipandang] mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 71)

Bahkan, kenikmatan yang diperoleh di surga itu bukan hanya segala yang diinginkan hati. Dalilnya adalah sebuah hadits shahih yang menyebutkan firman Allah SWT kepada seorang penghuni surga yang paling rendah derajatnya, “Engkau mendapatkan segala yang kau angan-angankan, ditambah sepuluh kali lipatnya.” (HR Muslim [188])

4) Dalil pada nomor tiga tersebut juga menunjukkan bahwa bidadara tidaklah mustahil diciptakan oleh Tuhan bagi para wanita penghuni surga. Bila kau mengharapkan satu bidadara saja untuk menjadi suamimu di surga, yang [dalam angan-anganmu] kualitasnya setara dengan seribu orang pria terbaik, maka itu dapat terwujud. Begitu pula kalau yang kau harapkan adalah bersuami sejumlah seribu bidadara, itu pun tidak mustahil. Sebab, Dia berjanji, “Engkau mendapatkan segala yang kau angan-angankan, ditambah [minimal] sepuluh kali lipatnya.”

Demikianlah jawabanku. Wallaahu a’lam.

10 thoughts on “Wanita di Surga mendapatkan apa?

    hasanah said:
    9 September 2009 pukul 12:52

    Ass ustadz………….
    Dihati saya masih ada yang mengganjal neh.seorang laki2 boleh berpoligami,tapi bagaimana dengan perempuan?
    Wassalam…….

      ANANDA AISYA said:
      4 November 2009 pukul 19:56

      ASSALAMU ALAIKUM HASANAH…
      Tolong ketika mengucapkan salam jangan di singkat seperti “ASS USTAD” dlm bahasa inggris di artikan ” pantat ustad”.
      berbahasalah dengan baik… semoga rahmad, taufik dan hidayah selalu bersamamu… amin.
      wassalamu alaikum…

      maznoer ady wijaya said:
      8 November 2009 pukul 08:29

      maju terus islam

    Imas sumarni said:
    9 September 2009 pukul 13:16

    Kalo anda pengen poliantri , poliantri aj..jgn ngebanding2in dgn cowok dong..apa susahnya sich.. Gni aj kok ribet!!!!!

    wisnu broto said:
    12 September 2009 pukul 11:22

    Hai hasanah …kalau kamu mau punya laki2 lagi ..aku mau koq

    eva yulieta said:
    19 September 2009 pukul 06:49

    Ass. wr. wb. Pak Ustad saya mau tanya bolehkah pada hari raya idul fitri seorang istri tidak mau memaafkan suami. Karena suatu kejengkelan istri yang terpendam selama bertahun-tahun. Suami sering kali banyak mengobral janji namun tidak pernah ditepati. Selama 12 tahun perkawinan suami tidak perhatian dengan kebutuhan jasmani seorang istri meskipun sekarang suami tambah sukses tapi saya tetap seperti pembantunya. Wass. wr. wb

    Jonoyoso said:
    19 September 2009 pukul 12:08

    mbak eva,sini deh ku bantu penyaluran jasmaninya,he..he..

    gienswa said:
    29 September 2009 pukul 13:15

    Hmm..kok gambaran surga-nya masih duniawi buanget, Ustad. Menurut saya, jika ingin menggambarkan surga yg “elegan” serta “adil” bagi pria&wanita (dan waria??) sepertinya harus mengkonstruksi ulang definisi surga dari awal.
    Tidak janggal-kah jika di surga nanti kita masih terbelenggu nafsu jasmani? Apakah org cacat yg masuk surga jg masih cacat (buta-tuli-tuna daksa, dll)?(Sy jd ingat syair lagu Nobody’s child: I walk in the street of heaven..where all the blinds can see..).
    Menurut saya, cerita ttg fisik/budaya di surga justru mengaburkan “esensi” surga itu yang sebenarnya lebih tepat disimpan dalam folder bernama “SIMBOLIS”.

    ana nisa said:
    1 Oktober 2009 pukul 23:03

    1) lega mengetahui dalil itu dhoif, krna sedari awal memang saya rasa sungguh janggal pernyataannya, jazakallah khoir…

    2)3)&4) na’am ustadz, setuju! saya telah khilaf dlm memahaminya, Allah sungguh Maha Adil, seharusnya saya tak berburuk sangka pada-Nya

    brengsex said:
    31 Oktober 2009 pukul 01:13

    0000…..hanya masalah sex kok pake dalil segala…..hidup disana ada yg lebih nikmat daripada sex….dan tidak melelahkan….tak bisa dibayangkan didunia krn yg dicintai bukan lagi lawan jenis tapi TUHAN…

Silakan sampaikan pemikiran Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s